Thursday, September 23, 2010

PA PRIBADI (19)

Ulangan 22:23-29                 Epistel Minggu 26 September 2010

HUKUMAN MATI BAGI PEZINAH DAN PEMERKOSA
Hukuman Setimpal Maksimal bagi Pelaku KDRT

Epistel Minggu 17 setelah TRINITATIS 26/09/2010
Evangelium Yoh 8:1-11 “Perempuan yang berzinah”
Tema: KDRT – ISUE JENDER

23 Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan--jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia, 24 maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu. 25 Tetapi jikalau di padang laki-laki itu bertemu dengan gadis yang telah bertunangan itu, memaksa gadis itu tidur dengan dia, maka hanyalah laki-laki yang tidur dengan gadis itu yang harus mati, 26 tetapi gadis itu janganlah kauapa-apakan. Gadis itu tidak ada dosanya yang sepadan dengan hukuman mati, sebab perkara ini sama dengan perkara seseorang yang menyerang sesamanya manusia dan membunuhnya. 27 Sebab laki-laki itu bertemu dengan dia di padang; walaupun gadis yang bertunangan itu berteriak-teriak, tetapi tidak ada yang datang menolongnya.

28 Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan-- 29 maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi.

Tentang: Dosa seksual

Hukuman Mati bagi Pezinah dan Pemerkosa 
(23-29)

Gadis Perawan Telah Bertunangan
(23-27)

Gadis Perawan Belum Bertunangan
(28-29)

Tokoh:
Musa

Musa
Tempat/waktu:
Pinggir Timur Sungai Yordan yang berhadapan dengan  Kamaan, 1407/6 SM

idem
Proporsi:
Persetubuhan sukarela dan paksa

persetubuhan paksa

Bentuk sastra:
narasi hukum dan peraturan


idem
Pokok bahasan:
Meniduri gadis perawan yang telah bertunangan

Meniduri gadis perawan yang belum bertunangan
Ringkasan isi: 
Hukuman atas persetubuhan di luar nikah, dalam hal si wanita sudah punya akad nikah (23-27)
1. Hukuman mati bagi ke dua pezinah, karena si gadis sudah bertunangan tidak minta tolong, pada hal terjadi di kota (23-24)
2. Hukuman mati hanya bagi pemerkosa gadis perawan yang telah bertunangan, karena kejadian di padang di luar kota, ia berteriak pun tak ada yang menolong (25-27)

Hukuman atas persetubuhan di luar nikah, dalam hal si wanita belum punya akad nikah  (28-29)
1. Hukuman bagi pemerkosa harus memperistri si gadis seumur hidupnya dan membayar 50 syikal kepada ayah si gadis, karena si gadis masih perawan dan belum bertunangan (28-29)

Ayat kunci utama: Ulangan 22:24
24 maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

Pokok pikiran/tema utama:
Berzinah atau memperkosa adalah perbuatan jahat, yang harus diganjar setimpal semaksimalnya dengan hukuman mati.

Istilah penting: memaksa, tidur, memperkosa, jahat

Ciri khas: ---

Hubungan struktural utama: sebab-akibatApabila seorang laki-laki meniduri gadis yang masih perawan yang telah bertunangan, sehingga terjadi perzinahan, maka ke-duanya dilempari batu sampai mati (23-24). Tetapi apabila yang terjadi adalah pemerkosaan, ia menidurinya secara paksa, maka yang dilempari batu sampai mati hanya si lelaki (25-27). Apabila ia merniduri dengan paksa gadis perawan yang belum bertunangan, maka ia harus memperisterinya selama hidupnya dan membayar lima puluh syikal kepada ayah si gadis (28-29).

Ayat paralel:
ay 28-29: Kel 22:16-17   Apabila seseorang membujuk seorang anak perawan yang belum bertunangan, dan tidur dengan dia, maka haruslah ia mengambilnya menjadi isterinya dengan membayar mas kawin. 17 Jika ayah perempuan itu sungguh-sungguh menolak memberikannya kepadanya, maka ia harus juga membayar perak itu sepenuhnya, sebanyak mas kawin anak perawan.

Ayat Konteks:
Ul 4:44-28:68 . . . Principles for Godly Living –hidup kudus
Ul 21-26 . . . Laws for human relationships –hubungan antar manusia
Ul 22:13-30 . . . Marriage Violations –KDRT

LIVE APPLICATION BIBLE—New International Version p. 310
22:13-30  Why did God include all these laws about sexual sins? Instructions about sexual behavior would have been vital for three million people on a 40-year camping trip. But they would be equally important when they entered the promised land and settled down as a nation. Paul, in Col 3:5-8, recognizes the importance of strong rules about sex for believers because sexual sins have the power to disrupt and destroy the church. Sins involving sex are not innocent dabbling in forbidden pleasures, as is so often portrayed, but powerful destroyers of relationships. They confuse and tear down the climate of respect, trust, and credibility so essential for solid marriages and secure children.

Dosa seksual … Kol 3:5-8  Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

Memperkosa:
2 Sam 13:12 … Tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.

2Sam 13:20  Bertanyalah Absalom, kakaknya, kepadanya: "Apakah Amnon, kakakmu itu, bersetubuh dengan engkau? Maka sekarang, adikku, diamlah saja, bukankah ia kakakmu, janganlah begitu memikirkan perkara itu." Lalu Tamar tinggal di rumah Absalom, kakaknya itu, seorang diri.

2Sam 13:22  Dan Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya.

Yeh 22:11  Yang satu melakukan kekejian dengan isteri sesamanya dan yang lain menajiskan menantunya perempuan dengan perbuatan mesum, orang lain lagi memperkosa saudaranya perempuan, anak kandung ayahnya.

Kej 34:7  Sementara itu anak-anak Yakub pulang dari padang, dan sesudah mendengar peristiwa itu orang-orang ini sakit hati dan sangat marah karena Sikhem telah berbuat noda di antara orang Israel dengan memperkosa anak perempuan Yakub, sebab yang demikian itu tidak patut dilakukan.

Ay 23 gadis perawan yang terlah bertunangan … Im 19:20-22   Apabila seorang laki-laki bersetubuh dengan seorang perempuan, yakni seorang budak perempuan yang ada di bawah kuasa laki-laki lain, tetapi yang tidak pernah ditebus dan tidak juga diberi surat tanda merdeka, maka perbuatan itu haruslah dihukum; tetapi janganlah keduanya dihukum mati, karena perempuan itu belum dimerdekakan. 21 Laki-laki itu harus membawa tebusan salahnya kepada TUHAN ke pintu Kemah Pertemuan, yakni seekor domba jantan sebagai korban penebus salah. 22 Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu dengan domba jantan korban penebus salah di hadapan TUHAN, karena dosa yang telah diperbuatnya, sehingga ia beroleh pengampunan dari dosanya itu.

Sexual perversion, judgment upon:
Death … Im 20:13-16   Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri. 14 Bila seorang laki-laki mengambil seorang perempuan dan ibunya, itu suatu perbuatan mesum; ia dan kedua perempuan itu harus dibakar, supaya jangan ada perbuatan mesum di tengah-tengah kamu. 15 Bila seorang laki-laki berkelamin dengan seekor binatang, pastilah ia dihukum mati, dan binatang itupun harus kamu bunuh juga. 16 Bila seorang perempuan menghampiri binatang apapun untuk berkelamin, haruslah kaubunuh perempuan dan binatang itu; mereka pasti dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri. >> melakukan dosa seksual apapun ganjarannya hukuman mati! = penyembahan berhala

Penyataan Kristus: Maha adil

PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: tidur (di luar nikah, dpl KDRT)

b. Hubungan utama: sebab-akibat*Apabila seorang laki-laki meniduri gadis yang masih perawan yang telah bertunangan, sehingga terjadi perzinahan, maka ke-duanya dilempari batu sampai mati (23-24). Tetapi apabila yang terjadi adalah pemerkosaan, ia menidurinya secara paksa, maka yang dilempari batu sampai mati hanya si lelaki (25-27). Apabila ia merniduri dengan paksa gadis perawan yang belum bertunangan, maka ia harus memperisterinya selama hidupnya dan membayar lima puluh syikal kepada ayah si gadis (28-29). > *) dhi hubungan kondisi prasyarat-hasil (jika … maka).

