Sunday, February 28, 2010

PA-PRIBADI (3)

Lukas 7:36-50                              Epistel Minggu, 28 Februari 2010

PENYESALAN MENDALAM DISERTAI IMAN KEPADA YESUS

Luk 7:36  Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 37  Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 38  Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa." 40  Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru."

41  "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" 43  Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." 44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 45  Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. 46  Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 47  Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." 48  Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." 49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" 50  Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

Tentang: iman seorang perempuan berdosa

Iman yang Menyelamatkan 
36 - 50

Penyesalan disertai iman
36 - 40

Diampuni karena iman
41 - 50

Tokoh:
Yesus, Simon orang Farisi, perempuan berdosa

idem
Tempat/Waktu:
kota Nain (?),

idem
Proporsi:
penyelamatan perempuan berdosa

idem
Bentuk sastra:
narasi kejadian

idem
Pokok bahasan:
penyesalan yang mendalam

keselamatan karena iman
Ringkasan isi:
Simon, orang Farisi, berbeda pandangan dengan Yesus atas kedatangan seorang perempuan berdosa menemui Yesus (36-40):
- Yesus sedang memenuhi undangan jamuan makan Simon, orang Farisi, ketika seorang perempuan berdosa datang sambil membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi menemui Yesus (36-37).
- Ia menangis dekat kaki Yesus sampai air matanya membasahi kaki Yesus yang disekanya dengan rambutnya, lalu menciumi kaki Yesus. Kemudian ia meminyakinya dengan minyak wangi (38).
- Melihat itu Simon berkata dalam hatinya, kalau Yesus itu nabi tentu Ia tau siapa dan apakah perempuan yang menjamahNya itu dan tau ia seorang berdosa (39).
- Tetapi Yesus mengetahui apa yang Simon katakan dalam hatinya (40).

Yesus menunjukkan perbedaan penerimaan antara Simon dan perempuan berdosa itu atas kehadiran Yesus, bahwa perempuan itu datang dengan iman kepada Yesus (41-50).
- Yesus bertanya, siapa yang akan terlebih mengasihi seorang pelepas uang yang menghapus hutang dua orang karena tak sanggup membayarnya, yang satu 500 dinar yang lainnya 50 dinar; jawab Simon tentulah yang paling banyak dihapus hutangnya (41-43).
- Yeus membandingkan Simon dengan perempuan itu: 1) Simon tidak memberi air untuk membasuh kaki-Nya, perempuan itu membasahi kaki-Nya dengan air matanya lalu menyeka dengan rambutnya; 2) Simon tidak mencium Yesus, tetapi perempuan itu berkali-kali mencium kaki Yesus; 3) Simon tidak meminyaki kepala Yesus, perempuan itu meminyaki kaki-Nya dengan minyak wangi (44-46).
- Dosa perempuan yang banyak itu telah diampuni, sebab telah banyak berbuat kasih, tetapi orang yang sedikit diampuni sedikit juga ia berbuat kasih (47)
- Lalu Yesus menyatakan kepada perempuan itu, bahwa dosanya telah diampuni; ini membuat orang-orang terheran, siapa gerangan Ia yang dapat mengampuni dosa (48-49)
- tetapi Yesus berkata kepada perempuan iti, bahwa imannyalah yang telah menyelamatkannya, maka supaya pergi dengan selamat (50).
Ayat kunci utama: Lukas 7:50
Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"
Pokok pikiran/tema utama:
Jika menyadari telah berbuat dosa, datanglah kepada Yesus dengan penuh penyesalan, dan pertobatan, disertai iman penuh bahwa telah diselamatkan, artinya dosanya telah dihapuskan.
Istilah penting:
menangis/air mata, meminyaki, iman
Ciri khas:
---

Hubungan struktural utama:
generalisasi—Seorang perempuan berdosa datang menemui Yesus, yang sedang memenuhi undangan jamuan makan di rumah Simon, orang Farisi. Ia mendekati kaki Yesus dengan penuh tangisan, air matanya membasahi kaki Yesus, lalu ia menyeka dengan rambutnya, dan menciumi berkali-kali kaki-Nya, kemudian meminyakinya dengan minyak wangi dari buli-buli yang dibawanya (36-39). Padahal Simon sendiri sebagai tuan rumah tidak memberi Yesus air untuk membasuh kaki-Nya, tidak mencium Yesus, dan tidak meminyaki kepala-Nya (yang selayaknya dilakukan tuan rumah sesuai adat orang Yahudi). Simon terheran kenapa Yesus, kalaulah Ia nabi, tidak tau siapa dan apa perempuan berdosa itu. Yesus menegurnya dengan bertanya siapa yang akan terlebih mengasihi seorang pelepas uang yang menghapus hutang dua orang yang tak sanggup membayarnya, yang berhutang 500 dinar atau 50 dinar (40-46). Lalu Yesuspun menyatakan bahwa dosa perempuan itu telah diampuni, dan bahwa imannya telah menyelamatkannya (47-50).

     Aspek utama: penyesalan disertai iman

Ayat paralel:
Ay 37-38: Mat 26:7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan, Mrk 14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus, Yoh 12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Ayat Konteks:
ay 44 …tidak memberikan Aku air: Kej 18:4 Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini; 19:2 serta berkata: "Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan perjalanannya." Jawab mereka: "Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang.";43:24 Setelah orang itu membawa mereka ke dalam rumah Yusuf, diberikannyalah air, supaya mereka membasuh kaki; juga keledai mereka diberinya makan; Hak 19:21 Sesudah itu dibawanyalah dia masuk ke rumahnya, lalu keledai-keledai diberinya makan; maka merekapun membasuh kaki, makan dan minum; 1Tim 5:10 dan yang terbukti telah melakukan pekerjaan yang baik, seperti mengasuh anak, memberi tumpangan, membasuh kaki saudara-saudara seiman, menolong orang yang hidup dalam kesesakan--pendeknya mereka yang telah menggunakan segala kesempatan untuk berbuat baik.
ay 46 … tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak: Maz 23:5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah; Pkh 9:8 Biarlah selalu putih pakaianmu dan jangan tidak ada minyak di atas kepalamu.
ay 48 … Dosamu telah diampuni: Mat 9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
ay 50 … Imanmu telah menyelamatkan engkau: Mat 9:22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Air mata:—macam-macam tangisan

Tersiksa batin…… Maz 6:6 Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku.
Mendapat imbalan….. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Penuh penyesalan….. Luk 7:38, 44 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. … Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
Tidak tulus……. Ibr 12:17 Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata. 
Penuh semangat………. Ibr 5:6-8 sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, 
Kewanitaan……. Est 8:3 Kemudian Ester berkata lagi kepada raja sambil sujud pada kakinya dan menangis memohon karunianya, supaya dibatalkannya maksud jahat Haman, orang Agag itu, serta rancangan yang sudah dibuatnya terhadap orang Yahudi.

