Showing posts with label Alkitab. Show all posts
Showing posts with label Alkitab. Show all posts

Wednesday, February 9, 2011

PA PRIBADI (25)

Ibrani 3:15-19 
Epistel Minggu 27 Februari 2011

TEGUHLAH DALAM IMAN

Siapa Murtad Tidak Masuk

Minggu: SEXAGESIMA
Thema:
Khotbah: Markus 4:26-29
Epistel: Ibrani 3:15-19

15 Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman", 16 siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa? 17 Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? 18 Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? 19 Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.

Tentang: ketaatan dalam iman

TAAT DALAM IMAN
(15-19)

Tokoh:
Paulus atau orang lain (diduga sebagai penulis), dan orang-orang Kristen Yahudi

Tempat/waktu:
Diduga sebelum penghancuran bait Allah di Yerusalem AD 70

Proporsi:
Contoh kegeraman Allah kepada orang Israel yang dibawa oleh Musa keluar dari Mesir, karena perbuatan dosa yi ketidak taatan dan ketidak percayaan mereka kepada Allah, sehingga tidak ikut masuk tanah perjanjian.

Bentuk sastra:
surat berbentuk khotbah

Pokok bahasan: 
mendengar suara Allah dan mentaatiNya

Ringkasan isi:
15-19  Bangsa Israel yang Allah tuntun dbp Musa keluar dari perbudakan bangsa Mesir, mereka yang berbuat dosa, tidak mau mendengarkan dan mentaati suara Allah, tidak ikut masuk ke Tanah Perjanjian.
15  Allah telah firmankan: “jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”
16-18 Namun semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya: (1) Karena berbuat dosa, Allah murkai selama 40 tahun sampai semua mayatnya bergelimpangan di padang gurun; (2) karena tidak taat, Allah sumpahi tidak akan masuk ke tempat perhentian-Nya
19 Mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka

Ayat kunci utama: Ibrani 3:19
Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.

Pokok pikiran/tema utama:
Teguhkan iman dengan berkeinginan peka mendengar suara Allah, lalu mentaatinya.

Istilah penting:
mendengar (suara-Nya), berbuat dosa, tidak taat,  ketidakpercayaan

Ciri khas:

Hubungan struktural utama:
partikularisasi - generalisasi—15-18  Allah telah firmankan: “jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”. Namun semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa, sekalipun mereka mendengar suara-Nya, membangkitkan amarah Allah: (1) Karena berbuat dosa, Allah murkai selama 40 tahun sampai semua mayatnya bergelimpangan di padang gurun; (2) karena tidak taat, Allah sumpahi tidak akan masuk ke tempat perhentian-Nya. 19 Demikianlah mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.

Ayat paralel:
ay 15: Maz 95:7-8 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! 8 Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,

ay 16-18: Bil 14:1-35  Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. 2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! 3 Mengapakah TUHAN membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?" 4 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain: "Baiklah kita mengangkat seorang pemimpin, lalu pulang ke Mesir." 5 Lalu sujudlah Musa dan Harun di depan mata seluruh jemaah Israel yang berkumpul di situ. 6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, 7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. 8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." 10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel. 11 TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka! 12 Aku akan memukul mereka dengan penyakit sampar dan melenyapkan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari pada mereka." 13 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Jikalau hal itu kedengaran kepada orang Mesir, padahal Engkau telah menuntun bangsa ini dengan kekuatan-Mu dari tengah-tengah mereka, 14 mereka akan berceritera kepada penduduk negeri ini, yang telah mendengar bahwa Engkau, TUHAN, ada di tengah-tengah bangsa ini, dan bahwa Engkau, TUHAN, menampakkan diri-Mu kepada mereka dengan berhadapan muka, waktu awan-Mu berdiri di atas mereka dan waktu Engkau berjalan mendahului mereka di dalam tiang awan pada waktu siang dan di dalam tiang api pada waktu malam. 15 Jadi jikalau Engkau membunuh bangsa ini sampai habis, maka bangsa-bangsa yang mendengar kabar tentang Engkau itu nanti berkata: 16 Oleh karena TUHAN tidak berkuasa membawa bangsa ini masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada mereka, maka Ia menyembelih mereka di padang gurun. 17 Jadi sekarang, biarlah kiranya kekuatan TUHAN itu nyata kebesarannya, seperti yang Kaufirmankan: 18 TUHAN itu berpanjangan sabar dan kasih setia-Nya berlimpah-limpah, Ia mengampuni kesalahan dan pelanggaran, tetapi sekali-kali tidak membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, bahkan Ia membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat. 19 Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu, seperti Engkau telah mengampuni bangsa ini mulai dari Mesir sampai ke mari." 20 Berfirmanlah TUHAN: "Aku mengampuninya sesuai dengan permintaanmu. 21 Hanya, demi Aku yang hidup dan kemuliaan TUHAN memenuhi seluruh bumi: 22 Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan tanda-tanda mujizat yang Kuperbuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku, 23 pastilah tidak akan melihat negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka! Semua yang menista Aku ini tidak akan melihatnya. 24 Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya. 25 Orang Amalek dan orang Kanaan diam di lembah. Sebab itu berpalinglah besok dan berangkatlah ke padang gurun, ke arah Laut Teberau." 26 Lagi berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun: 27 "Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar. 28 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu. 29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku. 30 Bahwasanya kamu ini tidak akan masuk ke negeri yang dengan mengangkat sumpah telah Kujanjikan akan Kuberi kamu diami, kecuali Kaleb bin Yefune dan Yosua bin Nun! 31 Tentang anak-anakmu yang telah kamu katakan: Mereka akan menjadi tawanan, merekalah yang akan Kubawa masuk, supaya mereka mengenal negeri yang telah kamu hinakan itu. 32 Tetapi mengenai kamu, bangkai-bangkaimu akan berhantaran di padang gurun ini, 33 dan anak-anakmu akan mengembara sebagai penggembala di padang gurun empat puluh tahun lamanya dan akan menanggung akibat ketidaksetiaan, sampai bangkai-bangkaimu habis di padang gurun. 34 Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu: 35 Aku, TUHAN, yang berkata demikian. Sesungguhnya Aku akan melakukan semuanya itu kepada segenap umat yang jahat ini yang telah bersepakat melawan Aku. Di padang gurun ini mereka akan habis dan di sinilah mereka akan mati."

Ayat Konteks:
Konteks dekat:
Ibr 3:1-6 Yesus lebih tinggi dari Musa
7-19 Binasakarena murtad
Ibr 4:1-13 Hari perhentian yang disediakan Allah
14-5:10 Yesus sebagai Imam Besar
5:11-6:8 Peringatan supaya jangan murtad
6:9-20 Berpegang teguh pada pengharapan

Konteks jauh:
ay 16 … keluar dari Mesir dbp Musa Bil 14:2
ay 17 … bergelimpangan di padang gurun Maz 106:26 Lalu Ia mengangkat tangan-Nya terhadap mereka untuk meruntuhkan mereka di padang gurun,
ay 18 … tidak masuk ke tempat perhentianKu Bil 14:20-23

ay 15 … Pada hari ini ji8ka kamu mendengar suaraNya Maz 95:7f   Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!
ay 16 … membangkitkan amarah Allah Yer 32:29 Orang-orang Kasdim yang memerangi kota ini akan datang membakarnya dan menghanguskannya serta dengan rumah-rumah yang di atas sotohnya orang membakar korban kepada Baal dan mempersembahkan korban curahan kepada allah lain untuk menimbulkan sakit hati-Ku; 44:3, 8 Itu disebabkan oleh kejahatan yang telah mereka lakukan untuk menimbulkan sakit hati-Ku, yakni mereka pergi membakar korban dan beribadah kepada allah lain yang tidak dikenal oleh mereka sendiri, oleh kamu atau oleh nenek moyangmu. 8 Mengapa kamu mau menimbulkan sakit hati-Ku dengan perbuatan tanganmu, yakni membakar korban kepada allah lain di tanah Mesir yang kamu masuki untuk tinggal sebagai orang asing di sana? Mengapa kamu mau menjadi kutuk dan aib di antara segala bangsa di bumi?
ay 18 … tidak akan memasuki tempat perhentianNya Bil 14:23
             tidak taat Rom 11:30-32  Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, 31 demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan. 32 Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua.
ay 19 … ketidakpercayaannya Yoh 3:18, 36  Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 36 Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."

