Friday, July 2, 2010

PA PRIBADI (13)

Ayub 28:1-12                                    Epistel Minggu 4 Juli 2010

GALI HARTA TAK TEMUKAN HIKMAT
Demi Gali Harta Tak Hiraukan Pelestarian Lingkunan
  1 "Memang ada tempat orang menambang perak dan tempat orang melimbang emas; 2 besi digali dari dalam tanah, dan dari batu dilelehkan tembaga. 3 Orang menyudahi kegelapan, dan batu diselidikinya sampai sedalam-dalamnya, di dalam kekelaman dan kelam pekat. 4 Orang menggali tambang jauh dari tempat kediaman manusia, mereka dilupakan oleh orang-orang yang berjalan di atas, mereka melayang-layang jauh dari manusia. 5 Tanah yang menghasilkan pangan, dibawahnya dibongkar-bangkir seperti oleh api. 6 Batunya adalah tempat menemukan lazurit yang mengandung emas urai. 7 Jalan ke sana tidak dikenal seekor burung buaspun, dan mata elang tidak melihatnya; 8 binatang yang ganas tidak menginjakkan kakinya di sana dan singa tidak melangkah melaluinya. 9 Manusia melekatkan tangannya pada batu yang keras, ia membongkar-bangkir gunung-gunung sampai pada akar-akarnya; 10 di dalam gunung batu ia menggali terowongan, dan matanya melihat segala sesuatu yang berharga; 11 air sungai yang merembes dibendungnya, dan apa yang tersembunyi dibawanya ke tempat terang.

12 Tetapi di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi?

IBIS:

1 Ada pertambangan di mana perak ditemukan; ada tempat di mana emas dimurnikan. 2 Besi digali dari dalam tanah; dari batu dilelehkan tembaga. 
3 Gelap yang pekat ditembusi, tempat yang paling dalam diselidiki. Di situ, di dalam kegelapan, orang mencari batu-batuan. 4 Jauh di tempat yang tak ada penghuni, yang belum pernah diinjak dan dilalui, orang bekerja sambil bergantungan pada tali di dalam terowongan yang sunyi sepi. 
5 Tanah menghasilkan pangan bagi manusia, tapi di bawah tanah itu juga, semua dibongkarbalikkan sehingga isi bumi berantakan. 6 Batu di dalam tanah mengandung nilakandi, dan debunya berisikan emas murni. 
7 Burung elang tak kenal jalan ke sana, dan burung nasar pun belum pernah terbang di atasnya. 8 Belum pernah singa maupun binatang buas lainnya melalui jalan sepi yang menuju ke sana. 
9 Orang menggali dalam batu yang betapa pun kerasnya, dibongkarnya gunung sampai pada akarnya. 10 Ketika ia membuat tembusan di dalam gunung batu, didapatinya permata yang sangat bermutu. 11 Sampai kepada sumber sungai-sungai ia menggali, lalu menyingkapkan apa yang tersembunyi.

12 Tetapi di manakah hikmat dapat dicari? Di manakah kita dapat belajar agar mengerti?

Tentang: pencarian dan penggalian harta terpendam

Gali Harta Tak Temukan Hikmat 
(1-12)

Tokoh: Ayub (dan para sahabatnya Elifas, Bildad, Zofar, dan Elihu – Ayub 2:11; 32:2)
Tempat/waktu: Tanah Uz, mungkin timur laut Palestina, antara Damaskus dan sungai Efrat, l.k. 2000-1800 SM.
Proporsi: Deskripsi tempat-tempat pencarian dan penggalian harta logam mulia (emas dan perak) dan batu-batuan mulia (nilakanda dan batu permata lainnya) dan logam berharga (besi dan tembaga)

Bentuk sastra: dialog adu pandangan

Pokok bahasan: segala daya dan upaya dipakai manusia mendapatkan harta materi terpendam dari bumi (tetapi bagaimana dengan hikmat dan akal budi?)
Ringkasan isi:

Bumi dan tanah memang memberikan harta dan pangan bagi manusia, orang tinggal menemukan, menggali dan mengolahnya dengan segala daya dan upaya memakai akal sendiri. Tetapi bagaimana dengan hikmat dan akal budi, di mana dan bagaimana orang bisa memperolehnya? (ay 1-12). --

-- Memang orang dapat memperoleh emas, perak, besi dan tembaga dengan menambang dan memurnikannya dari dalam bumi di bawah tanah. Gelap yang pekat ditembusi, tempat yang paling dalam diselidiki. Bahkan mencari batu-batuan mulia, jauh di tempat yang tak ada penghuni, yang belum pernah diinjak dan dilalui, orang bekerja sambil bergantungan pada tali di dalam terowongan yang sunyi sepi (1-6).
-- Tanah menghasilkan pangan bagi manusia, tapi jauh di bawahnya, semua dibongkarbalikkan sehingga isi bumi berantakan. Batu di dalam tanah mengandung nilakandi, dan debunya berisikan emas murni. Burung elang dan burung nasar pun belum pernah terbang di atasnya. Belum pernah singa maupun binatang buas lainnya melalui jalan sepi yang menuju ke sana (7-8). 
-- Orang menggali dalam batu yang betapa pun kerasnya, dibongkarnya gunung membuat terowongan di dalam gunung batu, didapatinya permata yang sangat bermutu. Sampai kepada sumber sungai-sungai ia menggali, lalu menyingkapkan apa yang tersembunyi (9-11).
-- Tetapi di manakah hikmat dapat dicari? Di manakah kita dapat belajar agar mengerti (12)?