Penyataan Kristus:
maha kasih, maha pengampun

PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: air mata (tangisan)
b. Hubungan utama: generalisasi—Seorang perempuan berdosa datang menemui Yesus, yang sedang memenuhi undangan jamuan makan di rumah Simon, orang Farisi. Ia mendekati kaki Yesus dengan penuh tangisan, air matanya membasahi kaki Yesus, lalu ia menyeka dengan rambutnya, dan menciumi berkali-kali kaki-Nya, kemudian meminyakinya dengan minyak wangi dari buli-buli yang dibawanya (36-39). Padahal Simon sendiri sebagai tuan rumah tidak memberi Yesus air untuk membasuh kaki-Nya, tidak mencium Yesus, dan tidak meminyaki kepala-Nya (yang selayaknya dilakukan tuan rumah sesuai adat orang Yahudi). Simon terheran kenapa Yesus, kalaulah Ia nabi, tidak tau siapa dan apa perempuan berdosa itu. Yesus menegurnya dengan bertanya siapa yang akan terlebih mengasihi seorang pelepas uang yang menghapus hutang dua orang yang tak sanggup membayarnya, yang berhutang 500 dinar atau 50 dinar (40-46). Lalu Yesuspun menyatakan bahwa dosa perempuan itu telah diampuni, dan bahwa imannya telah menyelamatkannya (47-50).

     -- Aspek utama: penyesalan disertai iman  
c. Tema utama/pokok pikiran utama: Jika menyadari telah berbuat dosa, datanglah kepada Yesus dengan penuh penyesalan, dan pertobatan, disertai iman penuh bahwa telah diselamatkan, artinya dosanya telah dihapuskan.

Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah air mata?
     -- air yang keluar menetes atau mengucur dari mata.

2) Apakah iman? 
     -- percaya, yakin, dan setia akan/kepada Tuhan
     -- percaya akan doktrin suatu agama

Alasan
3) Kenapa orang mengeluarkan air mata?  
     -- karena menangis atau bersedih atau terharu

4) Kenapa orang menangis?
     -- tersiksa batin (Maz 6:6)
     -- penuh penyesalan (Luk 7:38, 44)
     -- penuh semangat (Ibr 5:6-8)

5) Karena apa orang menaruh iman?
     --  pengharapan atau keyakinan akan beroleh kehidupan kekal

Cara
--

Implikasi
6) Apa yang tersirat dari tangisan wanita berdosa itu ketika bertemu Yesus? 
     -- terharu akan penerimaan Yesus kepadanya dan terdorong oleh penyesalan akan dosanya yang besar dan kenginannya bertobat

7) Apa yang menyiratkan bahwa kedatangannya menemui Yesus adalah karena imannya kepada Yesus?
     -- datang membawa buli-buli berisi minyak wangi yang mahal hendak meminyaki Yesus, sebagai pernyataan kasih akan Yesus
     -- berani datang tanpa diundang tuan rumah yang nota bene adalah orang Farisi
     -- memutuskan datang begitu tau keberadaan Yesus di kota tempat tinggalnya dan sedang berada di rumah Simon orang Farisi.
     -- tau dan percaya siapa Yesus itu, yaitu Mesias yang dijanjikan.

Kesimpulan:
1. Simon orang Farisi mengundang makan Yesus karena menghargai atau menghormati Yesus sebagai Guru, namun sadar atau tidak sadar ia tidak menyambut Yesus sebagaimana layaknya menurut adat kebiasaan orang Yahudi. 
2. Wanita yang besar dosanya itu datang memui Yesus, ke rumah Simon walau bukan termasuk undangan Simon, karena terdorong rasa penyesalan mendalam dan pertobatasn akan dosanya yang besar dan terdorong keinginannya menunjukkan kasihnya kepada Yesus, karena tau dan percaya akan ketuhanan Yesus.
3. Dosa wanita itu telah diampuni dan beroleh keselamatan karena imannya kepada Yesus.
4. Sebagai orang Farisi, Simon cenderung merasa dirinya bukan orang berdosa.

Pesan:
Jika menyadari telah berbuat dosa, datanglah kepada Yesus dengan penuh penyesalan, dan pertobatan, disertai iman penuh bahwa telah diselamatkan, artinya dosanya telah dihapuskan.

PENERAPAN
Evaluasi
:
Pengalaman wanita berdosa itu menjadi contoh dan berlaku bagi orang percaya masa kini.

Butir-butir penerapan:
1. Menekuni Firman dan mengamalkannya dalam hidup demi bertumbuh dalam iman.
2. Bertobat dan datang pada Yesus segera begitu menyadari telah berbuat dosa.

Tekad/Tujuan
Merendah diri berserah pada tuntunan Roh Kudus.

Ayat hapalan:

Lukas 7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"

IMS 100203

Wednesday, February 3, 2010

PA-PRIBADI (2)

Keluaran 18:17-23                      Epistel Minggu 14 Februari 2010
BERBAGI BEBAN DELEGASIKAN WEWENANG
Manajemen Alkitabiah

Kel 18:17-23  Tetapi mertua Musa menjawabnya: "Tidak baik seperti yang kaulakukan itu.  (18)  Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja.  (19)  Jadi sekarang dengarkanlah perkataanku, aku akan memberi nasihat kepadamu dan Allah akan menyertai engkau. Adapun engkau, wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kauhadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah.  (20)  Kemudian haruslah engkau mengajarkan kepada mereka ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan, dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan. 
(21)  Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.  (22)  Dan sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan mereka bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya.  (23)  Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya."