Ketidakpercayaan, unbelief:
A. Caused by:
Sin … Yoh 16:9
Satan … Yoh 8:43-47
Evil heart …  Ibr 3:12
Glory from one another … Yoh 5:44
Not belonging to Christ … Yoh 10:26
Judicial blindness … Yoh 12:37-40

b. Manifested in:
Questioning God’s Word … Kej 3:1-6; 2 Pet 3:4,5
Turning from God … Ibr 3:12
Questioning God’s power Maz 78:19, 20
Hating God’s messengers Kis 7:54,m 57
Resisting the Spirit Kis 7:51, 52
Discounting evidence Yoh 12:37
Opposing the Gospel… 1 Tes 2:14-16
Rejecting Christ Yoh 12:48, Yoh 16:9

C. Consequences of, seen in:
Hindering miracles Mat 13:58
Exclusions from blessings Ibr 3:15-19
Condemnation … Yoh 3:18, 19
Rejection … Rom 11:20
Judgment … Yoh 12:48
Death … Yoh 8:24, 25
Destruction … 2 Tes 1:8, 9
God’s wrath … Yoh 3:36

D. Those guilty, described as: 
Stiffnecked … Kis 7:51
Closed ears … Yer 6:10
Hardened … Ef 4:18
Rebels … Bil 17:10

Unbelievers – those who reject Christ:
Condemnation of … Mark 16:16
Intermarriage with Christians forbidden ,,, 2 Kor 6:14, 15

Hearers – those who hear:
A. Elements necessary in:
Attentiveness … Neh 8:1-3
Belief … Rom 10:14
Conviction … Kis 2:37
Discrimination … Luk 8:18

B. Reactions of:
Responsiveness … 2 Sam 7:17-29
Repentance … 2 Sam 12:12, 13
Rebellion … Hez 33:30-33
Retreat … Yoh 6:60-66
Resistance … Kis 7:51-54
Rejoicing … Kis 13:48
Rejection … Kis 28:23-29
Research … Kis 17:11

Penyataan Kristus: Maha pengampun, Maha kasih

PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: ketidakpercayaan
b. Hubungan utama: 
partikularisasi - generalisasi—15-18  Allah telah firmankan: “jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”. Namun semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa, sekalipun mereka mendengar suara-Nya, namun telah membangkitkan amarah Allah: (1) Karena berbuat dosa, Allah murkai selama 40 tahun sampai semua mayatnya bergelimpangan di padang gurun; (2) karena tidak taat, Allah sumpahi tidak akan masuk ke tempat perhentian-Nya. 19 Demikianlah mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka.
      -- Aspek utama: membangkang tidak mau mendengar suara-Nya
c. Tema utama/pokok pikiran utama:
Teguhkan iman dengan berkeinginan peka mendengar suara Allah lalu mentaati-Nya, berpegang teguh pada pengharapan.

Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah yang dimaksud dengan ketidakpercayaan?
     --- tidak mau percaya, tidak mau yakin, dan tidak punya pengharapan akan sesuatu janji, tawaran
     --  Stiffnecked/keras kepala tidak mau percaya Kis 7:51 Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.
    
… Closed ears /menutup telinga tidak mau mendengar … Yer 6:10 Kepada siapakah aku harus berbicara dan bersaksi, supaya mereka mau memperhatikan? Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar! Sungguh, firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya!
     --- Hardened/ degil hati … Ef 4:18 dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
     ---Rebels … Bil 17:10 TUHAN berfirman kepada Musa: "Kembalikanlah tongkat Harun ke hadapan tabut hukum untuk disimpan menjadi tanda bagi orang-orang durhaka, sehingga engkau mengakhiri sungut-sungut mereka dan tidak Kudengar lagi, supaya mereka jangan mati."

2) Apakah artinya mendengar suara Allah? 
     -- bagi orang percaya menangkap tuntunan/arahan Roh Kudus 
     -- tidak mentaati firmanNya

Alasan
5) Kenapa timbul ketidakpercayaan? 
     -- Dosa … Yoh 16:9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku;
     -- Iblis  … Yoh 8:43-47 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. 44  Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. 45 Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku. 46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku? 47  Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah."
    -- Hati jahat murtad  …  Ibr 3:12 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup.
     --- Hormat dari orang lain … Yoh 5:44 Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?
     --- Bukan pengikut Kristus … Yoh 10:26  tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
     --- Buta hukum, degil hati … Yoh 12:37-40 Dan meskipun Yesus mengadakan begitu banyak mujizat di depan mata mereka, namun mereka tidak percaya kepada-Nya, 38 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?" 39 Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: 40  "Ia telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati, lalu berbalik, sehingga Aku menyembuhkan mereka." 

Cara
6) Bagaimana terjadi ketidakpercayaan mereka?
     -- Tidak menuruti dorongan Roh Kudus
     -- Tidak menerima Yesus Tuhan Juru Selamat
7) Bagaimana mendengar suara Allah?
     -- Membaca dan merenungkan firman-Nya dbp Roh Kudus
     -- Attentiveness … Neh 8:1-3 maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di halaman di depan pintu gerbang Air. Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel. 2  Lalu pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. 3 Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu.
    --- Belief … Rom 10:14  Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
     --- Conviction … Kis 2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
Discrimination … Luk 8:18  Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."

Implikasi
8) Apa yang tersirat dari ketidakpercayaan mereka? 
     -- Hindering miracles Mat 13:58
     -- Exclusions from blessings Ibr 3:15-19
     -- Condemnation … Yoh 3:18, 19
     -- Rejection … Rom 11:20
     -- Judgment … Yoh 12:48
     -- Death … Yoh 8:24, 25
     -- Destruction … 2 Tes 1:8, 9
     -- God’s wrath … Yoh 3:36

9) Apa yang tersirat terjadi kalau mau mendengar?
     -- Responsiveness … 2 Sam 7:17-29 
     -- Repentance … 2 Sam 12:12, 13
     -- Rebellion … Hez 33:30-33 
     -- Retreat … Yoh 6:60-66
     -- Resistance … Kis 7:51-54
     -- Rejoicing … Kis 13:48 
     -- Rejection … Kis 28:23-29
     -- Research … Kis 17:11 

Kesimpulan:
1. Akibat dari ketidakpercayaan adalah tidak masuk ke tempat perhentianNya
2.  Maka harus berkeinginan mendengar Allah, lalu Roh Kudus akan menuntun
3.  Mau mendengar dan percaya akan mampu mempertahankan iman kepercayaannya

Pesan:
Teguhkan iman dengan berkeinginan peka mendengar suara Allah lalu mentaati-Nya, berpegang teguh pada pengharapan.

PENERAPAN
Evaluasi
:
Berlaku juga untuk orang percaya masa kini.

Butir-butir penerapan:
1. Tekun bersaat teduh, membaqca, berdoa, merenungkan firman-Nya
2. Rajin ber PA Pribadi dan PA Kelompok
3. Rajin ke persekutuan doa bersama sesama orang percaya

Tekad/Tujuan
Melatih kepekaan mendengar suara Allah melalui doa dan renungan firman-Nya.

