Wednesday, March 13, 2013

PA Pribadi (56)



PA Pribadi: II. KEHIDUPAN KRISTEN (4)
1 Tes 5:16-18 BERSYUKUR
Senantiasa
16 Bersukacitalah senantiasa. 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Tentang: Bersyukur
Bersyukurlah Senantiasa
(16-18)
Tokoh:
Paulus
Tempat/waktu:
Ditulis dari Korintus, AD 51
Proporsi:
Kehendak Allah.
Bentuk sastra:
surat
Pokok bahasan:
Bagaimana bersyukur menurut kehendak Allah.
Ayat kunci utama: 1 Tes 5:18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Pokok pikiran/tema utama:
Bersyukur dalam segala hal dengan senantiasa bersukacita dan tetap berdoa, sebab itulah kehendak Allah bagi orang percaya.
Istilah penting:
Bersyukur, bersukacita, berdoa, senantiasa, tetap, segala hal, dikehendaki Allah
Ciri khas:
==
Hubungan struktural utama: sebab-akibat—Mengucap syukur dalam doa dengan penuh sukacita setiap waktu adalah kehendak Allah (16-18). Senantiasa bersukacita, tetap berdoa (16-17). Mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah kehendak Allah di dalam Kristus Yesus (18)
Ayat paralel:
--
Ayat Konteks:
Konteks dekat:
1 Tes 5:12-28 Perilaku Kristiani