Ayat kunci utama: Ayub 28:12
Tetapi di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi?

Pokok pikiran/tema utama:
Memang dengan segala daya dan upayanya menggunakan akal dan pikiran sendiri orang dapat menemukan, menggali, dan mengolahnya demi memperoleh logam-logam dan batu-batuan mulia dan berharga lainnya, serta pangan dari dalam bumi dan tanah. Tetapi harta yang paling berharga dari semuanya itu, yakni hikmat dan akal budi, di mana dan bagaimana orang dapat memperolehnya?

Istilah penting: menggali, mencari, menemukan, hikmat, akal budi

Ciri khas: --

Hubungan struktural utama: penentangan—Memang orang dapat memperoleh emas, perak, besi dan tembaga dengan menambang dan memurnikannya dari dalam bumi di bawah tanah. Gelap yang pekat ditembusi, tempat yang paling dalam diselidiki. Bahkan mencari batu-batuan mulia, jauh di tempat yang tak ada penghuni, yang belum pernah diinjak dan dilalui, orang bekerja sambil bergantungan pada tali di dalam terowongan yang sunyi sepi (1-6). Tanah menghasilkan pangan bagi manusia, tapi jauh di bawahnya, semua dibongkarbalikkan sehingga isi bumi berantakan. Batu di dalam tanah mengandung nilakandi, dan debunya berisikan emas murni. Burung elang dan burung nasar pun belum pernah terbang di atasnya. Belum pernah singa maupun binatang buas lainnya melalui jalan sepi yang menuju ke sana (7-8). Orang menggali dalam batu yang betapa pun kerasnya, dibongkarnya gunung membuat terowongan di situ, didapatinya permata yang sangat bermutu. Sampai kepada sumber sungai-sungai ia menggali, lalu menyingkapkan apa yang tersembunyi (9-11). Tetapi di manakah hikmat dapat dicari? Di manakah kita dapat belajar agar mengerti (12)?

Aspek utama: pencarian

Ayat paralel:
--

Ayat Konteks:

Konteks dekat:
ay 12: hikmat dan akal budi . . . Ay 28:28  tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi." ;  Maz 111:10   Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya.; Ams 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. ; 9:10  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Hikmat:

Wisdom – knowledge guided by understanding
A. Sources of, in:
Spirit … Kel 31:3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan,

Lord … Kel 36:1, 2 Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN keahlian dan pengertian, sehingga ia tahu melakukan segala macam pekerjaan untuk mendirikan tempat kudus, tepat menurut yang diperintahkan TUHAN." 2 Lalu Musa memanggil Bezaleel dan Aholiab dan setiap orang yang ahli, yang dalam hatinya telah ditanam TUHAN keahlian, setiap orang yang tergerak hatinya untuk datang melakukan pekerjaan itu.

God’s Law … Ul 4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.

Fear of the Lord … Ams 9:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Righteous … Ams 10:31  Mulut orang benar mengeluarkan hikmat, tetapi lidah bercabang akan dikerat.

C. Describe as:
Statesmanship … Kej 41:33  Oleh sebab itu, baiklah tuanku Firaun mencari seorang yang berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir.

Technical skill … Kel 28:3 Haruslah engkau mengatakan kepada semua orang yang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh keahlian, membuat pakaian Harun, untuk menguduskan dia, supaya dipegangnya jabatan imam bagi-Ku.