Ayat hapalan: Ibrani 3:19
Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka

IMS 100115

DISKUSI PA

1. Kenapa orang-orang Israel yang Musa tuntun kelouar dari perbudakan Mesir berontak sampai tak mau/bisa mendengar suara Allah dan mentaatinya, dengan akibat tak ikut masuk ke Tanah Perjanjian? Baca juga: Kis 7:51; Yer 6:10; Ef 4:18; Bil 17:10.

2. Bagaimana pula kita orang-orang percaya masa kini bisa terjerumus menyimpang dari jalan Tuhan? Baca juga: Kej 3:1-6; 2 Pet 3:4,5; Ibr 3:12; Maz 78:19, 20; Kis 7:54,m 57; Kis 7:51, 52; Yoh 12:37; 1 Tes 2:14-16; Yoh 12:48, Yoh 16:9; dan juga: Yoh 16:9; Yoh 8:43-47; Ibr 3:12; Yoh 5:44; Yoh 10:26; Yoh 12:37-40.

3. Apa yang perlu anda lakukan untuk konsisten berpegang pada iman Kristiani? Baca juga: Neh 8:1-3; Rom 10:14; Kis 2:37; Luk 8:18; dan juga: 2 Sam 7:17-29; 2 Sam 12:12, 13; Hez 33:30-33; Yoh 6:60-66; Kis 7:51-54; Kis 13:48; Kis 28:23-29; Kis 17:11.

Tuesday, September 7, 2010

III. KAIDAH PENELAAHAN ALKITAB (4)

6. Mengenal Kesalahan Doktrinal

Azas ketiga juga berguna sebagai alat mengenal dan memahami kesalahan doktrinal. Sebaliknya dapat diterapkan kepada pembawa atau yang melahirkan setiap pengajaran atau doktrin, yaitu apakah mereka memikirkan kepentingan dirinya atau kepentingan Allah

16 Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. 17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. 18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya (Yoh. 7:16-18).

Dan karena semua doktrin datang melalui orang, maka kemurnian semua doktrin sangat dipengaruhi keadaan hati pribadi yang membawanya. Maka kita akan mudah memahami kesalahan atau penipuan dengan memahami dosa penyebabnya. Contohnya Galatia 6:12-13

12 Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus. 13 Sebab mereka yang menyunatkan dirinyapun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah (Gal 6:12-13),

Paulus menunjukkan bahwa keinginan besar mereka untuk menghindari penganiayaan dan untuk bermegah adalah akar penyebab kesalahan doktrinal mereka, yang menyuruh orang non Yahudi juga harus bersunat, sedangkan dalam Markus 7:6-7

6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia (Markus 7:6-7).

Yesus menunjukkan, bahwa doktrin para Parisi adalah buah dosa dalam hati mereka.


Kita semua akan dihadapkan dengan doktrin-doktrin yang meragukan, maka kita memerlukan dasar alkitabiah yang konsisten untuk mengevaluasinya. Tetapi disamping PA, anda harus peka terhadap dosa, “keluarkan dahulu balok dari matamu”. . .

5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." (Mat. 7:5).


Berikut ini sepuluh macam dosa, lima dosa pertama terhadap Alkitab (yang mudah dideteksi langsung dalam argumentasi yang digunakan) dan lima selebihnya terhadap hati (yang menciptakan kelemahan seseorang terbuka terhadap penipuan).

1. Menolak bagian-bagian dari nas benar Alkitab (terang-terangan atau diam-diam). Sebaliknya, menambah pada nas Alkitab. Dilakukan terang-terangan oleh banyak aliran sesat dan secara halus oleh sebagian orang Kristen, di antaranya Christian Science, Mormon, Saksi Jehovah. Bandingkan Ulangan 4:2, 12:32; Amsal 30:5-6; Wahyu 22:18-19. Juga Ulangan 5:24-29; Yesaya 66:2.

2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu (Ul 4:2).

32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya (Ul 12:32).

5 Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. 6 Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta (Ams 30:5-6),

18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. 19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini." (Wah 22:18-19)

24 dan berkata: Sesungguhnya, TUHAN, Allah kita, telah memperlihatkan kepada kita kemuliaan dan kebesaran-Nya, dan suara-Nya telah kita dengar dari tengah-tengah api. Pada hari ini telah kami lihat, bahwa Allah berbicara dengan manusia dan manusia itu tetap hidup. 25 Tetapi sekarang, mengapa kami harus mati? Sebab api yang besar ini akan menghanguskan kami. Apabila kami lebih lama lagi mendengar suara TUHAN, Allah kita, kami akan mati. 26 Sebab makhluk manakah yang telah mendengar suara dari Allah yang hidup yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti kami dan tetap hidup? 27 Mendekatlah engkau dan dengarkanlah segala yang difirmankan TUHAN, Allah kita, dan engkaulah yang mengatakan kepada kami segala yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah kita, maka kami akan mendengar dan melakukannya. 28 Ketika TUHAN mendengar perkataanmu itu, sedang kamu mengatakannya kepadaku, maka berfirmanlah TUHAN kepadaku: Telah Kudengar perkataan bangsa ini yang dikatakan mereka kepadamu. Segala yang dikatakan mereka itu baik. 29 Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya! (Ul 5:24-29);

2 Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku. (Yes 66:2).

2. Mempertentangkan satu nas terhadap nas lain. Misalnya Ulangan 6:4 terhadap Daniel 7:9-14 atau Kisah 10:38

4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ul 6:4)

terhadap

9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; 10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. 11 Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. 12 Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya. 13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah (Dan 7:9-14),

atau

yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia (Kis 10:38);

yang melakukan ini menunjukkan ia tidak sepenuhnya memahaminya.

3. Mencari dukungan untuk gagasan praduga--pikiran tertutup. Sadar atau tak sadar membuat Alkitab mengatakan apa yang dimauinya. Suatu masalah kehilangan obyektivitas.

4. Berusaha keras mendamaikan kebenaran Allah dengan filsafat duniawi--kompromi. Jenis spesifik dari dosa terdahulu, sangat umum. Kita diingatkan oleh Paulus akan bahayanya, lihat Kolose 2:8 dan 1 Korintus 1:20-21

8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus (Kol 2:8)

dan

20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil (1 Kor 1:20-21),

menghasilkan: etika situasi dan humanisme sekular.

5. Menerima (atau menolak) pengajaran tanpa penelaahan pribadi dan doa--kesembronoan. Umum diantara orang Kristen. Bandingkan:

11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.12 Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani (Kis 17:11-12);

15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu (2 Tim 2:15).

6. Menolak menuruti tuntunan atau pendirian Roh Kudus. Akibat terbiasa tidak patuh pada tuntunan dan perintah Allah (Kis 28:27; Mat 13:15; 1Tim 4:1-3)

27 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka (Kis. 28:27);

15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka (Mat. 13:15);

1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. 3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran (1 Tim. 4:1-3).

Bagaimana seharusnya, lihat Ibr 5:11-14 dan 1Kor 3:2

11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat (Ibr 5:11-14);

2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya (1 Kor 3:2).

7. Gila pengetahuan. Keinginan akan pengetahuan tanpa keinginan tulus untuk hidup dalam kasih (1Kor 8:1-3; 1Kor 13:2)

1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. 2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. 3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah (1 Kor. 8:1-3);

2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna (1 Kor 13:2).

Bandingkan bagaimana seharusnya

5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. 6 Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia. 7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan (1 Tim 1:5-7);

1 Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang. 2 Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih. (6-2b) Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini 1 Tim 6:1-2);

8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia. 9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka (Tit 3:8-9);

3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik 4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, 5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tan 6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal 7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, 8 sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. 9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, 10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita (Tit 2:3-10).

