Showing posts with label PA. Show all posts
Showing posts with label PA. Show all posts

Wednesday, October 20, 2010

V. CARA MENELAAH ALKITAB—PA Kelompok (3)

3. Menyiapkan Bahan PA-Kelompok

A. Memilih bagian untuk dibahas

Dalam Almanak Gereja terbitan setiap tahunnya dari Gereja tempat anda berjemaat kemungkinan terdapat bahan PA per kaum, misalnya Anak Sekolah Minggu, Pemuda/Pemudi, kaum Bapak, dan kaum Ibu. Kalaupun tidak, juga dapat diperoleh dari berbagai terbitan bahan renungan, seperti “Santapan Harian”, yang mencakup seluruh Alkitab dalam 5 tahun, terbitan Persekutuan Pembaca Alkitab, Jakarta. Buku bahan PA lengkap dengan pertanyaan-pertanyaan diterbitkan oleh Perkantas, Jakarta. Atau dipilih sendiri, mulailah dengan bagian-bagian sederhana dari Perjanjian Baru. Kemudian ambil dari satu-satu kitab, 4-8 penyelidikan dari kitab yang sama cukup, maksimum 12; variasi mencegah kebosanan. Kalau minat menyelidiki Alkitab sudah berkembang, maka satu seri penyelidikan hidup seorang tokoh akan menarik sekali.

B. Menyiapkan pertanyaan-pertanyaan

Untuk mensukseskan suatu PA, tidak ada yang lebih penting dari pada persiapan pemimpin. Langkah pertama dalam persiapan ini adalah sikap rendah hati dan penuh pengharapan. Biarlah Roh Kudus yang mengilhami penulis-penulis Alkitab menerangi hati dan pikiran kita. Berdoalah, supaya Roh Kudus menjadi guru anda, Ia menunjukkan pada anda hal-hal yang utama, dan supaya anda mengetahui apa yang dapat diterapkan pada kelompok anda. Dalam garis besarnya lakukan seperti di bawah ini.

Bacalah bagian yang akan dipelajari itu paling sedikit dua kali. Sebagai pemimpin dianjurkan anda menelaah secara lebih mendalam dan lebih rinci, melebihi penelaahan yang dilakukan oleh anggota dalam ber-PA-Pribadi, yang lebih terfokus pada hal-hal yang paling penting.

Bedakan antara ceritera dan pembahasan. Bagian ceritera atau sejarah (sebagian besar dari 17 kitab pertama Perjanjian Lama dan 5 kitab pertama dalam Perjanjian Baru) melukiskan kejadian-kejadian pada waktu dan tempat tertentu. Perhatikan apa yang terjadi sebelum dan sesudahnya, orang-orang yang disebut, perbuatan dan sikap mereka. Dalam bagian pembahasan (surat-surat kiriman Perjanjian Baru, khotbah-khotbah dalam Injil Yohanes, dan Kisah Para Rasul) terdapat pokok pikiran tertentu, ajaran Tuhan diberikan melalui penjelasan, termasuk perbandingan-perbandingan, pengalaman penulis, contoh-contoh atau alasan-alasan lain.

Carilah fakta-fakta pengamatan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

· Siapa yang disebut dalam bagian ini?

ü jangan lupakan Allah Bapa, Yesus dan Roh Kudus.

ü Apakah pengarangnya penting dalam bagian ini?

ü tokoh lain?

· Apa yang terjadi?

ü perhatikan kata-kata kerja dan urutannya

ü Adakah janji-janji, perintah-perintah dan sebagainya?

· Di mana ceritera itu terjadi?

ü carilah tempat-tempat yang disebutkan pada peta Alkitab,

ü perhatikan letak geografisnya,

ü jaraknya dari tempat-tempat lain dan sebagainya.

· Kapan kejadian itu terjadi?

ü perhatikan umur orang-orang, musim-musim dan sebagainya.

Dalam melakukan penafsiran, carilah artinya bagi pembaca semula:

· Apakah arti kata atau istilah itu bagi mereka?

· Apakah ada contoh modern yang sama?

· Bagaimana perasaan dan pikiran orang itu?

· Hubungan-hubungan:

ü Apakah hubungan ide ini dengan yang terdahulu?

ü Bagaimana hubungan dan sikap orang yang satu dengan yang lain?

· Apakah kesimpulan atau hasil perbuatan itu?

ü Apakah maksud pengarang dalam bagian itu?

ü hati-hati jangan sampai dipakai untuk membenarkan pendapat atau pandangan pribadi!

Dengan pertolongan Roh Kudus, carilah penerapan bagi hidup anda sendiri.

· Buatlah penerapan itu spesifik dan praktis

ü perintah-perintah apa yang harus saya taati sekarang juga?

ü janji-janji apa menyertainya?

ü sikap atau kebiasaan apa yang harus saya ubah?

ü bagaimana?

ü dosa-dosa apa yang perlu saya akui atau hindarkan?

Lebih mendalam dan luas lagi pelajari dan renungkan uraian mengenai PA-Pribadi dan Kaidah Penelaahan Alkitab selengkapnya di halaman-halaman terdahulu.

Berdasarkan penelaahan pribadi di atas tulislah tujuan anda. Apa yang anda ingini kelompok anda belajar dari bagian itu? Sesuaikanlah dengan kebutuhan atau kelemahan kelompok anda. Tanpa tujuan jelas diskusi akan kacau.

Ubahlah penemuan-penemuan pengamatan, penafsiran dan penerapan menjadi 4 atau 5 pertanyaan. Pertanyaan-pertanyan ini harus disusun sedemikian rupa sehingga sampai pada tujuan tadi. Dengan membahas pertanyaan-pertanyaan ini tiap anggota akan menemukan sendiri pokok-pokok utama dan tujuan itu. Pertanyaan-pertanyaan kecil yang membantu anggota menjawab pertanyaan-pertanyaan pokok perlu dicadangkankan untuk disisipkan.

Ujilah pertanyaan-pertanyaan itu. Ciri-ciri pertanyaan baik ialah: pendek dan jelas sehingga mudah dimengerti, membuat orang menggali isi bagian Alkitab itu, merangsang orang untuk berpikir, mengeluarkan pokok-pokok utama bagian Alkitab itu, dan membawa penyelidikan itu mendekati tujuannya. Ciri-ciri pertanyaan yang buruk ialah: tidak berhubungan dengan tujuan, terlalu sulit atau samar-samar, jawabnya terlalu jelas atau mudah, jawabnya adalah “Ya” atau “Tidak”, menjurus pada spekulasi atau menyeleweng dari bagian itu, memerlukan latar belakang yang tidak dipunyai anggota-anggota.

Kini buku-buku bahan PA yang telah dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan seperti dimaksud di atas serta catatan pegangan bagi pemimpin kelompok untuk setiap perikop PA, terbitan PERKANTAS, dapat dibeli di toko-toko buku Kristen.

Sama halnya dengan membaca buku tafsir, membaca buku bahan PA tersebut dan membaca serta menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah tersedia dalam buku tersebut, dianjurkan supaya terlebih dahulu menyelesaikan PA-Pribadi (secara sendirian) atas perikop yang sama semampu melakukannya. Dengan demikian: a) anda terhindar memberi jawaban yang keliru atau melantur keluar dari konteks, b) kemampuan anda ber-PA-Pribadi semakin terasah, dan c) anda lebih percaya diri membaca dan menelaah Alkitab.

C. Pustaka penyelidikan Alkitab

Pustaka utama:

1. Alkitab terjemahan baru; yang memakai bahasa sehari-hari juga baik.

2. Bimbingan Roh Kudus; iman & kesetiaan, ketaatan pada Firman.

Pelengkap:

3. Konkordans, peta-peta Alkitab, kamus Alkitab; sangat membantu.

4. Tafsiran-tafsiran; bacalah sesudah membaca, merenungkan dan memikirkan sendiri bagian Alkitab itu; jangan tafsiran menggantikan renungan dan pemikiran anda sendiri.

5. Bahan renungan Saat Teduh harian; mendukung penerapan, jangan menggantikan renungan sendiri.

4. Contoh-contoh Bahan PA

Sebagai bahan latihan untuk melakukan PA-Pribadi: calon anggota coba menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam contoh, dan pemimpin kelompok membandingkannya dengan yang diperoleh sendiri.

I. Yang sementara dan yang kekal -- Markus 10:17-27

Dalam tiap jaman orang mencari sesuatu yang kekal. Dalam jaman Mesir kuno mayat-mayat raja diabadikan dengan pembalsaman. Sekarang orang berusaha mengabadikan dirinya melalui foto, film, tulisan, dan lain-lain. Juga harta dijaga sedemikian rupa dalam bank, peti besi supaya dapat disimpan sekekal mungkin.

Tetapi keabadian, kekekalan yang sesungguhnya baru dihadapi tiap orang sesudah hidup yang pendek di dunia ini berakhir. Persoalan hidup kekal inilah yang menjadi pertanyaan orang muda yang kaya ini. Apakah persoalan ini pernah menjadi pemikiran anda secara serius?

1. Sebutkan semua yang anda ketahui tentang orang muda itu! Bagaimana sikapnya tentang hukum Allah? (ay. 19-20)

2. Ayat 21, mengapa Yesus menjawab demikian pada orang ini?

3. Bandingkan sikap dan perasaan orang itu di ay. 17 dan 22. Apa yang menyebabkan perubahan itu?

4. Apakah dengan menjual hartanya orang itu akan mendapatkan hidup yang kekal?

5. Apakah jawaban Yesus dalam ay. 21 berarti bahwa orang Kristen tidak boleh kaya?

6. Renungkanlah perkara-perkara yang menjadi milik anda. Mungkin sesuatu yang bukan merupakan kekayaan dunia. Tuhan juga meminta anda untuk menyerahkan segala “kekayaan” sebelum anda dapat mengikut Dia. Apakah jawaban anda? Langkah-langkah konkrit apa yang akan anda ambil untuk menyerahkan “kekayaan” itu?

II. Dibenarkan karena iman --Roma 3:21-31

Doktrin Kristen sering dianaktirikan dalam pemberitaan gereja, sedangkan sebenarnya doktrin adalah tulang punggung kepercayaan. Kita sering cenderung untuk hanya “minum susu” dan enggan makan “makanan keras”. Semangat yang hebat tanpa pengertian jelas tentang pengajaran yang benar dapat menyesatkan.