Common sense … 2Sam 20:14-22 Sebab kita pasti mati, kita seperti air yang tercurah ke bumi, yang tidak terkumpulkan. Tetapi Allah tidak mengambil nyawa orang, melainkan Ia merancang supaya seorang yang terbuang jangan tinggal terbuang dari pada-Nya. 15 Maka sekarang, aku datang mengatakan perkataan ini kepada tuanku raja karena orang banyak itu telah menakut-nakuti aku. Sebab itu pikir hambamu ini: baiklah aku berbicara dahulu dengan raja, mungkin raja mengabulkan permohonan hambanya ini; 16 sebab raja akan mendengarkan aku dan akan melepaskan hambanya ini dari tangan orang yang hendak memunahkan aku dan anakku bersama-sama dari milik pusaka Allah. 17 Juga hambamu ini berpikir: perkataan tuanku raja tentulah akan menenangkan hati, sebab seperti malaikat Allah, demikianlah tuanku raja, yang dapat membeda-bedakan apa yang baik dan jahat. Dan TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai tuanku." 18 Lalu raja menjawab, katanya kepada perempuan itu: "Baiklah jangan sembunyikan kepadaku apa yang hendak kutanyakan kepadamu." Kata perempuan itu: "Berkatalah kiranya tuanku raja!" 19 Kemudian bertanyalah raja: "Adakah Yoab campur tangan dengan engkau dalam semuanya ini?" Perempuan itu menjawab: "Demi hidupmu, tuanku raja, tidaklah mungkin untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala yang tuanku raja katakan. Sesungguhnya hambamu Yoab yang memerintahkan daku; dialah yang menaruh ke dalam mulut hambamu segala perkataan ini. 20 Dengan maksud untuk mengubah rupa perkara itu maka hambamu Yoab melakukan perkara ini. Tetapi tuanku bijaksana sama seperti malaikat Allah, sehingga mengetahui semua yang terjadi di bumi." 21 Sesudah itu berkatalah raja kepada Yoab: "Baik, kukabulkan permohonan ini. Pergilah, bawalah kembali orang muda Absalom itu." 22 Lalu sujudlah Yoab dengan mukanya ke tanah dan menyembah sambil memohon berkat bagi raja. Dan Yoab berkata: "Pada hari ini hambamu mengetahui bahwa tuanku raja suka kepada hamba, karena tuanku telah mengabulkan permohonan hambamu ini."

Mechanical skill … 1Raj 7:14 Dia adalah anak seorang janda dari suku Naftali, sedang ayahnya orang Tirus, tukang tembaga; ia penuh dengan keahlian, pengertian dan pengetahuan untuk melakukan segala pekerjaan tembaga; ia datang kepada raja Salomo, lalu melakukan segala pekerjaan itu bagi raja.

Understanding … Ams 10:13, 23  13 Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi. 23 Berlaku cemar adalah kegemaran orang bebal, sebagaimana melakukan hikmat bagi orang yang pandai.

Military ability … Yes 10:13  Sebab ia telah berkata: "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta.

Commercial industry … Yeh 28:3-5 3 Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu. 4 Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu. 5 Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong.

D. Value of:
Gives blessing … Ams 3:13
Benefits of, many … Ams 4:5-10
Keeps from evil … Ams 5:1-6
Better than jewels … Ams 8:11
Above gold in value … Ams 16:16
Should be acquired … Ams 23:23
Excells folly … Pengkh 2:13
Preserves lifes … Pengkh 7:12
Makes strong … Pengkh 7:19
Beltter than weapons … Pengkh 9:18
Produces good fruit … Yak 3:17

E. Limitations of:
Cannot save us
… 1Kor 1:19-21
Cause of self glory … Yer 9:23
Can delude … Yes 47:10
Nothing, without God … Yer 8:9
Can be corrupted … Yeh 28:17
Of this world, foolishness … 1Kor 3:19
Earthly, natural … Yak 3:15
Gospel not preached in … 1Kor 2:1-5

F. Of believers:
Given by Christ
… Luk 21:15
Gift of the Spirit … 1Kor 12:8
Given by God … Ef 1:17
Prayed for … Kol 1:9
Means of instruction … Kol 1:28
Lack of, ask for … Yak 1:5

Understanding – Knowing things in their right relationship

Search – to make intensive investigation
A Applied literally to:
Records … Esra 4:15, 19 15  supaya diadakan penyelidikan dalam kitab riwayat nenek moyang tuanku. Di dalam kitab riwayat itu tuanku akan mendapati dan mengetahui, bahwa kota itu kota durhaka, yang selalu mendatangkan kerugian kepada raja-raja dan daerah-daerah, dan bahwa orang selalu mengadakan pemberontakan di dalamnya sejak zaman dahulu. Itulah sebabnya maka kota itu dibinasakan. 19  Lalu atas perintahku telah diadakan penyelidikan, dan didapati, bahwa kota itu sejak zaman dahulu selalu bangkit melawan raja-raja dan bahwa penduduknya selalu mendurhaka dan memberontak.

Child … Mat 2:8  Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia."

Scriptures … Yoh 5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, (40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.)

B. Applied figuratively to:
Man’s heart … Maz 139:1, 23 1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; 23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku;

Understanding … Ams 2:5  maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.

Conscience … Ams 20:27  Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

Self-examination … Hak 5:16  Mengapa engkau tinggal duduk di antara kandang-kandang sambil mendengarkan seruling pemanggil kawanan? Di pihak pasukan-pasukan suku Ruben ada banyak pertimbangan!.

