Saturday, June 23, 2012

PA PRIBADI (47)


Markus 4:35-41
ANGIN RIBUT DIREDAKAN
Bersama Yesus Tak Perlu Khawatir
Minggu 3 Set TRINITATIS 24 Juni 2012
Thema: HIKMAT DAN PENGERTIAN HENDAKLAH TERUS MEMULIAKAN TUHAN
Khotbah: Ayub 38:1-11
Epistel: Markus 4:35-41
35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" 39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" 41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Tentang: rasa takut
Bersama Yesus Tak Perlu Takut
(35-41)
Tokoh:
Yesus, para murid
Tempat/waktu:
Di tepi danau Galilea, petang hari
Proporsi:
Dalam perjalanan ke seberang naik perahu, mengalami amukan taufan yg dahsyat.
Bentuk sastra:
narasi peristiwa
Pokok bahasan:
Kekhawatiran dalam keadaan bahaya, padahal sedang bersama Yesus.
Ringkasan isi:
35-41Yesus memerintahkan taufan dan ombak mereda, lalu menegur para muridnya mengapa begitu takut dan tidak percaya, padahal Yesus bersama mereka dalam perahu yang sama.
35-36 Setelah memberi pengajaran kepada orang banyak di tepi danau, Yesus yang telah duduk dalam perahu mengajak para murid berangkat ke seberang.
37-38 Angin taufan datang mengamuk sangat dahsyat dan ombakpun menyembur ke dalam perahu sudah hampir penuh; Yesus sedang tidur di atas tilam di buritan, para murid membangunkanNya seraya berkata, "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
39-41 Yesus bangun lalu menghardik angin dan berkata kepada danau supaya diam dan tenang, anginpun reda dan danau teduh sekali; lalu Ia berkata kepada muridNya,
"Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"  Mereka menjadi sangat takut dan heran, siapa gerangan orang ini , angin dan danau taat padaNya.
Ayat kunci utama: Markus 4:40
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
Pokok pikiran/tema utama:
Bersama Yesus tak perlu takut menghadapi bahaya, serahkan padaNya, percaya padaNya, Ia akan menghalaunya.
Istilah penting:
takut, tidak percaya
Ciri khas:
‑-
Hubungan struktural utama: puncak—Setelah memberi pengajaran kepada orang banyak di tepi danau, Yesus yang telah duduk dalam perahu mengajak para murid berangkat ke seberang (35-36). Angin taufan datang mengamuk sangat dahsyat dan ombakpun menyembur ke dalam perahu sudah hampir penuh; Yesus sedang tidur di atas tilam di buritan, para murid membangunkanNya seraya berkata, "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" (37-38) Yesus bangun lalu menghardik angin dan berkata kepada danau supaya diam dan tenang, anginpun reda dan danau teduh sekali; lalu Ia berkata kepada muridNya, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"  Mereka menjadi sangat takut dan heran, siapa gerangan orang ini , angin dan danau taat padaNya. (39-41).
Ayat paralel:
ay 35-41: Mat 8:23-27; Luk 8:22-25 Angin ribut diredakan.

Ayat Konteks:
Konteks dekat:
ay 36 ... dalam perahu Mar 4:1
Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu.; Mar 3:9 Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya.; 5:2, 21 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. 21  Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, ; 6:32, 45 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. 45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
ay 40 ... tidak percaya Mat 14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"; Mar 16:14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
Konteks jauh:
 