Konteks jauh:
ay 16 … bersukacita Fil 4:4
Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
ay 17 . . . berdoa Ef 6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
ay 18 . . . bersyukur Ef 5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
Bersyukur, thankfulness:  --gratitude for blessing
A. Described as:
Spiritual sacrifice . . . Maz 116:17
Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN,
Duty . . . 2 Tes 2:13 Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.
Unceasing . . . Ef 1:16 akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku,
Spontaneous . . . Fil 1:3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.
In Christ’s name . . . Ef 5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
God’s will . . .. 1 Tes 5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Heaven’s theme . . . Wah 7:12 sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"
B. Expressed for:
Food . . . Yoh 6:11, 23
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. 23 Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya.
Wisdom . . . Dan 2:23 Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja."
Converts . . . 1 Tes 1:2  Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami.
Prayer answered . . . Yoh 11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
Victory . . . 1 Kor 15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Salvation . . . 2 Kor 9:15 Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!
Lord’s supper . . . 1 Kor 11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"
Changed lives . . . 1 Tes 2:13 Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
C. Expressed by:
Healed Samaritan . . . Luk 17:12-19
Righteous . . . Maz 140:14 Sungguh, orang-orang benar akan memuji nama-Mu, orang-orang yang jujur akan diam di hadapan-Mu.
Dikehendaki Allah, will of God:
A. Defined in term of:
Salvation . . . 2 Pet 3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Salvation of children . . . Mat 18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang."
Belief in Christ . . . Mat 12:50 Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
Eternal life . . . Yoh 6:39, 40 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. 40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Thanks giving . . . 1 Tes 5:18   Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
Sanctification . . . 1 Tes 4:4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
B. Characteristic of:
Can be:
  Known . . . Rom 2:18 dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak,
  Proved . . . Rom 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
  Done . . . Mat 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Sovereign over:
Nations . . . Dan 4:35 Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?"
Individuals . . . Kis 21:14 Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: "Jadilah kehendak Tuhan!"
C. God’s power in doing, seen in:
Predestination . . . Rom 9:18-23 Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. 19 Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?" 20 Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" 21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? 22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan--23 justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,
Sovereignty . . . Dan 4:35 Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?"
Man’s salvation . . . 1 Tim 2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
