Thursday, July 29, 2010

PA PRIBADI (15)

Keluaran 23:6-9                        Epistel Minggu 1 Agustus 2010

BERSIKAP ADIL BAGI SIAPA SAJA

6 Janganlah engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya. 7 Haruslah kaujauhkan dirimu dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kaubunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah. 8 Suap janganlah kauterima, sebab suap membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar. 9 Orang asing janganlah kamu tekan, karena kamu sendiri telah mengenal keadaan jiwa orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.

PENGAMATAN

Tentang: Keadilan

Judul:
KEADILAN BAGI SIAPA SAJA
6 - 9

Tokoh: TUHAN Allah, Musa
Tempat/waktu: Kaki Gunung Sinai, setelah penyampaian Sepuluh Firman Tuhan (Keluaran 23).
Proporsi: sikap terhadap sesama manusia

Bentuk sastra: perintah, pengajaran

Pokok bahasan: sikap adil terhadap orang lain

Ringkasan isi:
Bersikaplah adil terhadap siapa saja:
- Jangan memperkosa hak orang miskin dalam perkaranya
- jauhkan diri dari perkara dusta
- tidak membunuh orang yang tidak bersalah dan orang yang benar 
- jangan menerima suap menjadi saksi dusta
- jangan menekan orang asing di negerimu.

Ayat kunci utama: Keluaran 23:6
Janganlah engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya

Pokok pikiran/tema utama:
Jangan memperkosa hak orang miskin dan tak berdaya, bersikaplah adil teradap siapa saja.

Istilah penting: memperkosa hak

Ciri khas: --

Hubungan struktural utama: partikularisasi—Jangan memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya (6). Jauhkan dirimu dari perkara dusta, tidak membunuh orang yang tidak bersalah dan orang yang benar (7). Jangan menerima suap yang membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar (8). Jangan menekan orang asing yang ada di negerimu (9).

Ayat paralel:
ay 6-8: Im 19:15 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.Ul 16:19 Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.

ay 9: Kel 22:21 "Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir… Im 19:33, 34 Apabila seorang asing tinggal padamu di negerimu, janganlah kamu menindas dia. 34  Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu…. Ul 24:17-18 Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai. 18 Haruslah kauingat, bahwa engkaupun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini. … Ul 27:19 Terkutuklah orang yang memperkosa hak orang asing, anak yatim dan janda. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

Ayat Konteks:
ay 7 … perkara dusta Ef 4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. … Maz 119:29 Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah aku Taurat-Mu.

ay 8 … suap Ul 10:17 Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap;

ay 9 … orang asing Kel 22:21 "Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.

Judgment, human
Rules regarding:
Begin with self judgment … Mat 7:1-5 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Become spiritually minded … 1 Kor 2:12-15 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. 13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. 14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.

Abound in love … Fil 1:9, 10 Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, 10 sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus,

Await the final judgment … Rom 14:10  Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.

Pervert – to change something from its right use
Evil of, in dealing with
Man’s judgment … Ul 24:17 Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai.

God’s judgment …Ay 8:3 Masakan Allah membengkokkan keadilan? Masakan Yang Mahakuasa membengkokkan kebenaran?

Love, Christian
Toward God
With all the heart … Mat 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Toward others
Second command … Mat 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Commanded by Christ … John 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Described in detail … 1 Cor 13:1-13

Perbuatan kasih (Golden rule of equity) … Mat 7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Penyataan Kristus: Maha Adil

PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: memperkosa hak
b. Hubungan utama: partikularisasi— Jangan memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya (6). Jauhkan dirimu dari perkara dusta, tidak membunuh orang yang tidak bersalah dan orang yang benar (7). Jangan menerima suap yang membuat buta mata orang-orang yang melihat dan memutarbalikkan perkara orang-orang yang benar (8). Jangan menekan orang asing yang ada di negerimu (9).
      -- Aspek utama: keadilan
c. Tema utama/pokok pikiran utama:
Jangan memperkosa hak orang miskin dan tak berdaya, bersikaplah adil teradap siapa saja.

Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah maksudnya memperkosa hak orang lain (miskin, tak berdaya)?
     -- mengambil keuntungan dari hak orang lain yang lemah atau tak berdaya demi menguntungkan diri
      -- merampas hak orang lain
2) Apakah yang dimaksud dengan keadilan? 
     -- memperlakukan orang lain sama dengan diri sendiri dalam situasi yang sama

Alasan
3)Kenapa memperkosa hak orang lain? 
     -- tamak, tak mengasihi, tak peduli hak orang lain
     --
Cara
4) Bagaimana orang memperkosa hak orang lain?
     -- memutarbalikkan kebenaran
     -- memberi kesaksian palsu
5) Bagaimana orang bisa bersikap tidak adil?
     -- tak peduli hak orang lain
     -- mengambil yang bukan haknya
     -- lebih mementingkan diri
Implikasi
6) Apa yang tersirat dari perintah supaya tidak memperkosa hak orang lain? 
     --  cinta kebenaran, benci kepalsuan (1 Kor 2:12-15; Rom 14:10; Ef 4:25)
     - - mengasihi orang lain seperti pengasihi diri sendiri (Mat 22:37-39; Yoh 13:34)
     -- berbuat pada orang lain apa sama seperti menghendaki orang lain berbuat sama/ serupa (Mat 7:12)

7) Apa yang tersirat dari perintah supaya menjunjung keadilan terhadap siapapun?
     -- menjunjung tinggi kebenaran (Fil 1:9, 10; Im 19:15)  
     -- menghormati hak orang lain sama seperti hak sendiri (Mat 7:1-5; Ul 16:19)
     -- berbuat, beroleh, memberi sedemikian sehingga tidak sia-sia (1 Tim 6:17-19)

Kesimpulan:
1.  Bagi orang Kristen, keadilan sosial adalah penerapan Hukum Emas Keadilan: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi (Mat 7:12)
2. Dasarnya adalah Hukum Emas Kasih:”Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”  (Mat 22:37-39)

Pesan:
Jangan memperkosa hak orang miskin dan tak berdaya, bersikaplah adil terhadap siapa saja dengan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.

PENERAPAN
Evaluasi
:
Berlaku bagi semua orang Kristen.

Butir-butir penerapan:
1. Semakin mempererat hubungan dengan Tuhan
2. Mengambul keputusan, termasuk keadilan sosial, semata-mata menurut tuntunan Roh Kudus

Tekad/Tujuan
Semakin serupa Kristus; hidup dipenuhi Roh.

Ayat hapalan: Keluaran 23:6
Janganlah engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya.

IMS - 100718

Thursday, July 15, 2010

II. SAAT TEDUH---Menyendiri dengan Allah (4)

V. Prosedur ber-Saat Teduh

Lalu bagaimana anda melakukan Saat Teduh? Ikuti rencana sederhana berikut ini, berapa lama pun anda mau lakukan. Anda butuh Alkitab terjemahan baru; jangan yang parafrasa. Buku catatan untuk menuliskan apa yang Tuhan tunjukkan, dan untuk menuliskan daftar doa. Buku nyanyian rohani/pujian, kadang-kadang anda ingin menyanyi pujian,

Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu (Kol. 3:16).

Lakukanlah langkah-langkah sebagai berikut:

1. Berdiam semenit, berdiam sebentar untuk mempersiapkan diri anda dalam suasana hati rasa hormat.

"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" (Maz. 46:10); Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan, (Yes. 30:15); tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. (Yes 40:31);

2. Berdoa sejenak, yaitu doa pembukaan yang pendek meminta Allah membersihkan hati dan menuntun anda ke dalam waktu bersama; gunakan Mazmur 139:23-24

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! (Maz 139:23-24); juga Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh 1:9),

dan Mazmur 119:18

Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu (Maz 119:18),

juga Yohanes 16:13

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang (Yoh 16:13).