Beberapa pengertian istilah:

Hukum Taurat; termasuk di sini adalah: sepuluh hukum yang diberikan pada Musa (Kel. 20:3-17; Ul. 5:6-212),Torah, lima buku Perjanjian Lama (Mt. 5:17; Lk. 16:16), Perjanjian Lama (Yoh. 10:34), kehendak Allah dalam perkataan, perbuatan dan peraturan-peraturan-Nya (Kel. 30:1-17; Maz. 19)

Kebenaran; suatu sifat yang benar dan adil yang keluar dari watak Allah yang kudus.

Iman; adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibr. 11:1).

Kasih karunia; kebaikan, kasih, kemurahan yang diberikan kepada orang yang tidak layak menerimanya.

Penebusan; pembebasan dari perbudakan dosa oleh karena pembayaran yang dilakukan Yesus di atas kayu salib.

1. Siapa yang dibicarakan dalam bagian ini? Apakah ada orang yang baik dan yang jahat di mata Allah? Mengapa?

2. Mengapa tiap orang perlu dibenarkan untuk dapat diterima Allah? (ay. 23)

3. Bagaimana seseorang dapat dibenarkan?

4. Apakah fungsi hukum Taurat di dalam membenarkan seseorang karena iman? (Rom. 3:20; Gal. 3:24)

5. Apakah anda sudah dibenarkan? Bahaslah perubahan-perubahan dalam hidup tiap anggota kelompok sesudah dibenarkan.

6. Bagaimanakah anda dapat menceriterakan ini pada orang lain, supaya mereka hidup dalam kebenaran Tuhan?

III. Keluarga dan pekerjaan --Kolose 3:18-4:1

Dalam banyak agama dan masyarakat pada waktu dulu wanita dan anak-anak mempunyai tempat yang jauh lebih rendah dari pria. Tetapi akhir-akhir ini, “Women’s Lib”, gerakan pembebasan wanita berusaha mengubah keadaan itu.

Apa yang dikatakan Alkitab tentang hubungan yang seharusnya? Perjanjian Baru menekankan persamaan kedudukan rohani antara kedua jenis kelamin itu (Gal. 3:28). Juga hubungan yang saling memberi dalam hidup seks (1 Kor. 7:3-5). Tetapi walaupun demikian, di dalam keluarga diperlukan pemimpin untuk mengatur dan menyatukan. Dan tanggung jawab ini diserahkan Tuhan kepada pria.

Bagian diakhiri dengan hubungan antara hamba dan tuan. Penerapannya relevan dalam hubungan buruh dan majikan yang sering kali merupakan persoalan hangat dewasa ini.

1. Kepada 6 kelompok mana bagian ini ditujukan? Sebutkan perintah-perintah yang diberikan pada masing-masing kelompok.

2. Apakah ‘hak istimewa’ yang diberikan pada suami/ayah sama dengan menjadi diktator di rumah?

3. Bagaimana seharusnya sikap seorang Kristen terhadap pekerjaannya? Siapakah tuan yang sebenarnya?

4. Kalau saudara seorang pemimpin perusahaan, bagaimanakah saudara dapat bertindak ‘adil dan jujur’ terhadap bawahan saudara?

5. Apa yang dapat saudara perbuat di dalam keluarga atau pekerjaan saudara mulai hari ini untuk menyatakan ketaatan saudara pada Tuhan? &

IMS 100924

Friday, September 24, 2010

IV. CARA MENELAAH ALKITAB--PA Pribadi (4)

C. Penerapan

Penerapan adalah menerima secara pribadi kebenaran yang baru dipelajari dan melakukannya. Penerapan adalah melaksanakan dalam praktek apa yang telah kita ketahui 
“Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu” (Mar 4:24);
“Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat” (Ibr 5:14)
dan menjawab pertanyaan, “Lalu apa?” dengan menantang kita dengan pertanyaan-pertanyaan tepat dan memotivasi kita mengambil tindakan,
“Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1Yoh 2:5, 6);
“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (Yak 2:17).
Penerapannya adalah sepenuhnya pribadi--unik bagi setiap pribadi. Adalah membuat kebenaran relevan menjadi kebenaran pribadi, dan melibatkan pengembangan strategi dan rencana tindakan menjalani hidup anda selaras dengan Alkitab, suatu penuntun tentang “bagaimana melakukan” yang alkitabiah dari hidup. Menanggapi pesan dari apa yang tertulis pada halaman-halaman Alkitab sedemikian rupa, sehingga beban hati Allah dapat dialami sendiri dan menularkannya pada orang lain.

Renungkanlah bagian itu dalam doa sampai Roh Kudus menunjukkan anda cara menerapkan kebenarannya kepada hidup anda sendiri dalam cara pribadi, praktis, mungkin, dan dapat diukur. Alkitab diberikan kepada kita untuk menunjukkan bagaimana kita harus menjalani hidup mengikuti jalan-Nya di dunia ini. Untuk mengubah hidup kita menjadi serupa hidup Yesus Kristus.

Tujuan PA yang baik adalah mengubah manusia dengan kuasa Firman dan Roh Allah. Ini menjawab pertanyaan dasar kedua, ”Apa, jika ada, urusannya atau kaitannya dengan kita dan dunia kita?” Menemukan apa arti sesuatu nas (penafsiran) dan menjalankannya dalam hidup (penerapan) adalah dua proses berbeda, walaupun berhubungan, yang harus mendapat perhatian cukup yang sama dan seimbang.
Harus diingat bahwa berbagai cuplikan nas dalam Alkitab berlaku dalam jaman sekarang dalam berbagai cara, tidak dapat diterapkan begitu saja tanpa pemikiran lebih lanjut. Maka evaluasi bagaimana nas tertentu dihubungkan dengan lingkungan kita yang paling sedikit terpaut 20 abad dari budaya dan penulisan aslinya.

Berikut ini beberapa penuntun evaluasi:

1. Jaga ceriteranya lurus seadanya. Allah mengajar umat-Nya langkah demi langkah sesuai kemampuannya memahami kebenaran-Nya. Maka ingat nas yang ditelaah (terlebih dari Perjanjian Lama) belum tentu mengandung kata akhir Allah tentang pokok pesan dalamnya, lihat adanya kemungkinan bahwa telah direvisi atau bahkan dibatalkan oleh penyataan yang datang kemudian. Untuk menjaga ceritera wahyu alkitabiah lurus seadanya tidaklah perlu menguasai semua secara terinci sejarah Perjanjian Lama dan Baru. Mulailah mempelajari masa-masa utama sejarah alkitabih dan abad atau dekade masing-masing. Buat peta kronologi dan catat kejadian-kejadian dan tokoh-tokoh penting. Beri perhatian khusus korelasi tulisan para nabi dan rasul dengan setting dalam tulisan bersejarah dari Testamen (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru); penting dalam hal ini kitab Raja-raja dan Kisah Rasul. Misalnya tempatkan Amos dalam dekade akhir kerajaan Utara dan 1 Korintus dalam terang setting yang terdapat dalam Kisah 18.

2. Pisah yang lokal dari yang universal. Pisah yang mempunyai arti lokal yang terbatas pentingnya dalam sejarah dari yang mempunyai arti universal dengan menyelami dibawah permukaan kepada prinsip yang dinyatakan dalam nas yang bersangkutan. Contoh prinsip-prinsip yang mendasar dalam iman alkitabiah, yang dari struktur nyata kitab yang bersangkutan dan penekanan pernyataan yang telah dinyatakan dengan jelas dari penulis yang bersangkutan, adalah perlakuan-perlakuan dari kehendak tertinggi Allah untuk kemanusiaan atau ketentuan hidup dalam Kerajaan Allah, a.l.: Matius 5-7, Roma 12-24, 1 Korintus 13, Efesus 4:1-16, Kolose 3:12ff, Filipi 2, dan lain-lain. Dalam mengevaluasi nas dan tafsirannya kita harus:

· pilih yang pribadi di atas yang mekanikal,
· pilih kebebasan di atas keabsahan (legalism),
· pilih iman di atas perbuatan,
· pilih kasih di atas segala lainnya.

Tolak tafsiran yang menyarankan kekudusan yang tak mengasihi, tolak ajaran yang membuat hidup dengan Allah lebih bersifat mekanikal daripada pribadi, dan lain-lain yang tidak mencerminkan kepedulian mendasar alkitabiah.

3. Biarkan Yesus menjadi hakim. Dalam menentukan apakah sesuatu tindakan atau sikap yang dianjurkan nas tertentu mau diterapkan atau tidak dalam hidup orang Kristen, evaluasi dengan standar hidup Yesus dan Firman. Prinsip ini didukung oleh dua hal.

Pertama, Yesus jelas menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan dari semua pewahyuan; misalnya Ia secara berwibawa merevisi yang difirmankan melalui Musa (Markus 10:4 dst, Mat 5:21-48).
“Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."  Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu  Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah” (Mar 10:4-12) dst.

“Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu” (Mat 5:21-24), dst. Mat 5:25-48.
Kedua, para rasul jelas menulis mengambil Yesus sebagai norma hidup dalam Kerajaan (misalnya Filipi 2)--bandingkan juga Maz. 139:21-22
“Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau? Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku” (Maz 139:21-22),
mengenai”membenci” dengan ajaran Yesus dan rasul dalam Matius 5 dan Roma 12. Mengenal perbaharuan yang difirmankan seperti contoh tersebut harus menjadi perhatian kita dalam memutuskan bagaimana menerapkan Firman dalam hidup kita. Biarkan Yesus menjadi hakim.

Hubungkan juga dengan ayat-ayat bandingan (rujukan) silang untuk ayat-ayat unit telaahan anda untuk menjelaskan lebih lanjut arti dari teks. Cari lebih dahulu dalam kitab yang sama, yaitu hubungan di dalam. Kemudian bandingkan dengan pernyataan dalam tulisan lain dari penulis yang sama, hubungan luar. Lalu dengan kitab lain dari Perjanjian yang sama, terakhir bandingkan rujukan dalam keseluruhan Alkitab. Gunakan Alkitab yang dilengkapi rujukan, atau konkordans, lihat kata-kata yang sama. Ayat-ayat rujukan atau bandingan tersebut bisa berupa ayat paralel, ilustratif, atau bertentangan (sepertinya ada kontradiksi, tetapi sebenarnya pendekatan dari sudut pandang lain). Tetapi ingat memeriksa dulu konteks dari ayat bandingan yang bersangkutan, supaya jangan keliru menafsir.