Believer’s salvation . . . Yak 1:18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Redemption . . . Gal 1:4 yang telah menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita.
D. Believer’s relationshiop to, seen in his:
Calling . . . 1 Kor 1:1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita,
Regeneration . . . Yak 1:18 Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
Sanctification . . . Ibr 10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
Transformation . . . Rom 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Instruction . . . Kis 21:14 Karena ia tidak mau menerima nasihat kami, kami menyerah dan berkata: "Jadilah kehendak Tuhan!"
Whole life . . . 1 Pet 4:2 (1Pe 4:2)  supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Daily work . . . Ef 6:6
Travels . . . Rom 1:10
Plans . . . Yak 4:13-15
Suffering . . . 1 Pet 3:17
Perfection . . . Kol 4:12
Penyataan Kristus:
Maha kasih, Maha kuasa.
PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: Bersyukur
b. Hubungan utama: sebab-akibat— Mengucap syukur dalam doa dengan penuh sukacita setiap waktu adalah kehendak Allah (16-18). Senantiasa bersukacita, tetap berdoa (16-17). Mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah kehendak Allah di dalam Kristus Yesus (18)  
      -- Aspek utama: Dikehendaki Allah
c. Tema utama/pokok pikiran utama:
Bersyukur dalam segala hal dengan senantiasa bersukacita dan tetap berdoa, sebab itulah kehendak Allah bagi orang percaya.
 Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah bersyukur?
     --.
Kata Firman bersyukur adalah: Kurban rohaniah (Maz 116:17); Tugas/kewajiban (2 Tes 2:13); Terus menerus (Ef 1:16); Secara spontan/tanpa diminta-minta (Fil 1:3); Dalam nama Kristus (Ef 5:20); Atas kehendak Allah (1 Tes 5:18); Tema sorgawi (Wah 7:12)
      --
2) Apakah dikehendaki Allah? 
     -- Dinyatakan sebagai:
Keselamatan (2 Pet 3:9); Keselamatan anak-anak (Mat 18:14); Keparcayaan dalam Kristus (Mat 12:50); Hidup kekal (Yoh 6:39, 40); Bersyukur (1 Tes 5:18); Pengkudusan (1 Tes 4:4).
Alasan
5) Kenapa mengucap syukur dalam segala hal? 
     -- memenuhi kehendak Allah
     -- Allah memenuhi kekuatan dan hikmat yg diperlukan untu bersyukur dalam segala hal
6) Kenapa dikehendaki Allah?
     -- untuk menetapkan kelayakan sebagai anak Allah.
Cara
6) Bagaimana bersyukur dalam segala hal?
     -- menerapkan sepenuhnya kekuatan dan hikmat yg Allah berikan dlm menjalankan hidup.
     --
7) Bagaimana menjalankan kehendak Allah?
     -- dengan tuntunan Toh Kudus
     --
Implikasi
8) Apa yang tersirat dari bersyukur dalam segala hal? 
     --  terima diri apa adanya termasuk apapun yang diterima, dialami, dan dihadapi, baik yang enak maupun yg tak enak
9) Apa yang tersirat dari “dikehendaki Allah”?
     -- diterima dan dijalankan dengan penuh suka cita.
     -- 
Kesimpulan:
1. Bersyukur dalam segala hal adalah kehendak Allah.
2. Menjalani hidup haruslah dengan sikap menerima apa adanya diri dg penuh sukacita..
3. Menjalani hidup dengan keyakinan penuh akan pemeliharaan Allah.
4. .
Pesan:
Bersyukur dalam segala hal dengan senantiasa bersukacita dan tetap berdoa, sebab itulah kehendak Allah bagi orang percaya
.
PENERAPAN
Evaluasi
:
.
Butir-butir penerapan:
1.
Bersukacita senantiasa..
2.
Tetap berdoa
3..
Mengucap syukur dalam segala hal
Tekad/Tujuan
Menjalani hidup dengan penuh sukacita, dengan tuntunan Roh Kudus demi terwujudnya kehendak Allah.
Ayat hapalan: 1 Tes 5:18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