3. Baca nas yang ditentukan atau pilihan anda sendiri. Maka percakapan anda dengan Allah pun mulailah di sini. Ia bicara dengan anda melalui Firman-Nya, dan anda berbicara dengan Dia dalam doa.

· Bacalah Alkitab anda dengan pelahan, jangan tergesa-gesa, jangan coba membaca terlalu banyak.

· Baca nas berulang-ulang sampai anda mulai menggambarnya dalam pikiran anda.

· Baca tanpa berhenti untuk menganalisa atau menafsir.

· Baca saja untuk kesenangan melakukannya, bukan karena terpaksa; biarkan Allah bicara pada anda. Tujuan anda bukan untuk mendapat informasi, tetapi untuk melahap Firman dan untuk mengenal Kristus lebih baik.

· Baca kuat akan memperbaiki konsentrasi anda jika anda punya masalah ini. Juga akan membantu anda memahami lebih baik, karena anda melihat dan mendengar apa yang anda baca. Tetapi cukup lembut supaya tidak mengganggu orang lain.

· Baca terus dalam sekali baca (sekali jalan) satu kitab setiap kali, dengan metoda tertentu; jangan gunakan metoda cuplikan acak, suatu nas di sini, suatu pasal di sana, apa yang anda sukai di sini, suatu bagian menarik di sana. Anda akan memahami Alkitab lebih baik, jika anda membacanya sebagaimana ia ditulis¾satu kitab atau satu surat, atau satu satuan (unit) nas setiap kali.

4. Supaya Kitab Suci berbicara pada anda penuh arti, anda harus merenungkan apa yang anda baca dan menghapal ayat yang berkesan bagi anda (ayat emas, ayat kunci). Perenungan atau meditasi adalah dengan sungguh memikirkan dalam-dalam suatu pikiran berulang-ulang dalam pikiran anda. Meditasi pada dasarnya adalah memamah atau mencerna suatu pikiran. Terima pikiran yang Allah berikan, masukkan dalam pikiran anda, pikirkan bolak-balik berulang-ulang.

Caranya? Baca suatu cuplikan nas Alkitab, lalu pusatkan perhatian dalam berbagai cara. Misalnya:

· Perankan adegan narasi dalam pikiran anda. Bayangkan anda sebagai peserta aktif memerankan tokoh dalam adegan alkitabiah tersebut, dalam konteks sejarah dan budaya yang bersangkutan. Apa yang anda akan rasakan? Apa yang anda akan katakan? Apa yang anda akan lakukan? Cuplikan nas akan menjadi hidup bagi anda.

· Atau baca suatu ayat dengan kuat beberapa kali, setiap kali beri tekanan pada satu kata yang berbeda, berganti-ganti setiap kata dalam kalimat yang bersangkutan. Anda akan mendapat arti atau pesan yang berbeda-beda setiap kali.

· Atau parafrasa cuplikan nas yang bersangkutan.

· Atau pribadikan nas dengan mengganti nama pribadi anda menggantikan nama atau kata ganti yang berkenaan.

· Atau ajukan pertanyaan-pertanyaan: Dosa untuk diakui? Haruskah saya membayar restitusi? Janji untuk ditagih? Apakah ini janji universal? Apakah saya memenuhi syarat? Sikap untuk diubah? Apakah saya mau membereskan sikap negatif dan mulai membangun yang positif? Perintah untuk ditaati? Maukah saya melakukannya bagaimana pun perasaan saya? Teladan untuk diikuti? Apakah teladan yang positif untuk ditiru atau yang negatif untuk dihindari? Doa untuk didoakan? Apakah ada sesuatu yang perlu saya doakan balik kepada Allah? Kesalahan untuk dihindari? Adakah masalah yang harus saya waspadai, atau saya cermati? Kebenaran untuk dipercayai? Hal baru apakah yang dapat saya pelajari tentang Allah Bapa, Yesus Kristus, Roh Kudus, atau pengajaran alkitabiah lainnya? Sesuatu untuk memuji Allah? Adakah sesuatu di sini yang saya dapat syukuri?