Terapkan terlebih dahulu prinsip-prinsip. Kenali prinsip-prinsip umum dan maknanya bagi hidup sekarang, baru periksa detailnya apakah dapat diberlakukan atau tidak untuk hidup sekarang. Dengan cara ini akan dapat ditemukan mana yang bersifat universal dan transkultural, mana yang lebih berlaku lokal pada budaya, waktu dan tempat di zaman itu. Kalaupun misalnya cara-cara ibadah yang disinggung dalam Matius 6 berbeda pelaksanaannya di tempat lain dengan budaya dan kebiasaan berbeda, namun prinsip umum yang diajarkan berlaku, yaitu bahwa ibadah kepada Allah dengan cara bagaimana pun harus dilakukan dengan tulus kepada Allah sendiri tanpa maksud untuk mengesankan orang atau Allah. Hanya ibadah sedemikian yang akan menerima upah.

Penerapannya hendaklah spesifik dan konkrit. Pemberlakuan prinsip umum tersebut dalam hidup kita haruslah diterapkan secara terinci sesuai budaya dan situasi kondisi setempat secara spesifik dan konkrit bersifat pribadi. Jika bingung mengetahui bagaimana mulai membawa kebenaran dari nas kepada keadaan sekarang, coba mulai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Dosa apa yang harus saya akui sehubungan dengan nas ini?
2. Penegasan apa yang harus saya berikan dalam terang Firman ini--penegasan tentang Allah, Kristus, diri saya, orang lain, dunia ini? Adakah perintah untuk ditaati? Adakah janji yang dapat dituntut? Adakah teladan untuk diikuti? Adakah alasan untuk mengucap syukur atau memuji Tuhan?
3. Bagaimana nas ini menegaskan sesuatu yang baik yang telah ada karena anugerah Allah dalam hidup saya?
4. Perubahan apa yang harus saya lakukan dalam investasi saya mengenai waktu, uang, energi, atau sumber daya pribadi sehubungan dengan kebenaran nas ini?
5. Doa apa yang harus saya doakan bagi saya atau keluarga saya atau teman saya atau musuh saya dalam terang apa yang saya lihat dalam Firman?

Bawakan dalam doa dan renungan.

Kalau Yesus benar-benar Tuhan kita maka tidak ada segi kehidupan kita yang luput dari penerapan Firman-Nya. Tugas kita sebagai pengikut-Nya adalah menerapkan seluruh Firman-Nya pada seluruh hidup kita.

Meskipun ada macam-macam cara atau metoda PA, namun ingatlah: di mata Tuhan bukan caranya yang penting tetapi orangnya. Cara yang baik dapat membantu seorang mengerti Alkitab. Tetapi hanya kalau ia datang dengan hati terbuka dan bersedia dipimpin oleh Roh Kudus. Seperti kata Martin Luther: ”Kita tidak dapat mengerti Alkitab hanya dengan kepandaian otak saja. Tugas pertama adalah berdoa. Mintalah pada Tuhan supaya dari kasih-Nya yang besar anda diberikan pengertian yang benar. Tidak ada yang dapat menguraikan Firman Allah lebih baik daripada Pengarangnya Sendiri”.
IMS 100924

Tuesday, September 7, 2010

III. KAIDAH PENELAAHAN ALKITAB (4)

6. Mengenal Kesalahan Doktrinal

Azas ketiga juga berguna sebagai alat mengenal dan memahami kesalahan doktrinal. Sebaliknya dapat diterapkan kepada pembawa atau yang melahirkan setiap pengajaran atau doktrin, yaitu apakah mereka memikirkan kepentingan dirinya atau kepentingan Allah

16 Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. 17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. 18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya (Yoh. 7:16-18).

Dan karena semua doktrin datang melalui orang, maka kemurnian semua doktrin sangat dipengaruhi keadaan hati pribadi yang membawanya. Maka kita akan mudah memahami kesalahan atau penipuan dengan memahami dosa penyebabnya. Contohnya Galatia 6:12-13

12 Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus. 13 Sebab mereka yang menyunatkan dirinyapun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah (Gal 6:12-13),

Paulus menunjukkan bahwa keinginan besar mereka untuk menghindari penganiayaan dan untuk bermegah adalah akar penyebab kesalahan doktrinal mereka, yang menyuruh orang non Yahudi juga harus bersunat, sedangkan dalam Markus 7:6-7

6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia (Markus 7:6-7).

Yesus menunjukkan, bahwa doktrin para Parisi adalah buah dosa dalam hati mereka.


Kita semua akan dihadapkan dengan doktrin-doktrin yang meragukan, maka kita memerlukan dasar alkitabiah yang konsisten untuk mengevaluasinya. Tetapi disamping PA, anda harus peka terhadap dosa, “keluarkan dahulu balok dari matamu”. . .

5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." (Mat. 7:5).


Berikut ini sepuluh macam dosa, lima dosa pertama terhadap Alkitab (yang mudah dideteksi langsung dalam argumentasi yang digunakan) dan lima selebihnya terhadap hati (yang menciptakan kelemahan seseorang terbuka terhadap penipuan).

1. Menolak bagian-bagian dari nas benar Alkitab (terang-terangan atau diam-diam). Sebaliknya, menambah pada nas Alkitab. Dilakukan terang-terangan oleh banyak aliran sesat dan secara halus oleh sebagian orang Kristen, di antaranya Christian Science, Mormon, Saksi Jehovah. Bandingkan Ulangan 4:2, 12:32; Amsal 30:5-6; Wahyu 22:18-19. Juga Ulangan 5:24-29; Yesaya 66:2.

2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu (Ul 4:2).

32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya (Ul 12:32).

5 Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. 6 Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta (Ams 30:5-6),

18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. 19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini." (Wah 22:18-19)

24 dan berkata: Sesungguhnya, TUHAN, Allah kita, telah memperlihatkan kepada kita kemuliaan dan kebesaran-Nya, dan suara-Nya telah kita dengar dari tengah-tengah api. Pada hari ini telah kami lihat, bahwa Allah berbicara dengan manusia dan manusia itu tetap hidup. 25 Tetapi sekarang, mengapa kami harus mati? Sebab api yang besar ini akan menghanguskan kami. Apabila kami lebih lama lagi mendengar suara TUHAN, Allah kita, kami akan mati. 26 Sebab makhluk manakah yang telah mendengar suara dari Allah yang hidup yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti kami dan tetap hidup? 27 Mendekatlah engkau dan dengarkanlah segala yang difirmankan TUHAN, Allah kita, dan engkaulah yang mengatakan kepada kami segala yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah kita, maka kami akan mendengar dan melakukannya. 28 Ketika TUHAN mendengar perkataanmu itu, sedang kamu mengatakannya kepadaku, maka berfirmanlah TUHAN kepadaku: Telah Kudengar perkataan bangsa ini yang dikatakan mereka kepadamu. Segala yang dikatakan mereka itu baik. 29 Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya! (Ul 5:24-29);

2 Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku. (Yes 66:2).

2. Mempertentangkan satu nas terhadap nas lain. Misalnya Ulangan 6:4 terhadap Daniel 7:9-14 atau Kisah 10:38

4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ul 6:4)

terhadap

9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; 10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. 11 Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. 12 Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya. 13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah (Dan 7:9-14),

atau

yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia (Kis 10:38);

yang melakukan ini menunjukkan ia tidak sepenuhnya memahaminya.

3. Mencari dukungan untuk gagasan praduga--pikiran tertutup. Sadar atau tak sadar membuat Alkitab mengatakan apa yang dimauinya. Suatu masalah kehilangan obyektivitas.

4. Berusaha keras mendamaikan kebenaran Allah dengan filsafat duniawi--kompromi. Jenis spesifik dari dosa terdahulu, sangat umum. Kita diingatkan oleh Paulus akan bahayanya, lihat Kolose 2:8 dan 1 Korintus 1:20-21

8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus (Kol 2:8)

dan

20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil (1 Kor 1:20-21),

menghasilkan: etika situasi dan humanisme sekular.

5. Menerima (atau menolak) pengajaran tanpa penelaahan pribadi dan doa--kesembronoan. Umum diantara orang Kristen. Bandingkan:

11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.12 Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani (Kis 17:11-12);

15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu (2 Tim 2:15).

6. Menolak menuruti tuntunan atau pendirian Roh Kudus. Akibat terbiasa tidak patuh pada tuntunan dan perintah Allah (Kis 28:27; Mat 13:15; 1Tim 4:1-3)

27 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka (Kis. 28:27);

15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka (Mat. 13:15);

1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. 3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran (1 Tim. 4:1-3).

Bagaimana seharusnya, lihat Ibr 5:11-14 dan 1Kor 3:2

11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat (Ibr 5:11-14);

2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya (1 Kor 3:2).

7. Gila pengetahuan. Keinginan akan pengetahuan tanpa keinginan tulus untuk hidup dalam kasih (1Kor 8:1-3; 1Kor 13:2)

1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. 2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. 3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah (1 Kor. 8:1-3);

2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna (1 Kor 13:2).

Bandingkan bagaimana seharusnya

5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. 6 Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia. 7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan (1 Tim 1:5-7);

1 Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang. 2 Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih. (6-2b) Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini 1 Tim 6:1-2);

8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia. 9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka (Tit 3:8-9);

3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik 4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, 5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tan 6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal 7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, 8 sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. 9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, 10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita (Tit 2:3-10).

8. Penyembahan berhala--pemujaan berlebihan. Kasih sayang yang salah alamat. Apa yang kita kasihi, pada apa kita percaya, siapa yang kita percayai, di mana kita menyimpan harta, kesemuanya menunjukkan siapa atau apa yang kita sembah. Jika kita lebih mengasihi atau lebih percaya pada sesuatu dari pada Allah, atau menyimpan harta di suatu tempat lebih daripada dalam Allah, itu adalah penyembahan berhala. Akibatnya pikiran kita dibutakan dan hati kita dikeraskan, kehilangan kepekaan akan kebenaran dan terbuka akan penipuan, dan kehilangan kemampuan menerima berkat Allah dengan iman. Maka carilah dan pikirkanlah perkara yang di atas . . .

1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kol. 3:1-2).

9. Iman pada diri sendiri. Semacam penyembahan berhala juga. Menagih berkat dengan motif yang salah

3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu (Yak. 4:3),

demi memuaskan keinginan sendiri, tanpa terlebih dahulu mentaati perintah

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat. 22:37),

tanpa

“. . . carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).

10. Keinginan membenarkan diri. Kesalahan hati yang sangat umum yang menuntun kepada kesalahan penafsiran, akibat kecenderungan hati duniawi mecoba membenarkan sikapnya yang salah tidak mengasihi dan menaati Allah dari dalam hati. Hasilnya, kesukaan memberi kelonggaran dan legalisme.

Ke lima dosa terakhir menekankan betapa vitalnya hati yang murni untuk doktrin yang murni, karena

“dengan hati orang percaya” (Rom. 10:10).

