Showing posts with label iman. Show all posts
Showing posts with label iman. Show all posts

Tuesday, November 23, 2010

BELAJAR DARI PENGAJARAN ORANGTUA

Kapanpun dan di manapun kita berada, hidup kita tak terlepas dari pembelajaran akan pengajaran yang diperoleh di masa lalu melalui pancaindera kita, secara sadar maupun di bawah sadar. Demikian kesimpulanku dalam renunganku beberapa bulan menjelang HUT-75-ku tanggal 29 Desember 2010 yad.

Akan kubagikan di sini khususnya pengajaran orangtuaku. Kumulai dengan pengajaran orangtua surgawiku, Bapaku di surga. Pada masa remajaku, ketika belajar Firman aku kebagian nas sidi: Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”  Sepertinya agak ironis rasanya kalau diingat belum setahun sebelumnya ayah meninggalkan kami dipanggil Tuhan. Tetapi rupanya inilah penghiburan-Nya bagi kami, yaitu supaya bersukacita selalu, d.p.l. bersyukurlah senantiasa. Diperkuat lagi ketika menerima pemberkatan nikah, nas bagi kami berdua adalah: Yohanes 15:4, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Jadi: Mau berbuat, mau berbuah? . . . . Tinggallah dalam Kristus! . . . . Roh Kudus di dalam aku, Ia menuntun aku! . . . . Hasilnya buah roh! Puji Tuhan. Maka bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Tekunlah mendalami Firman-Nya.

Berikut dari orang tua kandungku, Albert Siregar dan Djawiah Nasution. Semasa kanak-kanak, sebelum pendudukan Jepang, bahasa pengantar di rumah dan TK adalah bahasa Belanda. Setelah itu ganti dengan bahasa Indonesia. Tiga tahun terakhir SD sampai tamat dan beberapa bulan pertama di sekolah menengah pertama kuikuti di sekolah berbahasa pengantar Belanda, masing-masing di Christelijke Lagere School (sekolah rendah) dan Christelijke Middelbare School (sekolah menengah), yang kemudian berubah menjadi SMP Nasrani di Medan setelah pengakuan kedaulatan RI oleh pemerintah Belanda. Pada waktu itu setiap kali aku tanya ayahku apa arti sesuatu istilah bahasa Belanda selalu di jawab: “Koenen . . . Koenen.” Maksudnya cari sendiri di kamus bahasa Belanda (susunan M.J. Koenen & J. Endepols,  “Verklarend Handwoordenboek der Nederlandse Taal”). Rupanya ia hendak mengajarkan aku untuk selalu coba mengerjakan sendiri terlebih dahulu sebelum meminta nasihat atau minta tolong orang lain.

Ayah meninggal dunia di usia relatif muda dalam usia 42 tahun, dua hari setelah membawa si bungsu kami ke gereja menerima baptisan kudus. Ketika itu aku yang sulung dari lima bersaudara masih kelas satu SMP.
Masih kuingat betul, di hari pertama ada kesempatan, kami anak-anaknya diajak oleh ibu ke kuburan ayah. Sebelum pulang ibu berdoa, “Bapa di surga, Engkaulah yang menjadi bapa anak-anakku, peliharalah kami bersama.”  Inilah kata-kata doa ibu yang sangat terkesan dan tertanam di sanubariku. Kami pulang dengan hati lega, percaya Tuhan akan jaga kami. Itulah peganganku seterusnya sampai hari ini. Terima kasih, Tuhan. Jawaban-Nya atau penegasan-Nya adalah nas sidi dan nas pamberkatan nikah tersebut di atas:

Bersukacitalah, bersukacitalah senantiasa,
senantiasa dalam Tuhan, bersukacitalah.
Tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam aku,
aku berbuah banyak, bersukacitalah dalam Tuhan.
(Fil 4:4; Yoh 15:4).

Ibuku tammatan sekolah guru, yaitu Kweekschool Salatiga. Seingatku di masa kanak-kanakku ia tidak lagi mengajar di sekolah. Setelah ayah meninggal ia mulai lagi mengajar. Tidak lama kemudian ia berhenti lalu mulai berdagang, yaitu berdagang batik. Dibelinya dari Pajak Ikan Lama di belakang Kesawan, Medan, lalu menjualnya secara mencicil dua atau tiga cicilan, mula-mula kepada kawan-kawannya. Demikian ia menekuninya sampai ia mempunyai kiosk sendiri di Pusat Pasar di Medan, sedangkan batiknya dibeli dan dipesan langsung dari langganannya di Pekalongan. Dengan usaha dagangnya ini ia bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan kami semua sampai tamat di perguruan tinggi. Bapa di surga adalah bapa kami!

Beberapa waktu yang lalu kutemukan pula fotocopy surat wasiat nenekku, Ompu ni Irwan, ibu dari ibuku, yang ditulistangan sendiri di atas kertas bermeterai Rp 25, meterai RI tahun 1976. Ternyata dalam wasiatnya tersebut nenek mewasiatkan bagaimana penerapannya supaya senantiasa bersukacita dalam Tuhan, yaitu: “Hamu sude dakdanakku na huhaholongi, au inangmunu Ompu ni Irwan madung dialap Tuhanta na basa i au tulambungna, porsaja do au dihata ni Tuhanta dilambung nia do au dihasonangan na di banua gindjang i, hata sipaingotku dihamu sude dakdanakku dibagasan dame na sian Tuhantai ma hamu tontong, sai marsihaholongan ma hamu, ulang adong dihamu parsalisian sanga aha, tontongma tiop hamu hata na sian Tuhanta i, sai marsihaholongan ma hamu, ima tandana siseanku hamu ninna Tuhanta do mandokkon hita, sisean ni Tuhanta do hita sude, . . .” (masih dengan ejaan lama!). Yaitu, tetaplah dalam damai Tuhan kita, saling mengasihi, hidup rukun tanpa ada perselisihan apapun, tetap berpegang pada Firman Tuhan, saling mengasihi tandanya kamu murid Tuhan, semua kita adalah murid Tuhan.

Jadi, sadar atau tidak sadar, pengajaran orang tuaku tersebut ternyata telah membentuk hidupku sedemikian rupa sehingga tidak merasa kekurangan apapun, senatiasa bersyukur apapun yang kuterima, termasuk menjadi semi-invalid karena strook, masih bisa melayani Tuhan dan sesama. Amen.

IMS 101122

Monday, September 6, 2010

III. KAIDAH PENELAAHAN ALKITAB (3)


5. Pondasi Pribadi--Memahami Alkitab Dan Menerima Hidup Kekal

Dari awal sampai akhir, Alkitab mengungkapkan Allah sebagai Pencipta dan sebagai Penyelamat. Pengungkapan ini membentuk pemahaman lengkap kita tentang sifat-Nya, karya-Nya, dan tujuan-Nya. 

Sebagai Pencipta, kita melihat-Nya sebagai kekal, kudus, maha kuasa, dan “ada-sendiri”--suatu Pribadi, Hakim, Raja. Sebagai Penyelamat, kita melihat Allah menjangkau dari tempat kekekalan-Nya dan kekudusan-Nya membantu umat manusia yang tersandung (melakukan kesalahan yang bodoh). Ia menebus dosa mereka dan bekerja untuk memulihkan persekutuan dengan mereka. Ia mencurahkan Roh Kudus-Nya untuk memperkuat, menyembuhkan, menuntun, dan memulihkan mereka. Ia memanggil mereka dengan nama, dan akhirnya merangkul bersama-Nya semua orang percaya ke kehidupan kekal di surga.