Tentang: bagaimana memimpin suatu bangsa
Menjadi manajer sukses
(17 – 23)
Memilah tugas & wewenang dan menggariskan prosedur
(17 – 20)
Membagi-bagi kewenangan & tugas
(21 – 23)
Tokoh:

Musa, mertua Musa

idem
Tempat/waktu:
padang gurun, awal perjalanan bangsa Israel menuju tanah perjanjian

idem
Proporsi:

pengajaran/nasihat mertua Musa

idem
Bentuk sastra:
monolog pengajaran

idem
Pokok bahasan:
Apa tugas & wewenang pokok

Apa tugas & wewenang pelengkap
Ringkasan isi:
Nasihat mertuanya, supaya bersama dengan Allah, memilah-milah apa tugas dan wewenang memimpin bangsa dan mengajarkannya kepada rakyat yang dipimpinnya (17-20):
a) mewakili bangsa di hadapan Allah (19)
b) menghadapkan perkara-perkara mereka kepada Allah (19)
c) mengajarkan ketetapan-ketetapan dan keputusan-keputusan kepada seluruh rakyat (20)
d) memberitahukan jalan yang harus dijalani, dan pekerjaan yang harus dilakukan (20).

Nasihat mertuanya, supaya memilih orang-orang tepat membantunya dan membagikan tugas dan wewenang secara berjenjang, yaitu:
a) memenuhi kriteria: cakap, takut akan Allah, dapat dipercaya, benci suap (21)
b) angkat pemimpin 1000 orang, 100 orang, 50 orang, dan 10 orang (21)
c) perkara besar mereka hadapkan kepada Musa, perkara kecil mereka adili sendiri (22)
d) dengan demikian mereka turut memikul tanggung jawab bersama Musa. (22)
e) Jika Musa melakukan demikian dan Allah memerintahkan hal itu, ia akan kuat memikulnya. (23)
Ayat kunci utama:
Kel 18:18 Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja. 
Pokok pikiran/tema utama:
Tugas memimpin bangsa adalah pekerjaan berat, tak akan sanggup dilakukan seorang diri saja. Pilah tugas dan wewenang, rumuskan dan ajarkan aturan pelaksanaan kepada semua rakyat, bagi tugas dan delegasikan wewenang secara berjenjang kepada para pembantu yang cakap dan takut akan Allah, dapat dipercaya, serta benci suap; akan sukses bila bersama dan di bawah pimpinan Allah.
Istilah penting:
nasihat, pemimpin
Ciri khas:
---
Hubungan struktural utama: partikularisasi-generalisasi—Jawab mertua Musa, bahwa tidak baik seperti yang dilakukannya, baik Musa maupun bangsanya akan menjadi sangat lelah, karena tugas memimpin bangsa terlalu berat bagi seorang diri saja (17-18). Maka nasihatnya, supaya Musalah yang mewakili bangsa itu dihadapan Allah dan menghadapkan perkara-perkara mereka, lalu mengajarkan mereka keputusan-keputusan dan ketetapan-ketetapan, dan memberitahukan mereka jalan yang harus mereka jalani dan pekerjaan yang harus mereka lakukan (19-20).
Selain itu memilih orang-orang yang tepat untuk membantunya, yang cakap dan takut akan Allah, dapat dipercaya, dan membenci suap, menjadi pemimpin 1000 orang, pemimpin 100 orang, pemimpin 50 orang, dan pemimpin 10 orang. Perkara-prerkara besar mereka hadapkan kepada Musa, sedangkan perkara-perkara kecil mereka adili sendiri; dengan demikian mereka meringankaan pekerjaan Musa dan bersama Musa turut menanggungnya(21-22). Jika Musa melakukan demikian dan Allah memerintahkannya, maka ia akan sanggup menahannya (23).
   Aspek utama: kepemimpinan, pendelegasian wewenang dan komunikasi aturan pelaksanaan dengan jelas dan tegas.
Ayat paralel:
ay 13-27: Ul 1:9-18
Ayat Konteks:
ay 18: menjadi sangat lelah … Bil 11:14 Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku, 17 Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya; Ul 1:12 Tetapi bagaimana seorang diri aku dapat memikul tanggung jawab atas kesusahanmu, atas bebanmu dan perkaramu?
ay 20: mengajar, memberi tahu … Ul 1:18 Demikianlah aku pada waktu itu memerintahkan kepadamu segala hal yang harus kamu lakukan." ; 4:1 "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu, 5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya; 5:1: jalan … Maz 143:8 Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku. 
ay 21: cakap … 2 Taw 10:5-10 …mampu beri nasehat; Maz !5:1-5 …takut akan Tuhan; … Kis 6:3 Karena itu, saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu; terima suap … Ul 16:19 Janganlah memutarbalikkan keadilan, janganlah memandang bulu dan janganlah menerima suap, sebab suap membuat buta mata orang-orang bijaksana dan memutarbalikkan perkataan orang-orang yang benar.
ay 22: mengadili perkara besar … Ul 1:17 Dalam mengadili jangan pandang bulu. Baik perkara orang kecil maupun perkara orang besar harus kamu dengarkan. Jangan gentar terhadap siapapun, sebab pengadilan adalah kepunyaan Allah. Tetapi perkara yang terlalu sukar bagimu, harus kamu hadapkan kepadaku, supaya aku mendengarnya. 18 Demikianlah aku pada waktu itu memerintahkan kepadamu segala hal yang harus kamu lakukan."; turut menanggung … Bil 11:17 Maka Aku akan turun dan berbicara dengan engkau di sana, lalu sebagian dari Roh yang hinggap padamu itu akan Kuambil dan Kutaruh atas mereka, maka mereka bersama-sama dengan engkau akan memikul tanggung jawab atas bangsa itu, jadi tidak usah lagi engkau seorang diri memikulnya.
Pemimpin: –penuntun