Tak soal sebagaimana terdidiknya pun pikiran, hati yang tak murni akan konsisten mengaburkan kebenaran.


Daftar di atas belumlah mencakup semua yang mungkin ada, tetapi cukuplah contoh untuk memahami masalahnya.


Setelah memahami kaidah PA dengan baik, mulailah coba lanjutkan dengan penerapannya dalam PA-PRIBADI. Lakukan secara rutin sekali seminggu, atau paling tidak sekali dua minggu. Sebaiknya diselesaikan dalam satu sesi.

IMS 100907

Thursday, August 26, 2010

PA PRIBADI (17)

Roma 13:8-10                                  Epistel Minggu 29 Agustus 2010

KASIHI SIAPA SAJA SEPERTI DIRI SENDIRI
Sebagai Balasan atas Kasih Allah

8  Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9  Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10  Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Tentang: Hutang saling mengasihi

KASIHI SIAPA SAJA SEPERTI DIRI SENDIRI
(8-10)

Tokoh: Paulus dan orang-orang Kristen Yahudi dan non-Yahudi di Roma

Tempat/waktu: Roma, Korintus tahun AD 57 sebelum berangkat ke Yerusalem sebelum meneruskan niatnya mengunjungi Spanyol.

Proporsi: mengasihi sesama adalah kegenapan hukum Taurat

Bentuk sastra: surat

Pokok bahasan: saling mengasihi

Ringkasan isi:
Jangan berhutang apa pun  kepada siapapun juga, tetapi hendaklah saling mengasihi. Ini adalah untuk memenuhi hukum Taurat (8-10).
Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana juga sudah tersimpul dalam firman “Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri!” (9).
Karena kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, maka kasih adalah kegenapan hukum Taurat (10)

Ayat kunci utama: Roma 13:8
Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

Pokok pikiran/tema utama:
Jangan berhutang kepada siapa pun, tetapi hendaklah saling mengasihi.

Istilah penting: berhutang, kasih (saling mengasihi)

Ciri khas: Surat Paulus ini berbeda bentuk dari surat biasa, lebih berupa tulisan tersusun rapi sebagai pernyataan imannya menjadi tuntunan iman bagi pembacanya

Hubungan struktural utama: penentangan—jangan berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah saling mengasihi, sebab barang siapa mengasihi sesamanya manusia ia sudah memenuhi hukum Taurat (8). Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! (9). Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat (10)

Ayat paralel:
ay 9: Kel 20:13-15, 17   Jangan membunuh. 14  Jangan berzinah. 15  Jangan mencuri. 17  Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."; Im 19:18  Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.; Ul 5:17-19, 21  Jangan membunuh. 18 Jangan berzinah. 19 Jangan mencuri. 21 Jangan mengingini isteri sesamamu, dan jangan menghasratkan rumahnya, atau ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.

Ayat Konteks
Konteks dekat:
Rom 13:1-7 Kepatuhan kepada pemerintah
-- Rom 13:7  Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Rom 12:1-8 Persembahan yang benar
-- Rom 12:1-2  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Rom 12:9-21 Nasihat untuk hidup dalam kasih
-- Rom 12:9-11  Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Konteks jauh:
ay 8: berhutang—due Mat 18:28, 34  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.; Rom 13:8 (lihat teks); Flm 19  aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya--agar jangan kukatakan: "Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!" --karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri.

ay 8: mengasihi sesama … memenuhi hukum Taurat
-- Mat 7:12  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

ay 9: firman ini … kasihilah sesamamu manusia
-- Yoh 13:34  Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Owe—an obligation of
. Financial debt … Mat 18:24, 34  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 34 (lihat di atas)

. Moral debt … Flm 18, 19    Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku—19 (lihat di atas)

. Spiritual debt … Rom 13:8 (lihat teks)

Penyataan Kristus: kasih

PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: berhutang
b. Hubungan utama: penentangan—jangan berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah saling mengasihi, sebab barang siapa mengasihi sesamanya manusia ia sudah memenuhi hukum Taurat (8). Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! (9). Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat (10).
      -- Aspek utama: saling mengasihi
c. Tema utama/pokok pikiran utama: Jangan berhutang kepada siapa pun, selain dari pada saling mengasihi.

Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah maksudnya berhutang dalam ayat 8?
     -- Secara umum berhutang meliputi kewajiban utang finansial (Mat 18:24, 34), utang moral (Flm 18, 19), dan utang rohani (Rom 13:8)
      -- jadi yang dimaksudkan dalam ayat 8 adalah utang rohani

2) Apakah maksudnya saling mengasihi pada ayat 8? 
     -- saling berbuat baik

Alasan
3) Kenapa jangan berhutang?  
     -- jangan berhutang/meminjam kalau tak akan mampu membayar lunas kembali, supaya tidak berhutang
     -- jangan tergoda (spekulasi) berhutang (hanya karena dorongan nafsu) padahal tak bakalan mampu melunasi
     -- jangan berhutang untuk berfoya-foya
     -- jangan membiarkan hutang tak dibayar

4) Kenapa saling mengasihi?
     -- memenuhi hukum Taurat, perintah Yesus

Cara
5) Bagaimana berhutang?
     -- menerima kebaikan orang tanpa membalas
     -- tergoda tawaran tipu orang

6) Bagaimana saling mengasihi?
     -- bersedia mengorbankan waktu, uang, ketenangan, demi orang lain tanpa pamrih
     -- tidak berbuat jahat, merugikan

Implikasi
7) Apa yang tersirat dari pernyataan “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi”? 
     -- Orang berhutang kasih kepada Allah, padahal kita tak akan mampu melunasinya, maka hendaklah selalu menaruh kasih, berbuat baik, kepada orang lain tanpa pandang bulu.

8) Apa yang tersirat dari pernyataan saling mengasihi?
     -- membalas kasih Allah
     -- berbagi kasih kepada orang lain, siapa saja

Kesimpulan:
1.  Demikian besar kasih Allah kepada manusia sampai mengorbankan anak tunggalnya mati tersalib demi menanggung dosa manusia, menjadi tebusan bagi siapa yang mau percaya.
2.  Kita orang percaya tak akan mungkin melunasi hutang kasih Allah selain dari pada balik mengasihi orang lain.
3.  Mengasihi orang lain berarti berbuat baik dan peduli akan orang lain.

Pesan:
Jangan berhutang (terhutang, tak memenuhi kewajiban hutang) apa-apa kepada siapa pun, tetapi hendaklah saling mengasihi.

PENERAPAN
Evaluasi
:
Pelajaran Paulus dan perikop ini juga berlaku bagi semua orang percaya.

Butir-butir penerapan:
1. Berusaha tidak egois, peduli kepentingan, kesejahteraan orang lain juga
2. Selalu berbuat baik bagi orang lain,
3. Memupuk kasih melalui peneguhan iman, tekun ST & PA

Tekad/Tujuan
Tidak mementingkan diri.

Ayat hapalan:

Rom 13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

IMS 100817

Tuesday, August 17, 2010

III. KAIDAH PENELAAHAN ALKITAB (1)

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu (Maz 119:9)
Alkitab adalah tulisan yang Allah ilhamkan
Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu (1 Taw. 28:19),
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.(2 Tim. 3:16).
Pondasinya adalah lubuk hati Allah sendiri, yang mendasari setiap nas, yang menghidupi setiap ayat, yang menopang setiap kitab. Rahasia Penenelaahan Alkitab (PA), dengan demikian, terletak di dalam mencari dan menemukan lubuk hati Allah dalam apa yang kita baca; mendengar hati Allah berbicara dengan hati kita, Roh Allah dengan roh kita, supaya pengertian kita akan Firman, dan hidup kita mentaatinya, menjadi sejalan dan selaras atau serasi dengan keseluruhan Alkitab, hidup kita menjadi suatu kesaksian bagi-Nya dan kemuliaan bagi nama-Nya. Jadi, ini hanya dapat anda lakukan, tiada lain, dengan tuntunan Roh Kudus saja.

1. Disiplin Kaidah Penelaahan
Sementara itu anda harus menerapkan kaidah penelaahan Alkitab dengan sungguh dan benar. Suatu metoda PA atau prosedur PA tertentu biasanya dirancang untuk menemukan tujuan tertentu atau memecahkan masalah tertentu, tetapi kaidah atau azas-azas adalah universal. Adalah mungkin memakai metoda yang baik tetapi karena keliru atau kurang dalam pemahaman azas yang mendasarinya, tanpa disadari telah mengabaikan salah satu azas dimaksud.

Ada banyak metoda PA yang berbeda, seperti penelaahan watak, penelaahan tokoh, penelaahan kitab, penelaahan pasal, penelaahan ayat, penelaahan kata, penelaahan tema, penelaahan topik, menelusuri Alkitab dalam setahun, dan lain-lain. Namun ada azas-azas universal yang mendasari setiap metoda yang baik. Jika anda belajar sampai paham betul menerapkannya, anda dijamin akan matang dalam menangani nas Kitab Suci. Jika anda mengabaikan salah satu azas atau keliru menerapkannya, tak ada metoda yang akan berhasil bagi anda.

Bukan saja azas-azas tersebut berlaku sama bagi setiap metoda, tetapi juga bagi setiap tingkat penelaahan, kepada setiap orang, secara pribadi atau berkelompok, dan kepada setiap bagian nas Kitab Suci. Dan satu-satunya alasan utama untuk belajar menguasai azas-azas adalah bahwa anda akan dituntun dengan pasti dan cepat menemukan lubuk hati Allah.

Bagaimana menelaah Alkitab untuk menemukan apa artinya, dan di balik halaman tercetak menemukan hati Allah? Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat! Setiap kali selalu mengacu pada kaidah penelaahan Alkitab yang dimaksud di atas, yang terdiri dari tiga azas. Azas pertama adalah menangkap dan memahami apa yang sebenarnya penulis katakan kepada pembacanya semula─ pertanyaannya: “Apa katanya?” “Apa artinya?”—diajukan pada tahap pengamatan. Azas kedua adalah bahwa pemahaman atau tafsiran tersebut haruslah sejalan dan selaras, tidak menyimpang atau sumbang dengan apa yang dikatakan di bagian lain Alkitab—pertanyaannya: “Apakah dia sejalan dan selaras?”—diajukan pada tahap pengamatan & penafsiran. Azas ketiga adalah bahwa anda sendiri pun harus sejalan dan selaras dengan Allah—pertanyaannya: “Apakah saya sejalan dan selaras?”— diajukan pada tahap penafsiran & penerapan.