-- Aspek utama: siapa yang jadi korban KDRT (ada 3 kasus KDRT dg korban berbeda: 1. calon suami, 2. si gadis + tunangannya, 3. si gadis + orang tua; >> demi pemeliharaan kerukunan hubungan antar manusia > persatuan umat atau penegakan kekudusan ikatan perkawinan > persetubuhan di luar pernikahan adalah perbuatan jahat >penghapusan yang jahat dari tengah persekutuan > ganjaran hukuman paling berat)

c. Tema utama/pokok pikiran utama:
Berzinah ataupun memperkosa adalah perbuatan jahat, yang harus diganjar dengan hukuman setimpal beratnya, semaksimalnya hukuman mati.

Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah yang dimaksud dengan “tidur” dalam: “seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia” (ay 23), “laki-laki itu bertemu dengan gadis yang telah bertunangan itu, memaksa gadis itu tidur dengan dia” (ay 25), dan “seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia” (ay 28)?
     -- tidur dengan dia = bersetubuh; dhi persetubuhan di luar nikah, bukan antara suami-isteri
     -- ay 23 secara suka rela, yi perzinahan, 
     -- ay 25 dan ay 28 secara paksa, yi perkosaan

2) Siapakah yang menjadi korban dalam masing-masing kasus? 
     -- ay 23 calon suami si gadis
     -- ay 25 si gadis dan calon suaminya
     -- ay 28 si gadis dan orang tuanya

Alasan
3) Kenapa perbuatan “tidur” tersebut terjadi? 
     -- yang bersangkutan, yi yang mengiakan (ay 23) dan yang memaksa (ay 25 dan ay 28), tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya sedemikian sehingga melakukan pelanggarakan hukum

4) Kenapa orang lain selain si gadis juga menjadi korban?
     -- ay 23 dan ay 25 terjadi pelanggaran akad nikah, maka pasangan dalam akad nikah tersebut menjadi korban
     -- ay 28 si orang tua menjadi korban, karena peristiwa itu merusak masa depan anak gadisnya dan membawa aib dalam keluarga

Cara
5) Bagaimana perbuatan “tidur” tersebut bisa terjadi?
     -- ay 23 si gadis tanpa pikir panjang mau dan setuju menerima ajakan si pria
     -- ay 25 dan ay 28 si gadis dipaksa dan tidak mampu menolak atau melawan, juga keadaan tak memungkinkan teriakannya minta tolong didengar orang

6) Bagaimana ada orang lain di luar si gadis menjadi korban?
     -- ay 23 dan ay 25 si gadis perawan sudah bertunangan
     -- ay 28 si gadis masih berada dalam asuhan orang tuanya, pihak yang berhak menerima mas kawin

Implikasi
7) Apa yang tersirat dari ke tiga peristiwa “tidur” tersebut? 
     --  yang terjadi adalah pelakuan dosa seksual, dhi dilakukan oleh wanita dan atau pria, yi perzinahan atau perkosaan, bisa menjadi penyebab yang sangat kuat merusak kerukunan hubungan antar manusia
Lihat juga: Kej 34:7  Sementara itu anak-anak Yakub pulang dari padang, dan sesudah mendengar peristiwa itu orang-orang ini sakit hati dan sangat marah karena Sikhem telah berbuat noda di antara orang Israel dengan memperkosa anak perempuan Yakub, sebab yang demikian itu tidak patut dilakukan

Im 19:20-22   Apabila seorang laki-laki bersetubuh dengan seorang perempuan, yakni seorang budak perempuan yang ada di bawah kuasa laki-laki lain, tetapi yang tidak pernah ditebus dan tidak juga diberi surat tanda merdeka, maka perbuatan itu haruslah dihukum; tetapi janganlah keduanya dihukum mati, karena perempuan itu belum dimerdekakan. 21 Laki-laki itu harus membawa tebusan salahnya kepada TUHAN ke pintu Kemah Pertemuan, yakni seekor domba jantan sebagai korban penebus salah. 22 Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu dengan domba jantan korban penebus salah di hadapan TUHAN, karena dosa yang telah diperbuatnya, sehingga ia beroleh pengampunan dari dosanya itu.

Im 20:13-16   Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri. 14 Bila seorang laki-laki mengambil seorang perempuan dan ibunya, itu suatu perbuatan mesum; ia dan kedua perempuan itu harus dibakar, supaya jangan ada perbuatan mesum di tengah-tengah kamu. 15 Bila seorang laki-laki berkelamin dengan seekor binatang, pastilah ia dihukum mati, dan binatang itupun harus kamu bunuh juga. 16 Bila seorang perempuan menghampiri binatang apapun untuk berkelamin, haruslah kaubunuh perempuan dan binatang itu; mereka pasti dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri

     -- dalam hal perzinahan menimbulkan kebencian pada suami atau tunangan dan istri ybs, bahkan juga kerabatnya, terhadap masing-masing pelaku ybs, yang mengganggu ketenteraman hidup, maka merupakan kejahatan yang tidak bisa dan tidak boleh ditolerir.
     -- dalam hal terjadi di tengah suatu jemaat, maka ybs harus dikenakan hukum siasat “pemecatan” gereja (dapat diterima kembali setelah pertobatan)

8) Apa yang tersirat dari peristiwa tersebut bagi para korban?
     -- ay 23 dan ay 25 rasa benci dan dendam timbul pada diri koban, dapat merusak keselarasan rumah tangga kelak, dan keinginan balas dendam atau menjadi hakim sendiri terhadap pelaku, merusak ketenteraman hidup si korban, maka si pelaku harus dilenyapkan, dihukum mati

Lihat juga: 2 Sam 13:12 … Tetapi gadis itu berkata kepadanya: "Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.

2Sam 13:20  Bertanyalah Absalom, kakaknya, kepadanya: "Apakah Amnon, kakakmu itu, bersetubuh dengan engkau? Maka sekarang, adikku, diamlah saja, bukankah ia kakakmu, janganlah begitu memikirkan perkara itu." Lalu Tamar tinggal di rumah Absalom, kakaknya itu, seorang diri.

2Sam 13:22  Dan Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya.

     -- ay 28 si korban dapat kehilangan martabat dan kehormatan di tengah masyarat dan kerabat, kecuali si pelaku memperistri si gadis seumur hidupnya dan membayar mahar sebagai mana seharusnya dalam pernikahan biasa  

Lihat juga: Kel 22:16-17   Apabila seseorang membujuk seorang anak perawan yang belum bertunangan, dan tidur dengan dia, maka haruslah ia mengambilnya menjadi isterinya dengan membayar mas kawin. 17 Jika ayah perempuan itu sungguh-sungguh menolak memberikannya kepadanya, maka ia harus juga membayar perak itu sepenuhnya, sebanyak mas kawin anak perawan.

9) Apa yang tersirat dari peristiwa tersebut bagi masyarakat Kristen umumnya, anggota Jemaat suatu gereja khususnya?
      -- untuk mencegah kejadian serupa di tengah jemaat, kehidupan rohani dan pengajaran Alkitab bagi setiap anggota jemaat perlu semakin ditingkatkan, demi peningkatan iman dan penguasaan diri yang bersangkutan.

Lihat juga: Kol 3:5-8  Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, 6 semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). 7 Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. 8 Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

      -- Dosa yang melibatkan seks adalah perusak sangat kuat bagi hubungan antar manusia. Mengacaukan dan merobek iklim respect, kepercayaan, dan kredibilitas yang sangat diperlukan bagi pernikahan kokoh dan kemantapan anak-anak.  Sins involving sex are not innocent dabbling in forbidden pleasures, as is so often portrayed, but powerful destroyers of relationships. They confuse and tear down the climate of respect, trust, and credibility so essential for solid marriages and secure children

Kesimpulan:
1. Sama dengan perbuatan dosa seksual lainnya, perzinahan dan perkosaan adalah perbuatan jahat yang harus dilenyapkan
2. Pantas mendapat ganjaran hukuman seberat-beratnya, karena dapat merusak hubungan antar manusia yang rukun dan damai, selain merupakan dosa pelanggaran terhadap hukum Tuhan.
3. Demi ketenteraman hidup dan masa depan para korban yang bersangkutan

Pesan:
Berzinah ataupun memperkosa adalah perbuatan jahat, yang harus dilenyapkan dari tengah-tengah persekutuan jemaat, yang harus diganjar dengan hukuman setimpal beratnya, namun demi kasih diberi pembinaan dan kesempatan bertobat.