· Atau doakan ayat atau cuplikan nas kembali kepada Allah. Misalnya tiga ayat pertama Mazmur 23: “Terima kasih, Tuhan, menjadi gembala saya, dan bahwa saya tak kekurangan apapun. Terima kasih untuk membuat saya berbaring di padang rumput, untuk menuntun saya ke air tenang, untuk memulihkan jiwa saya. Terima kasih untuk menuntun saya ke jalan kebenaran karena nama-Mu.”

Terserah anda mau memilih cara yang mana, atau gabungan cara yang mana.

5. Ketika Allah berbicara pada Anda melalui Firman-Nya, catat apa yang anda temukan, supaya anda mengingat apa yang Allah singkapkan dan untuk menelaah kemudian hari temuan alkitabiah tersebut, sekali gus suatu cara menerapkan apa yang anda lihat yang mengena pada hidup anda. Dalam mencatat apa yang akan segera anda terapkan dalam hidup anda, anda harus spesifik, yaitu penerapan anda harus bersifat pribadi, pakai kata ganti pertama; penerapan anda harus praktis, sesuatu yang dapat anda lakukan, buat rencana tindakan; penerapan anda harus mungkin, sesuatu yang anda tau melakukannya; dan penerapan anda harus dapat dibuktikan, buat suatu tindak lanjut untuk mencek keberhasilan anda. Jadi, harus dapat diukur, dan ada batas waktunya.

6. Setelah Allah bicara pada anda melalui Firrman-Nya, balas bicaralah pada-Nya dalam doa. Inilah peran anda dalam percakapan dengan Tuhan dalam ber-Saat Teduh. Doa anda mencakup:

· Pujian. Awali waktu doa anda dengan memuji Allah untuk apa ia ada-Nya (pemujaan) dan untuk apa yang dilakukan-Nya (pensyukuran). Pemujaan adalah penyembahan sesungguhnya; adalah memberi Allah pengakuan yang hanya Dia yang berhak menerima: kebesaran-Nya, kuasa, kemuliaan, kekuatan dan sifat-sifat lainnya. Contoh pujian murni dalam Mazmur 145 dan Wahyu 4-5. Anda dapat menyembah Dia dengan membaca Mazmur (terutama Mazmur 146-150), membaca lagu-lagu penyembahan agung, dan/atau menimbang-nimbang nama-nama Allah

Sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia dari pada segala allah. Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit. Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan sukacita ada di tempat-Nya. Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan (1 Taw. 16:25-29); Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya." (Maz. 50:23); Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu (Maz 67:3); Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." (Ibr. 13:5).

Contoh doa pemujaan dari Daud dalam 1 Tawarikh 29:10-13

Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu (1Taw 29:10-13).

Puji juga Tuhan untuk apa yang Ia lakukan bagi kita, terutama dalam penyelamatan dan pembekalan harian kita. Pikirkan paling sedikit 20 hal yang anda dapat bersyukur pada Allah hari itu.

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! (Maz. 100:4); Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! (Fil. 4:5); Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu (1 Tes. 5:18).

· Pertobatan. Doa pengakuan dosa, jangan hanya memberitahu Allah dosa yang telah anda lakukan, tetapi minta Allah membantu anda berpaling dari dosa tersebut, yaitu pertobatan.

Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau. Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia. Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur! (Maz. 32);

Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku! Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu. Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu! Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu! Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem! Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu (Maz 51);

Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi (Ams. 28:9, 13);

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yoh. 1:9).