Tuhan … Kel 13:21 TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam.
Kristus … Yoh 10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
Anak Domba Wah 7:17  Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
Roh Kudus … Luk 4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun; Gal 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
Penyataan Kristus:
---
PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: nasihat
b. Hubungan utama: partikularisasi-generalisasi—Jawab mertua Musa, bahwa tidak baik seperti yang dilakukannya, baik Musa maupun bangsanya akan menjadi sangat lelah, karena tugas memimpin bangsa terlalu berat bagi seorang diri saja (17-18). Maka nasihatnya, supaya Musalah yang mewakili bangsa itu dihadapan Allah dan menghadapkan perkara-perkara mereka, lalu mengajarkan mereka keputusan-keputusan dan ketetapan-ketetapan, dan memberitahukan mereka jalan yang harus mereka jalani dan pekerjaan yang harus mereka lakukan (19-20). Selain itu memilih orang-orang yang tepat untuk membantunya, yang cakap dan takut akan Allah, dapat dipercaya, dan membenci suap, menjadi pemimpin 1000 orang, pemimpin 100 orang, pemimpin 50 orang, dan pemimpin 10 orang. Perkara-prerkara besar mereka hadapkan kepada Musa, sedangkan perkara-perkara kecil mereka adili sendiri; dengan demikian mereka meringankaan pekerjaan Musa dan bersama Musa turut menanggungnya(21-22). Jika Musa melakukan demikian dan Allah memerintahkannya, maka ia akan sanggup menahannya (23).
      -- Aspek utama: kepemimpinan, pendelegasian wewenang dan komunikasi aturan pelaksanaan.
c. Tema utama/pokok pikiran utama:
Tugas memimpin bangsa adalah pekerjaan berat, tak akan sanggup dilakukan seorang diri saja. Pilah tugas dan wewenang, rumuskan dan ajarkan aturan pelaksanaan kepada semua rakyat, bagi tugas dan delegasikan wewenang secara berjenjang kepada para pembantu yang cakap dan takut akan Allah, dapat dipercaya, serta benci suap.
Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah artinya nasihat?
     -- petunjuk yang diberikan seorang pemimpin, orang yang dituakan, atau orang yang lebih ahli
2) Apakah pemimpin yang ideal? 
     -- pemimpin yang menuntun yang dipimpinnya ke jalan benar
     -- menjauhkan atau menghindari hambatan jauh hari sebelum terlambat 
     -- mampu memelihara keadilan dan kerukunan
3) Siapakah pemimpin panutan untuk ditaati dalam kehidupan setiap orang Kristen ?
     -- Tuhan (Kel 13:21)
     -- Kristus (Yoh 10:3)
     -- Anak Domba (Wah 7:17)
     -- Roh Kudus (Luk 4:1; Gal 5:18)
Alasan
4)Kenapa mertua Musa memberikan nasihat? 
     -- karena Musa salah, tidak tau, atau kurang tepat melakukannya
Cara
5) Bagaimana memberi nasihat?
     -- ramah, sabar, cakap mengajar (2Tim 2:24)
     --
6) Bagaimana menjadi pemimpin ideal?
     -- cakap dan takut akan Allah, dapat dipercaya, dan membenci suap
     -- pandai memilah-milah apa tugas dan wewenang dan merumuskan ketentuan dan ketetapan pelaksanaan*
     -- pandai berbagi tugas dan mendelegasikan wewenang
     -- pandai memilih pembantu-pembantu yang tepat sesuai kewenangan yang akan diberikan
     -- mengkomunikasikan ketetapan-ketetapan dan ketentuan-ketentuan secara luas, tegas dan tegas
*) “Namun perubahan itu tak terjadi dalam semalam. ‘Pertama tiap masalah diidentifikasi dan didiagnosis. Lantas, diterapkan strategi untuk perbaikan,’ kata Emir, yang memimpin Garuda sejak tahun 2005.” (Emirsyah Satar dan mimpi “Bintang Lima”, Kompas, Senin 25/11/2010, hal 16)
Implikasi
7) Apa yang tersirat sebagai nasihat yang baik? 
     -- bersumber atau berdasarkan Firman Tuhan
     -- hasil tuntunan Roh Kudus
9) Apa yang tersirat sebagai pemimpin yang ideal?
     -- rendah hati, selalu berkonsultasi dengan Firman dan berserah pada tuntunan Roh Kudus.
Kesimpulan:
Pemimpin yang ideal adalah:
1. Rendah hati, selalu berkonsultasi dengan Firman dan berserah pada tuntunan Roh Kudus 
2. Cakap, takut akan Tuhan, dapat dipercaya, benci suap.
3. Memilah-pilah tugas dan wewenang, lalu merumuskan ketentuan-ketentuan dan ketetapan-ketetapan pelaksanaan.
4. Berbagi tugas dan mendelegasikan wewenang kepada orang-orang yang tepat.
5. Mengajarkan ketetapan-ketetapan dan ketentuan-ketentuan secara luas dan tegas.
6. Menunjukkan jalan dan memberitahukan apa yang harus dikerjakan.
Pesan:
Tugas berat atau berskala luas, jangan kerjakan seorang diri, pilah tugas dan wewenang, dan bagikan berjenjang kepada para pembantu yang dapat dipercaya; rumuskan dan ajarkan aturan pelaksanaan secara luas. Lakukan semua itu bersama dan di bawah pimpinan Roh Kudus.
PENERAPAN
Evaluasi
:
Berlaku bagi setiap orang percaya.
Butir-butir penerapan:
1. Menjadi pemimpin ideal sebagai kepala rumah tangga.
2. Introspeksi diri di bawah pimpinan Roh Kudus.
Tekad/Tujuan
Selalu mencari dan meminta petunjuk Firman dan pimpinan Roh Kudus.
Ayat hapalan:
Kel 18:18 Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja.
IMS 100115