Afraid—Overcome with fear: 
B. Overcome by:
The Lord’s presence ... Maz 3:6, 7 Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku! 7Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.
Trusting God ... Maz 27:1-3 Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? 2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. 3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
God’s protection ... Maz 91:4, 5 Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. 5 Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang,
Stability of heart ... Maz 112:7, 8 Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN. 8 Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia memandang rendah para lawannya.
God’s coming judgment ... Yes 10:24-26 Sebab itu beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: "Hai umat-Ku yang diam di Sion, janganlah takut terhadap Asyur, apabila mereka memukul engkau dengan gada dan menghantam engkau dengan tongkatnya, seperti yang dilakukan Mesir dahulu. 25 Sebab sedikit waktu lagi amarah-Ku atasmu akan berakhir, dan murka-Ku akan menyebabkan kehancuran mereka. 26 TUHAN semesta alam akan mencambuk mereka dengan cemeti, seperti Ia menghajar Midian di gunung batu Oreb, dan mengayunkan tongkat-Nya ke atas laut Teberau dan mengangkatnya seperti di Mesir dahulu.
The Messiah advent ... Yes 40:9-11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati. 12 Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca? 13 Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat? 14 Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?
God’s sovereign power ... Yes 51:12, 13 Akulah, Akulah yang menghibur kamu. Siapakah engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang akan mati, terhadap anak manusia yang dibuang seperti rumput, 13 sehingga engkau melupakan TUHAN yang menjadikan engkau, yang membentangkan langit dan meletakkan dasar bumi, sehingga engkau terus gentar sepanjang hari terhadap kepanasan amarah orang penganiaya, apabila ia bersiap-siap memusnahkan? Di manakah gerangan kepanasan amarah orang penganiaya itu?
Christ’s comforting words ... Mat 14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
Faith, --confidence in the testimony of another:
A Nature of:
Fruit of the Spirit ... Gal 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
Work of God ... Yoh 6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
God’s gift ... Ef 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
Comes from the heart ... Rom 10:9, 10 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Conviction of unseen things ... Ibr 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
B. Results from:
Scriptures ... Yoh 20:30, 31 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, 31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Preaching ... Yoh 17:20 Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;
Gospel ... Kis 15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
C. Place of, in Christian life:
Live by ... Rom 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
Follow in the steps of ... Rom 4:12 dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.
Pray by ... Mat 21:22 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya."
Resist evil by ... Ef 6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
Overcome world by ... 1 Yoh 2:13-17 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Die in ... Ibr 11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.
Penyataan Kristus:
Setia
PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama:  takut,