 Dengan pengungkapan ini pula Ia menyatakan inti persekutuan kita pada-Nya, bahwa:
· kita adalah milik-Nya, Ia bebas berbuat apa saja kepada kita¾karena Ia menciptakan kita (Maz. 24:1-2)
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. 2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai (Maz 24:1-2)
· ia memilih mengisi hidup kita dengan hal-hal baik--karena Ia adalah Allah dari kasih--, memuaskan kita dengan “madu dari gunung batu”, dan memberi kita makan “gandum yang terbaik” (Maz. 81:16),
Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya." (Maz 81:6)
jika kita mau mengasihi-Nya dan hidup rendah hati didepan-Nya.

Tetapi kita membangkang dan memilih jalan sendiri terlepas dari pada-Nya, menurut rencana, keinginan, dan kekuatan kita sendiri (Ams. 16:25),
Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut, (Ams 16:25)
namun Ia menebus kita dengan mahal (1 Kor. 6:19-20; 1 Petr. 1:18-19)
19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu (1 Kor 6:19-20)!
18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat (1 Pet 1:18-19).
Ia ingin pula berbagi hati dengan kita dan menjadi sekutu, Allah ingin kita akrab dengan-Nya. Tetapi keinginan ini tak terwujud selama kita hidup dalam dosa, memboroskan kasih sayang pada hal-hal duniawi (Maz. 73:25; Mat 22:36-38)
Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi (Maz 73:25).
"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama (Mat 22:36-38).
Lalu bagaimana kita dapat hidup layak bagi Allah? Dengan iman (Ibr. 11:6; Rom. 1:16-17)
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (Ibr 11:6);
16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. 17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman" (Rom 1:16-17)!
Iman adalah menanggap dari lubuk hati paling dalam dan roh kita kebenaran Firman Allah, jadi, berserah secara pribadi kepada wewenang Allah Mahakuasa Pencipta kita dan kepada ketuhanan Yesus Kristus Juru Selamat, Penebus kita, mengaku dengan mulut bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Fil 2:9-11);
8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. 9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." 12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. 13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. (Rom 10:8-13).
Lalu mengalami “lahir baru” menjadi ciptaan baru, menerima hidup baru
23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. 24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur (1 Pet 1:23-25).
Kemudian masuk dalam persekutuan dengan Allah, dengan sukacita mengenal Dia sebagai:
sahabat kita
6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? (Maz. 118:6);
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Rom. 8:31);
8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Rom. 5:8),
sekutu kita
23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"—yang berarti: Allah menyertai kita (Mat. 1:23);
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat. 28:20);
3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus (1 Yoh. 1:3),
dan Bapa kita
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu (Mat. 6:9),
26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Mat 6:26),
31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:31-33).
Jadi, pilihlah Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, dan hiduplah setia pada pilihan itu. Inilah pondasi yang Allah berikan kepada kita dalam Alkitab. Pondasi kita untuk mengetahui tentang Allah, dan untuk mengenal Allah, pondasi kita untuk hidup, dan tentu pondasi kita untuk memahami Alkitab. Alkitab menjadi susu kita, makanan kita
23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. (1 Petr. 2:2-3).
Maka kita mempunyai pondasi yang diperlukan untuk secara pribadi memahami Alkitab:

· dengan pikiran, kita dapat memetik dari pengalaman hidup dengan iman, untuk membantu memahami apa yang kita baca
7 --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat-- (2 Kor. 5:7),
· dengan hati, kita dapat menyamakan dengan pergumulan dan godaan orang-orang yang Allah panggil dalam ikatan akad dengan diri-Nya, dan dapat bersimpati dengan hati Allah ketika Ia menuntun dan menguduskan umat-Nya, dan

· dengan roh, kita belajar “mendengar” suara Gembala kita
3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. 4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. 5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." (Yoh. 10:3-5);
11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (Yoh. 10:11),
mengenal dan membedakan suara-suara asing yang menyesatkan, dan belajar “melihat” di balik pertempuran dalam hidup dan dalam Alkitab kepada tujuan konsisten Allah memulihkan kita pada-Nya dan pada Anak-Nya.

Jadi, untuk menguak dan menyibak kedalaman Alkitab, memahami demikian banyaknya pengungkapan dalam Alkitab yang tak dapat ditangkap oleh pikiran manusia duniawi
1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. 2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. 3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? (1 Kor. 3:1-3),
hidup beriman adalah perlu, yaitu “Apakah saya sejalan dan selaras?”, sedangkan menjadi Kristen barulah langkah pertama.
IMS 100906

Thursday, July 15, 2010

II. SAAT TEDUH---Menyendiri dengan Allah (4)

V. Prosedur ber-Saat Teduh

Lalu bagaimana anda melakukan Saat Teduh? Ikuti rencana sederhana berikut ini, berapa lama pun anda mau lakukan. Anda butuh Alkitab terjemahan baru; jangan yang parafrasa. Buku catatan untuk menuliskan apa yang Tuhan tunjukkan, dan untuk menuliskan daftar doa. Buku nyanyian rohani/pujian, kadang-kadang anda ingin menyanyi pujian,

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu (Kol. 3:16).

Lakukanlah langkah-langkah sebagai berikut:

1. Berdiam semenit, berdiam sebentar untuk mempersiapkan diri anda dalam suasana hati rasa hormat.

"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" (Maz. 46:10); Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan, (Yes. 30:15); tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yes 40:31);

2. Berdoa sejenak, yaitu doa pembukaan yang pendek meminta Allah membersihkan hati dan menuntun anda ke dalam waktu bersama; gunakan Mazmur 139:23-24

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Maz 139:23-24); juga Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh 1:9),

dan Mazmur 119:18

Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu (Maz 119:18),

juga Yohanes 16:13

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang (Yoh 16:13).

3. Baca nas yang ditentukan atau pilihan anda sendiri. Maka percakapan anda dengan Allah pun mulailah di sini. Ia bicara dengan anda melalui Firman-Nya, dan anda berbicara dengan Dia dalam doa.

· Bacalah Alkitab anda dengan pelahan, jangan tergesa-gesa, jangan coba membaca terlalu banyak.

· Baca nas berulang-ulang sampai anda mulai menggambarnya dalam pikiran anda.

· Baca tanpa berhenti untuk menganalisa atau menafsir.

· Baca saja untuk kesenangan melakukannya, bukan karena terpaksa; biarkan Allah bicara pada anda. Tujuan anda bukan untuk mendapat informasi, tetapi untuk melahap Firman dan untuk mengenal Kristus lebih baik.

· Baca kuat akan memperbaiki konsentrasi anda jika anda punya masalah ini. Juga akan membantu anda memahami lebih baik, karena anda melihat dan mendengar apa yang anda baca. Tetapi cukup lembut supaya tidak mengganggu orang lain.