PENERAPAN
Evaluasi
:
Prinsipnya masih berlaku di tengah msasyarakat dewasa ini, termasuk dalm persekutuan setiap gereja, perbuatan zinah dan perkosaan adalah perbuatan jahat, yang harus dilenyapkan dari tengah persekutuan.

Butir-butir penerapan:
1. Intensifikasi pengajaran firman bagi semua anggota jemaat pada semua tingkatan.

Tekad/Tujuan
Meningkatkan penguasaan atau pengendalian diri terhadap dosa seksual apa pun.

Ayat hapalan: Ulangan 22:24
24 maka haruslah mereka keduanya kamu bawa ke luar ke pintu gerbang kota dan kamu lempari dengan batu, sehingga mati: gadis itu, karena walaupun di kota, ia tidak berteriak-teriak, dan laki-laki itu, karena ia telah memperkosa isteri sesamanya manusia. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu

IMS 100916

Diskusi PA:

1. Dalam perikop PA/Sermon ini, difirmankan tentang tiga kasus KDRT (Kejahatan/Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang menyangkut dosa seksual. 1) Sebutkan dan uraikan satu persatu! 2) Ada persamaan dan ada perbedaan di antara ketiganya. Apa sajakah itu? 3) Siapa sajakah korbannya, kenapa?

1. Kasus (ay 23-24; ay 25-27; ay 28-29):

 

2. Persamaan dan perbedaan:

 

3. Korban:

 

2. a) Apa alasan pembenaran perbedaan pengenaan hukum dalam ke tiga kasus tersebut di atas? b) Apa alasan hakiki untuk pengenaan hukuman yang sedemikian beratnya, yaitu hukuman mati bagi pelaku perzinahan maupun perkosaan?

Ayat rujukan: Kej 34:7; Im 19:20-22, 20:13-16; 2Sam 13:12, 20, 22; Kel 22:16-17.

a) Alasan pembenaran:

Kasus 1) Pertimbangan hukum:

 

Tuduhan:

 

Hukuman:

 

Kasus 2) Pertimbangan hukum:

 

Tuduhan:

 

Hukuman:

 

Kasus 3) Pertimbangan hukum:

 

Tuduhan:

 

Hukuman:

 

b) Alasan hukuman mati:

 

 

 

 

3. Bagaimana (seharusnya) sikap dan tindakan gereja dalam hal menghadapi kasus serupa di tengah persekutuan jemaatnya? Apa respons anda mengantisipasi hal tersebut supaya tidak terjadi pada diri anda dan anggota rumah tangga anda?

Ayat rujukan: Kol 3:5-8.

 

 

 

Kesimpulan:

1. Sama dengan perbuatan dosa seksual lainnya, perzinahan dan perkosaan adalah perbuatan jahat yang harus dilenyapkan dari tengah persekutuan Kristen.

s2. Pantas mendapat ganjaran hukuman seberat-beratnya, karena dapat merusak hubungan antar manusia yang rukun dan damai, selain merupakan dosa pelanggaran terhadap hukum Tuhan.

3. Demi ketenteraman hidup dan masa depan para korban yang bersangkutan.

IMS 100923

Wednesday, September 22, 2010

IV. CARA MENELAAH ALKITAB--PA Pribadi (1)

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan
terang bagi jalanku”
(Maz. 119:105)

PA adalah suatu penyelidikan sistimatis, cermat, dan teratur dari Firman Allah, dengan pikiran yang waspada dan hati terbuka yang berdoa. PA yang bermanfaat memerlukan upaya. Tetapi masih dalam jangkauan siapa saja dengan kecerdasan rata-rata.

Untuk memahami seluruh isi Alkitab tidak ada “jalan tol” atau “sim salabim”. Yang ada adalah kombinasi antara bergantung dan berusaha. Bergantung pada Roh Kudus merupakan sikap yang harus ada pada setiap orang yang rindu memahami Alkitab. Sebab Dialah Pengajar Firman yang Sejati. Bagaimanapun besarnya upaya yang kita lakukan jika tanpa pertolongan, yaitu penerangan Roh Kudus hasilnya akan sia-sia. Berusaha sungguh-sungguh untuk rajin dan tekun membaca dan menelaah Alkitab merupakan tindakan yang harus dilakukan. Untuk memahami Alkitab seseorang harus memiliki kerinduan dan pelatihan yang sungguh-sungguh secara disiplin. Disiplin pribadi bukan pengganti Roh Kudus. Buah-buah Roh dan kedewasaan tidak keluar dari kehidupan yang malas berpikir dan tidak disiplin. Jika kedua kombinasi tersebut di atas ada pada kita maka kita dapat disebut sebagai “tanah yang subur”
“Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat” (Mat 13:8).
I. TUJUAN

Tujuan kita menafsir Alkitab adalah menangkap maksud dari berita dan ajarannya sesuai konteks zaman itu, selanjutnya tugas kita adalah menerapkan ajaran itu dalam kehidupan kita kini. Untuk melakukan hal tersebut kita dituntut untuk menggunakan pikiran secara maksimal dan sepeka mungkin pada pimpinan Roh Kudus. Gunakan semua kemampuan yang telah Tuhan beri, yakni intuisi, imajinasi, ingatan, dan penalaran secara seimbang. Ingatan saja tanpa penalaran tidaklah produktif. Intuisi saja akan membuat kita jadi subjektif. Imajinasi saja akan membawa kita kepada fantasi. Penalaran akan menutup mata kita terhadap banyak hal di dalam Alkitab. Tanpa pendalaman yang serius, Alkitab tidak akan mengeluarkan banyak buah. Bahwa Roh Kudus bekerja menerangi FirmanNya tidak berarti bahwa kita tidak memerlukan tehnik penafsiran yang benar.

Untuk alasan ini, langkah pertama dalam penelaahan Alkitab sebenarnya adalah berdoa sebentar sebelum memulai setiap PA¾berdoa supaya Roh yang sama yang mengilhamkan para penulis Firman Allah juga mengilhami dan menerangi pikiran kita, berdoa untuk pikiran yang rendah hati dan dapat diajar. Minta Tuhan menyucikan hidup anda dari semua dosa yang diketahui dan memenuhi anda dengan Roh Kudus, supaya anda berada dalam persekutuan dengan Dia selama penelaahan; pastikan
“Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.  Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.  Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: ‘Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?’ Tetapi kami memiliki pikiran Kristus”  (1 Kor 2:10-16).

“Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?” (1 Kor 3:1-4)!.
Berdoa supaya Roh Kudus menuntun anda dalam penelaahan anda. Hapal Maz. 119:18
“Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu” (Maz 119:18)
dan pakai itu sebelum setiap penelaahan. Anda harus berada dalam persekutuan dengan Tuhan supaya dapat memahami dan menerapkan Firman-Nya.

II. CARA

Ada banyak cara menyelidiki Alkitab. Ada yang salah dan ada yang baik. Yang baik adalah yang berdasarkan atau menerapkan asas-asas penelaahan Alkitab seperti yang telah diuraikan dalam bab sebelum ini, yang menganjurkan cara penelaahan yang disebut cara induktif, suatu cara yang cocok juga untuk kelompok-kelompok. Suatu prosedur yang bergerak dari yang diketahui kepada yang belum diketahui, dari fakta-fakta khusus kepada kesimpulan umum. Di sini Alkitab diselidiki secara sistimatis seperti dalam penyelidikan ilmiah. Ini berdasarkan keyakinan bahwa setiap orang yang tulus dan bersedia dipimpin Roh Kudus dapat mengerti pokok-pokok penting dalam Alkitab. Jadi, kita akan mengetahui cara berpikir dan cara hidup yang Tuhan tuntut dari kita.