IMS 130311

DISKUSI PA

1.      Menyadari bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali, Paulus memberi petunjuk-petunjuk praktis untuk hidup yang menyenangkan Allah dalam keadaan apa pun.
Hal-hal apa saja yang dapat kita syukuri?
Rujuk juga: Bersyukur adalah: Maz 116:17; 2 Tes 2:13; Ef 1:16; Fil 1:3; Ef 5:20; 1 Tes 5:18; Wah 7:12; Dinyatakan untuk: Yoh 6:11, 23; Dan 2:23; 1 Tes 1:2; Yoh 11:41; 1 Kor 15:57; 2 Kor 9:15; 1 Kor 11:24; 1 Tes 2:13; Dikehendaki Allah dinyatakan sebagai: 2 Pet 3:9; Mat 18:14; Mat 12:50; Yoh 6:39, 40; 1 Tes 5:18; 1 Tes 4:4; Ciri-ciri: Rom 2:18; Rom 12:2; Mat 6:10;  Dan 4:35; Kis 21:14; Kuasa Allah: Rom 9:18-23; Dan 4:35; 1 Tim 2:4; Yak 1:18; Gal 1:4; Orang percaya: 1 Kor 1:1; Yak 1:18; Ibr 10:10; Rom 12:2; Kis 21:14; 1 Pet 4:2;

a)      Anugerah Allah yang menyelamatkan kita
b)      Tersedianya barang kebutuhan sehari-hari
c)      Adanya makanan dan tempat tinggal
d)      Kebersamaan dengan teman-teman dan keluarga
e)      Kata Firman bersyukur adalah: Spiritual sacrifice (Maz 116:17); Duty (2 Tes 2:13); Unceasing (Ef 1:16); Spontaneous (Fil 1:3); In Christ’s name (Ef 5:20); God’s will (1 Tes 5:18); Heaven’s theme (Wah 7:12);
f)       Bersyukur dinyatakan untuk: Food (Yoh 6:11, 23); Wisdom (Dan 2:23); Converts (1 Tes 1:2); Prayer answered (Yoh 11:41); Victory (1 Kor 15:57); Salvation (2 Kor 9:15); Lord’s supper (1 Kor 11:24); Changed lives (1 Tes 2:13);
Hal dikehendaki Allah:
a)      Dinyatakan sebagai: Salvation (2 Pet 3:9); Salvation of children (Mat 18:14); Belief in Christ (Mat 12:50); Eternal life (Yoh 6:39, 40); Thanks giving (1 Tes 5:18); Sanctification (1 Tes 4:4).
b)      Ciri-ciri “dikendaki Allah” dapat di: Known (Rom 2:18); Proved (Rom 12:2); Done (Mat 6:10);  Sovereign over: Nations (Dan 4:35); Individuals (Kis 21:14);  
c)      Kuasa Allah dalam melakukan kehendak-Nya, terlihat dalam: Predestination (Rom 9:18-23); Sovereignty (Dan 4:35); Man’s salvation (1 Tim 2:4); Believer’s salvation (Yak 1:18); Redemption (Gal 1:4);
d)     Hubungan orang percaya dengan kerhendak Allah, terlihat dalam: Calling (1 Kor 1:1); Regeneration (Yak 1:18); Sanctification (Ibr 10:10); Transformation (Rom 12:2); Instruction (Kis 21:14) Whole life (1 Pet 4:2);

2.      Apa yang dikatakan Paulus dalam Filipi 4:10-20 tentang mengucap syukur dalam segala keadaan?
a)      Perhatian dan bantuan Jemaat Pilipi (ay 10)
b)      Pengalaman hidup susah dan senang, lapar dan kenyang, berkekurangan dan berkelimpahan (11, 12)
c)      Kekuatan dari Allah untuk menanggungnya (13)
d)      Perbuatan baik jemaat ambil bagian dalam kesusahannya (14)
e)      Tidak menanggung hutang piutang siapapun sebelum datang dari Makedonia selain dari jemaat Filipi (15, 16)
f)       Telah menerima semua yang perlu bahkan berkelimpahan, suatu persembahan yang harum,suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah (17, 18)
g)      Berdoa kiranya Allah memenuhi segala keperluan jemaat Filipi, sekalian memuji memuliakan Allah (19, 20).
Fil 4:10-20
10Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 11  Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. 14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. 15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu. 16 Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. 17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu. 18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah. 19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. 20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.