Friday, January 22, 2010

AKRAB DENGAN ALLAH

Penelaahan Alkitab Taklah Payah

Andapun Pasti Bisa Paham, Sekalipun Anda Paling Awam

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman
dan bukan hanya pendengar saja;
sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.  (Yak 1:22)

Penelaahan Alkitab bukanlah untuk mendapat pengetahuan, tetapi untuk mendapat pengalaman, yaitu penerapan dalam hidup pengetahuan yang didapat.

Idealnya untuk menjadi pelaku Firman, hendaklah kebenaran Firman mendarah daging dalam hidup kita. Hal ini akan lebih cepat dan efektif tercapai, bila kebenaran Firman tersebut tertanam dan dipahami melalui hasil telaahan sendiri (Maz 1:1-3) daripada hasil telaahan orang lain—mendengar khotbah, PA pasif, dll. Maka baik sekali bila kita berusaha memahirkan cara PA-Pribadi secara aktif dan benar.

MEMBACA ALKITAB, MENGGALI HARTA
Amsal 2:1-9

Mutiara Kebenaran  Terdapat Dalam Alkitab ¾
Tetapi Anda Harus Menggalinya:

  1. Sediakan waktu yang teratur. Kecuali anda menjadwalkannya, anda akan melalaikannya.
  2. Sebelum mulai membaca, minta Allah akan bantuan dan pemahaman.
  3. Renungkan apa yang anda baca. Harta Alkitab jarang terletak seperti kerikil di permukaan tanah. Untuk menambang emas, anda harus menggalinya.
  4. Sebelum anda memutuskan apa arti sesuatu nas bagi anda, coba pahami apa yang penulis katakan kepada pembacanya semula.
  5. Tuliskan paling sedikit satu kebenaran atau prinsip yang dapat anda terapkan dalam praktek.
  6. Jangan menjadi kecewa. Beberapa bagian Alkitab memang sulit dipahami, tetapi banyak yang dapat anda pahami. Dan jika anda menerapkan apa yang anda pelajari, itu akan mengubah atau merombak hidup anda.

Baca, Resapkan, Renungkan, Tuliskan, Terapkan

Dari: Renungan harian tanggal 17 Januari 2003 dalam Our Daily Bread, RBC Ministries, Grand Rapids, MI 49555, USA (2003).

IMS 100121

Thursday, January 21, 2010

HIDUP SEMI-INVALID AKIBAT STROOK

Tanggal 20 Januari 2010 adalah HUT ke-10 saya mendapat serangan strook. Waktu itu saya sedang bertugas di Pekanbaru dalam kapasitas saya sebagai konsultan ahli pabrik sawit di PTPN-5. Setelah pensiun tahun 1991 dari PTPN-4 saya masih dipercayai sebagai konsultan di beberapa PTPN dan perusahaan swasta di Sumatra dan Jawa. Sejak pensiun saya kembali bertempat tinggal di Medan; sebelumnya l.k. 22 tahun di kebun Bah Jambi, karena kantor Direksi pindah ke sana.

Keberadaan saya di Pekanbaru waktu itu adalah singgah dalam perjalanan Bandung – Medan karena perlu menyerahkan laporan konsultansi saya hasil pemeriksaan saya bulan sebelumnya ke pabrik-pabrik PTPN-5. Bersama istri kami menghabiskan liburan Natal – Tahun Baru bersama anak-anak di Bandung. Saya sendiri selesai tugas langsung ke Bandung, sedangkan istri menyusul dari Medan. Pulangnya saya sendiri lewat Pekanbaru, sedangkan istri masih tinggal di Jakarta untuk pemeriksaan medis di RS Siloam Karawaci, tempat tugas adik bungsu saya sebagai spesialis penyakit dalam, dokter ahli penyakit ginjal & hipertensi.

Kejadiannya adalah pada sore hari saya akan pulang ke Medan. Saya menginap di Mess PTPN-5, menempati ruang tidur utama yang luas menyatu dengan kamar mandi. Karena AC lagi bekerja, semua jendela ditutup. Di luar terlihat seorang pekerja sedang membersihkan menata tanaman halaman. Menjelang jam 4 sore saya mandi bersiap mau berangkat pulang. Mobil yang akan mengantar saya ke bandara sudah stand-by.

Selesai mandi, melap badan, menyisir rambut, yang sudah sangat menipis, lalu mengenakan kembali pakaian dalam, saya keluar lalu berbalik menutup kembali pintu. Terasa kaki kiri cepat melemah, apa gerangan yang terjadi pikir saya. Segera saya comba langkahkan beberapa langkah, masih sempat mencapai tempat tidur lalu duduk dipinggirnya. Segera saya kenakan celana panjang yang tadi saya letakkan di atas tempat tidur, sebelum saya akan meminta tolong; maksudnya supaya nanti orang tak mendapati saya lagi separuh telanjang.

Tapi gagal, karena kaki kiri tak dapat saya masukkan ke dalam celana. Dalam pada itu karena gerak usaha saya tersebut, sedangkan oversprei tempat tidur licin, sayapun tergelincir dari pinggir tempat tidur lalu terduduk di lantai. Tapi segera saya tertarik rebah ke lantai, mau saya lawan tak berhasil. Khawatir saya mendapat serangan jantung saya tak berani berupaya bangkit. Dalam keadaan masih tergolek sayapun berteriak minta tolong. Tapi rupanya suara saya tak tembus ke luar ruangan alias tak terdengar, karena ruangan tertutup rapat. Namun saya tak menjadi panik. Perlahan sedikiit demi sedikit saya coba beringsut menuju pintu kamar mencoba mebukanya. Tapi kaki saya ternyata tak sampai untuk menarik gagang pintu. Lalu badan saya geser lebih mendekat pintu menggapai sandal yang terletak dekatnya, lalu saya pukulkan ke pintu berkali-kali sambil berteriak. Beruntung kali ini Mandur Mess mendengarnya, lalu datang membuka pintu (untung tak saya kuncikan tadi . . . !).

Sayapun segera ditolong, diangkatnya ke tempat tidur dan dibantunya mengenakan pakaian luar saya. Iapun segera menilpon kantor PTPN-5 dan mendapat instruksi supaya segera mengantar saya ke Rumah Sakit dengan mobil yang sudah stand-by dari tadi itu. Rumah Sakit ini (lupa saya namanya) adalah yang terbaru dan besar di Pekanbaru milik swasta. Lebih kurang sekitar setengah jam setelah kejadian saya sudah berada di RS. Selagi masih di mobil saya serahkan buku notes saya, berisi nomor telpon adik saya di Jakarta, kepada Pak Mandur Mess, mana tahu nanti dibutuhkan.

Setelah pemeriksaan pendahuluan saya pun langsung dibawa ke ruang foto untuk scanning otak. Di Jakarta setelah menerima kabar, keluarga termasuk adik saya di RS Siloam sepakat meminta supaya saya dipindahkan ke RS Siloam. Pertimbangannya a.l. saya tak punya keluarga di Pekanbaru, fasilitas di RS Siloam cukup lengkap, dan penanganan perawatan di rumah sakit butuh waktu cukup lama. Keesokan harinya baru siang hari saya, dengan berbaring di atas tandu, dapat diterbangkan ke Jakarta dengan didampingi seorang dokter.