Penyelidikan induktif mencakup:

· mencari dulu apa yang sebenarnya dikatakan Alkitab. Barulah kemudian dibahas penerapannya pada persoalan-persoalan modern. Yang berwenang adalah Alkitab, bukan pengalaman atau perasaan seseorang.
· tidak berpegang pada suatu pandangan atau ajaran tertentu sebelumnya. Ajaran benar adalah hasil penyelidikan sendiri, bukan ketentuan sebelumnya.

· menganalisa seluruh bagian yang sedang dipelajari. Lingkungannya atau konteksnya, serta kepribadian penulis tidak diabaikan.

Cara induktif juga dapat diterapkan pada ayat demi ayat.

Tiga Tahap Dasar Dalam Penelaahan Induktif.

Mengulangi secara singkat apa yang telah diuraikan dalam bab sebelum ini, dalam menerapkan asas-asas penelaahan Alkitab ada dua pertanyaan dasar yang menjadi fokus utama.

Pertanyaan dasar pertama: Apa sebenarnya yang penulis ingin katakan kepada pembacanya semula? Pertanyaan ini memperhatikan sejumlah hal penting.

Pertama, pembaca supaya mengenali ciri sejarah dari pernyataan Alkitab, yang ditulis dalam rentang masa sejak jaman tembaga sampai jaman Romawi (1500 S.M. – 100 M.) kepada orang-orang, dengan budaya, dan kebiasaan tertentu.

Kedua, supaya memperhatikan sifat obyektif dari Alkitab. Maka periksa apa yang sebenarnya penulis katakan, sebelum menafsir atau menerapkannya. Lihat apa yang sebenarnya ada. Lihat nas sejelasnya. Lihat rinciannya dalam terang keseluruhan. Lihat dalam terang konteksnya.

Ketiga, supaya memperhatikan dengan sungguh wibawa Alkitab. Ingat Alkitab dan pesan-pesannya adalah bebas berdiri sendiri terlepas dari anda, tradisi anda, dan pilihan kesukaan anda. Jangan campur aduk pikiran penulis dengan pikiran sendiri.

Jadi, pertanyaan dasar pertama ini memulai proses penelaahan dengan pengamatan (melihat apa yang sebenarnya penulis katakan) dan dengan penafsiran (mencoba memahami apa yang ia maksud). Pada hakekatnya ini adalah penerapan asas pertama dan azas kedua penelaahan Alkitab.

Pertanyaan dasar kedua: Apa, jika ada, urusannya atau kaitannya dengan kita dan dunia kita? Pertanyaan ini meminta perhatian atas dua hal penting:

Pertama, bahwa tidak semua nas ada hubungannya dengan kita dengan cara yang sama. Bukan hal bahwa semua nas penting, tetapi seberapa spesifiknya sesuatu nas mempengaruhi hidup kita sekarang.

Kedua, bahwa kita tidak boleh puas hanya dengan penelaahan ilmiah murni, tetapi terus belajar tiada henti menemukan kebenaran dan arti pentingnya bagi jaman sekarang.
Maka pertanyaan dasar kedua melanjutkan dari pengamatan dan penafsiran ke evaluasi dan penerapan, yaitu “menjadi daging” dalam kita.
“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya” (Yak. 1:22-25).
Pada hakekatnya, ini adalah penerapan asas kedua dan asas ketiga.

Dalam pada itu diingatkan kembali, bahwa tujuan akhir suatu PA adalah penerapan, bukan hanya penafsiran. Jangan mau berhenti sampai pemahaman saja, tetapi mau menerapkan prinsip-prinsip alkitabiah dalam hidup sehari-hari. Alkitab diberikan bukan untuk menambah pengetahuan kita, tetapi untuk mengubah hidup kita, yaitu mengubah tabiat kita dan menjadikannya semakin sesuai dengan Yesus Kristus
“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri”  (Yak. 1:22).
Ketika kita menerapkan Firman Allah dalam hidup kita, kita juga akan menjadi bergairah menjalankan Amanat Agung
“Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat. 28:18-20).
Tujuan kita dalam semua PA adalah mengenal Yesus Kristus dan menjadi seperti Dia dalam sikap, pikiran, bicara, tindakan, dan nilai kita; bukan untuk mengesankan orang lain.

PA memerlukan mencatat apa yang anda amati dan temukan. Anda tak dapat menelaah Alkitab tanpa menulis mencatat sesuatu; perbedaan membaca Alkitab dari menelaah Alkitab. Jika anda belum mencatat pengamatan anda di atas kertas, anda belumlah sesungguhnya memikirkannya.

PA berarti bahwa Firman Allah haruslah ditelaah secara sistimatis. Yang kita perlukan adalah rencana penelaahan teratur yang sistimatis, apakah kita menelaah suatu kitab, menelaah suatu kata, menganalisa tabiat seseorang, menelaah suatu pasal, ataupun memilih metoda lain. Seperti seorang detektif yang baik, langkah-langkahnya adalah:

1) mengamati--melihat fakta-fakta dasar yang terdapat dalam teks;
2) mengajukan pertanyaan-pertanyaan--menemukan fakta-fakta tambahan dengan pengamatan yang lebih intensif;
3) menafsirkan¾menganalisa apa arti teks;
4) mencocokkan dan mengkorelasi apa yang ia temukan dengan kebenaran alkitabiah lainnya yang ia ketahui, dilakukan dengan membanding-silangkan ayar-ayat dan membanding-silangkan nas dengan nas;
5) menarik kesimpulan, menerapkan dalam hidupnya secara praktis kebenaran hasil telaahannya.
Jadi, melalui suatu pendekatan induktif pada PA.

IMS 100913

Thursday, September 9, 2010

PA PRIBADI (18)

Yesaya 2:1-3                      Epistel Minggu 12 September 2010
GEREJA TEMPAT ALLAH MENGAJAR TENTANG JALAN-NYA--Mari, Tempuh Jalan-Nya, Terima Firman-Nya

1 Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem. 2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."