3.      Dari teladan Paulus dalam Filipi 4:10-20, daftarkan beberapa hal yang dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sendiri?
a)      Mendoakan orang-orang yang telah membantu.
b)      Mencatat & mengingat perbuatan baik orang-orang satu per satu.
c)      Menerima semuanya sebagai berkat Allah.
d)       

Thursday, December 6, 2012

BAPAKU DI SORGA MENYERTAIKU



Kesaksian lisan dalam acara HUT-75 IMS tgl 29/12/10

BAPAKU DI SURGA MENYERTAIKU

(Fil 4:4-7; Yoh 15:4-5)
Kesaksian tertulis, dengan judul “Belajar dari Pengajaran Orangtua”, telah tercantum dalam buku acara. Berikut ini disampaikan secara lisan pengembangannya dan penerapannya yaitu aspek lainnya dalam hidup saya sehari-hari. Dalam kesaksian pertama disampaikan, bahwa apa adanya diriku tidaklah lepas dari bentukan pengajaran-pengajaran yang kuperoleh dari orangtuaku, baik orangtuaku kandung semasa hidup mereka maupun orangtua surgawiku sepanjang hidupku.
Tema utama kesaksian lisan ini adalah: Keyakinan bahwa Tuhan Allah adalah Bapaku di surga. Dalam hal ini,  aspek lain pengalaman hidup yang paling menonjol, selain dalam kesaksian tertulis “Belajar dari Pengajaran Orangtua”. Akan saya berikan sekarang secara singkat beberapa contoh pengalamanku akan penyertaan Tuhan dalam hidupku.
Pertama, yang sangat berkesan adalah pengalaman tersandera tanggal 28 Maret 1981, pukul 10.10 WIB, dalam perjalanan dari Jakarta ke Medan, di atas pesawat DC9 “Woyla” Garuda Indonesia. Yaitu tak kuatir, yakin Bapa di surga yang jaga aku. Segera setelah tersandera kunyanyikan dalam hati lagu “Tuhan Allah hadir dalam rumah ini”, dari Nyanyian Rohani no ?, lagu yang sering kami nyanyikan pada apel pagi ibadah singkat setiap hari Senin sebelum mulai pelajaran dalam kelas masing-masing, di SMA Nasrani di Jl Padangbulan (sekarang jl Kapt Patimura). Karena tak hapal teks lagu, mulai baris dua dst saya nyanyikan secara humming, kemudian segera ganti dengan kata-kata doa. Sebagai follow-up, tidak lama kemudian saya teringat suatu ayat firman Tuhan berbunyi “Jika Allah bersama kita siapa yang kita takutkan”, padahal bunyi yang sebenarnya, tertulis dalam Roma 8:31b, “Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?” Ketika penyandera mengatakan pesawat akan diterbangkan ke Libia melalui Kairo, timbul pula keyakinanku, dan kudoakan, kalaulah ini perjalanan terakhir dalam hidupku bahwa Tuhan akan menjaga anak-istriku yang kutinggalkan. Sayapun merasa damai di hati dan tenang-tenang saja. Kemudian salah seorang dari penyandera, sambil menggenggam granat mondar mandir di gang di antara barisan penompang, bertanya kepada beberapa orang apa agamanya; semua menjawab “Islam”. Sayapun cemas apalah jawab saya nanti. Ternyata secara spontan saya menjawab yang sebenarnya, tanpa merasa khawatir sedikitpun.
Lama bertahun-tahun kemudian barulah saya sadari, setelah saya mulai paham akan pekerjaan Roh Kudus dalam diri setiap orang percaya, bahwa dorongan bernyanyi, teringat akan ayat firman, yakin akan pemeliharaan Allah terhadap keluarga yang ditinggal, serta berkata benar apa agama yang dianut, adalah karya Roh Kudus dalam diri saya. Yang saya dengar adalah suara Allah. Dan waktu itu saya mendengar dan mengindahkannya, artinya secara spontan mematuhinya, meyakininya, mempercayainya dan melakukannya, bukan hanya sekedar mendengarnya saja.
Ke dua adalah menerima ketidak sembuhan dari strook, yaitu tidak kecewa walau saya doakan berkali-kali pada awalnya. Sudah hampir 11 tahun sejak kejadian masih tetap bersemangat, tetap melakukan sendiri, walau dengan susah payah dan menjadi lambat, selalu cari akal bagaimana supaya berhasil, pantang menyerah (kecuali tentunya yang tak mungkin, yaitu apa yang harus dilakukan dengan tangan kiri, tak bisa dengan gigi atau kaki).