8. Penyembahan berhala--pemujaan berlebihan. Kasih sayang yang salah alamat. Apa yang kita kasihi, pada apa kita percaya, siapa yang kita percayai, di mana kita menyimpan harta, kesemuanya menunjukkan siapa atau apa yang kita sembah. Jika kita lebih mengasihi atau lebih percaya pada sesuatu dari pada Allah, atau menyimpan harta di suatu tempat lebih daripada dalam Allah, itu adalah penyembahan berhala. Akibatnya pikiran kita dibutakan dan hati kita dikeraskan, kehilangan kepekaan akan kebenaran dan terbuka akan penipuan, dan kehilangan kemampuan menerima berkat Allah dengan iman. Maka carilah dan pikirkanlah perkara yang di atas . . .

1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kol. 3:1-2).

9. Iman pada diri sendiri. Semacam penyembahan berhala juga. Menagih berkat dengan motif yang salah

3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu (Yak. 4:3),

demi memuaskan keinginan sendiri, tanpa terlebih dahulu mentaati perintah

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat. 22:37),

tanpa

“. . . carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).

10. Keinginan membenarkan diri. Kesalahan hati yang sangat umum yang menuntun kepada kesalahan penafsiran, akibat kecenderungan hati duniawi mecoba membenarkan sikapnya yang salah tidak mengasihi dan menaati Allah dari dalam hati. Hasilnya, kesukaan memberi kelonggaran dan legalisme.

Ke lima dosa terakhir menekankan betapa vitalnya hati yang murni untuk doktrin yang murni, karena

“dengan hati orang percaya” (Rom. 10:10).

Tak soal sebagaimana terdidiknya pun pikiran, hati yang tak murni akan konsisten mengaburkan kebenaran.


Daftar di atas belumlah mencakup semua yang mungkin ada, tetapi cukuplah contoh untuk memahami masalahnya.


Setelah memahami kaidah PA dengan baik, mulailah coba lanjutkan dengan penerapannya dalam PA-PRIBADI. Lakukan secara rutin sekali seminggu, atau paling tidak sekali dua minggu. Sebaiknya diselesaikan dalam satu sesi.

IMS 100907

Thursday, August 26, 2010

PA PRIBADI (17)

Roma 13:8-10                                  Epistel Minggu 29 Agustus 2010

KASIHI SIAPA SAJA SEPERTI DIRI SENDIRI
Sebagai Balasan atas Kasih Allah

8  Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9  Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10  Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Tentang: Hutang saling mengasihi

KASIHI SIAPA SAJA SEPERTI DIRI SENDIRI
(8-10)

Tokoh: Paulus dan orang-orang Kristen Yahudi dan non-Yahudi di Roma

Tempat/waktu: Roma, Korintus tahun AD 57 sebelum berangkat ke Yerusalem sebelum meneruskan niatnya mengunjungi Spanyol.

Proporsi: mengasihi sesama adalah kegenapan hukum Taurat

Bentuk sastra: surat

Pokok bahasan: saling mengasihi

Ringkasan isi:
Jangan berhutang apa pun  kepada siapapun juga, tetapi hendaklah saling mengasihi. Ini adalah untuk memenuhi hukum Taurat (8-10).
Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana juga sudah tersimpul dalam firman “Kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri!” (9).
Karena kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, maka kasih adalah kegenapan hukum Taurat (10)

Ayat kunci utama: Roma 13:8
Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

Pokok pikiran/tema utama:
Jangan berhutang kepada siapa pun, tetapi hendaklah saling mengasihi.

Istilah penting: berhutang, kasih (saling mengasihi)

Ciri khas: Surat Paulus ini berbeda bentuk dari surat biasa, lebih berupa tulisan tersusun rapi sebagai pernyataan imannya menjadi tuntunan iman bagi pembacanya

Hubungan struktural utama: penentangan—jangan berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah saling mengasihi, sebab barang siapa mengasihi sesamanya manusia ia sudah memenuhi hukum Taurat (8). Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! (9). Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat (10)

Ayat paralel:
ay 9: Kel 20:13-15, 17   Jangan membunuh. 14  Jangan berzinah. 15  Jangan mencuri. 17  Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."; Im 19:18  Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.; Ul 5:17-19, 21  Jangan membunuh. 18 Jangan berzinah. 19 Jangan mencuri. 21 Jangan mengingini isteri sesamamu, dan jangan menghasratkan rumahnya, atau ladangnya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.

Ayat Konteks
Konteks dekat:
Rom 13:1-7 Kepatuhan kepada pemerintah
-- Rom 13:7  Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

Rom 12:1-8 Persembahan yang benar
-- Rom 12:1-2  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Rom 12:9-21 Nasihat untuk hidup dalam kasih
-- Rom 12:9-11  Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. 10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. 11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Konteks jauh:
ay 8: berhutang—due Mat 18:28, 34  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.; Rom 13:8 (lihat teks); Flm 19  aku, Paulus, menjaminnya dengan tulisan tanganku sendiri: Aku akan membayarnya--agar jangan kukatakan: "Tanggungkanlah semuanya itu kepadamu!" --karena engkau berhutang padaku, yaitu dirimu sendiri.

ay 8: mengasihi sesama … memenuhi hukum Taurat
-- Mat 7:12  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

ay 9: firman ini … kasihilah sesamamu manusia
-- Yoh 13:34  Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Owe—an obligation of
. Financial debt … Mat 18:24, 34  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 34 (lihat di atas)

. Moral debt … Flm 18, 19    Dan kalau dia sudah merugikan engkau ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku—19 (lihat di atas)

. Spiritual debt … Rom 13:8 (lihat teks)

Penyataan Kristus: kasih

PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: berhutang
b. Hubungan utama: penentangan—jangan berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah saling mengasihi, sebab barang siapa mengasihi sesamanya manusia ia sudah memenuhi hukum Taurat (8). Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! (9). Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat (10).
      -- Aspek utama: saling mengasihi
c. Tema utama/pokok pikiran utama: Jangan berhutang kepada siapa pun, selain dari pada saling mengasihi.

Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah maksudnya berhutang dalam ayat 8?
     -- Secara umum berhutang meliputi kewajiban utang finansial (Mat 18:24, 34), utang moral (Flm 18, 19), dan utang rohani (Rom 13:8)
      -- jadi yang dimaksudkan dalam ayat 8 adalah utang rohani

2) Apakah maksudnya saling mengasihi pada ayat 8? 
     -- saling berbuat baik

Alasan
3) Kenapa jangan berhutang?  
     -- jangan berhutang/meminjam kalau tak akan mampu membayar lunas kembali, supaya tidak berhutang
     -- jangan tergoda (spekulasi) berhutang (hanya karena dorongan nafsu) padahal tak bakalan mampu melunasi
     -- jangan berhutang untuk berfoya-foya
     -- jangan membiarkan hutang tak dibayar

4) Kenapa saling mengasihi?
     -- memenuhi hukum Taurat, perintah Yesus

Cara
5) Bagaimana berhutang?
     -- menerima kebaikan orang tanpa membalas
     -- tergoda tawaran tipu orang

6) Bagaimana saling mengasihi?
     -- bersedia mengorbankan waktu, uang, ketenangan, demi orang lain tanpa pamrih
     -- tidak berbuat jahat, merugikan

Implikasi
7) Apa yang tersirat dari pernyataan “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi”? 
     -- Orang berhutang kasih kepada Allah, padahal kita tak akan mampu melunasinya, maka hendaklah selalu menaruh kasih, berbuat baik, kepada orang lain tanpa pandang bulu.