2. Azas Pertama: “Apa Katanya?”
Hanya sedikit orang yang dengan hanya sekali baca saja mampu menangkap aliran pikiran dalam paragraf kompleks. Apalagi kebanyakan pembagian pasal dalam Alkitab ternyata tidak merefleksikan satuan-satuan pikiran seperti halnya dengan panjangnya. Dan dalam kebanyakan kitab terdapat aliran pikiran yang tak terputus mulai dari awal sampai akhir. Maka kita perlu membaca cermat berulang-ulang, terus menerus menanyakan diri pertanyaan-pertanyaan untuk memastikan kita memahami apa yang kita baca.

Disiplin atau jurus ini disebut penelaahan induktif, dan tujuannya adalah membantu kita menjawab sepenuhnya atau selengkapnya pertanyaan, “Apa katanya?” Sekali gus pertanyaan ini juga akan menjawab pertanyaan, “Apa artinya?” Karena jika kita pasti bahwa kita tahu persis apa yang Alkitab sebenarnya katakan, maka kita pun tahu apa artinya. Karena Allah, Sang Penulis, sangat berkemauan mengatakan apa yang Ia maksud. Maka penafsiran Alkitab pada intinya mulai dan berakhir dengan pertanyaan, “Apa katanya?” Pertanyaan kedua dan ketiga, yaitu azas kedua dan ketiga, dimaksudkan untuk memperdalam dan menegaskan (atau membetulkan) jawaban kita kepada pertanyaan pertama.

Menjawab pertanyaan apa katanya dilakukan dengan menerapkan dua jurus tertib, yaitu tertib tanggap dan tertib pandang.


Tertib tanggap.  Tertib tanggap menjaga atau memaksa anda hanya menangkap atau menanggap apa yang ada di depan mata anda, tidak lebih tidak kurang, bukan apa yang ingin anda tangkap. Bergandengan tangan dengan ini tertib pandang membantu anda memahami sebaiknya arti harfiah dari apa yang dikatakan Alkitab, karena membantu menemukan apa yang penting/berarti.

Maka langkah utama pertama dalam memahami Alkitab adalah mengetahui bahwa anda tahu apa yang sebenarnya dikatakan. Jurus penelaahan yang efektif untuk membantu anda memenuhi jurus tertib tanggap dan nanti menentukan arti harfiah yang tepat dari apa yang anda baca, adalah penelaahan induktif yang dimaksud di atas.

Penelaahan induktif mencakup pembacaan berturut-turut pada tiga tingkat berbeda:
· a. Pembacaan sambil lalu, mencatat terutama hal-hal yang cenderung anda perhatikan secara pribadi pada pembacaan pertama--hasilnya bisa berbeda dari temuan orang lain.

· b. Penyelidikan, pada pembacaan ulang mencoba mencatat setiap hal yang penting atau menentukan yang dapat dikenal, dan menganalisa hubungan logis di antara hal-hal yang diamati. Kuncinya adalah kemampuan anda mengenal mana di antaranya adalah pengamatan yang benar-benar penting--kemungkinan besar hasilnya bisa sama dengan temuan orang lain.

· c. Penyamaan dengan penulis, seolah anda berusaha keras mengomunikasikan atau mengajarkan hal yang sama--berusaha memahami sepenuhnya apa yang sebenarnya penulis coba nyatakan, dengan cara mengolah dan mencerna dalam hati dan pikiran semua fakta yang ditemukan pada kedua tingkat pertama; inilah tujuan akhir penelaahan induktif.

Setelah pembacaan sambil lalu selesai dan pengamatan awal dicatat, tantangan pada tingkat berikutnya adalah membuat setiap pengamatan penting yang dapat kita lakukan dari apa yang kita telaah. Cara paling efektif melakukan pengamatan-pengamatan tersebut adalah dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat mengenai cuplikan nas atau perikop. Semua pertanyaan ini harus membantu menjawab pertanyaan dasar, “Apa katanya?”

Di antaranya: Siapa menulis kepada siapa? Jelaskah dinyatakannya tujuan penulisannya? Apakah kecenderungan emosional dari tulisan? Apakah berubah di tempat lain? Adakah struktur yang jelas nyata (bukan berdasarkan pembagian bab)? Apakah butir pokok utama? Apakah kesimpulannya? Apakah gerak nalar menuju kesimpulan? Apakah struktur logis dari kitab tersebut? Adakah agaknya klimaks tunggal atau titik balik dalam kitab tersebut? Adakah pengulangan gagasan, frasa atau kata tertentu? Kapan pertama kali terjadi, dan kapan terakhirnya? (Ini dapat memberi petunjuk kepada struktur). Apakah tema kitab? Apakah setiap kalimat menyumbang kepada tema, atau adakah bagian yang agaknya tak cocok? (Bagian yang agaknya tak cocok layak mendapat penelaahan khusus!). Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan membantu membuat banyak pengamatan berguna, tetapi harus lanjut lagi menanyakan lebih spesifik berdasarkan pengamatan-pengamatan tersebut, jadi, pertanyaan, pengamatan, pertanyaan baru, terus berulang.
Penelaahan induktif telah memperkecil jurang antara apa yang tertulis dengan apa yang tertangkap. Tetapi masih ada hambatan lain, yaitu hambatan akibat penerjemahan dari bahasa asli penulisan ke bahasa yang dipakai membacanya. Selain perbedaan bahasa, juga ada perbedaan budaya dan sejarah. Maka pakailah berbagai terjemahan Alkitab, kamus Alkitab, dan konkordans yang baik.

Tertib pandang. Penelaahan induktif bersama dengan alat-alat penerjemahan, kamus Alkitab dan konkordans yang diperlukan, memungkinkan kita menentukan arti harfiah yang tepat dari apa yang Alkitab katakan. Lalu bergandengan tangan dengan tertib tanggap adalah tertib pandang. Jurus tertib ini membantu kita sebaiknya memahami arti harfiah yang Alkitab katakan.

Tertib pandang mencakup unsur-unsur:
· a. Mempercayai Alkitab apa adanya; bandingkan Yohanes 3:12,
“Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?”
Kadang-kadang sulit bagi kita mengukur dalamnya kenyataan di seberang dunia alami. Tetapi ada kenyataan rohani, kerajaan Allah yang Yesus katakan “sudah dekat padamu” (Luk. 10:9)
dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
--maka gunakanlah pikiran bersama roh anda untuk memahami hal rohani dalam menemukan kebenaran dan menempatkannya pada perspektif yang layak.

· b. Memusatkan perhatian dalam nas Kitab Suci pada kegiatan hati; pergumulan dalam hati seseorang adalah jauh lebih menentukan dari pada keadaan yang menjadi penyebab kemelutnya. Contoh ketika Daud bersembunyi dalam gua dan Daniel berada dalam kandang singa, keduanya betul-betul tak berdaya dan hanya berseru kepada Tuhan untuk menyelamatkannya--dengan memusatkan perhatian pada pergumulan hati manusia, maka kita dapat mengikuti sedekatnya penyataan Allah dalam Alkitab, dan dengan demikian akan terungkap pula hati Allah.

· c. Mengenal lingkungan akrab si penulis: geografi, politik, dan kebiasaan setempat--rujuklah pada peta/atlas Alkitab.

· d. Menangani sesuai hakikatnya tulisan perlambangan (simbolis), 1) perumpamaan/amsal, 2) kiasan atau alegori hidup, dan 3) penglihatan nubuatan--pernyataan kebenaran yang ada dalam daerah jangkauan rohaniah yang tak mudah atau tak ingin dinyatakan dalam istilah alamiah; contoh:

1) perumpamaan/amsal: Matius 13:24-30, 36-43
24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. 25 Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. 26 Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. 27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? 28 Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? 29 Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. 30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."
36 Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." 37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; 38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. 39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. 40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. 41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. 42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
(perumpamaan tentang lalang di antara gandum), yang penting di sini adalah interpretasinya, sedangkan ceriteranya sendiri bisa saja fiksi;

2) kiasan atau alegori hidup: Galatia 4:22-26, 29-5:1
22 Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? 23 Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji. 24 Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar--25 Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab--dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. 26 Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.
29 Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini. 30 Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan merdeka itu." 31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka. 5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
(kiasan/alegori hidup yang membedakan Hagar dan Sara), ceriteranya faktual tetapi mempunyai arti simbolik/perlambangan (Hagar melambangkan hukum Perjanjian Lama, Sara melambangkan Perjanjian Baru;

3) penglihatan nubuatan: Wahyu 1:12-17
12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. 13 Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. 14 Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. 15 Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah. 16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. 17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
(penglihatan nubuatan yang menunjuk pada Yesus dan ke tujuh jemaat), di sini kode-kode simbolik digunakan untuk menggambarkan hal-hal surgawi, karena tak dapat dinyatakan dengan hal-hal duniawi.

Ke dua jurus tertib tanggap dan tertib pandang tersebut sangat membantu menemukan jawaban atas pertanyaan dasar, “Apa katanya?” yang sekali gus akan menjawab “Apa artinya?” Tetapi jawaban yang diperoleh disini masih harus lulus ujian berikut dengan ujian azas kedua dan ketiga.
IMS 100817

Thursday, July 15, 2010

II. SAAT TEDUH---Menyendiri dengan Allah (4)

V. Prosedur ber-Saat Teduh

Lalu bagaimana anda melakukan Saat Teduh? Ikuti rencana sederhana berikut ini, berapa lama pun anda mau lakukan. Anda butuh Alkitab terjemahan baru; jangan yang parafrasa. Buku catatan untuk menuliskan apa yang Tuhan tunjukkan, dan untuk menuliskan daftar doa. Buku nyanyian rohani/pujian, kadang-kadang anda ingin menyanyi pujian,

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu (Kol. 3:16).

Lakukanlah langkah-langkah sebagai berikut:

1. Berdiam semenit, berdiam sebentar untuk mempersiapkan diri anda dalam suasana hati rasa hormat.

"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" (Maz. 46:10); Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan, (Yes. 30:15); tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yes 40:31);

2. Berdoa sejenak, yaitu doa pembukaan yang pendek meminta Allah membersihkan hati dan menuntun anda ke dalam waktu bersama; gunakan Mazmur 139:23-24

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Maz 139:23-24); juga Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh 1:9),

dan Mazmur 119:18

Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu (Maz 119:18),

juga Yohanes 16:13

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang (Yoh 16:13).

3. Baca nas yang ditentukan atau pilihan anda sendiri. Maka percakapan anda dengan Allah pun mulailah di sini. Ia bicara dengan anda melalui Firman-Nya, dan anda berbicara dengan Dia dalam doa.

· Bacalah Alkitab anda dengan pelahan, jangan tergesa-gesa, jangan coba membaca terlalu banyak.