Dalam pada itu, sementara masih dirawat inap di RS Siloam, segera setelah saya boleh duduk masih di atas tempat tidur, saya terdorong untuk mengarang lagu. Bagaimana caranya sudah pernah saya baca dari beberapa buku yang saya beli dengan cara serupa. Maka kupraktekkanlah dengan bantuan laptop yang selalu saya bawa dalam kunjungan inspeksi ke pabrik-pabrik sebagai konsultan ketika terserang strook tersebut di Pakanbaru. Dalam laptop ada program menulis, memainkan, dan mecipta musik tanpa perlu memakai instrumen musik benaran. Hasilnya terciptalah lagu berdasarkan nas Mazmur 128 “Berkat atas rumah tangga”. Lagu ini satu-satunya yang pernah saya cipta sendiri, sejak 11 tahun lalu.
Ke tiga, pengalaman hidup lainnya, selama masih aktif sebelum pensiun: tak kejar pangkat atau jabatan. Mulai sebagai Staf Bagian Teknologi, lalu Kepala Bagian Teknologi, setingkat di bawah Direksi, kemudian Inspektur Teknik/Teknologi, sedikit di atas Kabag. Pernah di-imingi jabatan Direktur, namun saya tolak saran supaya beri upeti. Sebaliknya juga saya tolak timbun kekayaan melalui upeti suap.
Ke empat tak khawatir finansial biaya hidup, tak perlu kejar suapan, merasa cukup dengan apa yang ada, tak ambil peluang sambung masa aktif sebagai tenaga honorer setahun-setahun, dll. Setahun sebelum pensiun, setelah merenungnya, berketetapan akan lanjut memulai masa pensiun dengan apa yang ada, yaitu mengolah dan mengelola sebidang tanah ladang. Tetapi ternyata langsung pula ada tawaran jadi konsultan. Dalam hal ini saya tak konsekuen, karena ini sama saja terima peluang perpanjang pensiun, sebab masih bidang serupa dengan apa yang saya geluti semasa aktif. Mungkin ketidak konsekuenan inilah, dengan perkataan lain tanpa pertimbangan secara iman, bahwa usaha ladang secara full time akan sama atau bahkan lebih hasilnya, berakibat kena strook! Pengelolaan ladang pun akibatnya kurang waktu alias terlantar, dan setelah strook pun payah ke ladang!
Terakhir, walau sepertinya terkena hukuman dengan strook, sebaliknya terobati dengan apa yang ku dapat kemudian. Bapa di surga memang masih tetap memelihara kami. Setelah kena strook, peluang mendalami Firman pun semakin terbuka. Sehari setelah kembali berada di rumah, setelah sebulan dirawat inap di RS Gleneagles Siloam di Karawaci, Tangerang, saya masuk kamar kerja saya melintas di depan lemari buku. Terlihatlah sebuah buku yang judulnya segera menarik perhatianku. Kuambil, kubuka, ternyata isinya kumpulan bahan diskusi PA terbitan ...... Buku ini sudah lama saya beli dengan sisa uang jalan sewaktu melakukan perjalan dinas ke luar negeri, tetapi belum pernah sempat saya baca. Setelah saya baca beberapa bab pertama, saya terpikir untuk menterjemahkannya. Mula-mula untuk bacaan keluarga, lalu meluas menjadi untuk bacaan keluarga besarku pomparan Ompu ni Mastur, terakhir meningkat pula menjadi bacaan anggota Jemaat GKPI Medan Kota. Saya perlihatkan contoh terjemahannya dan buku aslinya kepada pendeta O. Pasaribu, yang segera menyetujuinya. Demikianlah setiap minggu terbit satu bab dan dibagikan Minggu pagi di gereja. Seluruhnya selama hampir dua tahun. Kemudian lanjut dengan menterjemahkan bahan-bahan yang saya peroleh dari internet, terbitan Radio Bible Class. Karena lebih panjang, terbitnya setiap bulan atau satu setengah bulan. Terakhir meningkat lagi dengan terbitan buku penuntun PA, hasil olahan dari sejumlah buku-buku, yang saya peroleh dengan cara dan kesempatan sama seperti di atas.
Tersusunlah buku PA yang cetakan ke-3 nya setelah revisi ulang dibagikan tadi. Berisi prosedur ilmiah, yang berlaku universal untuk melakukan penelitian atau penelaahan tulisan-tulisan ilmiah. Yang terdiri dari tiga tahapan: 1) pengamatan = apa faktanya; 2) penafsiran = apa katanya; 3) penerapan = apa relevansinyadalam hidupku sekarang = apa yg mau saya lakukan segera/skarang. Suatu prosedur universal = bisa diterapkan pd pengajian/pendalaman Kitab Suci lain, buku-buku tuntunan hidup dll.