Tentang: ajakan menempuh jalan Tuhan
Gereja Sumber Damai Mesias
(1-3)
Tokoh: Nabi Yesaya bin Amos
Tempat/waktu: Yerusalem, l.k 700 S.M. dalam jaman pemerintahan raja Uzia
Proporsi: nubuat
Bentuk sastra: prosa
Pokok bahasan: Ajakan menempuh jalan Tuhan, dengan bertobat, percaya dan beriman pada Yesus Kristus.
Ringkasan isi:
Di hari-hari terakhir ini, yaitu menjelang kedatangan Yesus ke dua kali, mari benahi bait Allah menjadi bait kesukaan, menonjol bagi masyarakat umum sekitarnya (1-3):
menjadi perhatian orang dari segala penjuru dunia (2)
menjadi tempat Allah mengajar tentang jalan-Nya supaya orang berjalan menempuhnya (3)
menjadi sumber pengajaran dan firman Tuhan (3).
Ayat kunci utama: Yesaya 2:3
3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."
Pokok pikiran/tema utama:
Benahi bait Allah menjadi rumah Allah tempat Ia mengajarkan tentang jalan-jalan-Nya, yang menonjol dan tersohor ke segala penjuru sebagai tempat beroleh pengajaran benar dan firman Tuhan.
Istilah penting: berdiri tegak, menjulang tinggi, berduyun-duyun, mari
Ciri khas: kitab Yesaya mengandung prosa dan puisi dan menggunakan banyak kiasan atau perlambangan personifikasi rohaniah.
Hubungan struktural utama: partikularisasi—Penglihatan kepada Yesaya tentang Yehuda dan Yerusalem, bahwa pada hari-hari yang terakhir gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana (1-2), terpanggil ajakan “Mari kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah:
supaya Ia mengajar mereka tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya mereka berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem” (3).
Ayat paralel:
ay 2-4: Mik 4:1-3  Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung rumah TUHAN akan berdiri tegak mengatasi gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 2 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan firman TUHAN dari Yerusalem." 3 Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.—Mika di jaman raja Yotam, tahun 742-687 SM, setelah raja Uzia, 700 SM.
ay 4: Yoel 3:10  Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!"
Ayat Konteks:
Konteks dekat:
ay 2 … gunung: Yes 27:13  Pada waktu itu sangkakala besar akan ditiup, dan akan datang mereka yang hilang di tanah Asyur serta mereka yang terbuang ke tanah Mesir untuk sujud menyembah kepada TUHAN di gunung yang kudus, di Yerusalem. ; Jes 66:20  Mereka itu akan membawa semua saudaramu dari antara segala bangsa sebagai korban untuk TUHAN di atas kuda dan kereta dan di atas usungan, di atas bagal dan unta betina yang cepat, ke atas gunung-Ku yang kudus, ke Yerusalem, firman TUHAN, sama seperti orang Israel membawa korban dalam wadah yang tahir ke dalam rumah TUHAN.
ay 3 … dari Sion: Yes 51:4, 5 Perhatikanlah suara-Ku, hai bangsa-bangsa, dan pasanglah telinga kepada-Ku, hai suku-suku bangsa! Sebab pengajaran akan keluar dari pada-Ku dan hukum-Ku sebagai terang untuk bangsa-bangsa. 5 Dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan akan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Aku akan memerintah bangsa-bangsa; kepada-Kulah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tangan-Ku mereka harapkan.;
Luk 24:47 lihat di bawah ini
Yesaya Ps 1-39 Nubuat tentang Yehuda dan Yerusalem
1:2-9 Pengaduan tentang bangsa yang tidak setia itu
1:10-20 Bertobat lebih baik dari mempersembahkan korban
1:21-31 Hukuman atas Yerusalem
2:1-5 Sion sebagai pusat kerajaan damai
2:6-22 Hukuman TUHAN terhadap semua orang yang meninggikan diri
3:1-15 Hukuman TUHAN terhadap orang-orang yang menyesatkan bangsa itu
4:2-6 Yerusalem disucikan dan dilindungi
Zion--fortress
A. Used literally of:
Jebusite fortress captured by David . . . 2 Sam 5:6-9 Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: "Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!" Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari. 7 Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. 8 Daud telah berkata pada waktu itu: "Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta." Sebab itu orang berkata: "Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait." 9 Dan Daud menetap di kubu pertahanan itu dan menamainya: Kota Daud. Ia memperkuatnya sekelilingnya, mulai dari Milo ke bagian dalam.
Place from which Solomon brings the ark . . . 2 Taw 5:2  Pada waktu itu Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion.
Area occupied by the temple . . . Yes 8:18  Sesungguhnya, aku dan anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku adalah tanda dan alamat di antara orang Israel dari TUHAN semesta alam yang diam di gunung Sion.

B. Used figuratively of:
Israel as a people of God 2 Raj 19:21  Inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu.
God’s spiritual kingdom Maz 125:1   Nyanyian ziarah. Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya.
Eternal City . . . Ibr 12:22, 28  Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, 28 Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.
Heaven . . . Wah 14:1  Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
Konteks jauh:
ay 2 … gunung Mik 4:7 Mereka yang pincang akan Kujadikan pangkal suatu keturunan, dan yang diusir suatu bangsa yang kuat, dan TUHAN akan menjadi raja atas mereka di gunung Sion, dari sekarang sampai selama-lamanya.
ay 3 … dari Yerusalem Luk 24:47  dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
Life Application Bible p. 1171
Note 2:2 The temple was built on mountain of the Lord, Mount Moriah, highly visible to al the people oh Jerusalem. For more on the significance of the temple, see note on 2 Chr 5:1ff. in the last days the temple will attract the nations, not because of its architecture and prominence, but because of God’s presence and influence.
2 Chr 5:1ff  Why is there so much emphasis on the temple in the Old Testament?
(1) It was a symbol of religious authority. The Temple was God’s way of centralizing worship at Jerusalem in order to ensure that correct belief would be kept intact through many generations.
(2) It was a symbol of God’s holiness. The temple’s beautiful atmosphere inspired respect and awe for God; it was the setting for many of the great visions of the prophets.
(3) It was a symbol of God’s covenant with Israel. Thr temple kept the people focused upon God’s law (the tablets of the Ten Commandments were kept un the temple) rather than on the king’s exploits. It was a place where God was especially present to his people.
(4) It was a symbol of forgiveness. The temple’s design, furniture and customs were great object lessons for all the people, reminding them of the seriousness of sin, the penalty that sin incurred, and their need of forgiveness.
(5) It prepared the people for the Messiah. In the New Testaments, Christ said he came to fulfill the law, not destroy it. Hebrews 8:1, 2 and 9:11, 12 use temple customs to explain what Christ did when he died for us.
(6) It was a testimony to human effort and creativity.  Inspired by the beauty of God’s character, peoples devoted themselves to high achievements in engineering, science, and art in order to praise him.
(7) It was a place of prayer. In the temple, people could spend time in prayer to God.
Berduyun-duyun … Mat 13:2 Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai; Luk 2:31, 32 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, 32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.";  Kis 1:6, 7  Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" 7 Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
“the kingdom” of Israel is regarded certain and the time uncertain Maz 68:15, 16 Gunung Allah gunung Basan itu, gunung yang berpuncak banyak gunung Basan itu! 16 Hai gunung-gunung yang berpuncak banyak, mengapa kamu menjeling cemburu, kepada gunung yang dikehendaki Allah menjadi tempat kedudukan-Nya? Sesungguhnya TUHAN akan diam di sana untuk seterusnya!; Maz 72:8, 11   Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! 11 Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya, dan segala bangsa menjadi hambanya!
Promised blessing will be literally fulfilled, same as curse foretold against Israel … Yer 50:5  mereka menanyakan jalan ke Sion, ke sanalah mereka terarah: Marilah kita menggabungkan diri kepada TUHAN, bergabung dalam suatu perjanjian kekal yang tidak dapat dilupakan!; Zach 8:21  Dan penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain, mengatakan: Marilah kita pergi untuk melunakkan hati TUHAN dan mencari TUHAN semesta alam! Kamipun akan pergi!; Yoel 2:28  "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.
Penyataan Kristus: maha kasih maha pengampun
PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: mari
b. Hubungan utama: partikularisasi—Penglihatan kepada Yesaya tentang Yehuda dan Yerusalem, bahwa pada hari-hari yang terakhir gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana (1-2), terpanggil ajakan “Mari kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah: supaya Ia mengajar mereka tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya mereka berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem” (3).
      -- Aspek utama: mendapatkan pengajaran benar dari Tuhan
c. Tema utama/pokok pikiran utama:
Benahi bait Allah menjadi rumah Allah tempat Ia mengajarkan tentang jalan-jalan-Nya, yang menonjol dan tersohor ke segala penjuru, menjadi tempat beroleh pengajaran benar dan firman Tuhan.
Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah maksudnya orang berkata “mari” dalam ayat 3?
     -- mengajak orang lain turut serta bersama-sama pergi atau ambil bagian
     -- dalam hal ayat 3 adalah ke rumah Allah menerima kasih karunia-Nya, keselamatan hidup kekal

2) Apakah maksudnya pengajaran dari Sion dalam perikop ini? 
     -- pengajaran dari Allah sendiri melalui Roh-Nya dan firman-Nya tentang jalan-Nya
     -- jalan keselamatan
     -- tuntunan hidup benar di depan Tuhan
Alasan
3) Kenapa orang saling berkata “mari”? 
     -- mendapat kepuasan di tempat yang dituju, dalam hal ini gereja, sedemikian sehingga dengan senang hati ingin berbagi dengan orang lain, tidak “makan sendiri”
     -- beroleh rasa damai, syukur, kasih, keteguhan iman,
     -- merasakan kehadiran Tuhan, keakraban dengan Tuhan
     -- beroleh pengajaran dan tuntunan dengan cara menarik
     -- sebaliknya mau berbagi pengajaran dan tuntunan tersebut sebagai penginjilan pribadi
4) Kenapa pengajaran dari Sion dicari orang?
     -- keyakinan janji Tuhan akan keselamatan hidup kekal
     -- mengajarkan hidup damai dan saling mengasihi
     -- memperoleh pengajaran yang menarik dan mengasikkan
Cara
5) Bagaimana supaya orang saling berkata “mari”?
     -- berikan kepuasan rohani melalui pengajaran, konsultasi
     -- mengfasilitasi pemahaman dan pendalaman Alkitab yang terbuka bagi semua orang, semua tingkat umur, di gereja atau di lingkungan dekat tempat tinggal
     -- para penatua lingkungan aktif mengajak dan promosi