· Baca nas berulang-ulang sampai anda mulai menggambarnya dalam pikiran anda.

· Baca tanpa berhenti untuk menganalisa atau menafsir.

· Baca saja untuk kesenangan melakukannya, bukan karena terpaksa; biarkan Allah bicara pada anda. Tujuan anda bukan untuk mendapat informasi, tetapi untuk melahap Firman dan untuk mengenal Kristus lebih baik.

· Baca kuat akan memperbaiki konsentrasi anda jika anda punya masalah ini. Juga akan membantu anda memahami lebih baik, karena anda melihat dan mendengar apa yang anda baca. Tetapi cukup lembut supaya tidak mengganggu orang lain.

· Baca terus dalam sekali baca (sekali jalan) satu kitab setiap kali, dengan metoda tertentu; jangan gunakan metoda cuplikan acak, suatu nas di sini, suatu pasal di sana, apa yang anda sukai di sini, suatu bagian menarik di sana. Anda akan memahami Alkitab lebih baik, jika anda membacanya sebagaimana ia ditulis¾satu kitab atau satu surat, atau satu satuan (unit) nas setiap kali.

4. Supaya Kitab Suci berbicara pada anda penuh arti, anda harus merenungkan apa yang anda baca dan menghapal ayat yang berkesan bagi anda (ayat emas, ayat kunci). Perenungan atau meditasi adalah dengan sungguh memikirkan dalam-dalam suatu pikiran berulang-ulang dalam pikiran anda. Meditasi pada dasarnya adalah memamah atau mencerna suatu pikiran. Terima pikiran yang Allah berikan, masukkan dalam pikiran anda, pikirkan bolak-balik berulang-ulang.

Caranya? Baca suatu cuplikan nas Alkitab, lalu pusatkan perhatian dalam berbagai cara. Misalnya:

· Perankan adegan narasi dalam pikiran anda. Bayangkan anda sebagai peserta aktif memerankan tokoh dalam adegan alkitabiah tersebut, dalam konteks sejarah dan budaya yang bersangkutan. Apa yang anda akan rasakan? Apa yang anda akan katakan? Apa yang anda akan lakukan? Cuplikan nas akan menjadi hidup bagi anda.

· Atau baca suatu ayat dengan kuat beberapa kali, setiap kali beri tekanan pada satu kata yang berbeda, berganti-ganti setiap kata dalam kalimat yang bersangkutan. Anda akan mendapat arti atau pesan yang berbeda-beda setiap kali.

· Atau parafrasa cuplikan nas yang bersangkutan.

· Atau pribadikan nas dengan mengganti nama pribadi anda menggantikan nama atau kata ganti yang berkenaan.

· Atau ajukan pertanyaan-pertanyaan: Dosa untuk diakui? Haruskah saya membayar restitusi? Janji untuk ditagih? Apakah ini janji universal? Apakah saya memenuhi syarat? Sikap untuk diubah? Apakah saya mau membereskan sikap negatif dan mulai membangun yang positif? Perintah untuk ditaati? Maukah saya melakukannya bagaimana pun perasaan saya? Teladan untuk diikuti? Apakah teladan yang positif untuk ditiru atau yang negatif untuk dihindari? Doa untuk didoakan? Apakah ada sesuatu yang perlu saya doakan balik kepada Allah? Kesalahan untuk dihindari? Adakah masalah yang harus saya waspadai, atau saya cermati? Kebenaran untuk dipercayai? Hal baru apakah yang dapat saya pelajari tentang Allah Bapa, Yesus Kristus, Roh Kudus, atau pengajaran alkitabiah lainnya? Sesuatu untuk memuji Allah? Adakah sesuatu di sini yang saya dapat syukuri?

· Atau doakan ayat atau cuplikan nas kembali kepada Allah. Misalnya tiga ayat pertama Mazmur 23: “Terima kasih, Tuhan, menjadi gembala saya, dan bahwa saya tak kekurangan apapun. Terima kasih untuk membuat saya berbaring di padang rumput, untuk menuntun saya ke air tenang, untuk memulihkan jiwa saya. Terima kasih untuk menuntun saya ke jalan kebenaran karena nama-Mu.”

Terserah anda mau memilih cara yang mana, atau gabungan cara yang mana.

5. Ketika Allah berbicara pada Anda melalui Firman-Nya, catat apa yang anda temukan, supaya anda mengingat apa yang Allah singkapkan dan untuk menelaah kemudian hari temuan alkitabiah tersebut, sekali gus suatu cara menerapkan apa yang anda lihat yang mengena pada hidup anda. Dalam mencatat apa yang akan segera anda terapkan dalam hidup anda, anda harus spesifik, yaitu penerapan anda harus bersifat pribadi, pakai kata ganti pertama; penerapan anda harus praktis, sesuatu yang dapat anda lakukan, buat rencana tindakan; penerapan anda harus mungkin, sesuatu yang anda tau melakukannya; dan penerapan anda harus dapat dibuktikan, buat suatu tindak lanjut untuk mencek keberhasilan anda. Jadi, harus dapat diukur, dan ada batas waktunya.

6. Setelah Allah bicara pada anda melalui Firrman-Nya, balas bicaralah pada-Nya dalam doa. Inilah peran anda dalam percakapan dengan Tuhan dalam ber-Saat Teduh. Doa anda mencakup:

· Pujian. Awali waktu doa anda dengan memuji Allah untuk apa ia ada-Nya (pemujaan) dan untuk apa yang dilakukan-Nya (pensyukuran). Pemujaan adalah penyembahan sesungguhnya; adalah memberi Allah pengakuan yang hanya Dia yang berhak menerima: kebesaran-Nya, kuasa, kemuliaan, kekuatan dan sifat-sifat lainnya. Contoh pujian murni dalam Mazmur 145 dan Wahyu 4-5. Anda dapat menyembah Dia dengan membaca Mazmur (terutama Mazmur 146-150), membaca lagu-lagu penyembahan agung, dan/atau menimbang-nimbang nama-nama Allah

Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah. Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya. Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan (1 Taw. 16:25-29); Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya." (Maz. 50:23); Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu (Maz 67:3); Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibr. 13:5).

Contoh doa pemujaan dari Daud dalam 1 Tawarikh 29:10-13

Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu (1Taw 29:10-13).

Puji juga Tuhan untuk apa yang Ia lakukan bagi kita, terutama dalam penyelamatan dan pembekalan harian kita. Pikirkan paling sedikit 20 hal yang anda dapat bersyukur pada Allah hari itu.

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! (Maz. 100:4); Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Fil. 4:5); Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tes. 5:18).

· Pertobatan. Doa pengakuan dosa, jangan hanya memberitahu Allah dosa yang telah anda lakukan, tetapi minta Allah membantu anda berpaling dari dosa tersebut, yaitu pertobatan.

Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau. Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia. Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur! (Maz. 32);

Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem! Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu (Maz 51);

Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi (Ams. 28:9, 13);

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh. 1:9).

· Permohonan. Doa permohonan dan syafaat. Mulai dengan permohonan pribadi ¾kebutuhan fisik berupa makanan, sandang, perteduhan, rohani, atau pertolongan mengenai masalah sulit hidup,

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti (Mat. 7:7-9); Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu (Mar. 11:22-24); dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya" (Yoh. 14:13-14); Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibr. 4:16),

dan keinginan yang sesuai kehendak-Nya,

dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (Maz. 37:4); Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela (Maz 84:11); Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka (Maz 145:19); (Php 4:6) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Fil 4:6).

Penting untuk spesifik dalam doa---siapkan daftar doa---. Minta untuk orang lain, berdoa syafaat: keluarga, sanak saudara, sahabat, pendeta/gembala jemaat, pekerja gereja, misionaris, dan lain yang terlibat pekerjaan Kerajaan Allah, pimpinan, para guru, pemberi kerja/majikan, orang-orang yang padanya anda bersaksi, dan orang-orang yang anda tak sukai.

Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. (1 Sam. 12:23); Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu (Ayub 42:10); Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku (Rom. 15:30); Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku (Ef. 1:15-16).

· Penyerahan. Waktu doa anda harus berakhir dengan penyerahan ulang pribadi kepada Tuhan. Tegas ulang ke-Tuhanan Yesus Kristus dalam hidup anda dan ikrarkan penyerahan dan ketaatan untuk hari itu kepada-Nya.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rom. 12:1-2); Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup (Rom 14:8-9).

 

Metoda Saat Teduh di atas dapat saja anda sesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat anda. Dari waktu ke waktu dapat anda ubah sebagai variasi. Misalnya seluruh waktu Saat Teduh anda gunakan hanya untuk doa syukur saja, atau hanya untuk menghapal ayat. Ber-Saat Teduh bukan kewajiban untuk melakukan tugas. Ingat anda ada di sini untuk bertemu Yesus Kristus dan untuk mengenal-Nya. Di pihak lain, Iblis pasti akan berupaya mencegah anda ber- Saat Teduh. Anda bisa berhadapan dengan masalah disiplin, kebosanan, pemusatan pikiran, dan masalah kekecewaan. Bawalah dalam doa!

Sama halnya makanan adalah untuk kesehatan dan pertumbuhan jasmani, Saat Teduh adalah untuk kesehatan dan pertumbuhan rohani. Mengabaikan atau menyalahgunakan salah satu, apalagi keduanya, akan berakibat fatal. Jika anda berusaha sungguh untuk makan, demikian apula anda harus berusaha sungguh untuk ber-Saat Teduh---setiap hari, dibarengi ber-PA sekali seminggu!

IMS 100715

Wednesday, July 14, 2010

II. SAAT TEDUH--Menyendiri dengan Allah (1)

“Dalam hati aku menyimpan janji-Mu, supaya aku
jangan berdosa terhadap engkau.” (Maz 119:11)

Saat Teduh dan PA Pribadi adalah dua kegiatan yang saling mengisi. Setiap orang yang ingin melibatkan dirinya ber-PA Pribadi selayaknya telah mempunyai waktu Saat Teduh yang teratur setiap hari. Kecuali kalau PA hanya dimaksudkan untuk memperoleh rangsangan intelektual saja. Karena Waktu Saat Teduh tiada lain adalah waktu persekutuan pribadi dengan Allah melalui Firman dan doa. Waktu yang sengaja kita sediakan dan siapkan untuk bertemu dengan Dia. Tujuannya adalah supaya kita boleh bertumbuh dalam hubungan pribadi kita dengan Allah, sehingga semakin mengenal Dia, semakin akrab mengasihi Dia, dan semakin menjadi seperti Dia.