PENGAJARAN ORANGTUA



BELAJAR DARI PENGAJARAN ORANGTUA

Akan kubagikan di sini khususnya pengajaran orangtuaku. Kumulai dengan pengajaran orangtua surgawiku, Bapaku di surga. Pada masa remajaku, ketika belajar Firman aku kebagian nas sidi: Filipi 4:4 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!”  Sepertinya agak ironis rasanya kalau diingat belum setahun sebelumnya ayah meninggalkan kami dipanggil Tuhan. Tetapi rupanya inilah penghiburan-Nya bagi kami, yaitu supaya bersukacita selalu, d.p.l. bersyukurlah senantiasa. Diperkuat lagi ketika menerima pemberkatan nikah, nas bagi kami berdua adalah: Yohanes 15:4, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Jadi: Mau berbuat, mau berbuah? . . . . Tinggallah dalam Kristus! . . . . Roh Kudus di dalam aku, Ia menuntun aku! . . . . Hasilnya buah roh! Puji Tuhan. Maka bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Tekunlah mendalami Firman-Nya.
Berikut dari orang tua kandungku, Albert Siregar dan Djawiah Nasution. Semasa kanak-kanak, sebelum pendudukan Jepang, bahasa pengantar di rumah dan TK adalah bahasa Belanda. Setelah itu ganti dengan bahasa Indonesia. Tiga tahun terakhir SD sampai tamat dan beberapa bulan pertama di sekolah menengah pertama kuikuti di sekolah berbahasa pengantar Belanda, masing-masing di Christelijke Lagere School (sekolah rendah) dan Christelijke Middelbare School (sekolah menengah), yang kemudian berubah masing-masing menjadi SD dan SMP Nasrani di Medan setelah pengakuan kedaulatan RI oleh pemerintah Belanda. Pada waktu itu setiap kali aku tanya ayahku apa arti sesuatu istilah bahasa Belanda selalu di jawab: “Koenen . . . Koenen.” Maksudnya cari sendiri di kamus bahasa Belanda (susunan M.J. Koenen & J. Endepols,  “Verklarend Handwoordenboek der Nederlandse Taal”). Rupanya ia hendak mengajarkan aku untuk selalu coba mengerjakan sendiri terlebih dahulu sebelum meminta nasihat atau minta tolong orang lain.
Ayah meninggal dunia di usia relatif muda dalam usia 42 tahun, dua hari setelah membawa si bungsu kami ke gereja menerima baptisan kudus. Ketika itu aku yang sulung dari lima bersaudara masih kelas satu SMP.
Masih kuingat betul, di hari pertama ada kesempatan, kami anak-anaknya diajak oleh ibu ke kuburan ayah. Sebelum pulang ibu berdoa, “Bapa di surga, Engkaulah yang menjadi bapa anak-anakku, peliharalah kami bersama.”  Inilah kata-kata doa ibu yang sangat terkesan dan tertanam di sanubariku. Kami pulang dengan hati lega, percaya Tuhan akan jaga kami. Itulah peganganku seterusnya sampai hari ini. Terima kasih, Tuhan. Jawaban-Nya atau penegasan-Nya adalah nas sidi dan nas pamberkatan nikah tersebut di atas:
Bersukacitalah, bersukacitalah senantiasa,
senantiasa dalam Tuhan, bersukacitalah.
Tinggal di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam aku,
aku berbuah banyak, bersukacitalah dalam Tuhan.
(saduran Fil 4:4; Yoh 15:4).
Ibuku tammatan sekolah guru, yaitu Kweekschool Salatiga. Seingatku di masa kanak-kanakku ia tidak lagi mengajar di sekolah. Setelah ayah meninggal ia mulai lagi mengajar. Tidak lama kemudian ia berhenti lalu mulai berdagang, yaitu berdagang batik. Dibelinya dari Pajak Ikan
Lama di belakang Kesawan, Medan, lalu menjualnya secara mencicil dua atau tiga cicilan, mula-mula kepada kawan-kawannya. Demikian ia menekuninya sampai ia mempunyai kiosk sendiri di Pusat Pasar di Medan, sedangkan batiknya dibeli dan dipesan langsung dari langganannya di Pekalongan. Dengan usaha dagangnya ini ia bisa menghidupi keluarga dan menyekolahkan kami semua sampai tamat di perguruan tinggi. Demikianlah ketekunannya sebagai orangtua tunggal memelihara dan membina keluarganya. Bapa di surga adalah bapa kami!
Beberapa waktu yang lalu kutemukan pula fotocopy surat wasiat nenekku, Ompu ni Irwan, ibu dari ibuku, yang ditulistangan sendiri di atas kertas bermeterai Rp 25, meterai RI tahun 1976. Ternyata dalam wasiatnya tersebut nenek mewasiatkan bagaimana penerapannya supaya senantiasa bersukacita dalam Tuhan, yaitu: “Hamu sude dakdanakku na huhaholongi, au inangmunu Ompu ni Irwan madung dialap Tuhanta na basa i au tulambungna, porsaja do au dihata ni Tuhanta dilambung nia do au dihasonangan na di banua gindjang i, hata sipaingotku dihamu sude dakdanakku dibagasan dame na sian Tuhantai ma hamu tontong, sai marsihaholongan ma hamu, ulang adong dihamu parsalisian sanga aha, tontongma tiop hamu hata na sian Tuhanta i, sai marsihaholongan ma hamu, ima tandana siseanku hamu ninna Tuhanta do mandokkon hita, sisean ni Tuhanta do hita sude, . . .” (masih dengan ejaan lama!). Yaitu, tetaplah dalam damai Tuhan kita, saling mengasihi, hidup rukun tanpa ada perselisihan apapun, tetap berpegang pada Firman Tuhan, saling mengasihi tandanya kamu murid Tuhan, semua kita adalah murid Tuhan.
Jadi, sadar atau tidak sadar, pengajaran orang tuaku tersebut ternyata telah membentuk hidupku sedemikian rupa sehingga tidak merasa kekurangan apapun, senatiasa bersyukur apapun yang kuterima, termasuk menjadi semi-invalid karena strook, masih bisa melayani Tuhan dan sesama. Amen.
IMS 101122