6) Bagaimana orang mendapat pengajaran dari Sion dari Tuhan sendiri?
     -- berkeinginan dan berkemauan berusaha mengandalkan sepenuhnya tuntunan Roh Kudus
     -- d.p.l. dipenuhi Roh
     -- menyajikan pengajaran dalam bentuk dan cara menarik bagi berbagai tingkat kecerdasan dan umur
Implikasi
7) Apa yang tersirat bagi gereja masa kini supaya orang datang berduyun-duyun dan sambil mengajak orang lain ikut serta? 
     -- membenahi diri aktif membuka kesempatan pada hari Minggu atau setiap hari lainnya bagi anggota jemaat beroleh pengajaran sesuai minatnya
     -- membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja bersaat teduh dan berdoa, dan beroleh pengajaran dan penggembalaan
     -- meyakinkan bagi anggota jemaat, bahwa setiap orang percaya bisa dan seharusnya melakukan penginjilan pribadi karena diajar oleh roh-Nya dan firman-Nya
8) Apa yang tersirat pengajaran benar dari rumah Tuhan bagi gereja masa kini?
     -- mengaktifkan PA bagi semua orang, sesuai tingkat umur dan kecerdasan
     -- melalui sekolah minggu anak-anak, remaja, pemuda dan dewasa
     -- memfasilitasi literatur 
     -- meyakinkan dan memfasilitasi anggota jemaat yang dewasa iman menjadi pengajar karena tuntunan Roh-Nya dan firman-Nya.
Kesimpulan:
1.  Gereja-gereja masa kini supaya kembali seperti gereja mula-mula dalam semangat dan kegiatan menjadi gereja kesukaan semua orang
2.  Orang merasakan keteduhan dan kehadiran Allah ketika berada di dalamnya, dan dalam mengikuti berbagai kegiatannya.
3.  Menjadi sumber damai dan kasih
4.  Menjadi gembala umatnya.
5.  Terberita di segala penjuru sebagai sumber pengajaran, dan firman Tuhan: jemaat damai, kudus, diberkati, berpengharapan berkeyakinan akan keselamatan, aktif, MURAH HATI berbagi berkat, menjauhi ketamakan, mengasihi Tuhan dan sesama, missioner, termasuk dalam penginjilan dan pengajaran pribadi.
6.  Sebagai lambang wibawa agamawi, lambang kekudusan Allah, lambang perjanjian Allah dengan orang percaya, dan lambang pengampunan, sebagai sarana mempersiapkan orang percaya bagi kedatangan Messias, sebagai kesaksian atau bukti upaya dan kreativitas manusia, dan sebagai tempat berdoa.
Pesan:
Benahi gereja menjadi rumah Allah tempat Ia mengajarkan tentang jalan-jalan-Nya, yang menonjol dan tersohor ke segala penjuru, rumah Allah tempat beroleh pengajaran benar dari Allah melalui Roh-Nya dan firman-Nya, menjadi gereja yang misioner, yang mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati dan mengasihi satu sama lain seperti diri sendiri, menjadi sumber damai dan kasih.
PENERAPAN
Evaluasi
:

Gereja-gera masa kini seharusnya juga termasuk dalam nubuatan Yesaya tersebut.
Butir-butir penerapan:
1. Semakin rajin mendalami dan menghayati menerapkan firman-Nya
2. Menjalani hidup menempuh jalan yang diajarkan-Nya
3. Penuh percaya diri dalam Penginjilan Pribadi.
Tekad/Tujuan
Merindukan pengajaran Tuhan dan firman-Nya.
Ayat hapalan: Yesaya 2:3
3 dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: "Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem."
IMS 100902

Diskusi PA:

1. Yesaya menerima penglihatan atau nubuatan dari Allah, tentang hal-hal yang akan terjadi dengan Yehuda dan Yerusalem pada hari-hari terakhir, yaitu setelah kedatangan Messias, menjelang kedatangan-Nya ke dua kali (ay 1, 2). Kitab Yesaya umumnya ditulis berupa puisi dan prosa yang mengandung ramalan atau nubuatan apa yang akan terjadi di masa dekat dan sekali gus di masa jauh ke depan.

Apakah yang dinubuatkan dengan “gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana (ay 2)?—secara harfiah, ‘gunung tempat rumah Tuhan’ adalah gunung Moria tempat bait Allah berada, tampak jelas tinggi oleh semua penduduk Yerusalem, yang dikenal juga sebagai bukit Sion; namun maksud secara kiasannya apa itulah yang mau dikaji. ‘Segala bangsa’ atau suku-suku bangsa adalah orang-orang non-Yahudi yang masih kafir.
Rujukan: Yes 51:4, 5; Luk 24:47; Mat 28:19

  • Lahirnya kekristenan dan penginjilan di Yerusalem, lalu menjalar ke seluruh penjuru dunia. Kekristenan, yang adalah ‘menjulang tinggi’ mengatasi agama dan kepercayaan lain, kebenarannya tiada tandingannya.
  • Keikutsertaan konversi bangsa dan suku bangsa kafir turut menjadi orang Kristen menyusul orang-orang Kristen pertama penduduk Yerusalem, orang Yahudi dan pendatang, yang menjadi percaya setelah Pentakosta (Yes 51:4, 5; Luk 24:47).
  • Maraknya penginjilan yang menarik jumlah massa besar di berbagai kota di dunia dewasa ini (Mat 28:19).

2. Dan apa pula yang dinubuatkan oleh “banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: ‘Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem’." (ay 3)?—‘pengajaran’ d.h.i. adalah hukum-hukum baru Yesus Kristus dan firman lainnya di Perjanjian Baru.
Rujukan: Yes 8:18; Mat 28:19-20; 1Kor 12:11, 28
.
. 1) Sebab: “dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem’:
  • Misi pengajaran Yesus dimulai dari Galilea dan berakhir di Yerusalen di bait Allah di atas bukit Sion (Yes 8:18).
  • Penginjilan & pengajaran, dan konversi orang-orang menjadi percaya, juga dimulai dari Yerusalem pada hari Pentakosta; sesuai perintah Yesus lalu berkembang ke seluruh penjuru dunia dan masih berlanjut sampai sekarang dan masih terus berlanjut sampai kedatangan Yesus ke dua kali (Mat 28:19-20).
  • Maka gereja pertama berdiri di Yerusalem.
 · 2) Akibat: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya":
  • Lebih lanjut, orang-orang percayapun, siapapun dapat dan seharusnya melakukan penginjilan dan pengajaran pribadi dengan saling berkata “Mari” mengajak saudara-saudaranya, kenalannya, dan orang-orang sekitarnya, baik secara langsung maupun tak langsung melalui sikap hidupnya yang Kristiani. > tidak “makan sendiri”, tidak tamak.
  • Bahkan secara massal melaui KKR, selebaran, literatur, melalui siaran radio, TV, surat kabar dan majalah.

3. Bagaimanakah tafsiran penerapan nubuatan-nubuatan tersebut oleh gereja-gereja masa kini, dalam mempersiapkan jemaatnya menantikan hari kedatangan Yesus Kristus ke dua kali?
Bagaimana pula sikap yang harus anda ambil dalam hidup sehari-hari?
Rujukan: Mat 6:33, 34; 1Kor 12:11, 28.