· Baca terus dalam sekali baca (sekali jalan) satu kitab setiap kali, dengan metoda tertentu; jangan gunakan metoda cuplikan acak, suatu nas di sini, suatu pasal di sana, apa yang anda sukai di sini, suatu bagian menarik di sana. Anda akan memahami Alkitab lebih baik, jika anda membacanya sebagaimana ia ditulis¾satu kitab atau satu surat, atau satu satuan (unit) nas setiap kali.

4. Supaya Kitab Suci berbicara pada anda penuh arti, anda harus merenungkan apa yang anda baca dan menghapal ayat yang berkesan bagi anda (ayat emas, ayat kunci). Perenungan atau meditasi adalah dengan sungguh memikirkan dalam-dalam suatu pikiran berulang-ulang dalam pikiran anda. Meditasi pada dasarnya adalah memamah atau mencerna suatu pikiran. Terima pikiran yang Allah berikan, masukkan dalam pikiran anda, pikirkan bolak-balik berulang-ulang.

Caranya? Baca suatu cuplikan nas Alkitab, lalu pusatkan perhatian dalam berbagai cara. Misalnya:

· Perankan adegan narasi dalam pikiran anda. Bayangkan anda sebagai peserta aktif memerankan tokoh dalam adegan alkitabiah tersebut, dalam konteks sejarah dan budaya yang bersangkutan. Apa yang anda akan rasakan? Apa yang anda akan katakan? Apa yang anda akan lakukan? Cuplikan nas akan menjadi hidup bagi anda.

· Atau baca suatu ayat dengan kuat beberapa kali, setiap kali beri tekanan pada satu kata yang berbeda, berganti-ganti setiap kata dalam kalimat yang bersangkutan. Anda akan mendapat arti atau pesan yang berbeda-beda setiap kali.

· Atau parafrasa cuplikan nas yang bersangkutan.

· Atau pribadikan nas dengan mengganti nama pribadi anda menggantikan nama atau kata ganti yang berkenaan.

· Atau ajukan pertanyaan-pertanyaan: Dosa untuk diakui? Haruskah saya membayar restitusi? Janji untuk ditagih? Apakah ini janji universal? Apakah saya memenuhi syarat? Sikap untuk diubah? Apakah saya mau membereskan sikap negatif dan mulai membangun yang positif? Perintah untuk ditaati? Maukah saya melakukannya bagaimana pun perasaan saya? Teladan untuk diikuti? Apakah teladan yang positif untuk ditiru atau yang negatif untuk dihindari? Doa untuk didoakan? Apakah ada sesuatu yang perlu saya doakan balik kepada Allah? Kesalahan untuk dihindari? Adakah masalah yang harus saya waspadai, atau saya cermati? Kebenaran untuk dipercayai? Hal baru apakah yang dapat saya pelajari tentang Allah Bapa, Yesus Kristus, Roh Kudus, atau pengajaran alkitabiah lainnya? Sesuatu untuk memuji Allah? Adakah sesuatu di sini yang saya dapat syukuri?

· Atau doakan ayat atau cuplikan nas kembali kepada Allah. Misalnya tiga ayat pertama Mazmur 23: “Terima kasih, Tuhan, menjadi gembala saya, dan bahwa saya tak kekurangan apapun. Terima kasih untuk membuat saya berbaring di padang rumput, untuk menuntun saya ke air tenang, untuk memulihkan jiwa saya. Terima kasih untuk menuntun saya ke jalan kebenaran karena nama-Mu.”

Terserah anda mau memilih cara yang mana, atau gabungan cara yang mana.

5. Ketika Allah berbicara pada Anda melalui Firman-Nya, catat apa yang anda temukan, supaya anda mengingat apa yang Allah singkapkan dan untuk menelaah kemudian hari temuan alkitabiah tersebut, sekali gus suatu cara menerapkan apa yang anda lihat yang mengena pada hidup anda. Dalam mencatat apa yang akan segera anda terapkan dalam hidup anda, anda harus spesifik, yaitu penerapan anda harus bersifat pribadi, pakai kata ganti pertama; penerapan anda harus praktis, sesuatu yang dapat anda lakukan, buat rencana tindakan; penerapan anda harus mungkin, sesuatu yang anda tau melakukannya; dan penerapan anda harus dapat dibuktikan, buat suatu tindak lanjut untuk mencek keberhasilan anda. Jadi, harus dapat diukur, dan ada batas waktunya.

6. Setelah Allah bicara pada anda melalui Firrman-Nya, balas bicaralah pada-Nya dalam doa. Inilah peran anda dalam percakapan dengan Tuhan dalam ber-Saat Teduh. Doa anda mencakup:

· Pujian. Awali waktu doa anda dengan memuji Allah untuk apa ia ada-Nya (pemujaan) dan untuk apa yang dilakukan-Nya (pensyukuran). Pemujaan adalah penyembahan sesungguhnya; adalah memberi Allah pengakuan yang hanya Dia yang berhak menerima: kebesaran-Nya, kuasa, kemuliaan, kekuatan dan sifat-sifat lainnya. Contoh pujian murni dalam Mazmur 145 dan Wahyu 4-5. Anda dapat menyembah Dia dengan membaca Mazmur (terutama Mazmur 146-150), membaca lagu-lagu penyembahan agung, dan/atau menimbang-nimbang nama-nama Allah

Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah. Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya. Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan (1 Taw. 16:25-29); Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya." (Maz. 50:23); Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu (Maz 67:3); Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibr. 13:5).

Contoh doa pemujaan dari Daud dalam 1 Tawarikh 29:10-13

Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu (1Taw 29:10-13).

Puji juga Tuhan untuk apa yang Ia lakukan bagi kita, terutama dalam penyelamatan dan pembekalan harian kita. Pikirkan paling sedikit 20 hal yang anda dapat bersyukur pada Allah hari itu.

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! (Maz. 100:4); Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Fil. 4:5); Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tes. 5:18).

· Pertobatan. Doa pengakuan dosa, jangan hanya memberitahu Allah dosa yang telah anda lakukan, tetapi minta Allah membantu anda berpaling dari dosa tersebut, yaitu pertobatan.

Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau. Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia. Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur! (Maz. 32);

Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem! Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu (Maz 51);

Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi (Ams. 28:9, 13);

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh. 1:9).

· Permohonan. Doa permohonan dan syafaat. Mulai dengan permohonan pribadi ¾kebutuhan fisik berupa makanan, sandang, perteduhan, rohani, atau pertolongan mengenai masalah sulit hidup,

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti (Mat. 7:7-9); Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu (Mar. 11:22-24); dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya" (Yoh. 14:13-14); Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibr. 4:16),

dan keinginan yang sesuai kehendak-Nya,

dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (Maz. 37:4); Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela (Maz 84:11); Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka (Maz 145:19); (Php 4:6) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Fil 4:6).

Penting untuk spesifik dalam doa---siapkan daftar doa---. Minta untuk orang lain, berdoa syafaat: keluarga, sanak saudara, sahabat, pendeta/gembala jemaat, pekerja gereja, misionaris, dan lain yang terlibat pekerjaan Kerajaan Allah, pimpinan, para guru, pemberi kerja/majikan, orang-orang yang padanya anda bersaksi, dan orang-orang yang anda tak sukai.

Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. (1 Sam. 12:23); Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu (Ayub 42:10); Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku (Rom. 15:30); Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku (Ef. 1:15-16).