Penyataan Kristus: ---

PENAFSIRAN
Hal-hal utama
:
a. Istilah utama: hikmat
b. Hubungan utama: penentangan—Memang orang dapat memperoleh emas, perak, besi dan tembaga dengan menambang dan memurnikannya dari dalam bumi di bawah tanah. Gelap yang pekat ditembusi, tempat yang paling dalam diselidiki. Bahkan mencari batu-batuan mulia, jauh di tempat yang tak ada penghuni, yang belum pernah diinjak dan dilalui, orang bekerja sambil bergantungan pada tali di dalam terowongan yang sunyi sepi (1-6). Tanah menghasilkan pangan bagi manusia, tapi jauh di bawahnya, semua dibongkarbalikkan sehingga isi bumi berantakan. Batu di dalam tanah mengandung nilakandi, dan debunya berisikan emas murni. Burung elang dan burung nasar pun belum pernah terbang di atasnya. Belum pernah singa maupun binatang buas lainnya melalui jalan sepi yang menuju ke sana (7-8). Orang menggali dalam batu yang betapa pun kerasnya, dibongkarnya gunung membuat terowongan di situ, didapatinya permata yang sangat bermutu. Sampai kepada sumber sungai-sungai ia menggali, lalu menyingkapkan apa yang tersembunyi (9-11). Tetapi di manakah hikmat dapat dicari? Di manakah kita dapat belajar agar mengerti (12)?
      -- Aspek utama:  pencarian
c. Tema utama/pokok pikiran utama: Harta yang paling berharga, seperti logam mulia dan batu permata, memang dapat diperoleh dengan susah payah dari dalam perut bumi dan dasar batu gunung. Tetapi harta yang yang jauh lebih mahal lagi dari semuanya itu, yakni hikmat dan akal budi, di mana dan bagaimana orang dapat memperolehnya?

Tanya jawab penafsiran:
Definisi
1) Apakah dan di mana dicari hikmat yang Ayub maksud dalam ayat 12?
     -- Ayub 28:28  takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi." ; 
     -- Maz 111:10   Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Ams 1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. ; 9:10  Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

Sumber:
Roh Allah … Kel 31:3
karunia TUHAN … Kel 36:1, 2
Hukum TUHAN … Ul 4:6
takut akan TUHAN … Ams 9:10
kebenaran hati … Ams 10:31

Deskripsi:
Kenegarawanan … Kej 41:33 
Ketrampilan teknis… Kel 28:3
Akal sehat
… 2Sam 20:14-22
Ketrampilan mekanis … 1Raj 7:14
Pengertian … Ams 10:13, 23 
Kemampuan militer … Yes 10:13 
Kepandaian berdagang … Yeh 28:3-5 3

2) Apakah maksudnya pencarian dalam ay 12? 
     -- berbeda dari pencarian harta duniawi
     -- hanya dengan anugerah Tuhan 

Alasan
3) Kenapa diperlukan memperoleh hikmat demikian? 
     -- hikmat duniawi tak mampu menyelesaikan sesuai dengan kehendak Allah
     -- maka diperlukan hikmat yang dari Allah
     -- nilai hikmat:
         -- Gives blessing … Ams 3:13
Benefits of, many … Ams 4:5-10
Keeps from evil … Ams 5:1-6
Better than jewels … Ams 8:11
Above gold in value … Ams 16:16
Should be acquired … Ams 23:23
Excells folly … Pengkh 2:13
Preserves lifes … Pengkh 7:12
Makes strong … Pengkh 7:19
Beltter than weapons … Pengkh 9:18
Produces good fruit … Yak 3:17

4) Kenapakah akal budi perlu dicari?
    -- supaya mampu memahami hikmat 
    -- Understanding … Ams 2:5  maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.

Cara
5) Bagaimana memperoleh hikmat demikian?
     -- takut akan Tuhan, karena sumbernya adalah Tuhan 
6) Bagaimana supaya pencarian tersebut berhasil?
     -- berserah pada tuntunan Roh Kudus
     -- datang pada Tuhan Scriptures … Yoh 5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, (40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.)

Implikasi
7) Apa yang tersirat dari perolehan hikmat demikian? 
     --   percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi
     -- hikmat orang percaya:
Given by Christ … Luk 21:15
Gift of the Spirit … 1Kor 12:8
Given by God … Ef 1:17
Prayed for … Kol 1:9
Means of instruction … Kol 1:28
Lack of, ask for … Yak 1:5

8) Apa yang tersirat dalam pencarian?
     -- supaya memelihara hati yang bersih dan roh yang terang
     --  Conscience … Ams 20:27  Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

Kesimpulan:
1.  Hikmat duniawi, termasuk hikmat orang-orang pintar (para normal, dukun), bukalah hikmat benar, maka jangan andalkan.
2. Hikmat benar adalah semata-mata anugerah Allah.
3. Bagi orang percaya, hikmat benar adalah tuntunan Roh Kudus

Pesan:
Harta yang paling berharga, seperti logam mulia dan batu permata, memang dapat diperoleh dengan susah payah dari dalam perut bumi dan dasar batu gunung. Tetapi harta yang jauh lebih mahal lagi dari semuanya itu, yakni hikmat dan akal budi, di mana dan bagaimana orang dapat memperolehnya?--Hanya diperoleh sebagai anugerah Tuhan.

PENERAPAN
Evaluasi
:
Dapat diterapkan dalam hidup orang percaya masa kini.