· Permohonan. Doa permohonan dan syafaat. Mulai dengan permohonan pribadi ¾kebutuhan fisik berupa makanan, sandang, perteduhan, rohani, atau pertolongan mengenai masalah sulit hidup,

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti (Mat. 7:7-9); Yesus menjawab mereka: "Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu (Mar. 11:22-24); dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya" (Yoh. 14:13-14); Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya (Ibr. 4:16),

dan keinginan yang sesuai kehendak-Nya,

dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu (Maz. 37:4); Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela (Maz 84:11); Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka (Maz 145:19); (Php 4:6) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Fil 4:6).

Penting untuk spesifik dalam doa---siapkan daftar doa---. Minta untuk orang lain, berdoa syafaat: keluarga, sanak saudara, sahabat, pendeta/gembala jemaat, pekerja gereja, misionaris, dan lain yang terlibat pekerjaan Kerajaan Allah, pimpinan, para guru, pemberi kerja/majikan, orang-orang yang padanya anda bersaksi, dan orang-orang yang anda tak sukai.

Mengenai aku, jauhlah dari padaku untuk berdosa kepada TUHAN dengan berhenti mendoakan kamu; aku akan mengajarkan kepadamu jalan yang baik dan lurus. (1 Sam. 12:23); Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu (Ayub 42:10); Tetapi demi Kristus, Tuhan kita, dan demi kasih Roh, aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, untuk bergumul bersama-sama dengan aku dalam doa kepada Allah untuk aku (Rom. 15:30); Karena itu, setelah aku mendengar tentang imanmu dalam Tuhan Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku (Ef. 1:15-16).

· Penyerahan. Waktu doa anda harus berakhir dengan penyerahan ulang pribadi kepada Tuhan. Tegas ulang ke-Tuhanan Yesus Kristus dalam hidup anda dan ikrarkan penyerahan dan ketaatan untuk hari itu kepada-Nya.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rom. 12:1-2); Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup (Rom 14:8-9).

 

Metoda Saat Teduh di atas dapat saja anda sesuaikan dengan situasi dan kondisi setempat anda. Dari waktu ke waktu dapat anda ubah sebagai variasi. Misalnya seluruh waktu Saat Teduh anda gunakan hanya untuk doa syukur saja, atau hanya untuk menghapal ayat. Ber-Saat Teduh bukan kewajiban untuk melakukan tugas. Ingat anda ada di sini untuk bertemu Yesus Kristus dan untuk mengenal-Nya. Di pihak lain, Iblis pasti akan berupaya mencegah anda ber- Saat Teduh. Anda bisa berhadapan dengan masalah disiplin, kebosanan, pemusatan pikiran, dan masalah kekecewaan. Bawalah dalam doa!

Sama halnya makanan adalah untuk kesehatan dan pertumbuhan jasmani, Saat Teduh adalah untuk kesehatan dan pertumbuhan rohani. Mengabaikan atau menyalahgunakan salah satu, apalagi keduanya, akan berakibat fatal. Jika anda berusaha sungguh untuk makan, demikian apula anda harus berusaha sungguh untuk ber-Saat Teduh---setiap hari, dibarengi ber-PA sekali seminggu!

IMS 100715

Wednesday, July 14, 2010

II. SAAT TEDUH-–Menyendiri dengan Allah (3)

III. Sikap ber-Saat Teduh

Untuk mempunyai waktu penuh arti dengan Allah mulailah dengan sikap benar. Dalam mata Allah, kenapa anda melakukan sesuatu adalah jauh lebih penting dari pada apa yang anda lakukan. Karena itu ketika datang bertemu dengan Allah dalam waktu Saat Teduh, datanglah dengan:

· sikap menanti, datang dengan penuh harap dan hasrat,

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair (Maz. 63:1) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah (Maz 42:1),

· rasa hormat, siapkan hati dengan berdiam diri dihadapan-Nya menjernihkan pikiran,

Tetapi TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah di hadapan-Nya, ya segenap bumi! (Hab. 2:20); Allah disegani dalam kalangan orang-orang kudus, dan sangat ditakuti melebihi semua yang ada di sekeliling-Nya (Maz 89:7),

· siap siaga, sepenuhnya terjaga, dan kemauan mentaati, bukan memilih apa yang mau atau tak mau anda lakukan, tetapi memilih melakukan apapun yang Allah kenhendaki anda lakukan.

Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri (Yoh. 7:17).

 

IV. Tempat dan Waktu ber-Saat Teduh

1. Segar dan siaga. Dalam memilih waktu saat teduh, yaitu kapan dan berapa lama, pilihlah waktu terbaik anda ketika anda berada dalam keadaan terbaik, ketika anda paling segar dan paling siaga. Bagi kebanyakan kita, itu adalah

· waktu pagi subuh, sama seperti yang Yesus juga praktekkan

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Mark. 1:35).

demikian pula:

· Abraham,

Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu (Kej. 19:27),

· Ayub,

Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa (Ay. 1:5),

· Yakob,

Haruslah engkau membuat tutup dada pernyataan keputusan: buatan seorang ahli. Buatannya sama dengan baju efod, demikianlah harus engkau membuatnya, yakni dari emas, kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya haruslah engkau membuatnya (Kej. 28:18),

· Musa,

Lalu Musa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya (Kel 34:4),

· Hannah dan Elkana,

Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan TUHAN; kemudian pulanglah mereka ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN ingat kepadanya (1 Sam. 1:19),

· Daud,

TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu (Maz. 5:3); Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur. Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar! (Maz 57:7-8)

lihat juga:

Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami (Maz. 90:14); Pagi-pagi buta aku bangun dan berteriak minta tolong; aku berharap kepada firman-Mu (Maz 119:147); Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku (Maz 143:8); Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar Yes. 26:9; Pada hari besoknya datanglah firman TUHAN kepadaku (Yeh. 12:8).

Kapanpun waktu yang anda pilih, konsistenlah dengan pilihan tersebut.

 

2. Utamakan kualitas bukan kuantitas. Maunya berapa lama, adalah tergantung pada anda dan Tuhan. Mulailah dengan 7 menit, biarkan berlangsung secara alami. Akhirnya menjadi bertambah menjadi lebih dari 15 menit; ingat, jangan lihat jam sebelum selesai. Utamakan mutu, bukan kuantitas. Yang penting apa yang anda lakukan, yaitu hubungan bermutu dengan Tuhan.

 

3. Tanpa gangguan. Pilih tempat khusus, tempat tertentu yang sama yang selalu dipakai untuk itu. Sama seperti halnya Yesus,

Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia (Luk 22:39),

atau Abraham,

Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu (Kej. 19:27).

Tempat tersendiri, tempat anda dapat berdiam diri sendirian,

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu (Mat. 6:6),

yang hening, yang tak ada gangguan. Tempat yang anda dapat berdoa dengan suara kuat, cukup cahaya untuk membaca, dan cukup nyaman (tetapi bukan tempat tidur!). Tempat yang spesial, tempat yang suci, di mana saja yang cocok bagi anda.

IMS 100714

II. SAAT TEDUH—Menyendiri dengan Allah (2)

II. Manfaat ber-Saat Teduh

 

1. Menjadi seperti Allah. Kita bertumbuh dengan diubah dari berpikir duniawi menjadi berpikir mengikuti pikiran Allah.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna (Rom. 12:2).

Dengan demikian, melalui janji Firman, kita menjadi seperti Allah.

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia (2 Pet. 1:3-4).

Kita menjadi seperti Yesus dengan menyediakan waktu merenungkan-Nya.

Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (2 Kor. 3:18).