b. Hubungan utama: puncak—Setelah memberi pengajaran kepada orang banyak di tepi danau, Yesus yang telah duduk dalam perahu mengajak para murid berangkat ke seberang (35-36). Angin taufan datang mengamuk sangat dahsyat dan ombakpun menyembur ke dalam perahu sudah hampir penuh; Yesus sedang tidur di atas tilam di buritan, para murid membangunkanNya seraya berkata,
"Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" (37-38) Yesus bangun lalu menghardik angin dan berkata kepada danau supaya diam dan tenang, anginpun reda dan danau teduh sekali; lalu Ia berkata kepada muridNya, "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" Mereka menjadi sangat takut dan heran, siapa gerangan orang ini , angin dan danau taat padaNya. (39-41).
      -- Aspek utama: tidak percaya
c. Tema utama/pokok pikiran utama:
Bersama Yesus tak perlu takut menghadapi bahaya, serahkan padaNya, percaya padaNya, Ia akan menghalaunya.
Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah yang dimaksud di sini dengan takut?
     -- ketakutan ketika menghadapi keadaan bahaya.
     -- khawatir akan celaka
2) Apakah yang dimaksud dengan tidak percaya dalam teguran Yesus kepada muridNya? 
     -- Tidak punya iman pada Yesus, sesuai dengan apa yang telah diajarkannya
     --  Bahwa Yesus adalah Tuhan, bahwa Yesus dapat menyelamatkan.
     -- Bahwa Yesus bukan sembarang manusia, tapi punya kuasa ilahi, dpl adalah Tuhan, sedikit banyaknya para murid seyogyanya sudah menangkap hal ini.
Alasan
3) Kenapa para murid menjadi takut? 
     -- Tidak menyadari atau lupa, bahwa Yesus yang mengajak mereka menyeberangi danau punya kuasa menyelamatkan, seperti telah berkali-kali diajarkanNya dan buktikan.
4) Kenapa para murid belum percaya siapa Yesus?
     -- Belum yakin akan ketuhanan Yesus
Cara
5) Bagaimana menjadi takut?
     -- dikuasai oleh rasa takut tidak dapat menguasai keadaan bahaya.
6) Bagaimana tidak percaya?
     -- Ajaran Yesus belum sepenuhnya meresap dalam hati mereka, sehingga yakin Yesus adalah Tuhan, karena Yesus masih berada sebagai manusia
     --
Implikasi
8) Apa yang tersirat dari menjadi takut? 
     -- Terlalu mengandalkan diri sendiri
     -- Mengatasi ketakutan, harus yakin akan: The Lord’s presence Maz 3:5, 6; Trusting God  Maz 27:1-3; God’s protection  Maz 91:4, 5; Stability of heart  Maz 112:7, 8; God’s coming judgment Tes 10:24-26; The Messiah advent Yes 40:9-11; God’s sovereign power Yes 51:12, 13; Christ’s comforting words Mat 14:27.
9) Apa yang tersirat dari tidak percaya?
     -- Belum, tidak percaya Yesus adalahTuhan
     -- Berbeda dengan kita sekarang yang telah menjadi orang percaya.
     -- Sifat atau ciri-ciri iman: Fruit of the Spirit Gal 5:22; Work of God Yoh 6:29. God’s gift Ef 2:8; Comes from the heart  Rom 10:9, 10 Conviction of unseen things Ibr 11:1
     -- Hasil dari: Scriptures Yoh 20:30, 31; Preaching Yoh 17:20; Gospel Kis 15:7.
     -- Peran dalam hidup Kristiani: Live by Rom 1:17; Follow in the steps of Rom 4:12; Pray by Mat 21:22 Resist evil by Ef 6:16; Overcom world by 1 Yoh 2:13-17; Die in Ibr 11:13.
Kesimpulan:
1. Ketika Yesus mengajak para muridNya berangkat dengan perahu menuju seberang danau, pada hakekatnya belum meresap dalam hati nuraninya akan ketuhanan Yesus.
2. Hal ini berbeda dengan kita sekarang para orang percaya..
3. Begitupun, untuk peneguhan iman kitapun perlu mengenal Yesus lebih mendalam, melalui PA.
Pesan:
Bersama Yesus tak perlu takut menghadapi bahaya, serahkan padaNya, percaya padaNya, Ia akan menghalaunya
.
PENERAPAN
Evaluasi
:
Masih berlaku masa kini untuk didalami.
Butir-butir penerapan:
1. Teruskan menekuni PA secara teratur.
2. Terapkan iman yang semakin teguh dalam hidup sehari-hari berkeluarga, berjemaat, dan bermasyarakat.
3. Menjadi kesaksian akan penyertaan Roh Kudus dalam hidup kita.
Tekad/Tujuan
Lebih mengenal Yesus lagi.
Ayat hapalan: Markus 4:40
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"