Butir-butir penerapan:
1. Jalani hidup yang takut akan Tuhan.
2. Dalam setiap langkah hidup terlebih dahulu minta hikmat Tuhan.

Tekad/Tujuan: 
Semata-mata berserah pada Tuhan memperoleh hikmat yang dari pada-Nya.

Ayat hapalan:

Ayub 28:12 Tetapi di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi?

IMS 100623

Monday, June 28, 2010

I. AJAKAN MENELAAH ALKITAB (4)

IV. Cara menelaah Alkitab
1. Mempelajari Alkitab dilakukan bertahap: Pengamatan, Penafsiran, Penerapan. Pengajar Alkitab terkenal, Dr. James M. Gray, menyatakan, “Hanya ada satu hukum untuk mempelajari Alkitab, yaitu dengan membaca Kitab tersebut, dan setelah membacanya, ulangi sekali lagi, dan kemudian duduklah dan bacalah kembali dan sesudah itu ulangi sekali lagi dan dengan demikian anda akan mengenal Kitab tersebut.” Mempelajari Alkitab dimulai dengan penyelidikan, yaitu mengamati lalu menafsirkan bacaan, dan akhirnya terapkanlah Firman Tuhan tersebut dalam hidup anda. Ketiga langkah yang sederhana ini merupakan kunci yang membuka pintu untuk mempelajari Alkitab dengan bersemangat. Berdoalah untuk penerangan Roh Kudus; tanpa terang-Nya, pengertian yang benar tak dapat dicapai.
“Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu—dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta—dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia” (1 Yoh. 2: 27; baca juga mulai ayat 20-).
2. Mengamati apa arti setiap cuplikan nas Kitab Suci kepada pembaca atau pendengar semula, lalu menafsir apakah dan bagaimana kita harus memakai atau menerapkan cuplikan itu dewasa ini. Jika kita tidak harus menerapkan cuplikan itu, kita perlu tahu mengapa kita tidak harus. Dan jika kita harus menerapkannya, kita ingin melakukan penerapan yang tepat. Namun banyak penelaah Alkitab tidak mempunyai kepercayaan diri akan kemampuan menafsirkannya dengan betul dan karenanya menjadi takut. Tetapi Ketika menafsir Alkitab, kita dapat membuat prosesnya terlalu mudah atau terlalu sulit. Banyak faktor yang terlibat dalam penafsiran Alkitab.
3. Rahasia PA Pribadi maupun PA Berkelompok terletak dalam mencari lubuk hati Allah dalam apa yang kita baca. Banyak orang telah menemukan lubuk hati Allah dalam bacaan Alkitab mereka, dan cuplikan-cuplikan itu tiba-tiba menjadi paling menarik, menjadi hidup. Tidak ada yang lebih diinginkan orang dari pada lubuk hati Allah, bila anda menyadarinya dengan hati anda, berbicara dari hati ke hati dengan Allah. Dan ini hanya diperoleh dengan penerapan sungguh-sungguh prinsip dasar atau kaidah atau asas-asas Penelaahan Alkitab melalui tahapan pengamatan, penafsiran, dan penerapan: “Apa katanya (sebagaimana tertulis dalam bagian Alkitab yang ditelaah)?” “Apakah itu sejalan dan selaras (dengan bagian lain Alkitab)?” “Apakah saya sejalan dan selaras (dengan bagian Alkitab yang ditelaah tersebut)?” Alkitab adalah tempat pertemuan dalam hubungan kita dengan Allah. Jadi, Anda harus menangkap pesan-pesan Alkitab secara tangan pertama, bukan dari tangan kedua (second hand = bekas pakai!). Dalam ber-Saat Teduh membacanya, Allah ingin berbicara kepada kita dan mengungkapkan diri-Nya sendiri kepada kita. Lubuk hati Allah adalah sasaran kita. Itu tak mungkin diperoleh dari tangan kedua.
4. Dalam doa memohon bimbingan Roh Kudus
“yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh. 14:26),
membuat pertanyaan-pertanyaan yang tepat, mencatat apa yang anda amati dan temukan, lalu menafsirkan dan menerapkan kebenaran-kebenaran yang anda temukan.
“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yak. 1:22; lihat juga Mat. 7:26-27)).
Maka anda akan dengan perasaan penuh suka cita menyukai penelaahan Alkitab. Lakukan dengan disertai kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan. Karena Alkitab diberikan bukan untuk memperluas pengetahuan kita, tetapi untuk mengubah kehidupan kita, untuk mengenal Yesus Kristus dan menjadi seperti Dia dalam sikap, kelakuan, cara berpikir, cara berbicara, cara bertindak, dan nilai-nilai kita, maka Amanat Agung dalam Matius 28:19-20, akan dipenuhi dan jiwa-jiwa akan diselamatkan.
5. Telaah dengan sistimatis, menurut rencana atau pola tertentu, menurut prosedur yang sama, yaitu:
  • Mengamati dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.
  • Menafsir dengan menganalisis apa maksud teks yang sedang diamati.
  • Memeriksa korelasi dan keselarasan dengan bagian lainnya dari Alkitab.
  • Menarik kesimpulan, merenungkannya dalam doa, dan bertekad di bawah pimpinan Roh Kudus menerapkannya secara praktis dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menelaahnya dengan sikap Yakub,
    “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku” (Kej. 32:26).
Anda bisa menelaah bagian-bagian Alkitab berulang kali tanpa khawatir akan kehabisan kekayaan yang ada di dalamnya.
6. Bersamaan dengan itu, hendaklah anda dengan disiplin ber-Saat Teduh setiap hari. Anda dapat belajar bagaimana mengikut Allah dengan merenungkan Firman-Nya. Merenungkan artinya memakai waktu membaca dan memikirkan tentang apa yang anda baca. Artinya, dalam hal ini sewaktu ber-Saat Teduh, menanya diri sendiri bagaimana anda harus berubah sehingga anda hidup seperti yang Allah kehendaki. Mengetahui dan merenungkan Firman Allah adalah langkah pertama menuju penerapannya dalam hidup sehari-hari anda. Jika anda ingin mengikut Allah lebih dekat lagi anda harus tau apa yang dikatakan-Nya.
Jika anda belum pernah melakukannya atau masih saja merasa tidak mampu, cobalah mulai ber-PA Pribadi mengikuti petunjuk di halaman-halaman selanjutnya. Ajaklah 2-3 orang atau lebih anggota Jemaat dalam Lingkungan anda yang sama-sama berminat membentuk dan ambil bagian dalam kegiatan Kelompok PA.
IMS 100628