8) Apa yang tersirat dari pernyataan saling mengasihi?
     -- membalas kasih Allah
     -- berbagi kasih kepada orang lain, siapa saja

Kesimpulan:
1.  Demikian besar kasih Allah kepada manusia sampai mengorbankan anak tunggalnya mati tersalib demi menanggung dosa manusia, menjadi tebusan bagi siapa yang mau percaya.
2.  Kita orang percaya tak akan mungkin melunasi hutang kasih Allah selain dari pada balik mengasihi orang lain.
3.  Mengasihi orang lain berarti berbuat baik dan peduli akan orang lain.

Pesan:
Jangan berhutang (terhutang, tak memenuhi kewajiban hutang) apa-apa kepada siapa pun, tetapi hendaklah saling mengasihi.

PENERAPAN
Evaluasi
:
Pelajaran Paulus dan perikop ini juga berlaku bagi semua orang percaya.

Butir-butir penerapan:
1. Berusaha tidak egois, peduli kepentingan, kesejahteraan orang lain juga
2. Selalu berbuat baik bagi orang lain,
3. Memupuk kasih melalui peneguhan iman, tekun ST & PA

Tekad/Tujuan
Tidak mementingkan diri.

Ayat hapalan:

Rom 13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

IMS 100817

Monday, June 28, 2010

I. AJAKAN MENELAAH ALKITAB (4)

IV. Cara menelaah Alkitab
1. Mempelajari Alkitab dilakukan bertahap: Pengamatan, Penafsiran, Penerapan. Pengajar Alkitab terkenal, Dr. James M. Gray, menyatakan, “Hanya ada satu hukum untuk mempelajari Alkitab, yaitu dengan membaca Kitab tersebut, dan setelah membacanya, ulangi sekali lagi, dan kemudian duduklah dan bacalah kembali dan sesudah itu ulangi sekali lagi dan dengan demikian anda akan mengenal Kitab tersebut.” Mempelajari Alkitab dimulai dengan penyelidikan, yaitu mengamati lalu menafsirkan bacaan, dan akhirnya terapkanlah Firman Tuhan tersebut dalam hidup anda. Ketiga langkah yang sederhana ini merupakan kunci yang membuka pintu untuk mempelajari Alkitab dengan bersemangat. Berdoalah untuk penerangan Roh Kudus; tanpa terang-Nya, pengertian yang benar tak dapat dicapai.
Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu—dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta—dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia” (1 Yoh. 2: 27; baca juga mulai ayat 20-).
2. Mengamati apa arti setiap cuplikan nas Kitab Suci kepada pembaca atau pendengar semula, lalu menafsir apakah dan bagaimana kita harus memakai atau menerapkan cuplikan itu dewasa ini. Jika kita tidak harus menerapkan cuplikan itu, kita perlu tahu mengapa kita tidak harus. Dan jika kita harus menerapkannya, kita ingin melakukan penerapan yang tepat. Namun banyak penelaah Alkitab tidak mempunyai kepercayaan diri akan kemampuan menafsirkannya dengan betul dan karenanya menjadi takut. Tetapi Ketika menafsir Alkitab, kita dapat membuat prosesnya terlalu mudah atau terlalu sulit. Banyak faktor yang terlibat dalam penafsiran Alkitab.
3. Rahasia PA Pribadi maupun PA Berkelompok terletak dalam mencari lubuk hati Allah dalam apa yang kita baca. Banyak orang telah menemukan lubuk hati Allah dalam bacaan Alkitab mereka, dan cuplikan-cuplikan itu tiba-tiba menjadi paling menarik, menjadi hidup. Tidak ada yang lebih diinginkan orang dari pada lubuk hati Allah, bila anda menyadarinya dengan hati anda, berbicara dari hati ke hati dengan Allah. Dan ini hanya diperoleh dengan penerapan sungguh-sungguh prinsip dasar atau kaidah atau asas-asas Penelaahan Alkitab melalui tahapan pengamatan, penafsiran, dan penerapan: “Apa katanya (sebagaimana tertulis dalam bagian Alkitab yang ditelaah)?” “Apakah itu sejalan dan selaras (dengan bagian lain Alkitab)?” “Apakah saya sejalan dan selaras (dengan bagian Alkitab yang ditelaah tersebut)?” Alkitab adalah tempat pertemuan dalam hubungan kita dengan Allah. Jadi, Anda harus menangkap pesan-pesan Alkitab secara tangan pertama, bukan dari tangan kedua (second hand = bekas pakai!). Dalam ber-Saat Teduh membacanya, Allah ingin berbicara kepada kita dan mengungkapkan diri-Nya sendiri kepada kita. Lubuk hati Allah adalah sasaran kita. Itu tak mungkin diperoleh dari tangan kedua.
4. Dalam doa memohon bimbingan Roh Kudus
“yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh. 14:26),
membuat pertanyaan-pertanyaan yang tepat, mencatat apa yang anda amati dan temukan, lalu menafsirkan dan menerapkan kebenaran-kebenaran yang anda temukan.
“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yak. 1:22; lihat juga Mat. 7:26-27)).
Maka anda akan dengan perasaan penuh suka cita menyukai penelaahan Alkitab. Lakukan dengan disertai kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan. Karena Alkitab diberikan bukan untuk memperluas pengetahuan kita, tetapi untuk mengubah kehidupan kita, untuk mengenal Yesus Kristus dan menjadi seperti Dia dalam sikap, kelakuan, cara berpikir, cara berbicara, cara bertindak, dan nilai-nilai kita, maka Amanat Agung dalam Matius 28:19-20, akan dipenuhi dan jiwa-jiwa akan diselamatkan.
5. Telaah dengan sistimatis, menurut rencana atau pola tertentu, menurut prosedur yang sama, yaitu:
  • Mengamati dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
  • Menafsir dengan menganalisis apa maksud teks yang sedang diamati.
  • Memeriksa korelasi dan keselarasan dengan bagian lainnya dari Alkitab.
  • Menarik kesimpulan, merenungkannya dalam doa, dan bertekad di bawah pimpinan Roh Kudus menerapkannya secara praktis dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menelaahnya dengan sikap Yakub,
    “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku” (Kej. 32:26).
Anda bisa menelaah bagian-bagian Alkitab berulang kali tanpa khawatir akan kehabisan kekayaan yang ada di dalamnya.
6. Bersamaan dengan itu, hendaklah anda dengan disiplin ber-Saat Teduh setiap hari. Anda dapat belajar bagaimana mengikut Allah dengan merenungkan Firman-Nya. Merenungkan artinya memakai waktu membaca dan memikirkan tentang apa yang anda baca. Artinya, dalam hal ini sewaktu ber-Saat Teduh, menanya diri sendiri bagaimana anda harus berubah sehingga anda hidup seperti yang Allah kehendaki. Mengetahui dan merenungkan Firman Allah adalah langkah pertama menuju penerapannya dalam hidup sehari-hari anda. Jika anda ingin mengikut Allah lebih dekat lagi anda harus tau apa yang dikatakan-Nya.
Jika anda belum pernah melakukannya atau masih saja merasa tidak mampu, cobalah mulai ber-PA Pribadi mengikuti petunjuk di halaman-halaman selanjutnya. Ajaklah 2-3 orang atau lebih anggota Jemaat dalam Lingkungan anda yang sama-sama berminat membentuk dan ambil bagian dalam kegiatan Kelompok PA.
IMS 100628

I. AJAKAN MENELAAH ALKITAB (2)

II. Alasan Menelaah Alkitab

1. Tuhan ingin mengubah secara radikal kehidupan setiap orang melalui Firman-Nya. Itulah Amanat agung Alkitab. Tujuan utama Alkitab bukanlah menceriterakan bagaimana sorga, tetapi bagaimana caranya menuju ke sorga, yaitu dengan menerapkan Firman-Nya dalam hidupnya, mempersiapkan mereka untuk hidup kekal dalam kemuliaan bersama-Nya.

Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian (Yes 42:23)? Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba (1 Kor 10:11); dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan (2 Tes 3:4).

Firman Tuhan memiliki kuasa untuk mengubah pribadi-pribadi, siapa saja, di mana saja, berkedudukan tinggi atau rendah, kaya atau miskin, berpendidikan atau buta huruf. Alkitab mempunyai kuasa untuk mengubah seorang Kristen yang baru atau yang lemah menjadi manusia beriman yang dewasa dan menang. Firman Allah adalah alat utama Roh Kudus untuk merenovasi kepribadian dan pengembangan hati nurani Kristiani kita. Kita diubah dari dalam ketika belajar kehendak Allah dari Firman-Nya, dan kita memilihnya sebagai jalan hidup kita karena rahmat dan Roh-Nya. Proses ini disebut penyucian atau pengudusan.

Kuduskanlah mereka dalam kebenaran”,

kata Yesus,

“firman-Mu adalah kebenaran” (Yoh. 17:17).

Bandingkan,

Kamu telah belajar mengenal Kristus.  Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu (Ef. 4:20-23). Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya (Kol. 3:9-10).

Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh. 15:3).

2. Setiap orang percaya harus berkeinginan

“hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh. 2:6).

Maka harus tahu: Bagaimana Yesus hidup di antara orang-orang? Bagaimana Ia memperlakukan wanita? Apakah sikap-Nya terhadap tradisi agamawi? Apa yang Ia pikir penting dalam ibadah? Prinsip-prinsip apa yang menentukan tindakan-Nya? Hanya ada satu tempat untuk mendapat jawaban pasti dan kekal Alkitab! Jika kita mau semakin seperti Yesus kita harus belajar tentang hidup-Nya melalui Alkitab dan kemudian dengan anugerah-Nya memilihnya untuk hidup sehari-hari. Terkait erat dengan ini adalah peranan Alkitab mengembangkan suara hati Kristiani. Orang mungkin berfikir, bahwa dengan memberikan hidupnya kepada Kristus, orang Kristen akan hampir dengan berdasarkan intuisi mengetahui atau membedakan hal yang benar dari yang salah dalam dunia. Namun tidaklah demikian. Gagasan Allah akan kebenaran diungkapkan dalam pribadi Yesus dan jalan iman dalam-Nya. Gagasan kebenaran ini,

“Jalan kebenaran Allah” (Rom. 3:21),

harus mengajar hati nurani kita. Textbook-nya adalah Alkitab.

3. Alkitab adalah Firman Allah, penyataan Allah dalam bentuk tulisan, yang diilhamkan Allah. Artinya jika kita ingin mengenal Allah dan isi hatinya, tidak ada jalan lain selain membaca dan menelaah Alkitab. Bertumbuh menyerupai Kristus, yang merupakan tujuan hidup setiap orang percaya, harus dipupuk melalui penelaahan dan penerapan Firman Tuhan. Banyak orang yang berubah hidupnya setelah membaca Alkitab. Selain itu, sejarah sudah membuktikan betapa Alkitab telah menjadi sumber inspirasi yang mempengaruhi begitu banyak orang dalam berbagai bidang, misalnya seni lukis, sastra, musik, arkeologi, hukum, etika, dan sebagainya.

4. Firman Allah mempunyai peran penting menentukan dalam Pekabaran Injil dan Pendewasaan Kristiani. Untuk itu, adalah penting bagi setiap orang Kristen menelaah atau mengkaji Alkitab. Dan peka mendengar suara-Nya ketika menemukan lubuk hati-Nya dalam nas Kitab Suci yang dibaca dan direnungkan dengan tekun dan teratur. Maka telah lebih dahulu mengenal, merasakan, dan mengalami sendiri betapa nikmatnya mengikut Tuhan dan bergaul akrab dengan Allah dan Firman-Nya.

5. Mempelajari atau menelaah Alkitab bukanlah hal yang sulit. Setiap orang percaya telah Allah mampukan untuk itu.

6. Maka untuk menunjang ini dianjurkan supaya Kelompok-kelompok Kecil Penelaahan Alkitab (KK-PA) ditumbuh-giatkan di setiap Lingkungan (Sektor/Wijk) di setiap Jemaat. Tujuan KK-PA adalah mendorong dan membantu para anggota jemaat menjadi mampu dengan percaya diri dan secara benar melakukan PA Pribadi, selain bersaat teduh setiap hari, dengan disiplin dan teratur, dan sepenuh hati dan pikiran menjadi pelaku Firman, menjalani hidup yang dipenuhi-Roh, menuju tercapainya Jemaat yang misioner.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda telah membiasakan diri untuk membaca Alkitab setiap hari? Jika belum, mulailah hari ini juga! Mengapa membiarkan hari-hari berlalu tanpa melakukan Saat Teduh setiap hari?

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Yos 1:8).

IMS - 100628

Saturday, March 6, 2010

PA-PRIBADI (4)

Mazmur 115:9-15                                      Epistel Minggu 7/03/2010
PERCAYALAH, ALLAH SUNGGUH PEDULI
Maz 115:9 Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 10 Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. 11 Hai orang-orang yang takut akan TUHAN, percayalah kepada TUHAN! --Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.
12 TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, 13 memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar.
14 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. 15 Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
Tentang: Kepedulian atau kasih setia Allah
Kasih karunia Allah vs kasih setia ummat-Nya
9 - 15
Tokoh: TUHAN, Israel, kaum Harun, orang-orang yang takut akan TUHAN baik kecil maupun besar
Tempat/Waktu: bait Allah (nyanyian ibadah)—penulis anonimus
Proporsi: keyakinan dan tanggapan akan kepedulian TUHAN
Bentuk sastra: prosa, monolog
Pokok bahasan: kepedulian Allah
Ringkasan isi:
9-15 Percayalah, TUHAN sungguh peduli akan umatnya, orang-orang yang takut akan Dia:
9-11 Ia adalah pertolongan dan perisai mereka,
12-13 Ia telah mengingat dan memberkati kita, baik yang kecil maupun yang besar,
14-15 Harapan sekali gus tantangan:
Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu dan anak-anak kamu, diberkatilah kamu oleh TUHAN pencipta langit dan bumi.
Ayat kunci:
ayat 14-15 “Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.”
Pokok pikiran/tema utama:
Percayalah, TUHAN adalah pertolongan dan perisai umatnya, Ia mengingat dan memberkati, baik yang kecil maupun besar, bahkan memberi pertambahan kepada umat-Nya yang takut akan TUHAN.
Istilah penting:
percaya, takut, pertolongan, melihat, memberkati
Ciri khas:
--
Hubungan struktural utama: generalisasiTUHAN peduli akan umat-Nya, bangsa Israel, kaum Harun, dan orang-orang yang takut akan TUHAN, Ia adalah pertolongan dan perisai mereka dahulu, kinipun Ia mengingat dan memberkati kita, yang kecil maupun yang besar (9-13). Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu dan anak-anakmu (14). Diberkatilah kamu oleh TUHAN yang menjadikan langit dan bumi (15).
     Aspek utama: kepedulian Allah, vs kesetiaan umat-Nya
Alternatif:
- kesaksian akan keallahan Allah (sebagai satu-satunya Allah yang benar)
- kesaksian hidup umat-Nya (sebagai umat pilihan Allah di tengah bangsa-bangsa)—Israel, bani Harun, dan yang takut akan TUHAN adalah pilihan Allah.
Ayat paralel:
ay 13 memberkati orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar: Why 11:18 dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi."; 19:5 Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: "Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!"
Ayat Konteks dekat:
ay 1-8 kuasa berhala dibandingkan dengan kuasa TUHAN