  • Gereja-gereja yang masih ‘pasif’, termasuk yang sudah melempem, supaya membenahi diri.
  • Jadikan gereja benar-benar Rumah Tuhan, tempat-Nya memberi pengajaran, umatnya semakin dipenuhi Roh, para pendeta dan Penatua menjadi gembala yang benar.
  • Tingkatkan intensitas pengajaran bagi semua anggota jemaatnya, melalui PA untuk segala tingkat umur dan kecerdasan, demi peningkatan & peneguhan iman, dan kesejahteraan illahi (Mat 6:33, 34), dan sikap hidup benar di hadapan Tuhan.
  • Tingkatkan bakti sosial bagi masyarakat umum sekitarnya, baik bantuan kebutuhan hidup, sekolah murah bahkan gratis, balai pengobatan dan rumah sakit, dll
  • Sikap pribadi anggota gereja: Tingkatkan gairah pribadi ber-Saat Teduh & Penelaahan Alkitab Pribadi maupun Berkelompok, selanjutnya gairah pribadi melakukan penginjilan dan pengajaran pribadi, termasuk mensehati, menurut karunia yang masing-masing peroleh (1Kor 12:11, 28).

IMS 100909

Tuesday, September 7, 2010

III. KAIDAH PENELAAHAN ALKITAB (4)

6. Mengenal Kesalahan Doktrinal

Azas ketiga juga berguna sebagai alat mengenal dan memahami kesalahan doktrinal. Sebaliknya dapat diterapkan kepada pembawa atau yang melahirkan setiap pengajaran atau doktrin, yaitu apakah mereka memikirkan kepentingan dirinya atau kepentingan Allah

16 Jawab Yesus kepada mereka: "Ajaran-Ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus Aku. 17 Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri. 18 Barangsiapa berkata-kata dari dirinya sendiri, ia mencari hormat bagi dirinya sendiri, tetapi barangsiapa mencari hormat bagi Dia yang mengutusnya, ia benar dan tidak ada ketidakbenaran padanya (Yoh. 7:16-18).

Dan karena semua doktrin datang melalui orang, maka kemurnian semua doktrin sangat dipengaruhi keadaan hati pribadi yang membawanya. Maka kita akan mudah memahami kesalahan atau penipuan dengan memahami dosa penyebabnya. Contohnya Galatia 6:12-13

12 Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus. 13 Sebab mereka yang menyunatkan dirinyapun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah (Gal 6:12-13),

Paulus menunjukkan bahwa keinginan besar mereka untuk menghindari penganiayaan dan untuk bermegah adalah akar penyebab kesalahan doktrinal mereka, yang menyuruh orang non Yahudi juga harus bersunat, sedangkan dalam Markus 7:6-7

6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. 7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia (Markus 7:6-7).

Yesus menunjukkan, bahwa doktrin para Parisi adalah buah dosa dalam hati mereka.


Kita semua akan dihadapkan dengan doktrin-doktrin yang meragukan, maka kita memerlukan dasar alkitabiah yang konsisten untuk mengevaluasinya. Tetapi disamping PA, anda harus peka terhadap dosa, “keluarkan dahulu balok dari matamu”. . .

5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." (Mat. 7:5).


Berikut ini sepuluh macam dosa, lima dosa pertama terhadap Alkitab (yang mudah dideteksi langsung dalam argumentasi yang digunakan) dan lima selebihnya terhadap hati (yang menciptakan kelemahan seseorang terbuka terhadap penipuan).

1. Menolak bagian-bagian dari nas benar Alkitab (terang-terangan atau diam-diam). Sebaliknya, menambah pada nas Alkitab. Dilakukan terang-terangan oleh banyak aliran sesat dan secara halus oleh sebagian orang Kristen, di antaranya Christian Science, Mormon, Saksi Jehovah. Bandingkan Ulangan 4:2, 12:32; Amsal 30:5-6; Wahyu 22:18-19. Juga Ulangan 5:24-29; Yesaya 66:2.

2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu (Ul 4:2).

32 Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu lakukan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya (Ul 12:32).

5 Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. 6 Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta (Ams 30:5-6),

18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. 19 Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini." (Wah 22:18-19)

24 dan berkata: Sesungguhnya, TUHAN, Allah kita, telah memperlihatkan kepada kita kemuliaan dan kebesaran-Nya, dan suara-Nya telah kita dengar dari tengah-tengah api. Pada hari ini telah kami lihat, bahwa Allah berbicara dengan manusia dan manusia itu tetap hidup. 25 Tetapi sekarang, mengapa kami harus mati? Sebab api yang besar ini akan menghanguskan kami. Apabila kami lebih lama lagi mendengar suara TUHAN, Allah kita, kami akan mati. 26 Sebab makhluk manakah yang telah mendengar suara dari Allah yang hidup yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti kami dan tetap hidup? 27 Mendekatlah engkau dan dengarkanlah segala yang difirmankan TUHAN, Allah kita, dan engkaulah yang mengatakan kepada kami segala yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah kita, maka kami akan mendengar dan melakukannya. 28 Ketika TUHAN mendengar perkataanmu itu, sedang kamu mengatakannya kepadaku, maka berfirmanlah TUHAN kepadaku: Telah Kudengar perkataan bangsa ini yang dikatakan mereka kepadamu. Segala yang dikatakan mereka itu baik. 29 Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya! (Ul 5:24-29);

2 Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman TUHAN. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku. (Yes 66:2).

2. Mempertentangkan satu nas terhadap nas lain. Misalnya Ulangan 6:4 terhadap Daniel 7:9-14 atau Kisah 10:38

4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Ul 6:4)

terhadap

9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; 10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab. 11 Aku terus melihatnya, karena perkataan sombong yang diucapkan tanduk itu; aku terus melihatnya, sampai binatang itu dibunuh, tubuhnya dibinasakan dan diserahkan ke dalam api yang membakar. 12 Juga kekuasaan binatang-binatang yang lain dicabut, dan jangka hidup mereka ditentukan sampai pada waktu dan saatnya. 13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya. 14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah (Dan 7:9-14),

atau

yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia (Kis 10:38);

yang melakukan ini menunjukkan ia tidak sepenuhnya memahaminya.

3. Mencari dukungan untuk gagasan praduga--pikiran tertutup. Sadar atau tak sadar membuat Alkitab mengatakan apa yang dimauinya. Suatu masalah kehilangan obyektivitas.

4. Berusaha keras mendamaikan kebenaran Allah dengan filsafat duniawi--kompromi. Jenis spesifik dari dosa terdahulu, sangat umum. Kita diingatkan oleh Paulus akan bahayanya, lihat Kolose 2:8 dan 1 Korintus 1:20-21

8 Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus (Kol 2:8)

dan

20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan? 21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil (1 Kor 1:20-21),

menghasilkan: etika situasi dan humanisme sekular.

5. Menerima (atau menolak) pengajaran tanpa penelaahan pribadi dan doa--kesembronoan. Umum diantara orang Kristen. Bandingkan:

11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.12 Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani (Kis 17:11-12);

15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu (2 Tim 2:15).

6. Menolak menuruti tuntunan atau pendirian Roh Kudus. Akibat terbiasa tidak patuh pada tuntunan dan perintah Allah (Kis 28:27; Mat 13:15; 1Tim 4:1-3)

27 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka (Kis. 28:27);

15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka (Mat. 13:15);

1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan 2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka. 3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran (1 Tim. 4:1-3).

Bagaimana seharusnya, lihat Ibr 5:11-14 dan 1Kor 3:2

11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat (Ibr 5:11-14);

2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya (1 Kor 3:2).

7. Gila pengetahuan. Keinginan akan pengetahuan tanpa keinginan tulus untuk hidup dalam kasih (1Kor 8:1-3; 1Kor 13:2)

1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. 2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. 3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah (1 Kor. 8:1-3);

2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna (1 Kor 13:2).

Bandingkan bagaimana seharusnya

5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. 6 Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia. 7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan (1 Tim 1:5-7);

1 Semua orang yang menanggung beban perbudakan hendaknya menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan, agar nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang. 2 Jika tuan mereka seorang percaya, janganlah ia kurang disegani karena bersaudara dalam Kristus, melainkan hendaklah ia dilayani mereka dengan lebih baik lagi, karena tuan yang menerima berkat pelayanan mereka ialah saudara yang percaya dan yang kekasih. (6-2b) Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini 1 Tim 6:1-2);

8 Perkataan ini benar dan aku mau supaya engkau dengan yakin menguatkannya, agar mereka yang sudah percaya kepada Allah sungguh-sungguh berusaha melakukan pekerjaan yang baik. Itulah yang baik dan berguna bagi manusia. 9 Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat, karena semua itu tidak berguna dan sia-sia belaka (Tit 3:8-9);

3 Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik 4 dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, 5 hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tan 6 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal 7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, 8 sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita. 9 Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, 10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita (Tit 2:3-10).