I. AJAKAN MENELAAH ALKITAB (3)

III. Tujuan Menelaah Alkitab

1. Penelaahan Alkitab adalah sarana persekutuan dengan Sumber pembekalan dan kekuatan kita. Iman kita bagaikan pohon. Ia bertumbuh, berkembang, dan pada saatnya juga berbuah. Sama seperti pohon yang membutuhkan air untuk pertumbuhannya, demikian juga iman kita bila dekat kepada Sumber Air Hidup itu, maka iman kita pun semakin tumbuh dengan subur. Tuhan menjanjikan berkat-berkat khusus bagi mereka yang berkumpul dalam namanya,

“Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat. 18:19,20)

dan menyelidiki Firman-Nya,

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku“ (Maz. 119:105); “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat. 4:4); “Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu” (Kol. 3:16).

Yesus mengatakan,

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu” (Yoh. 8:31-32).

2. Paulus memberi kita dua alasan mengapa kita harus mengenal Alkitab. Rasul Paulus menulis kepada muridnya Timotius,

“Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (2 Tim. 3:14-17).

Tujuan yang pertama adalah supaya kita boleh mengenal Yesus Kristus dan menerima keselamatan-Nya (15). Kita belajar mengenal Dia dan penebusan melalui Firman. Tujuan ke dua dari Alkitab adalah membantu kita bertumbuh rohaniah supaya kita boleh diperlengkapi untuk apa saja Allah ingin kita lakukan (17). Sarana untuk pertumbuhan tersebut adalah pengajaran (doktrin), peneguran, perbaikan, dan pelatihan (16). Pengajaran menunjukkan kita jalan yang harus kita lalui; peneguran menunjukkan kita di mana kita menyimpang dari jalan; perbaikan menyuruh kita bagaimana tetap di atas jalan; dan pelatihan dalam kebenaran mengajar kita bagaimana supaya tetap di atas jalan tersebut. Ini berarti Alkitab adalah buku penuntun komprehensif untuk menjalani hidup Kristiani.

3. Allah telah merancang rumah kita sebagai tempat di mana Firman-Nya diajarkan, dipraktekkan, dan dilanjutkan dari generasi ke generasi. Rata-rata anak-anak kita menghabiskan 1% dari waktu mereka di gereja, 16% di sekolah, dan 83% sisanya di dalam dan di sekitar rumah. Maka pengaruh dari orang yang saleh tidak dapat diremehkan. Jika anak-anak kita tidak melihat perbedaan yang Kristus perbuat dalam hidup kita dan mendengarkan Injil diberitakan dengan jelas, maka hampir selalu mereka akan menolak Kekristenan. Padahal Ulangan 6:6,7 mengatakan,

“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Coba perhatikan, setiap saat anak-anak berkumpul bersama kita mereka memperhatikan semua sikap yang kita lakukan dan setiap kata yang kita ucapkan dan secara cermat menirunya. Dapatkah anda secara jujur mengatakan kepada anak-anak, tanpa malu,

“Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus” (1 Kor. 11:1)?

Karena itu bimbinglah mereka dalam kebaktian keluarga. Saat-saat mempelajari Alkitab dan doa hendaknya menjadi kebiasaan, saat yang menyenangkan, dan merupakan bagian sehari-hari dari kehidupan keluarga. Ikut sertakan anak-anak anda dalam membaca pasal yang pendek dari Alkitab dan diskusikanlah apa artinya. Untuk itu pula rajinlah aktif mengikuti kegiatan salah satu kelompok PA.