Pada malam kejadian itu, sekitar jam delapan, kondisi tangan dan kaki saya telah kembali pulih, namun saya tetap berbaring di tempat tidur. Dalam pada itu saya heran pula tidak ada dokter menangani saya. Tidak ada sesuatu injeksi ataupun infus. Artinya tidak ada tindakan apapun sebagai follow-up penangan setelah scanning sore tadi. Sayapun tidak diberi bantuan oksigen, selain perawat menanyakan apakah saya sesak napas. Barulah jam setengah satu malam datang dokter ahli saraf memeriksa saya, sepertinya ia satu-satunya dokter spesialis saraf di Pekanbaru. Melihat saya sudah pulih, ia hanya menganjurkan besok ke Jakarta siang hari saja supaya paginya bisa istirahat cukup sebelum berangkat. Tetapi menjelang subuh tangan dan kaki saya kembali kaku seperti semula, begitu juga bagian dalam mulut sebelah kiri, strook kembali kambuh. Demikianlah menjadi permanen tak pulih kembali.

Setelah mengalami serangan strook itu barulah saya tau, bahwa gejala-gejala atau peringatan awal sudah ada sebelumnya, bahkan sejak beberapa tahun sebelumnya. Misalnya berkali-kali saya alami sebelah mata tiba-tiba berkunang dan kabur penglihatan, tetapi hanya sebentar saja. Setahun belakangan, pernah beberapa kali tiba-tiba saya merasa oyong ketika bangkit berdiri, turun dari mobil, ataupun ketika sedang jalan, atau ketika bangkit dari tempat tidur sampai-sampai saya harus duduk dulu di pinggir tempat tidur sebelum saya merasa tenang. Semua itu hanya berlangsung beberapa menit ataupun kurang dari satu jam, lalu pulih lagi. Satu kali tidak lama setelah tiba di mess di Batam tiba-tiba di bagian belakang kepala terasa sangat sakit. Sayapun berbaring di tempat tidur dan minta anggota tim saya mencari obat; besoknya saya ke dokter tapi keadaan sudah mulai pulih. Karena hanya sebentar, maka tidak saya hiraukan lagi seperti yang lainnya juga dan tidak konsultasi ke dokter ahli. Itulah salah saya, tapi karena tak tau.

Serangan strook yang berakibat separuh badan menjadi lumpuh, sebelah kiri atau kanan, adalah karena kerusakan sel-sel otak sebelah kanan atau kiri. pemicunya bisa karena penyumbatan, seperti yang saya alami, atau karena pendarahan. Penyebabnya bisa sakit darah tinggi, diabetes, atau yang lain. Keduanya, penyumbatan atau pendarahan, menyebabkan bagian sel-sel otak yang terkena mengalami hambatan pasokan oksigen. Akibatnya sel-sel otak yang bersangkutan bisa pingsan atau setengah pingsan saja, atau sama sekali mati. Maka sebelum mati, dalam waktu kurang dari 2-3 jam, scanning tersebut harus dilakukan supaya segera sempat mengambil tindakan pemulihan, misalnya menginjeksikan obat pengencer darah untuk memperlancar kembali aliran darah, kalau penyebabnya adalah penyumbatan. Parahnya, sel otak yang mati tak tergantikan lagi. Sekali mati, yah, mati terus. Lalu bagian tubuh yang dikendalikan oleh sel otak tersebut menanggung akibatnya, menjadi tak berfungsi.

Memang sel-sel otak di sekitarnya, yang punya fungsi lain, akan coba mengambil alih, tapi tidak sepenuh sel semula. Untuk meningkatkan kinerja sel-sel penolong tersebut diperlukan latihan otot-otot bersangkutan dengan fisio terapi. Tapi seperti yang saya alami makan waktu lama, dan semakin lambat terasa pemulihannya. Demikian pula dengan terapi lainnya oleh beberapa dukun pijat yang katanya berhasil dengan orang lain. Sayapun menjadi malas ikut fisio terapi atau terapi apapun, hanya buang waktu saja. Untuk menjaga kebugaran dan kelenturan kaki kiri, saya sport jalan kaki di pagi hari selagi jalan masih sepi, 60 menit sehari. Tapi itupun angin-anginan pula! Padahal katanya gerak badan membantu menjaga konsistensi darah tetap encer.

Apa lagi dengan hanya tangan kanan dan kaki kanan saja masih bisa mengerjakan segala sesuatu dengan cukup memuaskan tanpa bantuan tangan dan kaki kiri. Dari sononya saya memang bukan kidal. Hanya kalau pakai baju berlengan panjang, untuk mengancingnya atau membukanya saya perlu dibantu istri atau siapapun berada di dekat saya. Selebihnya dapat saya kerjakan sendiri, termasuk hobi saya mengemudi mobil, walaupun berpersneling manual. Dalam hal ini kaki kiri saya harus tetap siap sedia di atas pedal kiri. Mau ke Parapat, Balige, Tarutung, atau ke Berastasgi, Kabanjahe, apalagi hanya sampai Binjei, dan di tempat ramai di dalam kota tak masalah. Kini mobil telah kami ganti dengan yang otomatik, karena sudah berumur lebih 10 tahun dan agak sering masuk bengkel. Ke semua jalur tujuan perjalanan itu mobil dapat saya kemudikan sendiri, baik siang maupun malam atau di bawah guyuran hujan lebat sekalipun.

Yang menjadi masalah, yang belum teratasi sampai sekarang adalah mudah menjadi gamang, dengan akibat otot-otot menjadi kaku, yang disebut spastik. Gamang adalah disulut oleh percaya diri yang berkurang atau hilang. Misalnya ketika mau turun tangga tanpa ada pegangan, atau turun dengan eskalator, melihat kedalaman yang akan dituju, kalau-kalau nanti jatuh terpelanting sampai ke bawah sana, saya pun menjadi takut. Begitu pula kalau emosi marah, ataupun terkejut, akan spastik juga. Kalau sedang berjalan di tempat umum merasa menjadi tontonan orang, padahal orangpun pada umumnya tak ada perhatian, spastik pun timbul, lalu jalan saya tersendat-sendat karena kaki kiri lagi kaku. Idem kalau ada orang lain, yang tak saya kenal, tiba-tiba mau berbaik hati membantu menuntun saya (takut bakal menjadi perhatian orang!).

Masih ada lagi keterbatasan-keterbatasan lain. Tapi syukur saya masih bisa tetap semangat. Kapanpun, di manapun, saya berusaha mandiri dan produktif. Kuncinya adalah harus dapat menerima keadaan, tidak menyesalkannya. Tapi tetap bersyukur. Masih diberi kesempatan melayani Tuhan dan sesama, sekecil apapun itu.