IMS 120622

DISKUSI PA

1.      Yesus yang duduk dalam perahu menyampaikan pengajaranNya dalam bentuk sejumlah perumpamaan tentang Kerajaan Allah (Mar 4:1-34) kepada orang banyak di pinggir pantai danau Galilea; setelah selesai Yesus mengajak para muridNya berangkat menuju seberang danau. Apa yang terjadi dalam perjalanan ini?
a)      Karena demikian banyak orang yang hadir ketika Yesus memberikan pengajaran di tepi pantai, Yesus memilih duduk di atas suatu perahu yang sedang berlabuh di dekat itu
b)      Setelah selesai memberikan pengajaran, perahu yang sama digunakan oleh Yesus mengajak para muridnya pergi ke seberang danau.
c)      Di tengah perjalanan angin taufan datang mengamuk sangat dahsyat dan ombakpun menyembur ke dalam perahu sudah hampir penuh; para murid menjadi ketakutan lalu membangunkan Yesus yang sedang tertidur di buritan
d)      Yeus menghardik angin taufan dan danau supaya tenang.
e)      Lalu Yesus menegur para murid kenapa takut dan tidak percaya.
f)        Mereka menjadi sangat takut dan heran angin dan danau taat padaNya, siapa gerangan Yesus ini.

2.       Apa kata Yesus kepada para muridNya menegur mereka.
a)      "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
b)      Padahal Yesus ada bersama mereka
c)      Para murid ketakutan ketika menghadapi keadaan bahaya khawatir akan celaka.
d)      Rupanya mereka belum punya atau masih lemah iman pada Yesus, sesuai dengan apa yang telah diajarkannya, bahwa Yesus adalah Tuhan, bahwa Yesus dapat menyelamatkan, bahwa Yesus bukan sembarang manusia, tapi punya kuasa ilahi, dpl adalah Tuhan, sedikit banyaknya para murid seyogyanya sudah menangkap hal ini.
e)      Tidak menyadari atau lupa, bahwa Yesus yang mengajak mereka menyeberangi danau punya kuasa menyelamatkan, seperti telah berkali-kali diajarkanNya dan buktikan; belum yakin akan ketuhanan Yesus
f)       Mereka dikuasai oleh rasa takut tidak dapat menguasai keadaan bahaya; ajaran Yesus belum sepenuhnya meresap dalam hati mereka, sehingga yakin Yesus adalah Tuhan, karena Yesus masih berada sebagai manusia.

3.      Apa yang tersirat dari isi teguran Yesus tersebut dan bagaimana penerapannya dalam hidup kita?
a)      Para murid terlalu mengandalkan diri sendiri; mengatasi ketakutan, harus yakin akan: Kehadiran Tuhan Maz 3:5, 6; Percaya Allah  Maz 27:1-3; Perlindungan Allah  Maz 91:4, 5; Keteguhan hati  Maz 112:7, 8; Pengadilan mendatang Allah Tes 10:24-26; Kedatangan Mesias Yes 40:9-11; Kuasa mutlak Allah Yes 51:12, 13; Kata-kata menyejukkan Kristus Mat 14:27. .
b)      Para murid rupanya belum, atau tidak percaya Yesus adalahTuhan, berbeda dengan kita sekarang yang telah menjadi orang percaya dan beriman pada Yesus.
c)      Sifat atau ciri-ciri iman: Buah Roh Gal 5:22; Karya Allah Yoh 6:29. Karunia Allah Ef 2:8; Datang dari hati  Rom 10:9, 10 Keyakinan akan hal tak terlihat Ibr 11:1
d)      Iman adalah hasil dari: Kitab Suci Yoh 20:30, 31; Khotbah Yoh 17:20; Injil Kis 15:7
e)      Peran iman dalam hidup Kristiani: Hidup oleh iman Rom 1:17; Mengikuti langkah iman Rom 4:12; Berdoa dengan iman Mat 21:22 Menolak kejahatan dengan iman Ef 6:16; Mengatasi keduniawian dengan iman 1 Yoh 2:13-17; Mati dalam iman Ibr 11:13

Friday, June 15, 2012

PA-PRIBADI (46)


MENGASIHI SESAMA MANUSIA
Saling Mengasihi
 PA IMMANUEL Tanggal 15 Juni 2012
Matius 22:39
39  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Tentang: Kasih Mengasihi
Mengasihi Sesama Manusia
(39)
Tokoh:
Yesus
Tempat/waktu:
Yerusalem, Bait Allah; dalam misi terakhir Yesus
Proporsi:
Hukum kasih, landasan seluruh Hukum Taurat
Bentuk sastra:
narasi pengajaran
Pokok bahasan:
mengasihi sesama manusia
Ringkasan isi:
39 Hukum kedua yang adalah sama dengan yang pertama, supaya mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri.

Ayat kunci utama: Matius 22:39 b
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri
Pokok pikiran/tema utama:
Mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri seutuhnya.
Istilah penting:
kasihilah, sesamamu, seperti
Ciri khas:
--
Hubungan struktural utama: perbandingan—Hukum kedua yang adalah sama dengan yang pertama, supaya mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (39)
Ayat paralel:
ay 39: Im 19:18
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.
ay 34-40: Mar 12:28-34 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" 29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." 32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. 33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan." 34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.
Luk 10:25-28 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" 26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?" 27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." 28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
Ayat Konteks:
Konteks dekat:
Mat 22:34-38, 40 “Hukum yang terutama”,
34 Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka 35 dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: 36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Konteks jauh:
ay 39 … kasihi sesama seperti diri sendiri Mat 5:43
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
ay 39 Im 19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.
Kol 3:12-17 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. 17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Yak 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
1 Yoh 4:19  Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.