Konteks jauh:
ay 13 takut akan TUHAN . . . Maz 128:1 Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! ...Maz 103:2 tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
ay 9-13 jangan kuatir . . . Mat 6:25, 33-34 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
ay 13-15: Ulangan 6:1-9 "Inilah perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang aku ajarkan kepadamu atas perintah TUHAN, Allahmu, untuk dilakukan di negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, 2 supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN, Allahmu, dan berpegang pada segala ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu, dan supaya lanjut umurmu 3 Maka dengarlah, hai orang Israel! Lakukanlah itu dengan setia, supaya baik keadaanmu, dan supaya kamu menjadi sangat banyak, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allah nenek moyangmu, kepadamu di suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! 5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. 6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. 8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, 9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu
Penyataan Kristus:
kasih setia
PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: takut
b. Hubungan utama: generalisasiTUHAN peduli akan umat-Nya, bangsa Israel, kaum Harun, dan orang-orang yang takut akan TUHAN, Ia adalah pertolongan dan perisai mereka dahulu, kinipun Ia mengingat dan memberkati kita (9-13). Kiranya TUHAN memberi pertambahan (14). Diberkatilah kamu oleh TUHAN yang menjadikan langit dan bumi (15).
      -- Aspek utama:  kepedulian Allah, kesetiaan umat-Nya
c. Tema utama/pokok pikiran utama: Percayalah, TUHAN sungguh peduli, Ia adalah pertolongan dan perisai umat-Nya, Ia mengingat dan memberkati bahkan memberi pertambahan kepada umat-Nya yang takut akan TUHAN.
Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah artinya takut akan TUHAN?
    - hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya (Maz 128:1)
 
2) Apakah artinya Allah peduli?
    - kasih setia-Nya besar (Maz 103:2)
    - Ia mengingat dan memberkati umat-Nya (12)
Alasan 
3) Kenapa takut akan TUHAN?
     - Ia yang menjadikan langit dan bumi (15)
     - Ia memberkati siapa yang takut pada-Nya (13).
4) Kenapa Allah peduli?
     - Ia mecipta manusia sesuai rupanya (Kej 1:26)
     - tugas manusia adalah memelihara ciptaan-Nya (Kej 1:26).  -- 
Cara
5) Bagaimana supaya tetap takut akan TUHAN?
    - mencari tahu jalan yang ditunjukkan-Nya, yaitu tekun membaca dan merenungkan dan menelaah firman-Nya
    - selalu bersekutu dengan Dia, dengan Roh-Nya

6) Bagaimana menikmati kepedulian Allah?
   - taat setia akan perintah-Nya
Implikasi
7) Apa yang tersirat dari pernyataan takut akan TUHAN?
    - selalu hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. 
  
8) Jika Allah peduli akan kita para orang percaya, apa yang tersirat sebagai tanggapan orang percaya?
    - selalu menoleh pada-Nya, meminta petunjuk-Nya
Kesimpulan
1.  Setiap saat percaya dan takut akan TUHAN.
2. Jangan khawatir, Ia yang memelihara kita.
3.  Hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.

Pesan: Percayalah, TUHAN sungguh peduli, Ia selalu menolong dan melindungi umat-Nya, Ia mengingat dan memberkati bahkan memberi pertambahan kepada umat-Nya, setiap umat-Nya yang takut akan TUHAN, baik kecil maupun besar. Bagaimana responsku?.
PENERAPAN
Evaluasi
:
--
Butir-butir penerapan
1. Terus menerus meningkatkan iman percaya pada-Nya
2. Tekun mendalami dan menghayati firman-Nya, lalu menerapkannya.
Tekad/TujuanMempercayai dan hidup takut akan TUHAN.
Ayat hapalan:
Mazmur 115:14-15 Kiranya TUHAN memberi pertambahan kepada kamu, kepada kamu dan kepada anak-anakmu. Diberkatilah kamu oleh TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
IMS 100228

Sunday, February 28, 2010

PA-PRIBADI (3)

Lukas 7:36-50                              Epistel Minggu, 28 Februari 2010

PENYESALAN MENDALAM DISERTAI IMAN KEPADA YESUS

Luk 7:36  Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 37  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 38  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa." 40  Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru."

41  "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" 43  Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." 44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 45  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. 46  Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 47  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." 48  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." 49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" 50  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

Tentang: iman seorang perempuan berdosa

Iman yang Menyelamatkan 
36 - 50

Penyesalan disertai iman
36 - 40

Diampuni karena iman
41 - 50

Tokoh:
Yesus, Simon orang Farisi, perempuan berdosa

idem
Tempat/Waktu:
kota Nain (?),

idem
Proporsi:
penyelamatan perempuan berdosa

idem
Bentuk sastra:
narasi kejadian

idem
Pokok bahasan:
penyesalan yang mendalam

keselamatan karena iman
Ringkasan isi:
Simon, orang Farisi, berbeda pandangan dengan Yesus atas kedatangan seorang perempuan berdosa menemui Yesus (36-40):
- Yesus sedang memenuhi undangan jamuan makan Simon, orang Farisi, ketika seorang perempuan berdosa datang sambil membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi menemui Yesus (36-37).
- Ia menangis dekat kaki Yesus sampai air matanya membasahi kaki Yesus yang disekanya dengan rambutnya, lalu menciumi kaki Yesus. Kemudian ia meminyakinya dengan minyak wangi (38).
- Melihat itu Simon berkata dalam hatinya, kalau Yesus itu nabi tentu Ia tau siapa dan apakah perempuan yang menjamahNya itu dan tau ia seorang berdosa (39).
- Tetapi Yesus mengetahui apa yang Simon katakan dalam hatinya (40).

Yesus menunjukkan perbedaan penerimaan antara Simon dan perempuan berdosa itu atas kehadiran Yesus, bahwa perempuan itu datang dengan iman kepada Yesus (41-50).
- Yesus bertanya, siapa yang akan terlebih mengasihi seorang pelepas uang yang menghapus hutang dua orang karena tak sanggup membayarnya, yang satu 500 dinar yang lainnya 50 dinar; jawab Simon tentulah yang paling banyak dihapus hutangnya (41-43).
- Yeus membandingkan Simon dengan perempuan itu: 1) Simon tidak memberi air untuk membasuh kaki-Nya, perempuan itu membasahi kaki-Nya dengan air matanya lalu menyeka dengan rambutnya; 2) Simon tidak mencium Yesus, tetapi perempuan itu berkali-kali mencium kaki Yesus; 3) Simon tidak meminyaki kepala Yesus, perempuan itu meminyaki kaki-Nya dengan minyak wangi (44-46).
- Dosa perempuan yang banyak itu telah diampuni, sebab telah banyak berbuat kasih, tetapi orang yang sedikit diampuni sedikit juga ia berbuat kasih (47)
- Lalu Yesus menyatakan kepada perempuan itu, bahwa dosanya telah diampuni; ini membuat orang-orang terheran, siapa gerangan Ia yang dapat mengampuni dosa (48-49)
- tetapi Yesus berkata kepada perempuan iti, bahwa imannyalah yang telah menyelamatkannya, maka supaya pergi dengan selamat (50).
Ayat kunci utama: Lukas 7:50
Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"
Pokok pikiran/tema utama:
Jika menyadari telah berbuat dosa, datanglah kepada Yesus dengan penuh penyesalan, dan pertobatan, disertai iman penuh bahwa telah diselamatkan, artinya dosanya telah dihapuskan.
Istilah penting:
menangis/air mata, meminyaki, iman
Ciri khas:
---

Hubungan struktural utama:
generalisasi—Seorang perempuan berdosa datang menemui Yesus, yang sedang memenuhi undangan jamuan makan di rumah Simon, orang Farisi. Ia mendekati kaki Yesus dengan penuh tangisan, air matanya membasahi kaki Yesus, lalu ia menyeka dengan rambutnya, dan menciumi berkali-kali kaki-Nya, kemudian meminyakinya dengan minyak wangi dari buli-buli yang dibawanya (36-39). Padahal Simon sendiri sebagai tuan rumah tidak memberi Yesus air untuk membasuh kaki-Nya, tidak mencium Yesus, dan tidak meminyaki kepala-Nya (yang selayaknya dilakukan tuan rumah sesuai adat orang Yahudi). Simon terheran kenapa Yesus, kalaulah Ia nabi, tidak tau siapa dan apa perempuan berdosa itu. Yesus menegurnya dengan bertanya siapa yang akan terlebih mengasihi seorang pelepas uang yang menghapus hutang dua orang yang tak sanggup membayarnya, yang berhutang 500 dinar atau 50 dinar (40-46). Lalu Yesuspun menyatakan bahwa dosa perempuan itu telah diampuni, dan bahwa imannya telah menyelamatkannya (47-50).