Satu hal yang saya pikir turut berperan saya cepat bisa menerima keadaan, ketika di rawat di RS Siloam, selain karena didampingi istri dan anak saya yang kebetulan lagi cuti, sikap para dokter dan perawat yang ramah dan penuh perhatian, kunjungan pelayanan rohani sekali seminggu dari jemaat setempat, mendengarkan lagu-lagu rohani dari radio dan kaset setiap waktu. Setelah lebih kurang seminggu saya sudah bisa duduk di atas tempat tidur, sudah mulai bisa berjalan, tak perlu pakai kursi roda lagi, sangat membantu meningkatkan optimisme saya. Walaupun dengan sebelah tangan saja, saya dapat melakukan berbagai kegiatan dengan labtop saya di atas tempat tidur; labtop diletakkan di atas meja makan pasien di atas tempat tidur. Walaupun mengetik yang sebelumnya dengan 10 jari, sekarang dengan 5 jari tak kalah cepat.

Dalam keadaan demikian, saya berhasil mencipta satu lagu, lengkap dengan aransemen paduan suara, dengan bantuan softwear musik di labtop saya, jadi bukan dengan alat musik betulan. Satu hal yang sudah lama mau saya lakukan, tapi tak pernah jadi. Beberapa buku musik yang berkenaan dengan itu sudah saya baca dan pelajari. Syair lagu hampir sepenuhnya saya kutip dari Mazmur 128: “Berkat atas Rumah Tangga,”

Berbahagialah setiap orang yang takut akan Tuhan,
yang hidup menurut jalan yang ditunjukkanNya.
Berbahagialah dan baik keadaanmu,
apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu.
Istrimu menjadi s’perti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu,
Anak-anakmu s’perti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu.
Sedemikianlah akan diberkati orang yang takut akan Tuhan
Kebahagiaan, umur panjang, melihat anak-anak dari anakmu.
Damai sejahtera atas kamu!

Satu hal yang juga sangat membantu, saya pikir, dan sangat saya syukuri, adalah keterlibatan saya dalam pelayanan rohani di jemaat kami GKPI Medan Kota. Praktis dimulai sejak saya keluar rumah sakit dan pulang ke Medan saya jadi terlibat dalam kegiatan PA, sedangkan dalam paduan suara gereja, sebagai anggota ataupun dirigen sudah sejak sebelumnya. Sampai sekarangpun masih aktif.

Hari pertama saya kembali di rumah, saya masuk ke ruang kerja saya, karena kangen. Lewat di depan lemari buku terlihat judul satu buku yang langsung menarik perhatian saya waktu itu, karangan Bill Bright, “Handbook for CHRISTIAN MATURITY” A practical, easy to follow guide to the exciting adventure of joyful Christian living, Campus Crusade for Christ International (1982), buku yang sudah lama saya beli tapi belum pernah saya baca. Saya cermati daftar isi, kemudian mulai saya baca. Ternyata berisi bahan-bahan PA. Setelah membaca beberapa judul, timbul niat menterjemahkannya untuk dibagikan kepada keluarga saya, istri dan anak-anak. Membaca lebih lanjut terpikir pula untuk membagikan terjemahannya kepada keluarga saya lebih luas, yaitu keturunan kakek saya Ompu Ni Mastur. Demikian saya baca terus lalu saya putuskan agar menterjemahkannya termasuk untuk anggota jemaat saya. Lalu saya perlihatkan buku tersebut kepada Pendeta Resort kami, Pdt O. Pasaribu MTh, yang segera menyetujuinya setelah berkesempatan membacanya sehari. Demikianlah berangsur-angsur saya terjemahkan judul demi judul dan saya bagikan satu judul setiap hari Minggu sebanyak 1000 copy; anggota jemaat waktu itu ada 600 KK. Kalaupun hanya 10% yang betul-betul membaca dan mempelajarinya saya sudah akan merasa puas. Kenyataannya setiap kali habis terbagi dan dibawa pulang. Demikianlah seluruhnya selesai dalam waktu hampir 2 tahun. Setelah itu saya terjemahkan artikel-artikel rohani yang saya download dari internet. Kali ini karena lebih tebal isinya saya bagikan berselang 2-3 minggu. Tapi kemudian terhenti sejak 5 tahun lalu.

Demikianlah, seperti saya kemukakan di atas, setelah sejumloah upaya-upaya pemulihan, baik fisio terapi maupun terapi pijat, yang disertai pula dengan doa, saya sudah dapat menerima keadaan apa adanya disertai  rasa penuh syukur. Sayapun menarik kesimpulan, mirip-mirip pernyatasan Rasul Paulus dalam 2 Korintus 12:7-10: “Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat” (2 Korintus 12:10).

Wednesday, January 20, 2010

PA-PRIBADI (1)

Yesaya 49:1-6                        Epistel Minggu 31 Januari 2010
PANGGILAN MENJADI HAMBA ALLAH MENYATAKAN TERANG DI TENGAH BANGSA-BANGSA
Yesus terang dunia
(1)  Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. (2)  Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. (3)  Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." (4)  Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."
(5)  Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku—, firman-Nya: (6)  "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
Tentang: penugasan hamba Tuhan (nubuat tentang penugasan Yesus)
Hamba TUHAN sebagai terang di tengah-tengah segala bangsa 
(1-6)
Panggilan menjadi hamba Tuhan menyatakan keagungan-Nya
(1-4)
Penugasan menjadi terang bagi segala bangsa
(5-6)
Tokoh:
Yesaya, Allah

idem
Tempat/waktu:
Yerusalem, menjelang akhir hidup Yesaya, sekitar 681 SM

idem
Proporsi:
personifikasi Mesias (3)

personifikasi penginjilan (6)
Bentuk sastra:
puisi

idem
Pokok bahasan:
Panggilan menjadi hamba Allah

Penugasan sebagai hamba Allah
Ringkasan isi:
Dipanggil menjadi hamba Allah, dan dipersiapkan menyatakan keagungan-Nya (1-4) dengan:
a) membuat mulutnya sebagai pedang yang tajam dan melindunginya di bawah tanganNya (2)
b) membuatnya menjadi anak panah yang runcing yang siap pakai dari tabung panah-Nya (2)
c) maka sebagai hamba-Nya selalu siap sedia menyatakan keagungan-Nya (3-4)