Love, Christian: 
A. Toward God:
First commantment ... Mat 22:37, 38
With all the heart ... Mat 22:37
More important than ritual ... Mar 12:31-33
Gives boldness ... 1 Yoh 4:17-19
B. Toward Christ:
Sign of true faith ... Yoh 8:42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
Manifested in obedience ... Yoh 14:15, 21, 23  "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.  21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." 23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Leads to service ... 2 Kor 5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.

C. Toward others:
Second command ... Mat 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Commanded by Christ ... Yoh 13:34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

Described in detail ... 1 Kor 13:1-13 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku. 4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. 8 Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. 9 Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. 10 Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. 11 Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. 12 Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 13 Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.
Penyataan Kristus:
Maha kasih, maka kita saling mengasihi
PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: kasihilah sesamamu
manusia
b. Hubungan utama: perbandingan— Hukum kedua yang adalah sama dengan yang pertama, supaya mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (39)
      -- Aspek utama:  seperti dirimu sendiri; sama dengan mengasihi Tuhan Allah, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi.
c. Tema utama/pokok pikiran utama:
Mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (sama dengan mengasihi Tuhan, Allah, dengan segenap hati, jiwa dan akal budi).
Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah yang dimaksud dengan “kasihilah sesamamu manusia”?
     -- menaruh kasih kepada orang lain
     -- tanpa bedakan asal usul, kepercayaan, tingkat hubungan
     -- peduli akan orang lain, keadaannya, kebutuhannya, keamanannya
     -- k
asih itu sabar; murah hati; tidak cemburu. tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (1 Kor 13:4)
     -- tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain. (1 Kor 13:5)
2) Apakah yang dimaksud dengan “sama dengan itu”? 
     -- sama dengan mengasihi Tuhan Allah (perintah pertama, Mat 22:37)
3) Apakah yang dimaksud dengan “seperti dirimu sendiri”? 
     -- memperlakukan orang lain seolah-olah diri sendiri
Alasan
4) Kenapakah harus mengasihi sesama manusia? 
     -- Allah telah lebih dahulu mengasihi (1 Yoh 4:19)
     -- mengasihi diri manusia seutuhnya
5) Kenapakah harus seperti diri sendiri?
     -- Allah juga mengasihi orang lain sama dengan mengasihi kita
     -- Jika seorang tahu bagaimana harus berbuat baik tetapi tidak melakukannya, ia berdosa (Yak 4:17)

Cara
6) Bagaimana mengasihi sesama manusia?
     -- Sama dengan mengasihi Allah
     --
Dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi (ay 37)
     -- meng
enakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran; sabar terhadap yang lain, dan saling mengampuni sama seperti Tuhan telah mengampuni; di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan; damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati; bersyukur;. perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara satu sama lain, supaya dengan segala hikmat mengajar dan menegur dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, mengucap syukur kepada Allah di dalam hati;. lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur. (Kol 3:12-17)
7) Bagaimana seperti diri sendiri?
     -- Mengasihi orang seutuhnya
     -- secara rohani dan jasmani
Implikasi
8) Apa yang tersirat dari ‘mengasihi sesama manusia’? 
     -- Perintah ini berlaku bagi setiap orang
     -- berarti saling mengasihi (secara timbal balik?)
     --
jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa (Yak 4:17)
9) Apa yang tersirat dari ‘seperti diri sendiri’?
     -- mengasihi orang lain terlepas dari ia mengasihi atau tidak, dengan kadar yang sama atau tidak
     -- dalam batas-batas hukum dan kewajaran moral dan sosial
     -- dengan jenis dan sifat berbeda terhadap istri/suami dan anak sendiri.
     -- sesuai kebutuhan yang bersangkutan untuk dapat berdiri sendiri di atas kaki sendiri, tanpa dimanjakan sampai menjadi malas bekerja dengan kucuran keringatnya.
Kesimpulan:
1. Manusia harus saling mengasihi, saling membantu, saling mengobar semangat, saling bersimpati.
2. Karena Allah telah lebih dahulu mengasihi, sampai mengorbankan AnakNya.
3. Sama dengan mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, dan segenap akal budi.
4. Dalam batas-batas hukum dan moral.
5. Mengasihi Allah adalah respons atas kasih Allah. Mengasihi sesama adalah perwujudan dari mengasihi Allah.
Pesan:
Mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri (sama dengan mengasihi
Tuhan, Allah, dengan segenap hati, jiwa dan akal budi).
PENERAPAN
Evaluasi
:
Masih berlaku bagi semua orang percaya masa kini.
Butir-butir penerapan:
1. Semakin mengenal Allah dan firmanNya
2. Mengasihi siapa saja d.b.p Roh Kudus
Tekad/Tujuan
Mengasihi dengan kasih Kristus.
Ayat hapalan:  Matius 22:39b
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
IMS 120613