· Penyerahan. Waktu doa anda harus berakhir dengan penyerahan ulang pribadi kepada Tuhan. Tegas ulang ke-Tuhanan Yesus Kristus dalam hidup anda dan ikrarkan penyerahan dan ketaatan untuk hari itu kepada-Nya.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rom. 12:1-2); Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup (Rom 14:8-9).

 

Metoda Saat Teduh di atas dapat saja anda sesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat anda. Dari waktu ke waktu dapat anda ubah sebagai variasi. Misalnya seluruh waktu Saat Teduh anda gunakan hanya untuk doa syukur saja, atau hanya untuk menghapal ayat. Ber-Saat Teduh bukan kewajiban untuk melakukan tugas. Ingat anda ada di sini untuk bertemu Yesus Kristus dan untuk mengenal-Nya. Di pihak lain, Iblis pasti akan berupaya mencegah anda ber- Saat Teduh. Anda bisa berhadapan dengan masalah disiplin, kebosanan, pemusatan pikiran, dan masalah kekecewaan. Bawalah dalam doa!

Sama halnya makanan adalah untuk kesehatan dan pertumbuhan jasmani, Saat Teduh adalah untuk kesehatan dan pertumbuhan rohani. Mengabaikan atau menyalahgunakan salah satu, apalagi keduanya, akan berakibat fatal. Jika anda berusaha sungguh untuk makan, demikian apula anda harus berusaha sungguh untuk ber-Saat Teduh---setiap hari, dibarengi ber-PA sekali seminggu!

IMS 100715

Wednesday, July 14, 2010

II. SAAT TEDUH-–Menyendiri dengan Allah (3)

III. Sikap ber-Saat Teduh

Untuk mempunyai waktu penuh arti dengan Allah mulailah dengan sikap benar. Dalam mata Allah, kenapa anda melakukan sesuatu adalah jauh lebih penting dari pada apa yang anda lakukan. Karena itu ketika datang bertemu dengan Allah dalam waktu Saat Teduh, datanglah dengan:

· sikap menanti, datang dengan penuh harap dan hasrat,

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair (Maz. 63:1) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah (Maz 42:1),

· rasa hormat, siapkan hati dengan berdiam diri dihadapan-Nya menjernihkan pikiran,

Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi! (Hab. 2:20); Allah disegani dalam kalangan orang-orang kudus, dan sangat ditakuti melebihi semua yang ada di sekeliling-Nya (Maz 89:7),

· siap siaga, sepenuhnya terjaga, dan kemauan mentaati, bukan memilih apa yang mau atau tak mau anda lakukan, tetapi memilih melakukan apapun yang Allah kenhendaki anda lakukan.

Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri (Yoh. 7:17).

 

IV. Tempat dan Waktu ber-Saat Teduh

1. Segar dan siaga. Dalam memilih waktu saat teduh, yaitu kapan dan berapa lama, pilihlah waktu terbaik anda ketika anda berada dalam keadaan terbaik, ketika anda paling segar dan paling siaga. Bagi kebanyakan kita, itu adalah

· waktu pagi subuh, sama seperti yang Yesus juga praktekkan

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Mark. 1:35).

demikian pula:

· Abraham,

Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu (Kej. 19:27),

· Ayub,

Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa (Ay. 1:5),

· Yakob,

Haruslah engkau membuat tutup dada pernyataan keputusan: buatan seorang ahli. Buatannya sama dengan baju efod, demikianlah harus engkau membuatnya, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya haruslah engkau membuatnya (Kej. 28:18),

· Musa,

Lalu Musa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya (Kel 34:4),

· Hannah dan Elkana,

Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan TUHAN; kemudian pulanglah mereka ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN ingat kepadanya (1 Sam. 1:19),

· Daud,

TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu (Maz. 5:3); Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! (Maz 57:7-8)

lihat juga:

Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami (Maz. 90:14); Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu (Maz 119:147); Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku (Maz 143:8); Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar Yes. 26:9; Pada hari besoknya datanglah firman TUHAN kepadaku (Yeh. 12:8).

Kapanpun waktu yang anda pilih, konsistenlah dengan pilihan tersebut.

 

2. Utamakan kualitas bukan kuantitas. Maunya berapa lama, adalah tergantung pada anda dan Tuhan. Mulailah dengan 7 menit, biarkan berlangsung secara alami. Akhirnya menjadi bertambah menjadi lebih dari 15 menit; ingat, jangan lihat jam sebelum selesai. Utamakan mutu, bukan kuantitas. Yang penting apa yang anda lakukan, yaitu hubungan bermutu dengan Tuhan.

 

3. Tanpa gangguan. Pilih tempat khusus, tempat tertentu yang sama yang selalu dipakai untuk itu. Sama seperti halnya Yesus,

Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia (Luk 22:39),

atau Abraham,

Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu (Kej. 19:27).

Tempat tersendiri, tempat anda dapat berdiam diri sendirian,

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu (Mat. 6:6),

yang hening, yang tak ada gangguan. Tempat yang anda dapat berdoa dengan suara kuat, cukup cahaya untuk membaca, dan cukup nyaman (tetapi bukan tempat tidur!). Tempat yang spesial, tempat yang suci, di mana saja yang cocok bagi anda.

IMS 100714

II. SAAT TEDUH—Menyendiri dengan Allah (2)

II. Manfaat ber-Saat Teduh

 

1. Menjadi seperti Allah. Kita bertumbuh dengan diubah dari berpikir duniawi menjadi berpikir mengikuti pikiran Allah.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rom. 12:2).

Dengan demikian, melalui janji Firman, kita menjadi seperti Allah.

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia (2 Pet. 1:3-4).

Kita menjadi seperti Yesus dengan menyediakan waktu merenungkan-Nya.

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (2 Kor. 3:18).

 

2. Berbagai manfaat lain. Dalam pada itu, kita akan memperoleh berbagai manfaat lainnya, seperti:

  • suka cita,

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa (Maz. 16:11); Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu (119:47); Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus (97:12); Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam (Yer. 15:16),

  • kekuatan,

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yes. 40:29-31),

  • kedamaian,

Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka (Maz. 119:165; Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya (Yes. 26:3); Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti (Yes 48:18); Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera (Rom. 8:6),

  • keteguhan hati,

Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram (Maz. 16:8-9); Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut, sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela (Maz 46:1-3); Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah (Maz 55:22); Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur (Maz 57:7),

  • sukses,

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yos. 1:8),

  • doa terjawab,

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yoh. 15:7),

  • dan orang melihat perubahan dalam hidup kita,

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus (Kis 4:13)--dan kita pun bersaksi!

IMS - 100713

II. SAAT TEDUH--Menyendiri dengan Allah (1)

“Dalam hati aku menyimpan janji-Mu, supaya aku
jangan berdosa terhadap engkau.” (Maz 119:11)

Saat Teduh dan PA Pribadi adalah dua kegiatan yang saling mengisi. Setiap orang yang ingin melibatkan dirinya ber-PA Pribadi selayaknya telah mempunyai waktu Saat Teduh yang teratur setiap hari. Kecuali kalau PA hanya dimaksudkan untuk memperoleh rangsangan intelektual saja. Karena Waktu Saat Teduh tiada lain adalah waktu persekutuan pribadi dengan Allah melalui Firman dan doa. Waktu yang sengaja kita sediakan dan siapkan untuk bertemu dengan Dia. Tujuannya adalah supaya kita boleh bertumbuh dalam hubungan pribadi kita dengan Allah, sehingga semakin mengenal Dia, semakin akrab mengasihi Dia, dan semakin menjadi seperti Dia.