IMS 100628

I. AJAKAN MENELAAH ALKITAB (2)

II. Alasan Menelaah Alkitab

1. Tuhan ingin mengubah secara radikal kehidupan setiap orang melalui Firman-Nya. Itulah Amanat agung Alkitab. Tujuan utama Alkitab bukanlah menceriterakan bagaimana sorga, tetapi bagaimana caranya menuju ke sorga, yaitu dengan menerapkan Firman-Nya dalam hidupnya, mempersiapkan mereka untuk hidup kekal dalam kemuliaan bersama-Nya.

Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian (Yes 42:23)? Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba (1 Kor 10:11); dan kami percaya dalam Tuhan, bahwa apa yang kami pesankan kepadamu, kamu lakukan dan akan kamu lakukan (2 Tes 3:4).

Firman Tuhan memiliki kuasa untuk mengubah pribadi-pribadi, siapa saja, di mana saja, berkedudukan tinggi atau rendah, kaya atau miskin, berpendidikan atau buta huruf. Alkitab mempunyai kuasa untuk mengubah seorang Kristen yang baru atau yang lemah menjadi manusia beriman yang dewasa dan menang. Firman Allah adalah alat utama Roh Kudus untuk merenovasi kepribadian dan pengembangan hati nurani Kristiani kita. Kita diubah dari dalam ketika belajar kehendak Allah dari Firman-Nya, dan kita memilihnya sebagai jalan hidup kita karena rahmat dan Roh-Nya. Proses ini disebut penyucian atau pengudusan.

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran”,

kata Yesus,

“firman-Mu adalah kebenaran” (Yoh. 17:17).

Bandingkan,

Kamu telah belajar mengenal Kristus.  Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu (Ef. 4:20-23). Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya (Kol. 3:9-10).

“Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu” (Yoh. 15:3).

2. Setiap orang percaya harus berkeinginan

“hidup sama seperti Kristus telah hidup” (1 Yoh. 2:6).

Maka harus tahu: Bagaimana Yesus hidup di antara orang-orang? Bagaimana Ia memperlakukan wanita? Apakah sikap-Nya terhadap tradisi agamawi? Apa yang Ia pikir penting dalam ibadah? Prinsip-prinsip apa yang menentukan tindakan-Nya? Hanya ada satu tempat untuk mendapat jawaban pasti dan kekal Alkitab! Jika kita mau semakin seperti Yesus kita harus belajar tentang hidup-Nya melalui Alkitab dan kemudian dengan anugerah-Nya memilihnya untuk hidup sehari-hari. Terkait erat dengan ini adalah peranan Alkitab mengembangkan suara hati Kristiani. Orang mungkin berfikir, bahwa dengan memberikan hidupnya kepada Kristus, orang Kristen akan hampir dengan berdasarkan intuisi mengetahui atau membedakan hal yang benar dari yang salah dalam dunia. Namun tidaklah demikian. Gagasan Allah akan kebenaran diungkapkan dalam pribadi Yesus dan jalan iman dalam-Nya. Gagasan kebenaran ini,

“Jalan kebenaran Allah” (Rom. 3:21),

harus mengajar hati nurani kita. Textbook-nya adalah Alkitab.

3. Alkitab adalah Firman Allah, penyataan Allah dalam bentuk tulisan, yang diilhamkan Allah. Artinya jika kita ingin mengenal Allah dan isi hatinya, tidak ada jalan lain selain membaca dan menelaah Alkitab. Bertumbuh menyerupai Kristus, yang merupakan tujuan hidup setiap orang percaya, harus dipupuk melalui penelaahan dan penerapan Firman Tuhan. Banyak orang yang berubah hidupnya setelah membaca Alkitab. Selain itu, sejarah sudah membuktikan betapa Alkitab telah menjadi sumber inspirasi yang mempengaruhi begitu banyak orang dalam berbagai bidang, misalnya seni lukis, sastra, musik, arkeologi, hukum, etika, dan sebagainya.

4. Firman Allah mempunyai peran penting menentukan dalam Pekabaran Injil dan Pendewasaan Kristiani. Untuk itu, adalah penting bagi setiap orang Kristen menelaah atau mengkaji Alkitab. Dan peka mendengar suara-Nya ketika menemukan lubuk hati-Nya dalam nas Kitab Suci yang dibaca dan direnungkan dengan tekun dan teratur. Maka telah lebih dahulu mengenal, merasakan, dan mengalami sendiri betapa nikmatnya mengikut Tuhan dan bergaul akrab dengan Allah dan Firman-Nya.