 

2. Berbagai manfaat lain. Dalam pada itu, kita akan memperoleh berbagai manfaat lainnya, seperti:

  • suka cita,

Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa (Maz. 16:11); Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu (119:47); Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus (97:12); Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam (Yer. 15:16),

  • kekuatan,

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah (Yes. 40:29-31),

  • kedamaian,

Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka (Maz. 119:165; Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya (Yes. 26:3); Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti (Yes 48:18); Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera (Rom. 8:6),

  • keteguhan hati,

Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram (Maz. 16:8-9); Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut, sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela (Maz 46:1-3); Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah (Maz 55:22); Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur (Maz 57:7),

  • sukses,

Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yos. 1:8),

  • doa terjawab,

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yoh. 15:7),

  • dan orang melihat perubahan dalam hidup kita,

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus (Kis 4:13)--dan kita pun bersaksi!

IMS - 100713

II. SAAT TEDUH--Menyendiri dengan Allah (1)

“Dalam hati aku menyimpan janji-Mu, supaya aku
jangan berdosa terhadap engkau.” (Maz 119:11)

Saat Teduh dan PA Pribadi adalah dua kegiatan yang saling mengisi. Setiap orang yang ingin melibatkan dirinya ber-PA Pribadi selayaknya telah mempunyai waktu Saat Teduh yang teratur setiap hari. Kecuali kalau PA hanya dimaksudkan untuk memperoleh rangsangan intelektual saja. Karena Waktu Saat Teduh tiada lain adalah waktu persekutuan pribadi dengan Allah melalui Firman dan doa. Waktu yang sengaja kita sediakan dan siapkan untuk bertemu dengan Dia. Tujuannya adalah supaya kita boleh bertumbuh dalam hubungan pribadi kita dengan Allah, sehingga semakin mengenal Dia, semakin akrab mengasihi Dia, dan semakin menjadi seperti Dia.

 

I. Alasan ber-Saat Teduh

1. Hak istimewa orang percaya. Allah menciptakan manusia dalam rupa-Nya adalah untuk tujuan persekutuan (Kej. 2, 3). Tetapi sejak Adam jatuh dalam dosa, persekutuan dengan Allah telah terputus. Namun Allah memandang hubungan ini penting sehingga telah mengutus Anak-Nya ke dunia untuk mati menebus dosa kita. Maka hak istimewa persekutuan pribadi dengan Dia kembali kita punyai.

Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia (1 Kor. 1:9). Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna (1 Yoh.1:3-4).

 

2. Peneladanan Yesus. Semasa pelayanan-Nya, bersaat teduh menjadi sumber kekuatan bagi Yesus. Persekutuan pribadi dengan Bapa-Nya di surga adalah prioritas utama dalam hidup-Nya.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana (Mark. 1:35). Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa (Luk. 5:16). Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.

Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: "Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan." Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi." Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Luk 22:39-44).

Orang-orang besar Allah dalam sejarah pun punya waktu banyak dengan Allah. Demikian pula kita, kita pun tidak akan dapat menjadi orang Kristen yang bertumbuh sehat dan bersih, tanpa persekutuan harian dengan Tuhan.

Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya (Ayub 23:12). Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Mat. 4:4). Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN (Ul. 8:3). Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan (1 Pet. 2:2). Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat (Ibr. 5:14); dan

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu (Maz. 119:9); untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman (Ef. 5:26). Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu (Yoh. 15:3).

 

3. Pengabdian pada Kristus. Anda memang tidak punya waktu untuk setiap hal, tetapi anda harus menyediakan waktu untuk hal penting, seperti halnya ber-Saat Teduh. Kuncinya adalah pengabdian anda pada Kristus dan kerajaan Allah,

“carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).

 

4. Pertumbuhan iman. Maka bersaat teduh haruslah kita lakukan setiap hari, karena ini adalah hak istimewa luar biasa yang diberikan kepada kita. Lagi pula dengan bersaat teduh kita akan memberi kasih sayang mendalam atau pengabdian kepada Allah, menerima arahan dari Allah, mendapat perasaan senang dalam Allah, dan kita bertumbuh semakin serupa Allah. Kita pun dikuduskan melalui Firman. Firman membangun kita semakin bertumbuh.

Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (2 Tim. 3:16-17).

IMS - 100712