 

I. Alasan ber-Saat Teduh

1. Hak istimewa orang percaya. Allah menciptakan manusia dalam rupa-Nya adalah untuk tujuan persekutuan (Kej. 2, 3). Tetapi sejak Adam jatuh dalam dosa, persekutuan dengan Allah telah terputus. Namun Allah memandang hubungan ini penting sehingga telah mengutus Anak-Nya ke dunia untuk mati menebus dosa kita. Maka hak istimewa persekutuan pribadi dengan Dia kembali kita punyai.

Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia (1 Kor. 1:9). Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna (1 Yoh.1:3-4).

 

2. Peneladanan Yesus. Semasa pelayanan-Nya, bersaat teduh menjadi sumber kekuatan bagi Yesus. Persekutuan pribadi dengan Bapa-Nya di surga adalah prioritas utama dalam hidup-Nya.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Mark. 1:35). Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa (Luk. 5:16). Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.

Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Luk 22:39-44).

Orang-orang besar Allah dalam sejarah pun punya waktu banyak dengan Allah. Demikian pula kita, kita pun tidak akan dapat menjadi orang Kristen yang bertumbuh sehat dan bersih, tanpa persekutuan harian dengan Tuhan.

Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya (Ayub 23:12). Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Mat. 4:4). Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN (Ul. 8:3). Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan (1 Pet. 2:2). Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat (Ibr. 5:14); dan

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu (Maz. 119:9); untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman (Ef. 5:26). Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu (Yoh. 15:3).

 

3. Pengabdian pada Kristus. Anda memang tidak punya waktu untuk setiap hal, tetapi anda harus menyediakan waktu untuk hal penting, seperti halnya ber-Saat Teduh. Kuncinya adalah pengabdian anda pada Kristus dan kerajaan Allah,

“carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).

 

4. Pertumbuhan iman. Maka bersaat teduh haruslah kita lakukan setiap hari, karena ini adalah hak istimewa luar biasa yang diberikan kepada kita. Lagi pula dengan bersaat teduh kita akan memberi kasih sayang mendalam atau pengabdian kepada Allah, menerima arahan dari Allah, mendapat perasaan senang dalam Allah, dan kita bertumbuh semakin serupa Allah. Kita pun dikuduskan melalui Firman. Firman membangun kita semakin bertumbuh.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (2 Tim. 3:16-17).

IMS - 100712

Thursday, June 17, 2010

PA PRIBADI (12)

Ulangan 11:13-21                           Epistel Minggu 20 Juni 2010

PERINTAH TUHAN DIHAYATI, HIDUP PUN DIBERKATI

13 Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah* kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 14 maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu, 15 dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang. 16 Hati-hatilah, supaya jangan hatimu terbujuk, sehingga kamu menyimpang dengan beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya. 17 Jika demikian, maka akan bangkitlah murka TUHAN terhadap kamu dan Ia akan menutup langit, sehingga tidak ada hujan dan tanah tidak mengeluarkan hasil, lalu kamu lenyap dengan cepat dari negeri yang baik yang diberikan TUHAN kepadamu. 18 Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu. 19 Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun; 20 engkau harus menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu, 21 supaya panjang umurmu dan umur anak-anakmu di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepada mereka, selama ada langit di atas bumi.
*) beribadah = to serve (King James Version, American Standard Version, English Standard Version) = melayani

Tentang: ketaatan akan Firman

Ketaatan mendatangkan berkat, ketidaktaatan mendatangkan kutuk
13 - 21

Tokoh: TUHAN Allah; tulisan Musa kepada generasi baru Israel yang bakal memasuki tanah perjanjian
Tempat/waktu: Tepi Timur sungai Yordan, dengan pandangan Kanaan/ tahun 1407/06 B.C. oleh Musa

Proporsi: Perintah dan peringatan TUHAN

Bentuk sastra: Narasi monolog

Pokok bahasan: Perintah supaya ketaatan dan ibadah hanya kepada TUHAN, dengan segenap hati dan jiwa

Ringkasan isi:

Camkanlah perintah TUHAN, ajarkan kepada keturunanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati dan jiwamu. maka Ia akan memberkatimu dan hidupmu akan berkecukupan. Namun jika hatimu terbujuk beribadah kepada allah-allah lain dan sujud menyembah kepadanya, maka amarah-Nya akan bangkit mengutuk engkau (13-21)
- Kata Musa kepada bangsanya, jika mereka dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah TUHAN, Allah mereka, yang Musa sampaikan, sehingga mengasihi dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hati dan jiwa, maka Ia akan memberikan kecukupan bagi hidup mereka: hujan pada waktunya, panen gandum, anggur dan minyak, serta rumput di padang untuk ternak mereka (13-15).
-Namun jika mereka tidak hati-hati sampai terbujuk beribadah dan sujud menyembah alah-allah lain, amarah Tuhan akan bangkit dan hidup mereka akan terkutuk: tidak ada hujan, tidak ada panen, lalu mereka akan cepat lenyap dari negeri yang baik yang diberikan TUHAN kepada mereka (16-17).
- Tetapi mereka harus menaruh perintah TUHAN dalam hati dan jiwa mereka, mencamkannya, mengingat, dan memperhatikannya dalam segala tindakan mereka di dalam maupun di luar rumah, mengajarkannya kepada anak-anak dengan membicarakannya pada setiap kesempatan, supaya panjang umur mereka dan anak-anak mereka menetap selamanya di tanah yang TUHAN janjikan kepada nenek moyang mereka (18-21).

Ayat kunci utama: Ulangan 11:18
Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.

Pokok pikiran/tema utama:

Camkan, ingat dan perhatikan segala perintah-Nya, ajarkan kepada anak-anakmu. Jika mengasihi TUHAN dan beribadah hanya kepada-Nya, dengan mentaati perintah-Nya dalam segala hal, maka hidupmu akan diberkati sehingga berkecukupan, namun jika terbujuk menyembah dan beribadah kepada alah-allah lain hidupmu akan terkutuk.

Istilah penting: perintah TUHAN, beribadah

Ciri khas: --

Hubungan struktural utama: penentangan—Kata Musa kepada bangsanya, jika mereka dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah TUHAN, Allah mereka, yang Musa sampaikan, sehingga mengasihi dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hati dan jiwa, maka Ia akan memberikan kecukupan hidup mereka: hujan pada waktunya, panen gandum, anggur dan minyak, serta rumput di padang untuk ternak mereka (13-15). Namun jika mereka tidak hati-hati sampai terbujuk beribadah dan sujud menyembah alah-allah lain, amarah Tuhan akan bangkit dan hidup mereka akan terkutuk: tidak ada hujan, tidak ada panen, lalu mereka akan cepat lenyap dari negeri yang baik yang diberikan TUHAN kepada mereka (16-17). Tetapi mereka harus menaruh perintah TUHAN dalam hati dan jiwa mereka, mencamkannya, mengingat, dan memperhatikannya dalam segala tindakan mereka di dalam maupun di luar rumah, mengajarkannya kepada anak-anak dengan membicarakannya pada setiap kesempatan, supaya panjang umur mereka dan anak-anak mereka menetap selamanya di tanah yang TUHAN janjikan kepada nenek moyang mereka (18-21).