5. Mempelajari atau menelaah Alkitab bukanlah hal yang sulit. Setiap orang percaya telah Allah mampukan untuk itu.

6. Maka untuk menunjang ini dianjurkan supaya Kelompok-kelompok Kecil Penelaahan Alkitab (KK-PA) ditumbuh-giatkan di setiap Lingkungan (Sektor/Wijk) di setiap Jemaat. Tujuan KK-PA adalah mendorong dan membantu para anggota jemaat menjadi mampu dengan percaya diri dan secara benar melakukan PA Pribadi, selain bersaat teduh setiap hari, dengan disiplin dan teratur, dan sepenuh hati dan pikiran menjadi pelaku Firman, menjalani hidup yang dipenuhi-Roh, menuju tercapainya Jemaat yang misioner.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda telah membiasakan diri untuk membaca Alkitab setiap hari? Jika belum, mulailah hari ini juga! Mengapa membiarkan hari-hari berlalu tanpa melakukan Saat Teduh setiap hari?

“Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Yos 1:8).

IMS - 100628

Sunday, June 27, 2010

I. AJAKAN MENELAAH ALKITAB (1)

“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yosua 24:15b)

Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. (Yakobus 1:22)

Penelaahan Alkitab mendukung misi setiap orang percaya. Tekunlah membaca, merenungkan, dan menelaah Alkitab, menemukan lubuk hati Allah dan berbicara dari hati ke hati dengan Dia.

I. Misi Hidup Kristiani Setiap Orang Percaya

1. Misi orang percaya adalah Pemberitaan Injil, Pengamalan, dan Pelayanan!* Pemberitaan Injil adalah Amanat Agung Tuhan Yesus:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat. 28:19-20).

Pengamalan dan Pelayanan adalah Hukum Emas Tuhan Yesus:

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat. 22:37b), dan “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat. 22:39b).

Selain melalui Pos-pos Pemberitaan Injil (PI), yang dilayani oleh para Evangelis,

“yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus (Rom 15:16);

“Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita, dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta, dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita (Tit 1:3);

“Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu” (1Tes. 3:2).

Bagi setiap warga jemaat sendiri, yang bukan melayani sebagai Penginjil, misi pemberitaan injil adalah berupa kesaksian yang terbaca dan tersirat dari sikap dan perilaku hidup pribadinya sehari-hari, juga dari kehidupannya berjemaat, yang dianugerahi damai sejahtera dan berlimpah berkat untuk pelbagai kebajikan; namun ini dapat dilengkapi dengan kesaksian lisan setiap kali terbuka kesempatan. Maka Pemberitaan Injil pribadi sebenarnya adalah buah dari Pengamalan.

“Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.” (Mat. 25:34-45).

Demikian pula Pelayanan adalah perwujudan Pengamalan,

“karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.”  (1 Pet. 1:22),

yaitu pengamalan kasih dalam tindakan nyata dalam hidup sehari-hari warga jemaat, yang dilakukan karena kasih sebagai buah Roh yang adalah karya Roh Kudus dalam pribadi orang-orang percaya. Mengamalkan dalam hal ini adalah melakukan kehendak Allah dan Firman-Nya, dalam berbagai situasi dan kondisi bersaksi, serta menjalani hidup sehari-hari, termasuk lulus ujian berbagai kemalangan & penderitaan. Yakni dengan meniru apa yang Yesus lakukan ketika berdoa, menabur Firman, dan menabur kasih, agar supaya semakin menyerupai Kristus dalam mengasihi Allah dan mengasihi sesama orang percaya, maupun yang belum percaya.

2. Misi orang percaya adalah penugasan dari Allah. Sukses menjalankan misi tidak didapat dari diri sendiri, hanya dengan kuasa dan tuntunan dari Allah Sendiri saja; tuntunan Firman tertulis, yaitu Alkitab, dan tuntunan Firman Hidup, yaitu Yesus Kristus, dengan Roh Kudus yang mengajar. Karena itu, supaya optimal dan efektif, baik untuk pemberitaan injil, pengamalan, maupun pelayanan, haruslah terlebih dahulu warga gereja telah dipenuhi Roh, yaitu telah mempunyai iman yang hidup yang bertindak dalam ucapan maupun perbuatan nyata, serta selalu berusaha mencari dan menjumpai Tuhan dalam persekutuan dan doa. Alkitab memang mendorong kita,

“Hendaklah kamu penuh dengan Roh” (Ef. 5:18).

Penuh dengan Roh adalah suatu perintah, kewajiban, dan hak istimewa bagi orang Kristen, maka selayaknya menjadi keinginan dan kerinduan setiap orang Kristen. Penuh dengan Roh berarti hidup dalam terang-Nya dan dikendalikan oleh Yesus yang berdiam dalam hati kita. Supaya jadi demikian kita harus menggunakan waktu setiap hari untuk membaca dan merenungkan Alkitab, yang adalah hak istimewa kita, memenuhi pikiran dan hati kita dengan ajaran-ajaran Kristus yang penuh berkat.

“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” (Kol. 3:16).

IMS - 100213

*) Misi orang percaya (GKPI) adalah Pemberitaan Injil, Pengamalan, dan Pelayanan! ─ HKBP, GKPS: koinonia (persekutuan, termasuk pengajaran), marturia (kesaksian) dan diakonia (pelayanan).