 

I. Alasan ber-Saat Teduh

1. Hak istimewa orang percaya. Allah menciptakan manusia dalam rupa-Nya adalah untuk tujuan persekutuan (Kej. 2, 3). Tetapi sejak Adam jatuh dalam dosa, persekutuan dengan Allah telah terputus. Namun Allah memandang hubungan ini penting sehingga telah mengutus Anak-Nya ke dunia untuk mati menebus dosa kita. Maka hak istimewa persekutuan pribadi dengan Dia kembali kita punyai.

Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia (1 Kor. 1:9). Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna (1 Yoh.1:3-4).

 

2. Peneladanan Yesus. Semasa pelayanan-Nya, bersaat teduh menjadi sumber kekuatan bagi Yesus. Persekutuan pribadi dengan Bapa-Nya di surga adalah prioritas utama dalam hidup-Nya.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Mark. 1:35). Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa (Luk. 5:16). Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.

Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Luk 22:39-44).

Orang-orang besar Allah dalam sejarah pun punya waktu banyak dengan Allah. Demikian pula kita, kita pun tidak akan dapat menjadi orang Kristen yang bertumbuh sehat dan bersih, tanpa persekutuan harian dengan Tuhan.

Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya (Ayub 23:12). Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Mat. 4:4). Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN (Ul. 8:3). Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan (1 Pet. 2:2). Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat (Ibr. 5:14); dan

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu (Maz. 119:9); untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman (Ef. 5:26). Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu (Yoh. 15:3).

 

3. Pengabdian pada Kristus. Anda memang tidak punya waktu untuk setiap hal, tetapi anda harus menyediakan waktu untuk hal penting, seperti halnya ber-Saat Teduh. Kuncinya adalah pengabdian anda pada Kristus dan kerajaan Allah,

“carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).

 

4. Pertumbuhan iman. Maka bersaat teduh haruslah kita lakukan setiap hari, karena ini adalah hak istimewa luar biasa yang diberikan kepada kita. Lagi pula dengan bersaat teduh kita akan memberi kasih sayang mendalam atau pengabdian kepada Allah, menerima arahan dari Allah, mendapat perasaan senang dalam Allah, dan kita bertumbuh semakin serupa Allah. Kita pun dikuduskan melalui Firman. Firman membangun kita semakin bertumbuh.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (2 Tim. 3:16-17).

IMS - 100712

Friday, July 2, 2010

PA PRIBADI (13)

Ayub 28:1-12                                    Epistel Minggu 4 Juli 2010

GALI HARTA TAK TEMUKAN HIKMAT
Demi Gali Harta Tak Hiraukan Pelestarian Lingkunan
  1 "Memang ada tempat orang menambang perak dan tempat orang melimbang emas; 2 besi digali dari dalam tanah, dan dari batu dilelehkan tembaga. 3 Orang menyudahi kegelapan, dan batu diselidikinya sampai sedalam-dalamnya, di dalam kekelaman dan kelam pekat. 4 Orang menggali tambang jauh dari tempat kediaman manusia, mereka dilupakan oleh orang-orang yang berjalan di atas, mereka melayang-layang jauh dari manusia. 5 Tanah yang menghasilkan pangan, dibawahnya dibongkar-bangkir seperti oleh api. 6 Batunya adalah tempat menemukan lazurit yang mengandung emas urai. 7 Jalan ke sana tidak dikenal seekor burung buaspun, dan mata elang tidak melihatnya; 8 binatang yang ganas tidak menginjakkan kakinya di sana dan singa tidak melangkah melaluinya. 9 Manusia melekatkan tangannya pada batu yang keras, ia membongkar-bangkir gunung-gunung sampai pada akar-akarnya; 10 di dalam gunung batu ia menggali terowongan, dan matanya melihat segala sesuatu yang berharga; 11 air sungai yang merembes dibendungnya, dan apa yang tersembunyi dibawanya ke tempat terang.

12 Tetapi di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi?

IBIS:

1 Ada pertambangan di mana perak ditemukan; ada tempat di mana emas dimurnikan. 2 Besi digali dari dalam tanah; dari batu dilelehkan tembaga. 
3 Gelap yang pekat ditembusi, tempat yang paling dalam diselidiki. Di situ, di dalam kegelapan, orang mencari batu-batuan. 4 Jauh di tempat yang tak ada penghuni, yang belum pernah diinjak dan dilalui, orang bekerja sambil bergantungan pada tali di dalam terowongan yang sunyi sepi. 
5 Tanah menghasilkan pangan bagi manusia, tapi di bawah tanah itu juga, semua dibongkarbalikkan sehingga isi bumi berantakan. 6 Batu di dalam tanah mengandung nilakandi, dan debunya berisikan emas murni. 
7 Burung elang tak kenal jalan ke sana, dan burung nasar pun belum pernah terbang di atasnya. 8 Belum pernah singa maupun binatang buas lainnya melalui jalan sepi yang menuju ke sana. 
9 Orang menggali dalam batu yang betapa pun kerasnya, dibongkarnya gunung sampai pada akarnya. 10 Ketika ia membuat tembusan di dalam gunung batu, didapatinya permata yang sangat bermutu. 11 Sampai kepada sumber sungai-sungai ia menggali, lalu menyingkapkan apa yang tersembunyi.

12 Tetapi di manakah hikmat dapat dicari? Di manakah kita dapat belajar agar mengerti?

Tentang: pencarian dan penggalian harta terpendam

Gali Harta Tak Temukan Hikmat 
(1-12)

Tokoh: Ayub (dan para sahabatnya Elifas, Bildad, Zofar, dan Elihu – Ayub 2:11; 32:2)
Tempat/waktu: Tanah Uz, mungkin timur laut Palestina, antara Damaskus dan sungai Efrat, l.k. 2000-1800 SM.
Proporsi: Deskripsi tempat-tempat pencarian dan penggalian harta logam mulia (emas dan perak) dan batu-batuan mulia (nilakanda dan batu permata lainnya) dan logam berharga (besi dan tembaga)

Bentuk sastra: dialog adu pandangan

Pokok bahasan: segala daya dan upaya dipakai manusia mendapatkan harta materi terpendam dari bumi (tetapi bagaimana dengan hikmat dan akal budi?)
Ringkasan isi:

Bumi dan tanah memang memberikan harta dan pangan bagi manusia, orang tinggal menemukan, menggali dan mengolahnya dengan segala daya dan upaya memakai akal sendiri. Tetapi bagaimana dengan hikmat dan akal budi, di mana dan bagaimana orang bisa memperolehnya? (ay 1-12). --

-- Memang orang dapat memperoleh emas, perak, besi dan tembaga dengan menambang dan memurnikannya dari dalam bumi di bawah tanah. Gelap yang pekat ditembusi, tempat yang paling dalam diselidiki. Bahkan mencari batu-batuan mulia, jauh di tempat yang tak ada penghuni, yang belum pernah diinjak dan dilalui, orang bekerja sambil bergantungan pada tali di dalam terowongan yang sunyi sepi (1-6).
-- Tanah menghasilkan pangan bagi manusia, tapi jauh di bawahnya, semua dibongkarbalikkan sehingga isi bumi berantakan. Batu di dalam tanah mengandung nilakandi, dan debunya berisikan emas murni. Burung elang dan burung nasar pun belum pernah terbang di atasnya. Belum pernah singa maupun binatang buas lainnya melalui jalan sepi yang menuju ke sana (7-8). 
-- Orang menggali dalam batu yang betapa pun kerasnya, dibongkarnya gunung membuat terowongan di dalam gunung batu, didapatinya permata yang sangat bermutu. Sampai kepada sumber sungai-sungai ia menggali, lalu menyingkapkan apa yang tersembunyi (9-11).
-- Tetapi di manakah hikmat dapat dicari? Di manakah kita dapat belajar agar mengerti (12)?

Ayat kunci utama: Ayub 28:12
Tetapi di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi?

Pokok pikiran/tema utama:
Memang dengan segala daya dan upayanya menggunakan akal dan pikiran sendiri orang dapat menemukan, menggali, dan mengolahnya demi memperoleh logam-logam dan batu-batuan mulia dan berharga lainnya, serta pangan dari dalam bumi dan tanah. Tetapi harta yang paling berharga dari semuanya itu, yakni hikmat dan akal budi, di mana dan bagaimana orang dapat memperolehnya?

Istilah penting: menggali, mencari, menemukan, hikmat, akal budi

Ciri khas: --

Hubungan struktural utama: penentangan—Memang orang dapat memperoleh emas, perak, besi dan tembaga dengan menambang dan memurnikannya dari dalam bumi di bawah tanah. Gelap yang pekat ditembusi, tempat yang paling dalam diselidiki. Bahkan mencari batu-batuan mulia, jauh di tempat yang tak ada penghuni, yang belum pernah diinjak dan dilalui, orang bekerja sambil bergantungan pada tali di dalam terowongan yang sunyi sepi (1-6). Tanah menghasilkan pangan bagi manusia, tapi jauh di bawahnya, semua dibongkarbalikkan sehingga isi bumi berantakan. Batu di dalam tanah mengandung nilakandi, dan debunya berisikan emas murni. Burung elang dan burung nasar pun belum pernah terbang di atasnya. Belum pernah singa maupun binatang buas lainnya melalui jalan sepi yang menuju ke sana (7-8). Orang menggali dalam batu yang betapa pun kerasnya, dibongkarnya gunung membuat terowongan di situ, didapatinya permata yang sangat bermutu. Sampai kepada sumber sungai-sungai ia menggali, lalu menyingkapkan apa yang tersembunyi (9-11). Tetapi di manakah hikmat dapat dicari? Di manakah kita dapat belajar agar mengerti (12)?

Aspek utama: pencarian

Ayat paralel:
--

Ayat Konteks:

Konteks dekat:
ay 12: hikmat dan akal budi . . . Ay 28:28  tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi." ;  Maz 111:10   Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.; Ams 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. ; 9:10  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Hikmat:

Wisdom – knowledge guided by understanding
A. Sources of, in:
Spirit … Kel 31:3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

Lord … Kel 36:1, 2 Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN." 2 Lalu Musa memanggil Bezaleel dan Aholiab dan setiap orang yang ahli, yang dalam hatinya telah ditanam TUHAN keahlian, setiap orang yang tergerak hatinya untuk datang melakukan pekerjaan itu.

God’s Law … Ul 4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.

Fear of the Lord … Ams 9:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Righteous … Ams 10:31  Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat.

C. Describe as:
Statesmanship … Kej 41:33  Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir.

Technical skill … Kel 28:3 Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.