  Aspek utama: ibadah

Ayat paralel:
ay 13-17: Im 26:3-5 3 Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, 4 maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya. 5 Lamanya musim mengirik bagimu akan sampai kepada musim memetik buah anggur dan lamanya musim memetik buah anggur akan sampai kepada musim menabur. Kamu akan makan makananmu sampai kenyang dan diam di negerimu dengan aman tenteram., Ul 7:12-16 12 "Dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka terhadap engkau TUHAN, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu. 13 Ia akan mengasihi engkau, memberkati engkau dan membuat engkau banyak; Ia akan memberkati buah kandunganmu dan hasil bumimu, gandum dan anggur serta minyakmu, anak lembu sapimu dan anak kambing dombamu, di tanah yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu. 14 Engkau akan diberkati lebih dari pada segala bangsa: tidak akan ada laki-laki atau perempuan yang mandul di antaramu, ataupun di antara hewanmu. 15 TUHAN akan menjauhkan segala penyakit dari padamu, dan tidak ada satu dari wabah celaka yang kaukenal di Mesir itu akan ditimpakan-Nya kepadamu, tetapi Ia akan mendatangkannya kepada semua orang yang membenci engkau. 16 Engkau harus melenyapkan segala bangsa yang diserahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu; janganlah engkau merasa sayang kepada mereka dan janganlah beribadah kepada allah mereka, sebab hal itu akan menjadi jerat bagimu. , 28:1-14 

Ul 10:12  "Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 13  berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.


ay 18-20: Ul 6:6-9 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
Ayat Konteks:
ay 13 … dengan segenap hati: Ul 4:29  Dan baru di sana engkau mencari TUHAN, Allahmu, dan menemukan-Nya, asal engkau menanyakan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.

ay 14 … memberikan hujan: Yoel 2:23  Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.

ay 17 … lenyap: Ul 4:26  maka aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu habis binasa dengan segera dari negeri ke mana kamu menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya; tidak akan lanjut umurmu di sana, tetapi pastilah kamu punah. … menutup 2 Taw 6:26  Apabila langit tertutup, sehingga tidak ada hujan, sebab mereka berdosa kepada-Mu, lalu mereka berdoa di tempat ini dan mengakui nama-Mu dan mereka berbalik dari dosanya, sebab Engkau telah menindas mereka,

ay 19 … ajarkan: Ul 4:9-10 9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu, 10 yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu, di Horeb, waktu TUHAN berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka.

ay 21 … selama: Maz 72:5 Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun!

Ketaatan –mendengar perintah TUHAN
Pihak terlibat
Hubungan Allah – manusia … Kis 5:29 Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.

Obyek rohani
Allah … Kis 5:29 idem

Kristus … Ibr 5:9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

Kebenaran … Gal 5:7 Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?

Iman … Kis 6:7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.

Dalam hidup orang Kristen
Datang dari hati … Rom 6:17 Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

Butuh ujian … 2 Kor 2:4 Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua. … 2Kor 2:9 Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu.

Dibantu oleh Roh … 1 Pet 1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

1Pet 1:12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat. 13  Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 14  Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15  tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,

Manifested in Gentiles … Rom 15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,

Dalam hubungan pastoral … 2 Kor 7:15 Dan kasihnya bertambah besar terhadap kamu, apabila ia mengingat ketaatan kamu semua, bagaimana kamu menyambut kedatangannya dengan takut dan gentar.

Kurang taat berakibat
Penolakan … 1 Sam 15:20-26 Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. 21  Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal." 22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. 23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja." 24 Berkatalah Saul kepada Samuel: "Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka. 25 Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN." 26 Tetapi jawab Samuel kepada Saul: "Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel."

Pembuangan… 2 Raj 18:11, 12 Raja Asyur mengangkut orang Israel ke dalam pembuangan ke Asyur dan menempatkan mereka di Halah, pada sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai, 12 oleh karena mereka tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan melanggar perjanjian-Nya, yakni segala yang diperintahkan oleh Musa, hamba TUHAN; mereka tidak mau mendengarkannya dan tidak mau melakukannya.

Kematian … 1 Raj 20:36 Lalu ia berkata kepadanya: "Oleh sebab engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, ketahuilah, apabila engkau pergi dari padaku, seekor singa akan menerkam engkau." Dan ketika orang itu pergi dari padanya, maka seekor singa bertemu dengan dia, lalu menerkam dia.

Retribution … 2 Tes 1:8 Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu.

Contoh
Kristus … Rom 5:19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.

Orang Kristen … Fil 2:12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Teladan dari Kristus
Sampai mati … Fil 2:5-11  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Dipelajari… Ibr 5:7-10  Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. 8 Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 9 dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, 10 dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.

Berserah … Mat 26:39, 42  Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." 42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!"

Beribadah kepada TUHAN
A. Syarat:
Hormat, dengan takut … Maz 2:11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar,

Berjalan tegak … Maz 101:6 Mataku tertuju kepada orang-orang yang setiawan di negeri, supaya mereka diam bersama-sama dengan aku. Orang yang hidup dengan cara yang tak bercela, akan melayani aku. 

Pengabdian penuh … Mat 6:24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Pembaharuan … Rom 7:6 Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

Melayani Tuhan … Rom 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Rendah hati … Kis 20:19 dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.

Kasih … Gal 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

B. Upah:
Dihormati Allah… Yoh 12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Perkenanan Allah… Rom 14:18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

Warisan … Kol 3:24 Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Berkat kekal … Wah 7:15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.; Wah 22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

Penyataan Kristus: maha kasih

Tanya jawab penafsiran:
Definisi

1) Apakah maksudnya mendengar perintah TUHAN?  
     -- Melaksanakan setiap perintah TUHAN
     -- Taat kepada TUHAN (Kis 5:29) 
     -- Menuruti kebenaran (Gal 5:7)
     -- takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,  berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN (Ul 10:12-13)

2) Apakah maksudnya beribadah kepada TUHAN? 
     -- Melayani TUHAN 
     -- Memuji, memuja dan menyembah TUHAN
     -- Berserah memasrahkan diri kepada TUHAN saja
     -- Mengabdi kepada TUHAN > mendengar perintah TUHAN

Alasan
3) Kenapa harus mendengar perintah TUHAN?
    -- Orang percaya dan taat kepada Kristus menerima keselamatan abadi (Ibr 5:9) 
    -- Hidup orang percaya dan taat akan diberkati, sebaliknya tidak taat akan terkutuk (ay 14-17)

4) Kenapa beribadah hanya kepada TUHAN? 
     -- TUHAN adalah pencipta dan pemelihara manusia
     -- TUHAN maha pengasih, maha pengampun, patut disembah > mendengar perintah TUHAN

Cara
5) Bagaimana mendengar perintah TUHAN?
     -- Dengan sungguh-sungguh (ay 13)
     -- Menghayati dan mengamalkannya (ay 18-20)
     -- Dengan segenap hati (ay 13; Rom 6:17; Ul 4:29)
     -- Dibantu oleh Roh (1 Pet 1:12)
     -- Meneladani Kristus (Fil 2:5-11, Ibr 5:7-10, Mat 26:39, 42)