     Aspek utama: penyesalan disertai iman

Ayat paralel:
Ay 37-38: Mat 26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan, Mrk 14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus, Yoh 12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Ayat Konteks:
ay 44 …tidak memberikan Aku air: Kej 18:4 Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini; 19:2 serta berkata: "Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan perjalanannya." Jawab mereka: "Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang.";43:24 Setelah orang itu membawa mereka ke dalam rumah Yusuf, diberikannyalah air, supaya mereka membasuh kaki; juga keledai mereka diberinya makan; Hak 19:21 Sesudah itu dibawanyalah dia masuk ke rumahnya, lalu keledai-keledai diberinya makan; maka merekapun membasuh kaki, makan dan minum; 1Tim 5:10 dan yang terbukti telah melakukan pekerjaan yang baik, seperti mengasuh anak, memberi tumpangan, membasuh kaki saudara-saudara seiman, menolong orang yang hidup dalam kesesakan--pendeknya mereka yang telah menggunakan segala kesempatan untuk berbuat baik.
ay 46 … tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak: Maz 23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah; Pkh 9:8 Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
ay 48 … Dosamu telah diampuni: Mat 9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
ay 50 … Imanmu telah menyelamatkan engkau: Mat 9:22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Air mata:—macam-macam tangisan

Tersiksa batin…… Maz 6:6 Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku.
Mendapat imbalan….. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Penuh penyesalan….. Luk 7:38, 44 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. … Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
Tidak tulus……. Ibr 12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata. 
Penuh semangat………. Ibr 5:6-8 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 
Kewanitaan……. Est 8:3 Kemudian Ester berkata lagi kepada raja sambil sujud pada kakinya dan menangis memohon karunianya, supaya dibatalkannya maksud jahat Haman, orang Agag itu, serta rancangan yang sudah dibuatnya terhadap orang Yahudi.

Penyataan Kristus:
maha kasih, maha pengampun

PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: air mata (tangisan)
b. Hubungan utama: generalisasi—Seorang perempuan berdosa datang menemui Yesus, yang sedang memenuhi undangan jamuan makan di rumah Simon, orang Farisi. Ia mendekati kaki Yesus dengan penuh tangisan, air matanya membasahi kaki Yesus, lalu ia menyeka dengan rambutnya, dan menciumi berkali-kali kaki-Nya, kemudian meminyakinya dengan minyak wangi dari buli-buli yang dibawanya (36-39). Padahal Simon sendiri sebagai tuan rumah tidak memberi Yesus air untuk membasuh kaki-Nya, tidak mencium Yesus, dan tidak meminyaki kepala-Nya (yang selayaknya dilakukan tuan rumah sesuai adat orang Yahudi). Simon terheran kenapa Yesus, kalaulah Ia nabi, tidak tau siapa dan apa perempuan berdosa itu. Yesus menegurnya dengan bertanya siapa yang akan terlebih mengasihi seorang pelepas uang yang menghapus hutang dua orang yang tak sanggup membayarnya, yang berhutang 500 dinar atau 50 dinar (40-46). Lalu Yesuspun menyatakan bahwa dosa perempuan itu telah diampuni, dan bahwa imannya telah menyelamatkannya (47-50).

     -- Aspek utama: penyesalan disertai iman  
c. Tema utama/pokok pikiran utama: Jika menyadari telah berbuat dosa, datanglah kepada Yesus dengan penuh penyesalan, dan pertobatan, disertai iman penuh bahwa telah diselamatkan, artinya dosanya telah dihapuskan.

Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah air mata?
     -- air yang keluar menetes atau mengucur dari mata.

2) Apakah iman? 
     -- percaya, yakin, dan setia akan/kepada Tuhan
     -- percaya akan doktrin suatu agama

Alasan
3) Kenapa orang mengeluarkan air mata?  
     -- karena menangis atau bersedih atau terharu

4) Kenapa orang menangis?
     -- tersiksa batin (Maz 6:6)
     -- penuh penyesalan (Luk 7:38, 44)
     -- penuh semangat (Ibr 5:6-8)

5) Karena apa orang menaruh iman?
     --  pengharapan atau keyakinan akan beroleh kehidupan kekal

Cara
--

Implikasi
6) Apa yang tersirat dari tangisan wanita berdosa itu ketika bertemu Yesus? 
     -- terharu akan penerimaan Yesus kepadanya dan terdorong oleh penyesalan akan dosanya yang besar dan kenginannya bertobat

7) Apa yang menyiratkan bahwa kedatangannya menemui Yesus adalah karena imannya kepada Yesus?
     -- datang membawa buli-buli berisi minyak wangi yang mahal hendak meminyaki Yesus, sebagai pernyataan kasih akan Yesus
     -- berani datang tanpa diundang tuan rumah yang nota bene adalah orang Farisi
     -- memutuskan datang begitu tau keberadaan Yesus di kota tempat tinggalnya dan sedang berada di rumah Simon orang Farisi.
     -- tau dan percaya siapa Yesus itu, yaitu Mesias yang dijanjikan.

Kesimpulan:
1. Simon orang Farisi mengundang makan Yesus karena menghargai atau menghormati Yesus sebagai Guru, namun sadar atau tidak sadar ia tidak menyambut Yesus sebagaimana layaknya menurut adat kebiasaan orang Yahudi. 
2. Wanita yang besar dosanya itu datang memui Yesus, ke rumah Simon walau bukan termasuk undangan Simon, karena terdorong rasa penyesalan mendalam dan pertobatasn akan dosanya yang besar dan terdorong keinginannya menunjukkan kasihnya kepada Yesus, karena tau dan percaya akan ketuhanan Yesus.
3. Dosa wanita itu telah diampuni dan beroleh keselamatan karena imannya kepada Yesus.
4. Sebagai orang Farisi, Simon cenderung merasa dirinya bukan orang berdosa.

Pesan:
Jika menyadari telah berbuat dosa, datanglah kepada Yesus dengan penuh penyesalan, dan pertobatan, disertai iman penuh bahwa telah diselamatkan, artinya dosanya telah dihapuskan.

PENERAPAN
Evaluasi
:
Pengalaman wanita berdosa itu menjadi contoh dan berlaku bagi orang percaya masa kini.

Butir-butir penerapan:
1. Menekuni Firman dan mengamalkannya dalam hidup demi bertumbuh dalam iman.
2. Bertobat dan datang pada Yesus segera begitu menyadari telah berbuat dosa.

Tekad/Tujuan
Merendah diri berserah pada tuntunan Roh Kudus.

Ayat hapalan:

Lukas 7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

IMS 100203