DISKUSI PA

1.      Atas pertanyaan seorang ahli Taurat yang mau mencobaiNya (Luk 10:25-28), Yesus menegas ulang perintah Hukum Taurat dan Kitab para nabi dalam dua rumusan Perintah yang terutama (dikenal juga sebagai Hukum Kasih; Mat 22:37-39). Perikop ini adalah perintah ke dua. Apakah isi perintah tersebut?
a)      Perintah: mengasihi.
b)      Siapa: sesama manusia.
c)      Bagaimana: seperti diri sendiri,
d)      Bagaimana: sama dengan mengasihi Allah (perintah pertama)
e)      Bagaimana: dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi.

2.      Apa tanggapan kita atas perintah ini?
a)      Menaruh kasih kepada orang lain, tanpa membedakan asal usul, kepercayaan, dan tingkat hubungan
b)      Peduli akan orang lain, keadaannya, kebutuhannya, keamanannya
c)      Kasih itu sabar; murah hati; tidak cemburu. tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (1 Kor 13:4)
d)      Tidak melakukan yang tidak sopan, tidak mencari keuntungan diri sendiri, tidak pemarah, tidak menyimpan kesalahan orang lain. (1 Kor 13:5)
e)      Seperti diri sendiri: memperlakukan orang lain seolah-olah diri sendiri
f)       Kenapa: Allah telah lebih dahulu mengasihi (1 Yoh 4:19), yaitu mengasihi diri manusia seutuhnya; Allah juga mengasihi orang lain sama dengan mengasihi kita. > mengasihi orang lain seperti diri sendiri.
g)       Kasih adalah buah Roh. Tanpa tuntunan Roh Kudus tak mungkin mengasihi (berbuahkan kasih), yaitu sama dengan mengasihi Allah.

3.      Bagaimana menjalankannya dalam hidup sehari-hari kita?
a)      Sama dengan mengasihi Allah, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi (Mat 22:37)
b)      Bagaimana: Mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran; sabar terhadap yang lain, dan saling mengampuni sama seperti Tuhan telah mengampuni; di atas semuanya itu: mengenakan kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan; terima damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati; bersyukur;. perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara satu sama lain, supaya dengan segala hikmat mengajar dan menegur dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, mengucap syukur kepada Allah di dalam hati;. melakukan semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur. (Kol 3:12-17) .
c)      Seperti diri sendiri: Mengasihi orang seutuhnya, secara rohani dan jasmani
d)      Perintah ini berlaku bagi setiap orang, berarti saling mengasihi (secara timbal balik?)
e)      Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa (Yak 4:17)
f)       Mengasihi orang lain terlepas dari apakah ia mengasihi atau tidak, dengan kadar yang sama atau tidak, dalam batas-batas hukum dan kewajaran moral dan sosial
g)      Mengasihi sesuai kebutuhan yang bersangkutan untuk dapat berdiri sendiri di atas kaki sendiri, tanpa dimanjakan sampai menjadi malas bekerja dengan kucuran keringatnya sendiri; baca juga perintah Tuhan dalam Kej 3:17b, 19a.
h)      Tentu saja dengan jenis dan sifat kasih berbeda terhadap istri/suami dan anak, dan saudara kandung sendiri.
i)        Baca juga Gal 6:10  Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman
j)        Mengasihi Allah adalah respons atas kasih Allah. Mengasihi sesama adalah perwujudan dari mengasihi Allah