6) Bagaimana beribadah kepada TUHAN? 
     -- Dengan hormat dan takzim (Maz 2:11) 
     -- Hidup dengan cara yang yang tak bercela (Maz 101:6)
     -- Penuh pengabdian (Mat 6:24) > mendengar perintah TUHAN
     -- Melayani menurut Roh bukan menurut huruf (Rom 7:6)
     -- Melayani Tuhan penuh semangat (Rom 12:11)
     -- Melayani dengan segala rendah hati (Kis 20:19)
     -- Melayani sesama dengan penuh kasih (Gal 5:13, Mat 22:39)

Implikasi
7) Apa yang tersirat dari perintah supaya mendengar perintah TUHAN?
    -- Harus tahan uji (2Kor 2:9)
    -- Menjadi kesaksian bagi orang-orang belum percaya (Rom 15:18)
    -- Mengajarkan kepada anak-anak (Ul 4:9-10 9)
    -- Kurang taat berakibat:
        -- Penolakan (1 Sam 15:20-26)
        -- Pembuangan (2 Raj 18:11, 12)
        -- Kematian (1 Raj 20:36)

8) Apa yang tersirat dari perintah beribadah kepada TUHAN? 
     -- Menerima upah: dihormati Bapa (Yoh 12:26), berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia (Rom 14:18), menerima warisan upah dari Tuhan (Kol 3:24), berkat kekal (Wah 7:15; Wahyu 22:3)

9) Apa yang tersirat respons hanya beribadah kepada TUHAN saja?
     -- Menghayati semua perintah-Nya
     -- Mengamalkannya dalam hidup sehari-hari

Kesimpulan:
1. Terdapat dua opsi (pilihan), yaitu menjalani hidup yang diberkati, atau hidup yang terkutuk.
2. Pilihan pertama dan utama adalah hidup dengan sungguh-sungguh mentaati semua perintah TUHAN, yaitu mentaati firman-Nya, mengasihi Allah, dan beribadah kepada-Nya dengan sepenuh hati dan jiwa.
3. Pilihan ke dua adalah jatuh terperosok karena tidak hati-hati, lalu hati terbujuk beribadah kepada allah-allah lain, menyembah dan sujud padanya.
4. Supaya tetap berada pada pilihan pertama, hendaklah dengan sepenuh hati menghayati Firman dan mengamalkannya dalam hidup sehari-hari, secara turun temurun. Untuk itu hendaklah pula hidup dipenuhi Roh.

Pesan:
Camkan, ingat dan perhatikan segala perintah-Nya, ajarkan kepada anak-anakmu. Jika mengasihi TUHAN dan beribadah hanya kepada-Nya, dengan mentaati perintah-Nya dalam segala hal, maka hidupmu akan diberkati sehingga berkecukupan, namun jika terbujuk menyembah dan beribadah kepada alah-allah lain hidupmu akan terkutuk.

PENERAPAN
Evaluasi
:
Cara hidup yang dianjurkan dalam perikop ini sepatutnya diterapkan dalam hidup masa kini.

Butir-butir penerapan:
1. Dalami Firman dan hayati sepenuhnya melalui PA dan diskusi
2. Amalkan dalam hidup sehari-hari menjadi kesaksian bagi sesama.

Tekad/Tujuan
Menghayati dan mengamalkan Firman dalam hidup sehari-hari dengan sepenuh hati.

Ayat hapalan: Ulangan 11:18
Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.

IMS 100610

Monday, May 24, 2010

PA PRIBADI (10)

Ibrani 8:8-13             Epistel Minggu 23 Mei 2010

PERJANJIAN BERLANDAS BELAS KASIH DAN IMAN

8 Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda, 9 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan. 10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku. 12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka." 13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

PENGAMATAN

Perjanjian Berlandas Belas Kasih dan Iman
8 - 13

Tentang: perjanjian

Tokoh: Allah

Tempat/Waktu: diduga ditulis paling tidak sebelum penghancuran bait di Yerusalem AD 70; untuk orang-orang Ibrani Kristen, kemungkinan generasi ke dua.

Proporsi: perjanjian baru

Bentuk sastra: narasi

Pokok bahasan: perjanjian yang baru

Ringkasan:

Demikianlah perjanjian yang baru dari Tuhan menggantikan yang pertama yang telah tua dan usang: "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” (8-13)

  • Akan datang waktunya Tuhan akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda (8).
    • Bukan seperti perjanjian yang telah Ia adakan dengan nenek moyang mereka pada waktu membawa mereka keluar dari tanah Mesir; sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Nya tersebut dan Ia menolak mereka (9).
  • Maka inilah perjanjian yang Ia adakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu: "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku (10).
    • Mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku (11).
    • Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka." (12)
  • Dengan demikian, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya (13).

Ayat kunci: ayat 10
"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”

Tema utama:
Dengan perjanjian yang baru dari Tuhan, Ia menaruh hukum-Nya dalam akal budi umat-Nya dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Ia akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya. Mereka semua akan mengenal-Nya. Ia tidak lagi akan mengingat dosa-dosa mereka.

Istilah-istilah penting & utama: perjanjian

Ciri khas: --

Hubungan struktural utama: sebab-akibatAkan datang waktunya Tuhan akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda. Bukan seperti perjanjian yang telah Ia adakan dengan nenek moyang mereka pada waktu membawa mereka keluar dari tanah Mesir, sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Nya tersebut dan Ia menolak mereka (8, 9). Maka inilah perjanjian yang Ia adakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu: "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku (10).  Mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku. Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka (11-12).” Dengan demikian, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya (13).

Aspek utama: pengampunan kesalahan dan dosa karena belas kasihan Allah

Ayat paralel:

ay 8-12: Yer 31:31-34  Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."

ay 10a: Rom 11:27 Dan inilah perjanjian-Ku dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka."

Ayat-ayat konteks:

konteks dekat:
Ibr 8:1-7 Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, 2 dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia. 3 Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan. 4  Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat. 5 Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: "Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 6 Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi. 7 Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.

ay 10 menuliskan dalam hati mereka . . . Ibr 10:16 sebab setelah Ia berfirman: "Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu," Ia berfirman pula: "Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka . . . 2 Kor 3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

ay 12 tidak lagi mengingat dosa mereka . . . Ibr 10:17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka."

konteks jauh:

ay 11 tidak akan mengajar lagi … akan mengenal aku . . . Yes 54:13 Semua anakmu akan menjadi murid TUHAN, dan besarlah kesejahteraan mereka; . . . Yoh 6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. . . . 1 Yoh 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

ay 12 menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka . . . Yes 43:25 Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu. . . . Yer 31:34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka." . . . Yer 50:20 Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah firman TUHAN, orang akan mencari kesalahan Israel, tetapi tidak didapatnya, dan dosa Yehuda, tetapi tidak ada ditemukannya, sebab Aku akan mengampuni orang-orang yang Kubiarkan tinggal hidup.

ay 13 yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua . . . 2 Kor 5:17  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Perjanjian baru:
- Di janjikan di Eden … Kej 3:15  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

- Diproklamirkan kepada Abraham … Kej 12:3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."