Tugas utama menjadi hamba-Nya adalah menjadi terang bagi bangsa-bangsa (5-6)
Tugas itu mencakup:
a) tugas ke dalam, mengembalikan Yakub dan mengumpulkan sisa-sisa Israel kepada-Nya (5),
b) tugas ke luar, menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Nya sampai ke ujung bumi (6)
Ayat kunci utama:
Yes 49:6b “Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
Pokok pikiran/tema utama:
Sebagai hamba Allah yang dipersiapkan menyatakan keagungan-Nya, hendaklah menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Istilah penting:
terang, hamba TUHAN
Ciri khas:
Kitab Yesaya banyak mengandung nubuat bermuatan ganda, yaitu nubuat yang bakal terjadi segera, sekali gus nubuat kejadian masa depan; juga mengandung banyak personifikasi.
Hubungan struktural utama: sebab-akibat—Dipanggil menjadi hamba TUHAN, masih sejak dari kandungan, mulutnya dibuat tajam sebagai pedang, tubuhnya dilindungi di bawah tangan-Nya, dan dibuat menjadi anak panah yang runcing yang siap pakai dari dalam tabung panah-Nya, sehingga siap untuk menyatakan keagungan-Nya (1-4), maka tugasnya bukan hanya menegakkan suku-suku Yakub dan mengembalikan sisa-sisa orang Israel, tetapi adalah menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Nya sampai ke ujung bumi (5-6).
-- Aspek utama: penyiapan sejak kandungan menjadi hamba Allah
Ayat paralel:
ay 1: Yer 1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
ay 2: Ibr 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita; Why 1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.
ay 6: Yes 42:6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa; Luk 2:32 “yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."; Kis 13:47 “Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."; 26:23 tiba-tiba, ya raja Agripa, pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari, turun dari langit meliputi aku dan teman-teman seperjalananku.
Ayat Konteks:
ay 6 … keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." Mat 28:18-20 Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.  (19)  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  (20)  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
Terang: 
Sifat Allah … 1Yoh 1:5 Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
Firman… Maz 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Hikmat … Dan 2:21, 22 Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian;  (22)  Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.
Tuntunan … Maz 78:14 dituntun-Nya mereka dengan awan pada waktu siang, dan semalam suntuk dengan terang api;
Pribadi Kristus … 2Kor 4:6 Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
Orang Kristen … Mat 5:14, 16 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (16)  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
Misionaris … Mat 10:27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.
Hamba Allah:
Mesias … Yes 42:1 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.
Pengikut Kristus … 2Tim 2:24 sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
Orang Kristen … Kis 2:18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
Penyataan Kristus:
Maha kasih, Juru Selamat
PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: terang
b. Hubungan utama: sebab-akibat—Dipanggil dan dipersiapkan menjadi hamba TUHAN, masih sejak dari kandungan, mulutnya dibuat tajam sebagai pedang, tubuhnya dilindungi di bawah tangan-Nya, dan dibuat menjadi anak panah yang runcing yang siap pakai dari dalam tabung panah-Nya, sehingga siap untuk menyatakan keagungan-Nya (1-4), maka tugasnya bukan hanya menegakkan suku-suku Yakub dan mengembalikan sisa-sisa orang Israel, tetapi adalah menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Nya sampai ke ujung bumi (5-6).
      -- Aspek utama: penyiapan menjadi hamba Allah  
c. Tema utama/pokok pikiran utama:
Sebagai hamba Allah yang dipersiapkan, sejak dari kandungan, menyatakan keagungan-Nya, hendaklah menjadi terang bagi bangsa-bangsa.
Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah yang dimaksud dengan terang?
     -- terang mewakili apa yang baik, murni, benar, kudus, dan terpercaya atau terandalkan.
      -- sebaliknya gelap mewakili apa yang dosa dan jahat
2) Apakah yang dimaksud dengan menjadi terang bagi bangsa-bangsa? 
     -- Menyampaikan injil keselamatan
     -- Orang Kristen adalah penginjil (Mat 10:27)  
     -- Orang Kristen sebagai panutan (Mat 5:14, 16)
3) Apakah atau siapakah sumber terang?
     -- Allah adalah terang (1Yoh 1:5)
     -- Firman adalah terang (Maz 119:105)
     -- Hikmat adalah terang (Dan 1:21, 22)
     -- Terang adalah tuntunan (Maz 78:14)
4) Siapakah yang dimaksud dengan hamba Allah? 
     -- para nabi
     -- Mesias (Yes 42:1)
     -- Pengikut Kristus (2Tim 2:24)
     -- Orang-orang Kristen (Kis 2:18)
Alasan
5) Kenapa harus menjadi terang? 
     -- karena telah menerima terang, maka balik memancarkan atau memantulkan terang
Cara
6) Bagaimana supaya menjadi terang?
     -- percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi
     -- berserah sepenuhnya pada tuntunan Roh Kudus
7) Bagaimana caranya menjadi hamba Allah?
     -- rendah hati
     -- taat melakukan kehendak Allah
Implikasi
8) Apa yang tersirat dalam menjadi terang? 
     -- tidak melakukan hal-hal gelap 
9) Apa yang tersirat sebagai hamba Allah?
     -- taat dan bergantung sepenuhnya pada Allah
Kesimpulan:
1.  Setiap orang Kristen terpanggil dan dipersiapkan menjadi hamba Allah untuk menyatakan keagungan-Nya
2.  Maka setiap orang Kristen mendapat tugas: hidup menjadi terang bagi orang sekitarnya dari segala bangsa.
3.  Setiap orang Kristen seharusnya menjadi panutan bagi orang-orang sekitarnya 

Pesan:
Jadilah hamba Allah yang telah dipersiapkan meneruskan terang keselamatan bagi segala bangsa. Lakukan apa saja yang baik, murni, benar, kudus, dan dapat dipercaya.
PENERAPAN
Evaluasi
:
Juga berlaku bagi orang Kristen masa kini.
Butir-butir penerapan:
1. Tekun bersaat teduh dan ber-PA
2. Hidup dalam Roh, hidup dalam terang
3. Memupuk keberanian bersaksi.
Tekad/Tujuan
Siap setiap saat berperilaku benar memantulkan terang.
Ayat hapalan:
Yes 49:6b “Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
IMS 100115
Ca6tatan:
Pepatah terkenal mengatakan “Habis gelap terbitlah terang”, maksudnya kalau pun mengalami penderitaan, ujung2nya akan berbuahkan kebahagiaan. Menjadi pertanyaan, kenapa harus melewati yang gelap lebih dahulu?