Common sense … 2Sam 20:14-22 Sebab kita pasti mati, kita seperti air yang tercurah ke bumi, yang tidak terkumpulkan. Tetapi Allah tidak mengambil nyawa orang, melainkan Ia merancang supaya seorang yang terbuang jangan tinggal terbuang dari pada-Nya. 15 Maka sekarang, aku datang mengatakan perkataan ini kepada tuanku raja karena orang banyak itu telah menakut-nakuti aku. Sebab itu pikir hambamu ini: baiklah aku berbicara dahulu dengan raja, mungkin raja mengabulkan permohonan hambanya ini; 16 sebab raja akan mendengarkan aku dan akan melepaskan hambanya ini dari tangan orang yang hendak memunahkan aku dan anakku bersama-sama dari milik pusaka Allah. 17 Juga hambamu ini berpikir: perkataan tuanku raja tentulah akan menenangkan hati, sebab seperti malaikat Allah, demikianlah tuanku raja, yang dapat membeda-bedakan apa yang baik dan jahat. Dan TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai tuanku." 18 Lalu raja menjawab, katanya kepada perempuan itu: "Baiklah jangan sembunyikan kepadaku apa yang hendak kutanyakan kepadamu." Kata perempuan itu: "Berkatalah kiranya tuanku raja!" 19 Kemudian bertanyalah raja: "Adakah Yoab campur tangan dengan engkau dalam semuanya ini?" Perempuan itu menjawab: "Demi hidupmu, tuanku raja, tidaklah mungkin untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala yang tuanku raja katakan. Sesungguhnya hambamu Yoab yang memerintahkan daku; dialah yang menaruh ke dalam mulut hambamu segala perkataan ini. 20 Dengan maksud untuk mengubah rupa perkara itu maka hambamu Yoab melakukan perkara ini. Tetapi tuanku bijaksana sama seperti malaikat Allah, sehingga mengetahui semua yang terjadi di bumi." 21 Sesudah itu berkatalah raja kepada Yoab: "Baik, kukabulkan permohonan ini. Pergilah, bawalah kembali orang muda Absalom itu." 22 Lalu sujudlah Yoab dengan mukanya ke tanah dan menyembah sambil memohon berkat bagi raja. Dan Yoab berkata: "Pada hari ini hambamu mengetahui bahwa tuanku raja suka kepada hamba, karena tuanku telah mengabulkan permohonan hambamu ini."

Mechanical skill … 1Raj 7:14 Dia adalah anak seorang janda dari suku Naftali, sedang ayahnya orang Tirus, tukang tembaga; ia penuh dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan untuk melakukan segala pekerjaan tembaga; ia datang kepada raja Salomo, lalu melakukan segala pekerjaan itu bagi raja.

Understanding … Ams 10:13, 23  13 Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi. 23 Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai.

Military ability … Yes 10:13  Sebab ia telah berkata: "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta.

Commercial industry … Yeh 28:3-5 3 Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu. 4 Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. 5 Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong.

D. Value of:
Gives blessing … Ams 3:13
Benefits of, many … Ams 4:5-10
Keeps from evil … Ams 5:1-6
Better than jewels … Ams 8:11
Above gold in value … Ams 16:16
Should be acquired … Ams 23:23
Excells folly … Pengkh 2:13
Preserves lifes … Pengkh 7:12
Makes strong … Pengkh 7:19
Beltter than weapons … Pengkh 9:18
Produces good fruit … Yak 3:17

E. Limitations of:
Cannot save us
… 1Kor 1:19-21
Cause of self glory … Yer 9:23
Can delude … Yes 47:10
Nothing, without God … Yer 8:9
Can be corrupted … Yeh 28:17
Of this world, foolishness … 1Kor 3:19
Earthly, natural … Yak 3:15
Gospel not preached in … 1Kor 2:1-5

F. Of believers:
Given by Christ
… Luk 21:15
Gift of the Spirit … 1Kor 12:8
Given by God … Ef 1:17
Prayed for … Kol 1:9
Means of instruction … Kol 1:28
Lack of, ask for … Yak 1:5

Understanding – Knowing things in their right relationship

Search – to make intensive investigation
A Applied literally to:
Records … Esra 4:15, 19 15  supaya diadakan penyelidikan dalam kitab riwayat nenek moyang tuanku. Di dalam kitab riwayat itu tuanku akan mendapati dan mengetahui, bahwa kota itu kota durhaka, yang selalu mendatangkan kerugian kepada raja-raja dan daerah-daerah, dan bahwa orang selalu mengadakan pemberontakan di dalamnya sejak zaman dahulu. Itulah sebabnya maka kota itu dibinasakan. 19  Lalu atas perintahku telah diadakan penyelidikan, dan didapati, bahwa kota itu sejak zaman dahulu selalu bangkit melawan raja-raja dan bahwa penduduknya selalu mendurhaka dan memberontak.

Child … Mat 2:8  Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."

Scriptures … Yoh 5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, (40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.)

B. Applied figuratively to:
Man’s heart … Maz 139:1, 23 1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; 23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;

Understanding … Ams 2:5  maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.

Conscience … Ams 20:27  Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

Self-examination … Hak 5:16  Mengapa engkau tinggal duduk di antara kandang-kandang sambil mendengarkan seruling pemanggil kawanan? Di pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan!.

Penyataan Kristus: ---

PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: hikmat
b. Hubungan utama: penentangan—Memang orang dapat memperoleh emas, perak, besi dan tembaga dengan menambang dan memurnikannya dari dalam bumi di bawah tanah. Gelap yang pekat ditembusi, tempat yang paling dalam diselidiki. Bahkan mencari batu-batuan mulia, jauh di tempat yang tak ada penghuni, yang belum pernah diinjak dan dilalui, orang bekerja sambil bergantungan pada tali di dalam terowongan yang sunyi sepi (1-6). Tanah menghasilkan pangan bagi manusia, tapi jauh di bawahnya, semua dibongkarbalikkan sehingga isi bumi berantakan. Batu di dalam tanah mengandung nilakandi, dan debunya berisikan emas murni. Burung elang dan burung nasar pun belum pernah terbang di atasnya. Belum pernah singa maupun binatang buas lainnya melalui jalan sepi yang menuju ke sana (7-8). Orang menggali dalam batu yang betapa pun kerasnya, dibongkarnya gunung membuat terowongan di situ, didapatinya permata yang sangat bermutu. Sampai kepada sumber sungai-sungai ia menggali, lalu menyingkapkan apa yang tersembunyi (9-11). Tetapi di manakah hikmat dapat dicari? Di manakah kita dapat belajar agar mengerti (12)?
      -- Aspek utama:  pencarian
c. Tema utama/pokok pikiran utama: Harta yang paling berharga, seperti logam mulia dan batu permata, memang dapat diperoleh dengan susah payah dari dalam perut bumi dan dasar batu gunung. Tetapi harta yang yang jauh lebih mahal lagi dari semuanya itu, yakni hikmat dan akal budi, di mana dan bagaimana orang dapat memperolehnya?

Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah dan di mana dicari hikmat yang Ayub maksud dalam ayat 12?
     -- Ayub 28:28  takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi."
     -- Maz 111:10   Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Ams 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. ; 9:10  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Sumber:
Roh Allah … Kel 31:3
karunia TUHAN … Kel 36:1, 2
Hukum TUHAN … Ul 4:6
takut akan TUHAN … Ams 9:10
kebenaran hati … Ams 10:31

Deskripsi:
Kenegarawanan … Kej 41:33 
Ketrampilan teknis… Kel 28:3
Akal sehat
… 2Sam 20:14-22
Ketrampilan mekanis … 1Raj 7:14
Pengertian … Ams 10:13, 23 
Kemampuan militer … Yes 10:13 
Kepandaian berdagang … Yeh 28:3-5 3

2) Apakah maksudnya pencarian dalam ay 12? 
     -- berbeda dari pencarian harta duniawi
     -- hanya dengan anugerah Tuhan 

Alasan
3) Kenapa diperlukan memperoleh hikmat demikian? 
     -- hikmat duniawi tak mampu menyelesaikan sesuai dengan kehendak Allah
     -- maka diperlukan hikmat yang dari Allah
     -- nilai hikmat:
         -- Gives blessing … Ams 3:13
Benefits of, many … Ams 4:5-10
Keeps from evil … Ams 5:1-6
Better than jewels … Ams 8:11
Above gold in value … Ams 16:16
Should be acquired … Ams 23:23
Excells folly … Pengkh 2:13
Preserves lifes … Pengkh 7:12
Makes strong … Pengkh 7:19
Beltter than weapons … Pengkh 9:18
Produces good fruit … Yak 3:17

4) Kenapakah akal budi perlu dicari?
    -- supaya mampu memahami hikmat 
    -- Understanding … Ams 2:5  maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.

Cara
5) Bagaimana memperoleh hikmat demikian?
     -- takut akan Tuhan, karena sumbernya adalah Tuhan 
6) Bagaimana supaya pencarian tersebut berhasil?
     -- berserah pada tuntunan Roh Kudus
     -- datang pada Tuhan Scriptures … Yoh 5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, (40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.)

Implikasi
7) Apa yang tersirat dari perolehan hikmat demikian? 
     --   percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi
     -- hikmat orang percaya:
Given by Christ … Luk 21:15
Gift of the Spirit … 1Kor 12:8
Given by God … Ef 1:17
Prayed for … Kol 1:9
Means of instruction … Kol 1:28
Lack of, ask for … Yak 1:5

8) Apa yang tersirat dalam pencarian?
     -- supaya memelihara hati yang bersih dan roh yang terang
     --  Conscience … Ams 20:27  Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

Kesimpulan:
1.  Hikmat duniawi, termasuk hikmat orang-orang pintar (para normal, dukun), bukalah hikmat benar, maka jangan andalkan.
2. Hikmat benar adalah semata-mata anugerah Allah.
3. Bagi orang percaya, hikmat benar adalah tuntunan Roh Kudus

Pesan:
Harta yang paling berharga, seperti logam mulia dan batu permata, memang dapat diperoleh dengan susah payah dari dalam perut bumi dan dasar batu gunung. Tetapi harta yang jauh lebih mahal lagi dari semuanya itu, yakni hikmat dan akal budi, di mana dan bagaimana orang dapat memperolehnya?--Hanya diperoleh sebagai anugerah Tuhan.

PENERAPAN
Evaluasi
:
Dapat diterapkan dalam hidup orang percaya masa kini.

Butir-butir penerapan:
1. Jalani hidup yang takut akan Tuhan.
2. Dalam setiap langkah hidup terlebih dahulu minta hikmat Tuhan.

Tekad/Tujuan
Semata-mata berserah pada Tuhan memperoleh hikmat yang dari pada-Nya.

Ayat hapalan:

Ayub 28:12 Tetapi di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi?

IMS 100623