- Dijadwal dalam nubuatan … Dan 9:24-27  Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus. 25 Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan. 26 Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan. 27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

- Digenapi dalam Kristus … Luk 1:68-79 "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, 69 Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, 70 --seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus-- 71 untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, 72 untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, 73 yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, 74 supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, 75 dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. 76 Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, 77 untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, 78 oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, 79 untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."

- Dimeteraikan oleh darah-Nya … Ibr 9:11-23 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -- 12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. 13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, 14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. 15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggara yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama. 16 Sebab di mana ada wasiat, di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat itu. 17 Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat itu masih hidup. 18 Itulah sebabnya, maka perjanjian yang pertama tidak disahkan tanpa darah. 19 Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat, 20 sambil berkata: "Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu." 21 Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya secara demikian dengan darah. 22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. 23 Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.

- Diperingati dalam Perjamuan Kudus … 1 Kor 11:25  Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"

- Dinyatakan kekal … Ibr 13:20 Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,

Pengampunan—dasar:
- Sifat Allah … Maz 86:5 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.

- Belas kasihan Allah … Luk 7:42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"

- Penumpahan darah … Ibr 9:22 Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.

- Kematian Kristus … Kol 1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

- Kuasa Anak … Luk 5:21-24 Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 22 Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? 23 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? 24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

- Pertobatan manusia … Kis 2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

- Pengampunan kita … Mat 6:12-14 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; 13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.) 14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

- Iman kepada Kristus … Kis 10:43 Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

Penyataan Kristus: maha kasih

PENAFSIRAN

Hal-hal utama:

a. Istilah utama:  perjanjian

b. Hub. struktural utama: sebab-akibatAkan datang waktunya Tuhan akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda. Bukan seperti perjanjian yang telah Ia adakan dengan nenek moyang mereka pada waktu membawa mereka keluar dari tanah Mesir, sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Nya tersebut dan Ia menolak mereka (8, 9). Maka inilah perjanjian yang Ia adakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu: "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku (10).  Mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku. Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka (11-12).” Dengan demikian, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya (13).

Aspek utama: pengampunan kesalahan dan dosa karena belas kasihan Allah

c. Tema utama:

Dengan perjanjian yang baru dari Tuhan, Ia menaruh hukum-Nya dalam akal budi umat-Nya dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Ia akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya. Mereka semua akan mengenal-Nya. Ia tidak lagi akan mengingat dosa-dosa mereka.

Tanya jawab penafsiran:

Definisi

1. Perjanjian apakah yang dimaksud dengan perjanjian baru dalam perikop ini?
    -- perjanjian Allah untuk memulihkan manusia menjadi umat-Nya
    -- perjanjian baru yang tak seperti perjanjian semula yang sudah usang yang berdasar perbuatan seseorang (9, 13).

2. Apakah isi perjanjian tersebut?
    -- hukum Allah yang ditaruh dalam akal budi dan ditulis dalam hati
    -- dengan demikian Allah akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat Allah
    -- mereka semua, besar kecil, akan mengenal Allah
    -- Allah tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka (10-11)

3. Apakah yang menjadi dasar pengampunan dalam hubungan dengan perjanjian tersebut? 
       -- Allah akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka (12)

Alasan:

4. Kenapa Allah membuat perjanjian baru? 
    -- kegagalan manusia memenuhi perjanjian yang terdahulu
    -- mereka tidak setia kepada perjanjian Allah, dan Allah menolak mereka,
    -- namun Allah menaruh belas kasihan kepada manusia (9, 12)

5. Kenapa diperlukan pengampunan tersebut?
    -- Allah adalah kudus, maka untuk menjadi umat-Nya manusia harus kudus pula
    -- dari dirinya sendiri telah terbukti gagal menjadi kudus

Cara:

6. Bagaimana penggenapan perjanjian tersebut?
    -- digenapi dalam Kristus (Luk 1:68-79; Ibr 8:1-7) 
    -- dimeteraikan oleh darah Kristus (Ibr 9:11-23)
    -- jadi, digenapi ketika Yesus mati di kayu salib

7. Bagaimana orang bisa beroleh manfaat dari perjanjian tersebut?
    -- semata-mata karena iman atas:
    -- Sifat Allah (Maz 86:5) 
    -- Belas kasihan Allah (Luk 7:42) 
    -- Penumpahan darah (Ibr 9:22) 
    -- Kematian Kristus (Kol 1:14) 
    -- Kuasa Anak (Luk 5:21-24) 

8. Bagaimana beroleh pengampunan tersebut?
    -- pertobatan manusia (Kis 2:38)
    -- iman kepada Kristus (Kis 10:43)

Implikasi:

9. Apa implikasi berupa respons atas perjanjian tersebut bagi setiap orang percaya, supaya hukum Allah yang ditaruh dalam akal budi dan ditulis dalam hatinya terlaksana efektif sepenuhnya dalam hidupnya? 
    -- ditaruh dalam akal budi supaya mengetahui dan memahaminya, ditulis dalam hati supaya mengamalkannya
    -- semata-mata hanya karya Roh Kudus dalam diri seseorang (2 Kor 3:3)
    -- maka harus menjalani hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus.

Ringkasan tafsiran/kesimpulan:

  1. Kaum Israel dan Yehuda tidak setia kepada perjanjian Allah, yang Allah adakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Allah menuntun mereka keluar dari tanah Mesir, yang pemenuhannya adalah berdasarkan perbuatan mereka; karenanya Allah telah menolak mereka.
  2. Setelah itu Allah mengadakan perjanjian baru; Allah menaruh hukum-Nya dalam akal budi dan menulisnya dalam hati mereka, Allah menjadi Allah mereka dan mereka menjadi umat-Nya.
  3. Perjanjian baru tersebut digenapi dalam Kristus Yesus dan dimeteraikan oleh darah-Nya.
  4. Maka pemenuhan perjanjian tersebut adalah semata-mata karena iman atas: Sifat Allah (Maz 86:5), Belas kasihan Allah (Luk 7:42), Penumpahan darah (Ibr 9:22), Kematian Kristus (Kol 1:14), Kuasa Anak (Luk 5:21-24).
  5. Dalam hubungan dengan perjanjian tersebut Allah mengampuni dosa karena belas kasihan Allah semata-mata, dan orang memperolehnya semata-mata melalui pertobatan (Kis 2:38) dan iman kepada Kristus (Kis 10:43).

Pesan:
Dengan perjanjian-Nya yang baru Tuhan menaruh hukum-Nya dalam akal budi para orang percaya supaya mengetahui dan memahaminya dan menuliskannya dalam hati mereka supaya mengamalkannya. Ia akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya. Mereka semua akan mengenal-Nya. Ia tidak lagi akan mengingat dosa-dosa mereka.

PENERAPAN

Butir-butir penerapan:

  1. Penerapan perjanjian Allah bagi setiap orang percaya, supaya hukum Allah yang ditaruh dan ditulis dalam akal budi dan hati terlaksana efektif sepenuhnya dalam hidup, adalah semata-mata hanya karena karya Roh Kudus dalam diri seseorang (2 Kor 3:3)
  2. Maka harus menjalani hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus.

Tujuan:
Menjalani hidup yang dipenuhi Roh Kudus.

Ayat hapalan: Ibrani 8:10
"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.”

IMS