8. Penyembahan berhala--pemujaan berlebihan. Kasih sayang yang salah alamat. Apa yang kita kasihi, pada apa kita percaya, siapa yang kita percayai, di mana kita menyimpan harta, kesemuanya menunjukkan siapa atau apa yang kita sembah. Jika kita lebih mengasihi atau lebih percaya pada sesuatu dari pada Allah, atau menyimpan harta di suatu tempat lebih daripada dalam Allah, itu adalah penyembahan berhala. Akibatnya pikiran kita dibutakan dan hati kita dikeraskan, kehilangan kepekaan akan kebenaran dan terbuka akan penipuan, dan kehilangan kemampuan menerima berkat Allah dengan iman. Maka carilah dan pikirkanlah perkara yang di atas . . .

1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. 2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kol. 3:1-2).

9. Iman pada diri sendiri. Semacam penyembahan berhala juga. Menagih berkat dengan motif yang salah

3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu (Yak. 4:3),

demi memuaskan keinginan sendiri, tanpa terlebih dahulu mentaati perintah

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat. 22:37),

tanpa

“. . . carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33).

10. Keinginan membenarkan diri. Kesalahan hati yang sangat umum yang menuntun kepada kesalahan penafsiran, akibat kecenderungan hati duniawi mecoba membenarkan sikapnya yang salah tidak mengasihi dan menaati Allah dari dalam hati. Hasilnya, kesukaan memberi kelonggaran dan legalisme.

Ke lima dosa terakhir menekankan betapa vitalnya hati yang murni untuk doktrin yang murni, karena

“dengan hati orang percaya” (Rom. 10:10).

Tak soal sebagaimana terdidiknya pun pikiran, hati yang tak murni akan konsisten mengaburkan kebenaran.


Daftar di atas belumlah mencakup semua yang mungkin ada, tetapi cukuplah contoh untuk memahami masalahnya.


Setelah memahami kaidah PA dengan baik, mulailah coba lanjutkan dengan penerapannya dalam PA-PRIBADI. Lakukan secara rutin sekali seminggu, atau paling tidak sekali dua minggu. Sebaiknya diselesaikan dalam satu sesi.

IMS 100907

Monday, September 6, 2010

III. KAIDAH PENELAAHAN ALKITAB (3)


5. Pondasi Pribadi--Memahami Alkitab Dan Menerima Hidup Kekal

Dari awal sampai akhir, Alkitab mengungkapkan Allah sebagai Pencipta dan sebagai Penyelamat. Pengungkapan ini membentuk pemahaman lengkap kita tentang sifat-Nya, karya-Nya, dan tujuan-Nya. 

Sebagai Pencipta, kita melihat-Nya sebagai kekal, kudus, maha kuasa, dan “ada-sendiri”--suatu Pribadi, Hakim, Raja. Sebagai Penyelamat, kita melihat Allah menjangkau dari tempat kekekalan-Nya dan kekudusan-Nya membantu umat manusia yang tersandung (melakukan kesalahan yang bodoh). Ia menebus dosa mereka dan bekerja untuk memulihkan persekutuan dengan mereka. Ia mencurahkan Roh Kudus-Nya untuk memperkuat, menyembuhkan, menuntun, dan memulihkan mereka. Ia memanggil mereka dengan nama, dan akhirnya merangkul bersama-Nya semua orang percaya ke kehidupan kekal di surga.

 Dengan pengungkapan ini pula Ia menyatakan inti persekutuan kita pada-Nya, bahwa:
· kita adalah milik-Nya, Ia bebas berbuat apa saja kepada kita¾karena Ia menciptakan kita (Maz. 24:1-2)
Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. 2 Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai (Maz 24:1-2)
· ia memilih mengisi hidup kita dengan hal-hal baik--karena Ia adalah Allah dari kasih--, memuaskan kita dengan “madu dari gunung batu”, dan memberi kita makan “gandum yang terbaik” (Maz. 81:16),
Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya." (Maz 81:6)
jika kita mau mengasihi-Nya dan hidup rendah hati didepan-Nya.

Tetapi kita membangkang dan memilih jalan sendiri terlepas dari pada-Nya, menurut rencana, keinginan, dan kekuatan kita sendiri (Ams. 16:25),
Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut, (Ams 16:25)
namun Ia menebus kita dengan mahal (1 Kor. 6:19-20; 1 Petr. 1:18-19)
19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu (1 Kor 6:19-20)!
18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat (1 Pet 1:18-19).
Ia ingin pula berbagi hati dengan kita dan menjadi sekutu, Allah ingin kita akrab dengan-Nya. Tetapi keinginan ini tak terwujud selama kita hidup dalam dosa, memboroskan kasih sayang pada hal-hal duniawi (Maz. 73:25; Mat 22:36-38)
Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi (Maz 73:25).
"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" 37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama (Mat 22:36-38).
Lalu bagaimana kita dapat hidup layak bagi Allah? Dengan iman (Ibr. 11:6; Rom. 1:16-17)
Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia. (Ibr 11:6);
16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. 17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman" (Rom 1:16-17)!
Iman adalah menanggap dari lubuk hati paling dalam dan roh kita kebenaran Firman Allah, jadi, berserah secara pribadi kepada wewenang Allah Mahakuasa Pencipta kita dan kepada ketuhanan Yesus Kristus Juru Selamat, Penebus kita, mengaku dengan mulut bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Fil 2:9-11);
8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan. 9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. 10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. 11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan." 12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. 13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. (Rom 10:8-13).
Lalu mengalami “lahir baru” menjadi ciptaan baru, menerima hidup baru
23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. 24 Sebab: "Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur (1 Pet 1:23-25).
Kemudian masuk dalam persekutuan dengan Allah, dengan sukacita mengenal Dia sebagai:
sahabat kita
6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? (Maz. 118:6);
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Rom. 8:31);
8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. (Rom. 5:8),
sekutu kita
23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"—yang berarti: Allah menyertai kita (Mat. 1:23);
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat. 28:20);
3 Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus (1 Yoh. 1:3),
dan Bapa kita
9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu (Mat. 6:9),
26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? (Mat 6:26),
31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:31-33).
Jadi, pilihlah Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, dan hiduplah setia pada pilihan itu. Inilah pondasi yang Allah berikan kepada kita dalam Alkitab. Pondasi kita untuk mengetahui tentang Allah, dan untuk mengenal Allah, pondasi kita untuk hidup, dan tentu pondasi kita untuk memahami Alkitab. Alkitab menjadi susu kita, makanan kita
23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. (1 Petr. 2:2-3).
Maka kita mempunyai pondasi yang diperlukan untuk secara pribadi memahami Alkitab:

· dengan pikiran, kita dapat memetik dari pengalaman hidup dengan iman, untuk membantu memahami apa yang kita baca
7 --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat-- (2 Kor. 5:7),
· dengan hati, kita dapat menyamakan dengan pergumulan dan godaan orang-orang yang Allah panggil dalam ikatan akad dengan diri-Nya, dan dapat bersimpati dengan hati Allah ketika Ia menuntun dan menguduskan umat-Nya, dan

· dengan roh, kita belajar “mendengar” suara Gembala kita
3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. 4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. 5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." (Yoh. 10:3-5);
11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; (Yoh. 10:11),
mengenal dan membedakan suara-suara asing yang menyesatkan, dan belajar “melihat” di balik pertempuran dalam hidup dan dalam Alkitab kepada tujuan konsisten Allah memulihkan kita pada-Nya dan pada Anak-Nya.

Jadi, untuk menguak dan menyibak kedalaman Alkitab, memahami demikian banyaknya pengungkapan dalam Alkitab yang tak dapat ditangkap oleh pikiran manusia duniawi
1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. 2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. 3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi? (1 Kor. 3:1-3),
hidup beriman adalah perlu, yaitu “Apakah saya sejalan dan selaras?”, sedangkan menjadi Kristen barulah langkah pertama.
IMS 100906